Mengobati Migrain dengan Deep brain stimulation (DBS)

Tuesday, April 23, 2013
Migrain

Setelah menjalani 10 sesi pengobatan, nyeri pada pasien dengan migrain kronis mengalami penurunan sebesar 37 persen. Metode untuk menyembuhkan migrain ini dikenal sebagai Deep brain stimulation (DBS). Para ilmuwan mengatakan bahwa arus listrik lemah dua miliampere bisa meredakan sakit kepala.

Para ilmuwan menemukan bahwa terapi kejut listrik ini akan mengurangi sakit kepala sebesar 37 persen pada mereka yang mengalami migrain kronis, menjadikan pasien tidak lagi ketergantungan pada obat-obatan dan tentunya mengurangi efek samping.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa teknik yang dikenal sebagai Deep brain stimulation (DBS) ini adalah merubah kecepatan yang mana neuron menerima rangsangan dan melakukan impuls saraf. Menurut studi baru oleh Universitas Michigan, arus listrik lemah dua miliampere akan mengurangi rasa sakit kepala.

Untuk mencapai kesimpulan ini, para ilmuwan mencobanya pada tiga belas pasien dengan migrain kronis, yang masing-masing setidaknya mendapatkan serangan migrain sebanyak 15 kali dalam satu bulan, elektroda di korteks motorik yang bertanggung jawab untuk fungsi motorik voluntary yang mengirimkan impuls listrik.

Setelah sepuluh sesi pengobatan, yang berlangsung selama empat minggu, ambang nyeri rata-rata mengalami penurunan sebesar 37 persen, ujar Alexandra Dasilva, profesor di Sekolah Kedokteran Gigi di Universitas Michigan, yang menulis penelitian.

Studi lain menunjukkkan bahwa stimulasi pada bagian otak ini juga memiliki manfaat terapi pada beberapa gangguan resistensi pengobatan seperti nyeri kronis, penyakit Parkinson, dan tremor esensial distonia.

Migrain dalam beberapa hal bisa disebut sebagai kekejangan, yang mana itu adalah peristiwa neurologis yang melibatkan aktivitas abnormal dalam sirkuit otak tertentu (misalnya reflek trigeminovaskular) dan juga melibatkan hyperexcitability (menyebabkan sensitisasi sentral) dari sejumlah neuron. Hal ini akan menyebabkan hipersensitif terhadap suara, cahaya, bau, dan sentuhan - yang kesemuanya itu bisa menjadi pemicu dan memperparah keadaan migrain.

Meskipun hasilnya cukup menggembirakan, namun masih terlalu dini untuk membahas soal aplikasi klinis dari metode pengobatan ini, masih perlu dipertimbangkan risiko yang mungkin timbul dari metode pengobatan migrain ini.

Kredit foto : health.ninemsn.com.au

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.