Tanda dan Penyebab Gangguan Pendengaran pada Anak-anak

Sunday, December 07, 2014
Ketulian
Selama ini kita sering merasa bahwa gangguan pendengaran hanya terjadi pada orang dewasa, tidak pada anak-anak. Tentu saja hal ini salah. Penelitian oleh Centres for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menemukan bahwa lebih dari 12% anak-anak Amerika yang berusia antara 6-19 tahun mengalami gangguan pendengaran yang disebabkan karena kebisingan, dan 5% diantaranya mengalami gangguan pendengaran permanen.

Sekitar satu dari lima remaja secara intens mendengarkan musik-musik dengan tingkat kebisingan yang tinggi dan sekitar tiga perempat dari orang-orang yang suka ke klub malam dan diskotik mengalami tinnitus atau suara denging di telinga. Tinnitus sendiri merupakan gejala dari gangguan pendengaran.

Selain kebisingan, penyebab lain gangguan pendengaran pada anak-anak adalah otitis media (infeksi telinga tengah), kelainan genetik, dan penyakit tertentu (misalnya meningitis). Sekitar 12 dari 10.000 anak yang lahir, mengalami gangguan pendengaran sedang atau berat di kedua telinga, dan sekitar 20 dari 10.000 anak akan membutuhkan bantuan untuk gangguan pendengaran jangka panjang di usia 17 tahun.

Sudahkah Anda menguji kemampuan pendengaran anak Anda? Jika gangguan pendengaran teridentifikasi sejak awal, maka kemungkinan kesembuhan akan lebih besar dan tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Penyebab ketulian sementara pada anak-anak

Beberapa penyebab ketulian sementara pada anak-anak, antara lain:
  • Banyak zat lilin di dalam liang telinga (tahi telinga)
  • Benda asing (seperti manik-manik atau ujung cotton bud) yang terjebak di dalam saluran telinga
  • Lendir berlebih di saluran eustachius ( saluran yang menghubungkan telinga dalam dan tenggorokan atas) yang disebabkan oleh pilek
  • Otitis media (infeksi telinga tengah).
Penyebab ketulian permanen pada anak-anak

Beberapa kondisi dan kejadian dapat menyebabkan ketulian permanen pada anak-anak, antara lain:
  • Kondisi herediter yang menyebabkan telinga bagian dalam abnormal
  • Beberapa kelainan genetik, seperti osteogenesis imperfecta (kondisi kelainan tulang rapuh) dan trisomy 13 (kelainan fisik di berbagai bagian tubuh)
  • Paparan penyakit saat masih janin - Rubella (campak Jerman) adalah penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan telinga janin
  • Suara keras, seperti petasan dan konser musik
  • Cedera, seperti gegar otak atau patah tulang tengkorak
  • Penyakit tertentu, seperti meningitis dan gondok.
Tanda normalnya pendengaran bayi

Indikasi bahwa bayi Anda dapat mendengar, adalah:
  • Usia 0 minggu s/d 8 minggu - Terkejut atau membuka mata lebar-lebar ketika tiba-tiba muncul suara keras di dekatnya, atau terbangun dari tidur atau rewel karena kebisingan.
  • Usia 8 minggu s/d 4 bulan - Melihat ke arah sumber suara, dan mungkin ia akan diam sambil terlihat mendengarkan.
  • Usia 6 bulan s/d 12 bulan - Menolehkan kepala ke arah suara atau mulai mengoceh ketika suara itu muncul.
  • Usia 12 bulan s/d 18 bulan - Tahu nama-nama mainan favoritnya, mulai meniru suara dan kata-kata sederhana.
  • Usia 18 bulan s/d 24 bulan - Memiliki kosakata kecil satu kata, dan dapat memahami perintah sederhana seperti 'Berikan ibu bola'
  • Usia 2 setengah s/d 3 setengah tahun - Bicara jelas dan memiliki kosakata yang baik.
Tanda-tanda masalah pendengaran pada anak usia sekolah

Beberapa tanda bahwa anak Anak usia sekolah mungkin mengalami gangguan pendengaran, yaitu:
  • Tidak merespon saat dipanggil
  • Masalah belajar di sekolah (karena mereka tidak bisa mendengar guru)
  • Mengeluhkan suara denging di telinga mereka (tinnitus)
  • Berbicara dengan suara yang keras
  • Menonton televisi dengan volume suara tinggi
  • Salah mengucapkan kata-kata
  • Sering lalai, tidak disiplin dan cenderung melamun.
Diagnosis masalah pendengaran pada anak-anak

Jika Anda ragu apakah bayi atau anak Anda mengalami gangguan pendengaran atau tidak, sebaiknya lakukan beberapa tes. Beberapa jenis tes dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan pendengaran, namun tergantung dari usia anak, antara lain:
  • Tes objektif, seperti menguji respon batang otak pendengaran, yang mengukur aktivitas listrik di otak dalam menanggapi suara.
  • Tes sederhana seperti mendekatkan alat bergetar di dekatnya dan mengamati responnya.
  • Pengujian dengan audiometer - Mesin yang menghasilkan suara seperti bunyi bip dan peluit. Kemampuan anak dalam mendengar suara tersebut akan menentukan derajat gangguan pendengarannya.
Pengobatan gangguan pendengaran pada anak-anak

Pengobatan gangguan pendengaran pada anak-anak tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya, tetapi biasanya:
  • Antibiotik untuk otitis media (infeksi telinga tengah)
  • Mengangkat atau membersihkan benda asing atau zat lilin dari liang telinga
  • Alat bantu dengar untuk memperkuat suara yang diterima
  • Implan koklea dapat dipertimbangkan untuk kasus gangguan pendengaran berat atau ketulian total
  • Vibrotactile aids, yang menerjemahkan suara menjadi getaran yang dirasakan melalui kulit
  • Terapi wicara
  • Bantuan dari ahli ketulian untuk membantu anak memaksimalkan kemampuan pendengarannya yang minim.
Perlu diingat

Penyebab gangguan pendengaran pada anak-anak antara lain otitis media (infeksi telinga tengah), kelainan genetik, paparan suara keras, dan penyakit-penyakit tertentu (misalnya meningitis). Jika Anda ragu apakah fungsi pendengaran anak Anda normal atau tidak, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter THT. Semakin dini gangguan pendengaran terindentifikasi, semakin besar peluang kesembuhan bagi si anak.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.