Tampilkan postingan dengan label Migrain dan Sakit Kepala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Migrain dan Sakit Kepala. Tampilkan semua postingan

14 September 2018

Penyebab dan Pengobatan Sakit Kepala Tegang

  • Ada sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya sakit kepala tegang, stres menjadi salah satu penyebab tersering.
  • Mereka yang rentan mengalami kecemasan dan depresi lebih berisiko mengalami sakit kepala tegang.
  • Ketimbang laki-laki, perempuan lebih umum mengalami sakit kepala tegang.
  • Pemijatan pada kepala, relaksasi dan menggunakan obat penghilang rasa sakit merupakan pilihan pengobatan jangka pendek untuk sakit kepala tegang.

Tipe sakit kepala

Sakit kepala karena tegang atau biasa disebut dengan sakit kepala tegang disebabkan karena mengencangnya atau mengetatnya otot-otot pada kepala, leher, dan punggung atas. Sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang paling umum terjadi.

Sebagian besar ahli mengklaim bahwa stres adalah pemicu utama sakit kepala tegang. Tubuh yang stres dan cemas akan memerintahkan sistem sarafnya untuk melakukan respon atau perlawanan, yang ditandai dengan pernapasan pendek, tekanan darah dan denyut jantung meningkat, dan peningkatan ketegangan otot.

Ketimbang laki-laki, perempuan diketahui lebih bereaksi terhadap stres, kecemasan, gelisah, dan depresi. Semua kondisi-kondisi emosional tersebut merupakan pemicu-pemicu utama sakit kepala tegang.

Stres, depresi, kecemasan, dan sakit kepala

Penelitian menemukan bahwa orang-orang yang rentan terhadap efek stres, depresi, dan kecemasan lebih mungkin untuk lebih sering mengalami sakit kepala tegang.

Kecemasan dapat menciptakan sakit kepala tegang yang hebat akibat:
  • Meningkatnya ketegangan otot
  • Tubuh dibanjiri dengan bahan kimia stres, seperti adrenalin
  • Menurunnya kadar bahan kimia relaksasi di dalam tubuh, seperti endorfin
  • Menurunnya toleransi emosional untuk stres dan tegang
  • Menurunnya ambang batas nyeri
  • Tubuh menangkal efek dari obat penghilang rasa sakit.

Perempuan dan sakit kepala stres

Perempuan cenderung lebih banyak mengalami sakit kepala tegang dan cemas dibanding laki-laki.

Beberapa stres kehidupan yang berpotensi menyebabkan depresi pada perempuan antara lain:
  • Tekanan ekonomi - umumnya perempuan kurang mendapatkan uang dari jumlah yang didapatkan laki-laki, yang berarti berurusan dengan standar hidup yang lebih rendah yang mengakibatkan kurangnya kesempatan untuk rekreasi atau mendapatkan hiburan.
  • Orangtua - perempuan umumnya menjadi pengasuh utama di rumah, dan menjadi orangtua merupakan tugas berat yang harus dijalani selama 24 jam penuh.
  • Wanita karier - karena berusaha memenuhi antara tuntutan pekerjaan dan keluarga.
  • Masalah perkawinan dan interpersonal.

Pengobatan jangka pendek untuk sakit kepala terkait stres

Beberapa pilihan pengobatan jangka pendek untuk memberikan rasa nyaman dari sakit kepala akibat stres meliputi:
  • Obat penghilang rasa sakit seperti aspirin atau parasetamol
  • Terapi magnetik, mikro dan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation)
  • Terapi panas, seperti berendam di air panas
  • Kompres es pada bagian kepala
  • Kegiatan-kegiatan yang menghilangkan stres seperti relaksasi, meditasi, atau hipnotis
  • Olahraga
  • Media hiburan seperti membaca buku atau menonton film bagus.

Pengobatan jangka panjang untuk sakit kepala terkait stres

Para peneliti telah menemukan bahwa dengan berolahraga secara teratur akan meredakan ketegangan otot dan membantu meringankan gejala-gejala terkait stres, seperti sakit kepala tegang, cemas, depresi dan beberapa gangguan mood lainnya.

Cara lainnya untuk mengurangi efek stres dalam jangka panjang dan untuk membantu menurunkan kejadian sakit kepala tegang, antara lain:
  • Latihan aerobik, termasuk bersepeda, berenang atau berjalan kaki
  • Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan hipnosis
  • Berkonsultasi dengan psikolog untuk menguatkan manajemen stres
  • Mengatasi ketegangan muskuloskeletal dengan fisioterapi, termasuk obat-obatannya.

Mengurangi stres dalam hidup

Sakit kepala tegang dapat menjadi tanda peringatan bahwa hidup Anda sedang tidak seimbang. Tentu sangat penting untuk mengatasi berbagai sumber stres dalam hidup dan melakukan perubahan yang realistis. Stres yang kronis juga merupakan faktor yang berkontribusi untuk penyakit-penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung.

Beberapa ahli yang dapat Anda temui untuk mengatasi kecemasan:
  • Dokter
  • Praktisi terapi komplementer
  • Psikolog
  • Chiropractor
  • Ahli pengobatan badan.

Penting

  • Ada sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya sakit kepala tegang, stres menjadi salah satu penyebab tersering.
  • Mereka yang rentan mengalami kecemasan dan depresi lebih berisiko mengalami sakit kepala tegang.
  • Ketimbang laki-laki, perempuan lebih umum mengalami sakit kepala tegang.
  • Pemijatan pada kepala, relaksasi dan menggunakan obat penghilang rasa sakit merupakan pilihan pengobatan jangka pendek untuk sakit kepala tegang.

Article Resources
  • http://www.nevdgp.org.au/info/murtagh/general/Tensionheadache.htm
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/headache-and-stress
  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/basics/symptoms/con-20014295

15 Februari 2016

Penyebab dan Pengobatan Sakit Kepala Pada Anak

Sakit kepala anak

Sakit kepala pada anak-anak merupakan hal yang umum terjadi dan biasanya bukan sesuatu yang serius. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami berbagai jenis sakit kepala, termasuk sakit kepala tegang (terkait stres) dan migrain. Selain itu, anak-anak juga dapat mengalami sakit kepala harian yang kronis.

Pada sebagian kasus, sakit kepala pada anak-anak disebabkan oleh infeksi, tingginya tingkat stres, dan kecemasan, atau akibat trauma kepala ringan. Sakit kepala pada anak-anak umumnya dapat teratasi dengan obat pereda nyeri dan dengan melakukan beberapa gaya hidup yang sehat. Selalu pantau gejala sakit kepala anak Anda dan bila gejalanya semakin parah, segeralah ke dokter.

Gejala sakit kepala anak-anak

Anak-anak juga mengalami jenis sakit kepala yang sama dengan orang dewasa, tapi biasanya gejalanya berbeda. Misalnya, migrain pada orang dewasa biasanya dimulai pada pagi hari, sedangkan pada anak-anak lebih mungkin terjadi pada sore hari. Juga, nyeri migrain pada anak-anak dapat berlangsung kurang dari empat jam, sedangkan pada orang dewasa, migrain terjadi paling sedikit selama empat jam. Perbedaan ini mengakibatkan sulitnya menentukan jenis sakit kepala yang dialami anak, terutama pada anak-anak yang masih kecil yang belum dapat menjelaskan gejalanya.

Sakit kepala migrain

Gejala sakit kepala migrain meliputi:
  • Sakit kepala yang berdenyut atau memukul
  • Rasa sakit semakin parah bila beraktivitas
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Sensitif dengan cahaya dan suara.

Bahkan bayi pun dapat mengalami migrain. Biasanya, bayi yang mengalami sakit kepala akan terus-terusan menangis, ini sebagai cara mereka untuk memberitahukan rasa sakit mereka kepada Anda.

