Hernia Nukleus Pulposus atau Saraf Terjepit

Sunday, June 15, 2014
Hernia nukleus pulposus

Tulang belakang (vertebra) tersusun atas ruas-ruas tulang yang dihubungkan oleh sendi yang membentuk satu kesatuan, mulai dari tulang leher (servikalis) sampai tulang ekor (oskoksigis). Ruas tulang bagian atas akan terhubung dengan ruas tulang di bawahnya oleh semacam bantalan yang disebut sebagai sendi tulang belakang (diskus invertebralis).

Di dalam diskus invertebralis tersebut, terdapat semacam bahan pengisi yang mirip jeli kenyal yang disebut nukleus pulposus. Bantalan tersebut berfungsi sebagai shock breaker (peredam getar) yang memungkinkan tulang belakang untuk bergerak lentur.

Jika nukleus pulposus tersebut tergelincir/keluar dari bantalan karena dinding bantalan yang lemah, maka nukleus pulposus masuk ke dalam rongga ruas tulang belakang. Keadaan inilah yang disebut sebagai hernia nukleus pulposus (HNP) atau dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai urat terjepit atau saraf terjepit.

Gejala HNP

Jika HNP terjadi pada tulang punggung bawah, akan terjadi sakit yang tajam di salah satu bagian kaki, pinggul atau bokong atau mati rasa di bagian lain. Penderita mungkin juga merasakan sakit atau mati rasa pada bagian belakang betis atau telapak kaki. Kaki yang sama juga mungkin merasa lemah.

Jika HNP terjadi pada tulang leher, akan terjadi nyeri ketika menggerakkan leher, nyeri yang mendalam di dekat atau diatas tulang belikat, atau rasa sakit yang bergerak ke lengan atas, lengan bawah, hingga jari-jari. Mungkin juga akan mati rasa di sepanjang bahu, siku, lengan dan jari-jari.

Rasa sakit akibat HNP seringkali terjadi secara perlahan. Dan biasanya keadaan akan semakin buruk pada saat:
  • Setelah berdiri atau duduk
  • Di waktu malam
  • Ketika bersin, batuk atau tertawa
  • Ketika membungkuk kebelakang atau berjalan lebih dari beberapa meter.
Penderita mungkin juga akan mengalami kelemahan pada otot tertentu. Terkadang penderita tidak menyadarinya sampai dokter memeriksanya. Pada sebagian kasus lain, penderita HNP kesulitan mengangkat kaki atau tangan, berdiri di atas jari-jari kaki di satu sisi, kesulitan menggenggam dan masalah lainnya.

Rasa sakit, mati rasa atau kelemahan bisa hilang atau bahkan meningkat dalam beberapa minggu atau bulan ke depan.

Penyebab HNP

Beberapa hal yang bisa menyebabkan HNP, yaitu:
  • Trauma, seperti akibat jatuh, terbentur dan gerakan tiba-tiba yang cepat
  • Mengangkat beban atau menahan tekanan berlebihan
  • Batuk kronis
  • Tekanan pada tulang belakang
  • Sering menyetir dalam waktu yang lama
  • Berat badan berlebih
  • Kurang berolahraga
  • Sikap duduk yang salah
  • Kebiasaan merokok dan alkohol.
HNP kebanyakan mengenai usia lanjut. Ternyata hal ini terjadi karena cairan pada ruas-ruas tulang belakang dari tahun ke tahun semakin berkurang. Pada akhirnya cairan tersebut akan habis dan menyebabkan terjepitnya saraf tulang belakang.

Pria dan wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita HNP dan rata-rata penderita HNP berusia antara 30 sampai 50 tahun. Bagian tulang belakang yang paling sering terkena HNP adalah pinggang (lumbal). Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan HNP akan terjadi pada tulang belakang leher atau dada.

