Mendiagnosis Migrain dan Sakit Kepala dengan MRI

Saturday, July 12, 2014
MRI Scan

MRI (magnetic resonance imaging) adalah pemeriksaan yang akan menghasilkan gambar otak dengan jelas tanpa menggunakan sinar-X. Untuk menghasilkan gambar yang akurat, MRI memanfaatkan magnet besar, gelombang radio, dan komputer. MRI Scan akan memberikan informasi mengenai struktur dan biokimia otak dengan harapan penyebab migrain atau sakit kepala dapat ditemukan.


Haruskah MRI digunakan untuk mengevaluasi sakit kepala?

Jika hampir setiap hari Anda terkena sakit kepala, mungkin MRI Scan perlu dilakukan. MRI juga dianjurkan jika CT Scan tidak menunjukkan hasil yang jelas atau pasti. Selain itu, MRI Scan digunakan untuk mengevaluasi bagian-bagian tertentu dari otak yang tidak mudah terlihat pada CT Scan, seperti tulang belakang di leher dan bagian belakang otak. MRI Scan memang tidak dapat mendiagnosis migrain, sakit kepala klaster atau sakit kepala karena tegang, namun bisa mengetahui kondisi-kondisi medis seperti di bawah ini:
  • Tumor otak
  • Abses (infeksi)
  • Hidrosefalus (penumpukan abnormal cairan di otak)
  • Masalah tulang belakang, seperti saraf terjepit
  • Stroke
  • Cedera.


Amankah pemeriksaan MRI?

Jawabannya YA. Jika sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), pemeriksaan MRI tidak menimbulkan risiko pada kebanyakan orang.

Orang-orang yang telah menjalani operasi jantung dan mereka yang di dalam tubuhnya tertanam atau menggunakan peralatan medis, aman diperiksa dengan MRI. Diantaranya adalah:
  • Jahitan atau klip bedah
  • Sendi buatan
  • Staples
  • Penggantian katup jantung (kecuali Starr-Edwards metallic ball/cage)
  • Disconnected medication pumps
  • Vena cava filters
  • Brain shunt tubes untuk hidrosefalus.
Beberapa kondisi juga membuat pemeriksaan MRI perlu dipertimbangkan lagi. Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki salah satu kondisi berikut ini:
  • Alat pacu jantung
  • Klip aneurisma serebral (klip logam di pembuluh darah di otak)
  • Hamil
  • Pompa insulin (untuk pengobatan diabetes), pompa narkotika (untuk mengatasi nyeri), atau stimulator saraf
  • "TENS" alat untuk sakit punggung
  • Logam di dalam atau rongga mata
  • Implan koklea untuk penderita tunarungu
  • Implan stabilisasi untuk tulang belakang
  • Penyakit paru-paru yang parah (seperti tracheomalacia atau bronchopulmonary dysplasia)
  • Gastroesophageal reflux (GERD)
  • Berat badan lebih dari 300 kilogram
  • Tidak mampu berbaring selama 30 sampai 60 menit
  • Claustrophobia (fobia pada ruang tertutup atau sempit).


Persiapan sebelum MRI Scan
  • Siapkan diri Anda untuk kemungkinan pemeriksaan MRI yang selama 2 jam. Dalam banyak kasus, prosedur MRI akan memakan waktu 40 sampai 80 menit, dimana lusinan gambar sudah diperoleh.
  • Barang-barang pribadi seperti jam tangan, dompet, termasuk KTP, ATM atau kartu kredit dengan strip magnetik (akan rusak oleh magnet), dan perhiasan sebaiknya dilepaskan sebelum pemeriksaan MRI.


Pemeriksaan MRI

Sebelum pemeriksaan MRI
Adakalanya sebelum pemeriksaan MRI dokter akan memberikan obat penenang ringan untuk membuat Anda merasa lebih rileks dan santai pada saat pemeriksaan.

Baca lebih lanjut: Pemeriksaan Fungsi Tubuh dengan MRI 

Selama pemeriksaan MRI
  • Selama pemeriksaan MRI, biasanya Anda diminta untuk memakai pakaian khusus dari rumah sakit. Jika Anda sensitif pada kebisingan, mintalah penutup telinga (ear plug).
  • Saat MRI Scan dimulai, Anda akan mendengar peralatan MRI mengeluarkan suara khusus (suara yang teredam) yang akan berlangsung selama beberapa menit. Selain suara, tidak ada sensasi lain yang tidak biasa selama pemindaian.
  • Khusus pada pemeriksaan MRI tertentu, mungkin akan memerlukan suntikan bahan kontras. Ini akan membantu MRI lebih jelas dalam mengidentifikasi struktur anatomi tertentu.
  • Jangan ragu untuk bertanya. Beritahu teknisi atau dokter jika Anda merasa atau memiliki masalah.
Setelah pemeriksaan MRI
Secara umum, tidak terjadi apa-apa setelah pemindaian dengan MRI. Anda bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa dan memakan makanan yang biasa Anda makan. Sekalipun setelah pemeriksaan MRI Anda harus langsung kembali bekerja, tidak ada masalah.

Gambar: Muffet/flickr

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.