Sakit kepala tegang

Gejala sakit kepala tipe tegang meliputi:
  • Rasa tertekan pada otot kepala atau leher
  • Nyeri ringan sampai sedang di kedua sisi kepala tanpa disertai rasa berdenyut
  • Rasa sakit tidak bertambah parah jika dibawa beraktivitas
  • Sakit kepala tegang tidak disertai dengan mual dan muntah, seperti yang umum terjadi pada migrain
  • Anak-anak yang mengalami sakit kepala tegang biasanya enggan bermain dan selalu ingin tidur atau merebahkan diri
  • Sakit kepala tipe tegang dapat berlangsung mulai dari 30 menit hingga beberapa hari.

Sakit kepala klaster

Sakit kepala klaster jarang terjadi pada anak usia dibawah 12 tahun. Sakit kepala klaster biasanya:
  • Menyerang pada waktu yang sama setiap hari, dan secara berkala di siang atau malam hari selama beberapa minggu bahkan hingga bulanan. Kemudian diikuti oleh masa tenggang tanpa serangan sakit kepala.
  • Rasa sakitnya tajam, menusuk pada satu sisi kepala yang berlangsung selama 15 menit hingga tiga jam.
  • Disertai dengan mata berair, hidung buntu, pilek, agitasi, atau gelisah.

Sakit kepala harian kronis

Sakit kepala harian kronis ditujukan untuk sakit kepala migrain dan sakit kepala tegang yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan selama lebih dari tiga bulan. Sakit kepala harian kronis dapat disebabkan oleh infeksi, cedera kepala ringan, atau karena mengonsumsi obat-obatan.

Bilakah harus ke dokter?

Kebanyakan sakit kepala tidaklah serius, tetapi sebaiknya segera ke dokter jika anak Anda mengalami sakit kepala yang:
  • Membuatnya terbangun dari tidurnya
  • Semakin parah atau kejadiannya semakin sering
  • Mengubah watak atau kepribadiannya
  • Mengarah ke cedera, seperti terus memukul-mukul kepalanya
  • Terus menerus muntah atau mengalami perubahan visi (penglihatan)
  • Disertai dengan demam dan kaku/tegang pada leher. 

Penyebab sakit kepala anak-anak

Sejumlah faktor diketahui dapat menyebabkan sakit kepala pada anak-anak. Faktor-faktor tersebut diantaranya:
  • Penyakit dan infeksi. Penyakit-penyakit yang umum seperti flu dan infeksi telinga dan sinus menjadi penyebab tersering sakit kepala pada anak-anak. Infeksi lainnya yang lebih serius, seperti meningitis atau ensefalitis juga dapat menyebabkan sakit kepala, tetapi biasanya disertai dengan tanda dan gejala lain, seperti demam dan leher kaku/kejang.
  • Trauma/cedera kepala. Benjol dan memar dapat menyebabkan sakit kepala. Meski sebagian besar tidaklah berbahaya, tetapi sebaiknya segera ke dokter apabila cederanya disebabkan pukulan, hantaman atau jatuh yang keras. Juga, segera ke dokter apabila sakit kepalanya terus memburuk setelah cedera terjadi.
  • Faktor emosional. Stres dan kecemasan - yang mungkin dipicu oleh masalah anak dengan temannya, guru atau orangtua - dapat berkontribusi untuk menyebabkan sakit kepala pada anak-anak. Anak-anak yang depresi mungkin akan mengeluh sakit kepala, apalagi jika merasa kesulitan dalam mengenali perasaan sedih dan kesepian.
  • Predisposisi genetik. Sakit kepala, terutama migrain cenderung berjalan dalam sebuah keluarga.
  • Makanan dan minuman tertentu. Nitrat - bahan pengawet makanan - dapat memicu sakit kepala, demikian juga dengan bahan aditif makanan lainnya seperti MSG (penyedap rasa). Kafein - juga terkandung dalam coklat, kopi, teh dan soda - juga dapat memicu sakit kepala.
  • Masalah pada otak. Tumor otak atau abses atau perdarahan di otak dapat menekan area otak, sehingga menyebabkan sakit kepala yang kronis. Namun dalam kasus ini biasanya disertai gejala lain seperti gangguan penglihatan, pusing dan kurangnya koordinasi tubuh.

Faktor risiko

Setiap anak dapat mengalami sakit kepala, tapi sakit kepala lebih sering terjadi pada:
  • Anak perempuan yang telah mencapai pubertas
  • Anak yang memiliki riwayat keluarga yang mengalami sakit kepala atau migrain

Sebelum bertemu dokter

Tergantung pada frekuensi dan tingkat keparahan gejala sakit kepalanya, anak Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis otak dan sistem saraf (neurolog/ahli saraf)

Dokter akan lebih mudah dan lebih cepat menentukan diagnosis dan jenis pengobatan sakit kepala untuk anak Anda apabila mereka memperoleh informasi yang banyak dan benar dari Anda.

Berikut adalah catatan yang perlu Anda siapkan sebelum membawa anak Anda ke dokter, agar nantinya diagnosis dan pilihan pengobatannya mudah ditemukan:
  • Catat tanda dan gejalanya, kapan terjadi dan berapa lama serangannya berlangsung atau sudah terjadi berapa lama. Ini akan membantu dokter dalam menentukan jenis sakit kepalanya dan mungkin apa yang menyebabkannya.
  • Catat semua obat, vitamin, atau makanan yang mungkin anak Anda konsumsi.

Selain itu, catatlah hal-hal atau pertanyaan yang mungkin Anda ingin ketahui dari dokter terkait sakit kepala anak Anda. Banyak orangtua yang baru teringat kembali apa yang akan ditanyakannya ke dokter setelah ia selesai bertemu dengan dokter.

Beberapa hal dasar yang mungkin perlu Anda tanyakan ke dokter terkait sakit kepala pada anak-anak, diantaranya:
  • Apa yang menyebabkannya?
  • Apakah diperlukan tes/pemeriksaan lebih lanjut untuk menguatkan diagnosis?
  • Apa yang bisa dilakukan dirumah untuk mengurangi rasa sakitnya?
  • Apa yang bisa dilakukan dirumah untuk mencegah gejalanya?

Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan lain kepada dokter.

Saat bertemu dokter

Dokter tentu akan bertanya sejumlah hal terkait sakit kepala anak Anda, diantaranya:
  • Kapan gejalanya dimulai?
  • Seberapa sering anak Anda mengalaminya?
  • Berapa lama sakitnya berlangsung?
  • Dimasa rasa sakitnya terjadi?
  • Apakah gejala terjadi terus menerus atau intermitten (bersela)?
  • Apakah ada gejala lain, seperti mual atau pusing?
  • Jika ada gejala lain, apa yang membuatnya semakin buruk atau menjadi lebih baik?
  • Apakah gejalanya berubah dari waktu ke waktu?
  • Perawatan atau pengobatan apa saja yang telah Anda coba?
  • Obat apa yang anak Anda konsumsi?
  • Apakah ada anggota keluarga lain juga mengalami sakit kepala?

Sebelum Anda ke dokter, jika anak Anda sedang mengalami sakit kepala, sebaiknya kompres dingin dahinya dan istirahatkan ia pada tempat yang tenang dan sedikit cahaya.

Anda mungkin juga dapat memberikannya asetaminopen (parasetamol) atau ibuprofen untuk mengurangi gejalanya. Namun sebaiknya hindari penggunaan aspirin (asam asetilsalisilat) karena aspirin dikaitkan dengan sindrom Reye, kondisi yang mengancam jiwa pada anak.

Tes dan diagnosis

Untuk mempelajari sifat sakit kepala anak Anda, dokter mungkin akan:
  • Melihat riwayat sakit kepala anak Anda. Dokter mungkin akan meminta Anda atau anak Anda untuk menggambarkan sakit kepala secara rinci. Ini untuk melihat pola atau pemicu umumnya.
  • Meminta Anda untuk menyimpan buku harian sakit kepala selama beberapa waktu, sehingga Anda dapat merekam rincian lebih lanjut tentang sakit kepala anak Anda, frekuensinya, tingkat keparahannya dan kemungkinan pemicunya. Catatan ini sebenarnya sangatlah penting, karena umumnya para orangtua cenderung seolah menyerahkan semuanya kepada dokter, tanpa melakukan apa-apa dirumah. Padahal dokter membutuhkan catatan-catatan ini untuk ketepatan diagnosis dan pengobatannya.
  • Melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, tekanan darah dan nadi, dan juga memeriksa mata, leher, kepala, bahu dan tulang belakang anak Anda.
  • Melakukan pemeriksaan saraf. Dokter akan memeriksa apakah ada masalah dengan gerakan, koordinasi atau sensasi anggota tubuhnya.

Biasanya sakit kepala yang tidak disertai gejala lain tidak memerlukan pemeriksaan lain. Pada sebagian kasus, scanning atau evaluasi lainnya dapat membantu menentukan diagnosis dan mengesampingkan kondisi medis lainnya (penyakit lain) yang mungkin dapat menyebabkan sakit kepala. Tes-tes ni mungkin termasuk:
  • Computerized tomography (CT) scan. Prosedur pencitraan ini memanfaatkan serangkaian sinar-x yang diarahkan oleh komputer untuk memberikan gambaran penampang otak anak Anda. Ini akan membantu dokter dalam menentukan apakah ada tumor, infeksi dan masalah medis lainnya yang dapat menyebabkan sakit kepala.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan MRI memanfaatkan magnet yang kuat untuk menghasilkan gambaran rinci dari otak. MRI scan akan membantu dokter dalam mendiagnosis tumor, stroke, aneurisma, penyakit saraf dan kelainan pada otak lainnya. MRI juga dapat digunakan untuk memeriksa fungsi pembuluh darah yang memasok darah ke otak.
  • Spinal tap (pungsi lumbal). Jika dokter mencurigai adanya kondisi lain yang menyebabkan sakit kepala anak Anda, seperti meningitis bakteri atau virus, ia mungkin akan menyarankan pemeriksaan Spinal tap (pungsi lumbal). Dalam prosedur ini, sebuah jarum halus akan dimasukkan diantara dua tulang di punggung bawah guna mengambil sampel cairan serebrospinal untuk dianalisis di laboratorium.

Pengobatan

Umumnya sakit kepala pada anak dapat diobati dengan istirahat, menjauhkannya dari kebisingan, minum banyak cairan, makan seimbang dan obat penghilang rasa sakit (seperti parasetamol atau ibuprofen). Jika sakit kepalanya sudah berlangsung lama dan sering terjadi, ajak mereka untuk rileks dan atasi stres mereka melalui berbagai bentuk terapi.

Obat-obatan

Obat pereda rasa sakit. Seperti asetaminopen atau ibuprofen biasanya dapat meredakan sakit kepala pada anak. Hati-hati menggunakan aspirin karena dikaitkan dengan sindrom Reye, kondisi yang berpotensi mengancam nyawa pada anak.

Obat resep. Triptans, obat resep yang digunakan untuk mengobati migrain, efektif dan dapat digunakan dengan aman pada anak-anak usia 6 tahun keatas.

Jika anak juga mengalami mual dan muntah terkait sakit kepala, biasanya dokter juga akan meresepkan obat anti mual.

Perhatian: Terlalu sering mengonsumsi obat itu sendiri merupakan faktor yang berkontribusi untuk kambuhnya sakit kepala. Karena sering dikonsumsi, obat tersebut tidak lagi efektif untuk si anak. Selain itu, semua obat memiliki efek samping. Jika anak memang butuh obat secara rutin, termasuk obat pereda rasa sakit seperti parasetamol dan ibuprofen, sebaiknya konsultasikan risiko dan manfaatnya dengan dokter.

Terapi

Stres memang bukan penyebab sakit kepala, melainkan menjadi pemicu sakit kepala atau membuat sakit kepala bertambah parah. Depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya juga dapat berperan. Untuk situasi semacam ini, dokter dapat merekomendasikan satu atau lebih terapi perilaku seperti dibawah ini:
  • Latihan relaksasi. Teknik relaksasi yang termasuk di dalamnya pernapasan dalam, yoga, meditasi dan relaksasi otot progresif (progressive muscle relaxation), yang dilakukan dengan menegangkan otot pada satu waktu, dan kemudian melemaskan tegangan hingga setiap otot rileks.
  • Latihan biofeedback. Biofeedback akan mengajarkan anak untuk mengontrol respon tubuh tertentu guna membantu mengurangi rasa sakit. Selama sesi latihan biofeedback, anak akan terhubung ke suatu perangkat yang akan memantau dan memberikan umpan balik (feedback) pada fungsi tubuh, seperti ketegangan otot, denyut jantung dan tekanan darah. Anak kemudian akan belajar bagaimana mengurangi ketegangan otot dan memperlambat denyut jantung dan pernapasannya. Tujuan dari biofeedback adalah untuk membantu anak agar dapat masuk ke situasi santai agar lebih mampu mengatasi nyeri atau sakit kepala.
  • Terapi perilaku kognitif. Terapi ini akan membantu anak belajar untuk mengelola stres dan mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala. Selama sesi jenis terapi bicara ini, konselor akan membantu anak belajar bagaimana cara untuk melihat dan mengatasi berbagai peristiwa kehidupan agar menjadi lebih positif.

Pengobatan dirumah

Obat pereda rasa sakit seperti asetaminopen dan ibuprofen biasanya efektif untuk mengurangi sakit kepala. Namun sebelum memberikan obat-obat ini pada anak, perhatikan hal-hal berikut:
  • Bacalah label obat dengan seksama dan hanya menggunakan dosis yang dianjurkan untuk anak Anda.
  • Jangan memberikan obat lebih sering dari yang direkomendasikan.
  • Jangan memberikan anak Anda obat pereda sakit lebih dari dua atau tiga hari dalam seminggu. Penggunaan obat ini setiap hari dapat memicu "rebound"sakit kepala, yang mana disebabkan karena terlalu sering menggunakan obat pereda nyeri.
  • Hati-hati menggunakan aspirin pada anak-anak dan remaja. Hal ini dikaitkan dengan sindrom Reye, suatu kondisi yang jarang namun berpotensi mengancam nyawa anak.

Selain obat pereda rasa sakit, hal-hal berikut ini dapat membantu meringankan sakit kepala anak Anda:
  • Istirahat dan relaksasi. Dorong anak untuk beristirahat di tempat yang minim cahaya dan jauh dari kebisingan. Tidur seringkali menyelesaikan sakit kepala pada anak-anak.
  • Terapkan kompres basah ingin. Sementara anak berbaring, kompres basah dingin pada dahinya.
  • Berikan makanan dan camilan sehat. Jika anak belum makan padahal ia sedang sakit kepala, tawari ia buah-buahan, kerupuk gandum atau keju yang rendah lemak. Tidak makan malah dapat memperparah sakit kepalanya.

Pencegahan

Hal-hal berikut ini dapat  membantu mencegah sakit kepala atau mengurangi tingkat keparahan sakit kepala pada anak-anak:
  • Latihan perilaku hidup sehat. Perilaku yang mempromosikan kesehatan umum juga dapat membantu mencegah sakit kepala anak-anak. Langkah-langkah perilaku hidup sehat ini diantaranya cukup tidur, aktif secara fisik, makan makanan sehat dan makanan ringan, dan menghindari kafein (minuman ringan juga banyak yang mengandung kafein). Ada beberapa bukti bahwa obesitas, merokok dan kurang aktivitas fisik juga berkontribusi menyebabkan sakit kepala pada remaja.
  • Kurangi stres. Stres dan jadwal kegiatan yang padat dapat meningkatkan frekuensi sakit kepala. Waspadalah pada hal-hal yang dapat menyebabkan stres pada anak Anda, seperti karena mengerjakan PR atau tugas sekolah atau hubungan yang tidak baik dengan teman-temannya. Jika sakit kepala anak terkait dengan kecemasan atau depresi, sebaiknya berkonsultasi dengan konselor.
  • Siapkan catatan harian. Sebuah cacatan mengenai sakit kepala anak Anda akan sangat membantu. Catat kapan sakit kepalanya dimulai, berapa lama terjadi, apa yang membuatnya semakin parah atau semakin baik, dan apa-apa saja yang Anda lakukan untuk mengatasinya, baik yang berhasil atau tidak berhasil. Juga tuliskan respon anak setelah mengonsumsi obat sakit kepala. Seiring waktu, catatan-catatan sakit kepala si anak ini akan membuat Anda lebih mudah memahami gejalanya sehingga Anda tepat mengambil keputusan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan yang spesifik.
  • Hindari pemicu sakit kepala. Hindari makanan atau minuman, seperti yang mengandung kafein, yang berkontribusi menyebabkan sakit kepala. Catatan harian sakit kepala anak akan dapat membantu Anda menentukan apa yang menjadi pemicunya, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan atau dihindari.

Selalulah taati saran dokter. Dokter mungkin saja merekomendasikan suatu obat untuk mencegah terjadinya sakit kepala yang parah, yakni yang terjadi setiap hari dan mengganggu kehidupan normal si anak. Obat-obat tertentu yang dikonsumsi secara berkala - seperti antidepresan atau anti kejang tertentu - dapat mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala.


Article Resources
  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/headaches-in-children/basics/definition/con-20034478. Tanggal akses: 9 Februari 2015

12 Juli 2014

Mendiagnosis Migrain dan Sakit Kepala dengan MRI

MRI Scan

MRI (magnetic resonance imaging) adalah pemeriksaan yang akan menghasilkan gambar otak dengan jelas tanpa menggunakan sinar-X. Untuk menghasilkan gambar yang akurat, MRI memanfaatkan magnet besar, gelombang radio, dan komputer. MRI Scan akan memberikan informasi mengenai struktur dan biokimia otak dengan harapan penyebab migrain atau sakit kepala dapat ditemukan.

Haruskah MRI digunakan untuk mengevaluasi sakit kepala?

Jika hampir setiap hari Anda terkena sakit kepala, mungkin MRI Scan perlu dilakukan. MRI juga dianjurkan jika CT Scan tidak menunjukkan hasil yang jelas atau pasti. Selain itu, MRI Scan digunakan untuk mengevaluasi bagian-bagian tertentu dari otak yang tidak mudah terlihat pada CT Scan, seperti tulang belakang di leher dan bagian belakang otak.

MRI Scan memang tidak dapat mendiagnosis migrain, sakit kepala klaster atau sakit kepala karena tegang, namun bisa mengetahui kondisi-kondisi medis seperti di bawah ini:
  • Tumor otak
  • Abses (infeksi)
  • Hidrosefalus (penumpukan abnormal cairan di otak)
  • Masalah tulang belakang, seperti saraf terjepit
  • Stroke
  • Cedera.

Amankah pemeriksaan MRI?

Jawabannya YA. Jika sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), pemeriksaan MRI tidak menimbulkan risiko pada kebanyakan orang.

Orang-orang yang telah menjalani operasi jantung dan mereka yang di dalam tubuhnya tertanam atau menggunakan peralatan medis, aman diperiksa dengan MRI. Diantaranya adalah:
  • Jahitan atau klip bedah
  • Sendi buatan
  • Staples
  • Penggantian katup jantung (kecuali Starr-Edwards metallic ball/cage)
  • Disconnected medication pumps
  • Vena cava filters
  • Brain shunt tubes untuk hidrosefalus.

Beberapa kondisi juga membuat pemeriksaan MRI perlu dipertimbangkan lagi. Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki salah satu kondisi berikut ini:
  • Alat pacu jantung
  • Klip aneurisma serebral (klip logam di pembuluh darah di otak)
  • Hamil
  • Pompa insulin (untuk pengobatan diabetes), pompa narkotika (untuk mengatasi nyeri), atau stimulator saraf
  • "TENS" alat untuk sakit punggung
  • Logam di dalam atau rongga mata
  • Implan koklea untuk penderita tunarungu
  • Implan stabilisasi untuk tulang belakang
  • Penyakit paru-paru yang parah (seperti tracheomalacia atau bronchopulmonary dysplasia)
  • Gastroesophageal reflux (GERD)
  • Berat badan lebih dari 300 kilogram
  • Tidak mampu berbaring selama 30 sampai 60 menit
  • Claustrophobia (fobia pada ruang tertutup atau sempit).

Persiapan sebelum MRI Scan

Siapkan diri Anda untuk kemungkinan pemeriksaan MRI yang selama 2 jam. Dalam banyak kasus, prosedur MRI akan memakan waktu 40 sampai 80 menit, dimana lusinan gambar sudah diperoleh.
Barang-barang pribadi seperti jam tangan, dompet, termasuk KTP, ATM atau kartu kredit dengan strip magnetik (akan rusak oleh magnet), dan perhiasan sebaiknya dilepaskan sebelum pemeriksaan MRI.

Pemeriksaan MRI

Sebelum pemeriksaan MRI

Adakalanya sebelum pemeriksaan MRI dokter akan memberikan obat penenang ringan untuk membuat Anda merasa lebih rileks dan santai pada saat pemeriksaan.
Baca lebih lanjut: Pemeriksaan Fungsi Tubuh dengan MRI

Selama pemeriksaan MRI

  • Selama pemeriksaan MRI, biasanya Anda diminta untuk memakai pakaian khusus dari rumah sakit. Jika Anda sensitif pada kebisingan, mintalah penutup telinga (ear plug).
  • Saat MRI Scan dimulai, Anda akan mendengar peralatan MRI mengeluarkan suara khusus (suara yang teredam) yang akan berlangsung selama beberapa menit. Selain suara, tidak ada sensasi lain yang tidak biasa selama pemindaian.
  • Khusus pada pemeriksaan MRI tertentu, mungkin akan memerlukan suntikan bahan kontras. Ini akan membantu MRI lebih jelas dalam mengidentifikasi struktur anatomi tertentu.
  • Jangan ragu untuk bertanya. Beritahu teknisi atau dokter jika Anda merasa atau memiliki masalah. 

Setelah pemeriksaan MRI

Secara umum, tidak terjadi apa-apa setelah pemindaian dengan MRI. Anda bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa dan memakan makanan yang biasa Anda makan. Sekalipun setelah pemeriksaan MRI Anda harus langsung kembali bekerja, tidak ada masalah.

Gambar: Muffet/flickr

08 Juli 2014

Jenis, Penyebab, dan Pengobatan Sakit Kepala

Sakit kepala adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di kepala atau leher. Umumnya orang dengan sakit kepala akan jauh merasa lebih baik dengan mengubah pola hidup, belajar untuk lebih rileks atau bersantai, ataupun dengan bantuan obat.

Jenis dan lokasi sakit kepala
Jenis dan lokasi sakit kepala. Gambar: www.headachecontrolclinic.com

Jenis sakit kepala

Terdapat banyak sekali jenis sakit kepala, dan pada kenyataannya setidaknya sudah ada 150 jenis sakit kepala yang sudah ditetapkan. Di bawah ini adalah jenis sakit kepala yang umum terjadi.

Sakit kepala tegang

Juga disebut sakit kepala kronis harian atau sakit kepala kronis non-progresif. Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang paling sering terjadi pada orang dewasa dan remaja. Sakit kepala yang terjadi akibat kontraksi otot ini akan menimbulkan rasa sakit ringan sampai sedang dan seringkali berlangsung dalam waktu yang lama.

Migrain

Penyebab pasti migrain masih belum diketahui. Ada sebuah teori populer yang menjelaskan bahwa banyak pemicu yang bisa menyebabkan aktivitas otak menjadi abnormal, yang pada akhirnya akan menyebabkan perubahan dalam pembuluh darah di otak. Teori ini disebut teori neurovaskular. Faktor genetik (keturunan) juga dianggap berperan penting dalam migrain dan beberapa bentuk migrain yang terkait dengan kelainan bawaan pada bagian tertentu otak.

Rasa sakit akibat migrain bisa sedang sampai parah, yang terjadi biasanya rasa sakit yang berdenyut dan cekot-cekot. Sakit kepala migrain dapat berlangsung selama 4 jam hingga 3 hari dan biasanya terjadi 1-4 kali dalam satu bulan. Migrain seringkali juga disertai dengan gejala-gejala seperti peka terhadap cahaya, suara atau bau; mual dan muntah; kehilangan nafsu makan; dan sakit perut. Ketika seorang anak mengalami migrain, biasanya ia akan terlihat pucat, merasa pusing, penglihatan kabur, demam, sakit perut, dan disertai dengan gejala-gejala seperti di atas.

Sebagian kecil gejala migrain pada anak-anak juga termasuk gejala siklik gastrointestinal, muntah menjadi gejala yang paling umum. Muntah siklik mengindikasikan bahwa gejala-gejalanya muncul secara teratur - sekitar sebulan sekali. Jenis migrain seperti ini seringkali disebut sebagai migrain abdominal.

Sindrom sakit kepala campuran

Dianggap sebagai migrain yang bertransformasi, sindrom sakit kepala campuran merupakan kombinasi dari sakit kepala migrain dan sakit kepala tegang. Baik orang dewasa dan anak-anak bisa terkena sindrom sakit kepala campuran.

Sakit kepala klaster

Salah satu jenis sakit kepala primer yang paling umum - meskipun juga termasuk yang paling parah. Rasa sakit akibat sakit kepala klaster intens dan seperti perasaan terbakar atau ditusuk-tusuk, berdenyut atau konstan. Rasa sakit yang terjadi biasanya cukup parah sehingga menyebabkan sebagian penderitanya tidak bisa duduk diam dan akan mondar-mandir selama serangan.

Rasa sakit ini terletak di belakang salah satu mata atau di daerah mata, tanpa perubahan sisi. Sakit kepala klaster bisa terjadi satu sampai tiga kali per hari, yang periodenya bisa berlangsung selama dua minggu sampai tiga bulan. Sakit kepala klaster mungkin kemudian bisa hilang (remisi) selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, untuk kemudian kambuh kembali.

Sakit kepala sinus

Sakit kepala sinus merupakan rasa sakit yang dalam dan konstan di tulang pipi, dahi atau jembatan hidung (nasal bridge). Rasa sakit biasanya semakin intens akibat gerakan kepala yang tiba-tiba atau mengedan, dan biasanya terjadi gejala sinus lainnya seperti hidung buntu atau berair, rasa penuh di telinga, demam dan penumpukan cairan pada wajah (bengkak).

Sakit kepala akut

Mengenai anak-anak, merupakan sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba dan terjadi pertama kali, dan gejalanya akan mereda dalam periode yang relatif singkat. Sakit kepala akut menjadi salah satu penyebab tersering anak-anak dibawa berobat ke dokter atau rumah sakit. Jika tidak ada gejala atau tanda-tanda neurologis, penyebab paling umum sakit kepala akut pada anak-anak dan remaja adalah karena infeksi pada sinus atau pernapasan.

Sakit kepala hormon

Sakit kepala pada wanita yang sering dikaitkan dengan perubahan kadar hormon, yang biasanya terjadi selama periode menstruasi, kehamilan, dan menopause. Bahan-bahan kimia juga bisa menjadi pemicu perubahan hormon, seperti pil KB, yang memicu sakit kepala pada sebagian perempuan.

Sakit kepala kronis progresif

Juga disebut sakit kepala traksi atau inflamasi, sakit kepala kronis progresif dari waktu ke waktu akan memburuk dan terjadi lebih sering. Ini juga termasuk salah satu jenis sakit kepala yang paling umum, terhitung kurang dari 5% dari semua sakit kepala pada orang dewasa dan kurang dari 2% dari semua sakit kepala pada anak-anak. Sakit kepala kronis progresif disebabkan karena adanya suatu penyakit atau gangguan pada otak dan tengkorak.

Apakah sakit kepala bersifat genetik?

Ya, terutama migrain, sakit kepala cenderung bersifat genetik atau keturunan. Sebagian besar anak-anak dan remaja (90%) yang terkena migrain memiliki anggota keluarga lain yang juga terkena migrain. Bila kedua orang tua memiliki riwayat migrain, maka si anak memiliki kemungkinan 70% untuk terkena migrain. Bila hanya satu orang tua yang memiliki riwayat migrain, risiko turun menjadi 25%-50%.

Penyebab sakit kepala

Sakit kepala merupakan hasil dari interaksi sinyal antara otak, pembuluh darah dan saraf di sekitarnya. Selama periode sakit kepala, saraf tertentu dari pembuluh darah dan otot-otot kepala akan aktif dan mengirim sinyal rasa sakit ke otak. Masih tidak jelas mengapa sinyal-sinyal ini menjadi aktif.

Sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba biasanya karena sakit, infeksi, selesma, dan demam. Kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit kepala akut adalah sinusitis (radang sinus), faringitis (radang tenggorokan), atau otitis (radang telinga).

Dalam beberapa kasus, sakit kepala juga merupakan hasil dari pukulan atau hantaman ke kepala (trauma).

Penyebab umum dari sakit kepala tegang atau sakit kepala kronis non-progresif adalah stres emosional terkait keluarga atau teman-teman; pekerjaan atau sekolah; penggunaan alkohol; telat makan; perubahan pola tidur; pengunaan obat yang berlebihan; ketegangan dan depresi. Penyebab lain dari sakit kepala tegang adalah karena mata atau leher yang kelelahan atau juga karena cedera punggung akibat postur tubuh yang salah.

Sakit kepala juga bisa dipicu oleh faktor lingkungan yang spesifik seperti terpapar asap tembakau (rokok), bau menyengat dari parfum atau bahan kimia tertentu, paparan alergen tertentu, atau karena memakan makanan tertentu. Stres, polusi, kebisingan, cahaya dan perubahan cuaca juga merupakan faktor lingkungan lainnya yang dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang.

Aktivitas fisik yang berlebih juga bisa memicu migrain pada orang dewasa dan anak-anak. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mencari tahu penyebab sakit kepala Anda.

Peningkatan sakit kepala pada anak-anak

Sakit kepala dapat meningkat seiring bertambahnya usia anak-anak. Sakit kepala bisa hilang dan kemudian timbul kembali di kemudian hari. Pada saat SMP banyak anak-anak laki-laki yang mengalami peningkatan migrain, tetapi pada anak perempuan, peningkatan frekuensi migrain lebih karena perubahan hormon dalam tubuhnya. Migrain pada gadis remaja tiga kali lebih mungkin terjadi ketimbang anak-laki-laki.

Pengobatan sakit kepala

Sebuah kabar baik bagi penderita sakit kepala adalah bahwa sekali saja dokter tepat mendiagnosis sakit kepalanya, maka pengobatan akan efektif.

Jika dokter mencurigai sakit kepala disebabkan karena adanya gangguan struktural dari sistem saraf pusat, maka dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan CT Scan atau MRI. Kedua pemeriksaan ini akan memberikan gambaran penampang otak, yang akan mengungkapkan daerah yang abnormal atau yang mengalami masalah. X-ray pada tengkorak umumnya tidak membantu. EEG (electroencephalogram) juga tidak diperlukan kecuali jika penderita kehilangan kesadaran akibat sakit kepala.

Biarkan dokter yang memilih jenis pengobatan atau pemeriksaan yang tepat untuk sakit kepala Anda. Pengobatan yang tepat akan tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis, penyebab dan frekuensi sakit kepala. Tidak semua sakit kepala memerlukan perawatan medis atau obat-obatan. Pengobatan sakit kepala bisa saja termasuk edukasi, konseling, biofeedback, dan manajemen stres.

12 Januari 2014

Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Penyebabnya

Sakit kepala

Sakit kepala merupakan salah satu gejala yang paling lazim terjadi dan menyusahkan manusia. Umumnya sakit kepala hanya terjadi sebentar saja atau diderita pada hari ini dan hilang pada keesokan harinya. Tetapi ada juga sakit kepala yang muncul terus menerus atau berulang-ulang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Sakit kepala semacam ini mungkin timbul karena berbagai sebab, seperti tumor, infeksi, luka di kepala, tekanan darah tinggi, penyakit mata, infeksi di hidung, kerongkongan, telinga, dan banyak lagi sebab yang lain.

Meski demikian, kebanyakan sakit kepala tidak berhubungan dengan kelainan organis. Banyak juga sakit kepala yang disebabkan karena migrain atau karena suatu gangguan jiwa yang mengakibatkan jiwa menjadi tegang. Walaupun begitu, kita jangan pernah menganggap bahwa sakit kepala itu disebabkan karena suatu penyakit yang serius, karena kebanyakan sakit kepala bersifat fungsionil dan tidak berhubungan dengan perubahan-perubahan organis di dalam otak.

Anehnya, otak itu sendiri tidak peka terhadap nyeri. Ini berarti bahwa kebanyakan sakit kepala bukanlah disebabkan karena adanya kerusakan pada otak. Meskipun demikian, suatu ketegangan atau tekanan pada selaput otak atau pembuluh-pembuluh darah yang besar di dalam kepala sudah pasti akan menimbulkan rasa nyeri atau sakit kepala yang hebat. Peradangan di kepala, seperti yang terjadi pada radang selaput otak, akan menyebabkan nyeri yang hebat di seluruh kepala. Dan juga tumor yang tumbuh di dalam kepala mungkin akan menekan selaput otak atau duramater. Hal ini menyebabkan sakit kepala yang hebat, yang umumnya terasa di sisi kepala di mana tumor itu tumbuh.

Sakit Kepala Karena Ketegangan (Stres)

Sakit kepala karena ketegangan (stres) serupa dengan sakit kepala sebelah dalam banyak hal, meskipun letak sakit kepalanya mungkin agak berbeda dan sebabnya lebih jelas. Ketegangan saraf yang lama sering menimbulkan kekejangan otot di belakang leher. Otot yang kejang ini akan menarik kuat jaringan-jaringan pada permukaan tengkorak, sehingga nyeri terasa bukan saja di belakang leher, tetapi juga di atas dan di depan kepala. Biasanya tidak ada perasaan mual, muntah, atau penglihatan yang berkunang- kunang, karena kondisi ini tidak mempengaruhi otak melainkan timbul karena sebab-sebab dari luar.

Untuk perawatannya disamakan dengan perawatan untuk migrain. Yang terpenting adalah menghindari tekanan emosi dan usahakan untuk beristirahat secukupnya. Sakit kepala karena ketegangan merupakan teguran dari alam kepada seseorang agar berupaya untuk hidup lebih baik lagi.

Sakit Kepala Karena Minuman Keras

Banyak orang menderita sakit kepala hebat setelah minum minuman keras. Minuman keras menjadi racun bagi jaringan-jaringan dan langsung mengganggu selaput otak, dengan demikian menyebabkan nyeri di kepala. Minuman keras juga memperbesar pembuluh nadi di otak, yang akan menimbulkan nyeri yang mirip dengan sakit kepala sebelah.

Perawatan yang terbaik untuk sakit kepala karena minuman keras ialah dengan menghindari dari penggunaan minuman keras dalam bentuk apapun. Selain itu, beristirahat di tempat tidur baik dilakukan hingga rasa sakit hilang.

Sakit Kepala Karena Sembelit

Banyak orang yang sakit kepala karena sembelit. Perawatan yang terbaik ialah dengan memakan makanan yang mengandung cellulose atau yang banyak mengandung serat ditambah dengan minum air sekurang-kurangnya enam sampai delapan gelas air setiap hari guna melumasi usus. Ada kalanya obat pencahar juga diperlukan dalam beberapa kondisi sembelit, namun sebaiknya dihindari.

Sakit Kepala Karena Tekanan Darah Tinggi

Banyak orang memiliki kecenderungan untuk sakit kepala bila tekanan darahnya naik sampai melebihi batas normal. Sebabnya masih belum cukup jelas, tetapi kemungkinan disebabkan karena bertambahnya tekanan di dalam pembuluh nadi serta pembuluh-pembuluh darah lainnya di dalam otak. Perawatan untuk tekanan darah tinggi dibahas pada halaman ini.

Sakit Kepala Karena Radang Sinus

Sinus hidung terletak dekat sekali dengan otak. Peradangan di dalam sinus mungkin bisa menimbulkan sakit kepala cukup hebat. Kadang-kadang sakit kepala itu datang secara berangsur-angsur, dan pada kalanya juga terjadi sangat cepat.

Pada radang sinus mungkin juga terjadi mengalirnya ingus ke belakang atau mengalir ke dalam kerongkongan, serta demam, hilang nafsu makan, pusing, dan hilangnya fungsi indera pencium. Sakit gigi mungkin juga timbul jika sinus maxillaris terkena. Pada radang sinus menahun, penderita mungkin mengeluhkan sakit kepala dan selesma yang terus menerus.

Sakit Kepala Karena Kelelahan Mata

Sakit kepala jenis ini disebabkan karena usaha mata untuk melihat lebih jelas (fokus). Di dalam bola mata otot-otot ciliaris yang kecil itu mengontrol bentuk lensa mata. Ini memungkinkan kita untuk memusatkan penglihatan pada benda yang sedang kita lihat. Kontraksi otot-otot kecil yang terus menerus ini dapat menyebabkan sakit kepala.

Otot-otot ini yang menggerakkan mata (otot-otot mata extrinsic) mungkin juga mengalami ketegangan, terutama jika otot-otot yang mengontrol satu mata tidak diimbangi dengan otot-otot di sisi yang lain. Ini bisa menyebabkan kaburnya penglihatan karena ketegangan otot-otot ini di luar bola mata, sehingga kepala mungkin perlu ditahan pada posisi tertentu untuk mendapatkan fokus. Parahnya, usaha seperti ini menyebabkan kontraksi tegang pada otot-otot leher, yang mengakibatkan sakit kepala.

Jika mata terkena cahaya yang sangat terang (silau), sakit kepala mungkin juga timbul dan bisa berlangsung selama satu atau dua hari. Ini diakibatkan karena adanya gangguan pada jaringan-jaringan mata yang halus. Memandang langsung pada matahari meskipun hanya dalam hitungan detik juga bisa menyebabkan terbakarnya retina atau selaput jala mata, yang akhirnya menyebabkan sakit kepala hebat. Untuk perawatan yang baik dari sakit kepala yang timbul karena kelelahan mata karena penggunaan yang berlebihan serta gangguan-gangguan mata lain, ada baiknya Anda mengunjungi dokter spesialis mata.

16 November 2013

Penyebab dan Pengobatan Migrain

Migrain merupakan sakit kepala berulang yang berkaitan erat dengan pembuluh darah, saraf, dan zat kimia pada otak. Sensasi yang mungkin datang sebelum munculnya migrain bisa termasuk perubahan visual, yang disebut sebagai aura.

Anatomi migrain

Jenis

Ada dua jenis migrain, yaitu:
  • Migrain dengan aura (klasik)
  • Migrain tanpa aura (umum).

Migrain dapat terjadi beberapa kali dalam seminggu atau bisa juga cuma satu kali dalam setahun. Keadaan bisa juga menjadi sangat parah sehingga mengganggu aktivitas bekerja atau sulit melakukan aktivitas normal.

Penyebab

Penyebab pasti migrain belum diketahui. Namun ada beberapa penyebab yang dicurigai, antara lain:
  • Lingkungan
  • Predisposisi genetik
  • Diet
  • Fisiologis (menstruasi, pubertas).

Ada kemungkinan bahwa sistem saraf bereaksi terhadap pemicu dengan mengkonduksi aktivitas listrik yang selanjutnya menyebar ke seluruh otak. Hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia otak dan membuat pembuluh darah membengkak. Kemungkinan peradangan inilah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit atau gejala lainnya dari migrain.

Faktor risiko

Risiko manusia untuk mengalami migrain dalam seumur hidup adalah 20% hingga 25%. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko untuk terkena migrain antara lain:
  • Jenis kelamin. Wanita dewasa lebih banyak terserang migrain dibanding laki-laki dewasa. Namun anak laki-laki jauh lebih banyak menderita migrain dibanding wanita dewasa
  • Anggota keluarga ada yang terkena migrain
  • Pengobatan, termasuk terapi pengganti hormon dan obat untuk melebarkan pembuluh darah
  • Menstruasi
  • Kelelahan
  • Kurang tidur atau perubahan pola tidur
  • Stres
  • Melewatkan jam makan
  • Alkohol, semua jenis minuman beralkohol menjadi pemicu, namun yang paling berpengaruh adalah anggur merah
  • Ketinggian (lokasi) dan perubahan cuaca
  • Perubahan zona waktu
  • Cahaya yang berkedip-kedip
  • Parfum dan bau-bauan lainnya
  • Makanan yang dikenal memicu migrain
  • Epilepsi.

Gejala

Migrain terjadi dalam beberapa fase, yaitu :

Warning (peringatan)

Peringatan mungkin muncul sebelum Anda mengalami migrain. Pada jam-jam atau hari-hari sebelum terserang migrain, kemungkinan ada gejala-gejala seperti:
  • Perubahan suasana hati (mood)
  • Perubahan perilaku
  • Perubahan tingkat aktivitas
  • Merasa kelelahan
  • Menguap
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual, diare
  • Sensitif terhadap cahaya. 

Aura

Aura yang paling umum adalah visual. Aura biasanya berlangsung selama 15-30 menit yang akan menghasilkan sensasi sebagai berikut:
  • Melihat lampu seolah berkedip, bintik-bintik atau garis-garis zig-zag
  • Kehilangan sebagian penglihatan sementara
  • Kesulitan atau gangguan berbicara
  • Kelemahan di lengan dan kaki
  • Mati rasa atau kesemutan di wajah dan tangan
  • Bingung/linglung
  • Pusing, sakit kepala ringan
  • Kelainan fungsi kognitif. 

Sangat jarang aura terjadi dengan sendirinya tanpa pengaruh penyakit lain (seperti migrain). Bila terjadi, penting untuk mencari bantuan medis guna memastikan bahwa gejala-gejala tersebut bukan disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperti kejang dan stroke.

Sakit kepala

Sakit kepala akibat migrain biasanya dimulai dari satu jam sejak berakhirnya aura. Gejalanya berupa:
  • Sakit kepala (biasanya di satu sisi, namun bisa juga terjadi di kedua sisi) yang sering terasa sedang atau berat, terasa berdenyut, bertambah sakit bila kepala digerakkan
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara
  • Puyeng.

Masa pasca sakit kepala

Migrain biasanya berlangsung 4 hingga 72 jam. Setelah sakit kepala, Anda mungkin mengalami:
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Sifat lekas marah
  • Perubahan mood. 

Diagnosa

Dokter akan bertanya mengenai gejala dan riwayat medis Anda. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan. Mungkin juga Anda akan diberikan ujian neurologis oleh dokter.

Untuk memastikan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan:
  • CT-Scan, jenis X-ray yang menggunakan komputer untuk membuat gambar struktur di dalam kepala
  • MRI Scan, tes yang menggunakan gelombang magnetik untuk membuat gambar struktur di dalam tubuh
  • Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan darah atau tes lainnya sebelum memulai pengobatan. 

Pengobatan

Pengobatan migrain ditujukan untuk:
  • Mencegah datangnya sakit kepala
  • Mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi sakit kepala
  • Mengembalikan kemampuan
  • Meningkatkan kualitas hidup. 

Pilihan pengobatan migrain, antara lain :

Obat-obatan

Obat penghilang nyeri diperlukan untuk mengurangi atau menghentikan rasa sakit. Pil over-the-counter dapat meringankan gejala-gejala ringannya.

Perhatian: Penggunaan rutin beberapa jenis obat over-the-counter bisa menyebabkan sakit kepala rebound.

Beberapa jenis obat langsung menghentikan gejala sakit kepala karena migrain. Yaitu obat-obat yang berjenis:
  • Quiet nerve pathways
  • Anti-inflamasi
  • Bind receptors for serotonin, a brain chemical. 

Obat-obatan ini dapat digunakan per oral dan bertindak lebih cepat apabila berbentuk larutan, dihirup melalui hidung atau disuntikkan. Dokter tentu akan memilihkan obat yang terbaik untuk Anda.

Obat-obatan yang dapat menghentikan migrain apabila sudah terjadi antara lain:
  • Ergots
  • Triptans
  • Steroid
  • Acetaminophen (Tylenol)
  • Obat untuk mual
  • Obat anti-inflamasi Non - steroid (NSAIDS) 

Beberapa jenis obat lain yang dapat membantu mencegah timbulnya migrain pada orang dengan tingkat migrain sering. Obat ini dapat dikonsumsi setiap hari. Kelas obat-obat tersebut adalah:
  • Beta-blockers
  • Calcium channel blockers
  • Tricyclic antidepressants
  • Anticonvulsants 

Pembedahan

Pada sebagian orang, migrain terpicu karena terangsangnya saraf di kepala. Melalui pembedahan jenis ini, dokter berusaha menemukan titik saraf di kepala yang menjadi pemicunya dan menonaktifkannya. Pembedahan semacam ini dapat mengurangi migrain atau bahkan mungkin menghilangkannya. Namun pembedahan umumnya hanya dilakukan pada orang-orang yang tidak merespon pengobatan konvensional.

Perawatan diri selama migrain

Rawat diri sendiri dengan cara:
  • Menerapkan kompres dingin ke daerah kepala yang sakit
  • Berbaring di tempat yang gelap dan tenang
  • Beri tekanan konstan pada pelipis
  • Cobalah untuk tidur. 

Perubahan gaya hidup

Jika Anda didiagnosis menderita migrain, maka ikuti saja petunjuk dokter. Untuk membantu pengobatannya, Anda juga disarankan untuk:
  • Menulis catatan. Ini akan membantu mengidentifikasi apa yang memicu migrain dan apa saja yang membantu meringankan migrain
  • Pelajari manajemen stres dan teknik relaksasi
  • Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan konselor. Mereka akan membantu Anda mempelajari coping skill dan teknik relaksasi
  • Berolahraga secara teratur
  • Jika Anda seorang perokok, berhenti. Merokok dapat memperparah migrain. Mungkin juga akan meningkatkan kemungkinan (langka) stroke ketika terjadi serangan migrain (terutama jika Anda seorang wanita yang mengkonsumsi pil KB atau terapi pengganti hormon lainnya)
  • Hindari makanan yang memicu migrain
  • Makan makanan biasa
  • Jaga pola tidur teratur Anda, bahkan di hari libur. 

Pencegahan

Ada dua metode untuk mencegah migrain, yaitu:
  • Menghindari hal-hal yang memicu sakit kepala
  • Membangun kebiasaan sehat. 

Saran-saran lainnya:
  • Jaga pola tidur
  • Pelajari teknik manajemen stres
  • Jangan melewatkan jam makan
  • Hindari semua minuman beralkohol
  • Berolahraga secara teratur.

Makanan memang belum dipastikan memicu migrain, tapi pertimbangkan untuk menyimpan catatan migrain Anda dan diet untuk mengidentifikasi makanan yang dapat memicu migrain. Makanan diduga memicu migrain antara lain: kacang-kacangan, daging yang diawetkan atau daging yang diproses, keju lama, kafein, cream buttermilk, ragi, alpukat, bawang, acar, kubis, kecap dan semua yang mengandung monosodium glutamat (MSG), tyramine, atau nitrat

Tanyakan juga kepada dokter Anda apakah akupunktur akan membantu pengobatan. Semoga hal ini akan membantu Anda memiliki hari-hari yang bebas dari sakit kepala, atau minimal untuk mengurangi intensitas sakit kepala karena migrain.

23 April 2013

Mengobati Migrain dengan Deep brain stimulation (DBS)

Migrain

Setelah menjalani 10 sesi pengobatan, nyeri pada pasien dengan migrain kronis mengalami penurunan sebesar 37 persen. Metode untuk menyembuhkan migrain ini dikenal sebagai Deep brain stimulation (DBS). Para ilmuwan mengatakan bahwa arus listrik lemah dua miliampere bisa meredakan sakit kepala.

Para ilmuwan menemukan bahwa terapi kejut listrik ini akan mengurangi sakit kepala sebesar 37 persen pada mereka yang mengalami migrain kronis, menjadikan pasien tidak lagi ketergantungan pada obat-obatan dan tentunya mengurangi efek samping.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa teknik yang dikenal sebagai Deep brain stimulation (DBS) ini adalah merubah kecepatan yang mana neuron menerima rangsangan dan melakukan impuls saraf. Menurut studi baru oleh Universitas Michigan, arus listrik lemah dua miliampere akan mengurangi rasa sakit kepala.

Untuk mencapai kesimpulan ini, para ilmuwan mencobanya pada tiga belas pasien dengan migrain kronis, yang masing-masing setidaknya mendapatkan serangan migrain sebanyak 15 kali dalam satu bulan, elektroda di korteks motorik yang bertanggung jawab untuk fungsi motorik voluntary yang mengirimkan impuls listrik.

Setelah sepuluh sesi pengobatan, yang berlangsung selama empat minggu, ambang nyeri rata-rata mengalami penurunan sebesar 37 persen, ujar Alexandra Dasilva, profesor di Sekolah Kedokteran Gigi di Universitas Michigan, yang menulis penelitian.

Studi lain menunjukkkan bahwa stimulasi pada bagian otak ini juga memiliki manfaat terapi pada beberapa gangguan resistensi pengobatan seperti nyeri kronis, penyakit Parkinson, dan tremor esensial distonia.

Migrain dalam beberapa hal bisa disebut sebagai kekejangan, yang mana itu adalah peristiwa neurologis yang melibatkan aktivitas abnormal dalam sirkuit otak tertentu (misalnya reflek trigeminovaskular) dan juga melibatkan hyperexcitability (menyebabkan sensitisasi sentral) dari sejumlah neuron. Hal ini akan menyebabkan hipersensitif terhadap suara, cahaya, bau, dan sentuhan - yang kesemuanya itu bisa menjadi pemicu dan memperparah keadaan migrain.

Meskipun hasilnya cukup menggembirakan, namun masih terlalu dini untuk membahas soal aplikasi klinis dari metode pengobatan ini, masih perlu dipertimbangkan risiko yang mungkin timbul dari metode pengobatan migrain ini.

Kredit foto : health.ninemsn.com.au

07 Maret 2013

Penyebab Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya

Cara terbaik untuk mengatasi sakit kepala adalah mencegahnya jangan sampai timbul. Jenis sakit kepala ada bermacam-macam yang didasarkan dari letak dan penyebabnya, namun sakit kepala biasanya timbul karena tekanan dan ketegangan dalam hidup (jika bukan karena terdapat penyakit berat di kepala seperti tumor dan penyakit lainnya).

Percaya atau tidak, otak manusia juga dialiri listrik yang tentunya dalam kekuatan yang normal. Sakit kepala pada manusia juga bisa diartikan sebagai gangguan listrik pada otak, sehingga keadaan ini bisa menjalar ke lambung atau usus. Wajar bila kita melihat orang sakit kepala, maka lambungnya juga sakit atau ia juga menderita gangguan pencernaan.

Sakit Kepala

Ingat mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit bukan jalan terbaik. Berikut beberapa tips yang sangat bermanfaat untuk mengatasi sakit kepala yang datang terus menerus.

1. Jangan terlalu mengkhawatirkan dirimu sendiri. Rencanakanlah pekerjaanmu dengan baik, namun jangan merasa susah bila menemui kendala atau permasalahan yang tidak beres. Sikap yang tenang akan lebih memecahkan masalah.

2. Tidur cukup di waktu malam. Usahakanlah untuk cukup tidur diwaktu malam, selain itu ada baiknya juga melakukan tidur siang. Hal ini akan membantu meringankan ketegangan dan mengembalikan stamina.

3. Berhati-hatilah dengan obat yang menyebabkan ketergantungan, misalnya obat penenang atau obat penghilang rasa sakit lainnya. Obat-obat seperti ini mungkin akan meringankan sakit kepala dengan cepat, tapi sebenarnya tidak mengobati penyebabnya. Mudah bagi orang untuk bisa ketergantungan akan suatu obat. Jadi lebih baik jangan menggunakannya.

4. Hindari hal-hal yang mengganggu. Seperti cahaya yang terlalu menyilaukan, keramaian dan keributan, asap rokok, bau-bau yang menyengat, lalu lintas yang ramai dan ocehan para tetangga. jangan biarkan dirimu berada diluar batas kemampuanmu.

5. Rendam kaki di air hangat selama kira-kira dua puluh menit. Hal ini dapat membantu meringankan sakit kepala yang hebat. Kompres dingin yang ditaruh di kepala juga akan memberi manfaat. Namun, merendam kaki di air hangat akan lebih efekif ketimbang mengompres dingin pada kepala.

6. Hindari ketegangan saraf. Lakukan gerak badan secukupnya di luar rumah, terutama aktifitas berjalan kaki. Ini akan meredakan ketegangan dan membantu mencegah munculnya sakit kepala. Pijatan yang lembut di leher dan di punggung juga bermanfaat untuk mengatasi atau mencegah munculnya sakit kepala.

7. Berbahagialah dalam hidup. Anda tidak dapat selalu mengikuti kemauan sendiri, meskipun di rumah sekalipun. Ingat, sebuah sikap gembira dalam menjalani hidup merupakan cara terbaik untuk mencegah timbulnya ketegangan. Oleh karena itu, berusahalah menghadapi persoalanmu dengan berani, tanpa rasa takut atau lemah.

Kita manusia yang beragama, ada baiknya selalu mengkomunikasikan segala permasalahan dengan Yang maha Kuasa. Bagi umat muslim, sholat terbukti efektif untuk meredakan ketegangan saraf apalagi ditambah dengan zikir dan doa. Dengan begitu, hidup kita akan tenang dan kemanapun kita melangkah atau menemui persoalan apapun, kita akan selalu merasa dilindungi/didampingi oleh yang maha kuasa.

Kredit foto : care.american-rhinologic.org