Diagnosis HNP

Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan yang cermat merupakan langkah pertama untuk mendiagnosis HNP. Tergantung di mana lokasi gejalanya, pemeriksaan akan dilakukan pada leher, bahu, lengan, tangan, punggung bawah, pinggul, dan kaki, dan kaki. Pemeriksaan dilakukan untuk:
  • Menilai mati rasa pada anggota tubuh
  • Melihat refleks otot, refleks bisa lambat atau tidak ada sama sekali 
  • Melihat postur tubuh, atau kurva tulang belakang.
Untuk melengkapi pemeriksaan, penderita HNP mungkin juga akan diminta dokter untuk:

  • Duduk, berdiri, dan berjalan. Sementara penderita berjalan, dokter mungkin akan meminta penderita untuk berjalan di atas jari-jari kaki dan kemudian tumit.
  • Membungkuk ke depan, ke belakang atau ke samping.
  • Menggerakkan leher ke depan, ke belakang, dan ke samping.
  • Mengangkat bahu, siku, pergelangan tangan, dan tangan dan dokter akan memeriksa kekuatannya.
Pada pemeriksaan lain, penderita mungkin akan diminta menekukkan kepala ke depan dan ke samping sementara dokter menempatkan sedikit tekanan ke bawah pada bagian atas kepala. Meningkatnya rasa sakit atau mati rasa selama pemeriksaan ini biasanya menjadi tanda tekanan pada saraf di leher.

Untuk memastikan diagnosis HNP dan stadiumnya, diperlukan pemeriksaan pelengkap seperti:
  • Pemeriksaan hantaran listrik serabut saraf dengan EMG.
  • Myelogram, dilakukan untuk menentukan ukuran dan lokasi HNP. 
  • MRI Scan
  • CT Scan
Pemeriksaan dengan MRI akan lebih jelas karena dapat melihat struktur jaringan lunak seperti jaringan saraf.

Pengobatan HNP

Pengobatan HNP tidak selalu dengan melakukan operasi. Hanya penderita yang sudah berkali-kali kumat dan sembuh kembali selama beberapa bulan atau tahun harus menjalani tindakan operasi. Biasanya orang yang baru pertama kali mengalami HNP dianjurkan untuk terapi konservatif dan istirahat mutlak di tempat tidur dengan obat-obatan untuk rasa sakit yang diikuti dengan terapi fisik. 

Namun, sebagian penderita HNP mungkin perlu memperoleh pengobatan yang lebih, termasuk suntikan steroid atau operasi.

Pengobatan

Obat-obatan akan membantu mengatasi rasa sakit akibat HNP. Dokter mungkin akan meresepkan obat anti-inflammatory drugs (NSAID) untuk mengontrol rasa sakit jangka panjang Pada kasus tertentu, dokter mungkin juga akan meresepkan obat narkotika jika sakit yang dialami parah dan tidak merespon NSAID. Jika penderita mengalami kejang, dokter mungkin meresepkan relaksan otot.
Perubahan gaya hidup 

Diet dan olahraga sangat penting bagi penderita HNP dengan kelebihan berat badan. Terapi fisik penting untuk hampir semua penderita HNP. Terapis akan mengajarkan penderita bagaimana cara mengangkat, berpakaian, berjalan, dan melakukan aktivitas lain yang benar. Mereka juga akan mengajarkan cara untuk memperkuat otot-otot yang membantu mendukung tulang belakang. Penderita juga akan diajari bagaimana meningkatkan fleksibilitas tulang belakang dan kaki. Yang perlu penderita HNP lakukan dirumah adalah:
  • Mengurangi aktivitas selama beberapa hari pertama dan setelah itu memulai kembali kegiatan secara perlahan.
  • Menghindari mengangkat beban berat minimal selama 6 minggu setelah rasa sakit dimulai.
  • Setelah 2 sampai 3 minggu, berolahraga lagi secara bertahap.
Suntikan

Suntikan obat steroid ke lokasi sekitar HNP akan membantu mengatasi rasa sakit selama beberapa bulan. Suntikan ini akan mengurangi pembengkakan di sekitar HNP dan meringankan banyak gejala.


Operasi

Operasi mungkin akan menjadi pilihan jika gejala tidak kunjung hilang dengan pengobatan atau terapi non-operasi lainnya. Diskectomy adalah operasi untuk mengangkat HNP. Selalu diskusikan dengan dokter dalam memilih pengobatan yang terbaik.

Pencegahan HNP

Untuk pencegahan dari HNP, lakukan:
  • Olahraga. Ini akan menjaga kelenturan dan kekuatan otot
  • Menghindari aktivitas berulang (repetitif)
  • Mengontrol berat badan sehingga tekanan pada tulang belakang tidak besar
  • Duduk dengan sikap tubuh yang benar
  • Hindari mengendara dalam waktu yang lama
  • Mempelajari teknik mengangkat yang benar.
Bagi orang yang sering mengangkat benda berat, bisa menggunakan korset lumbal untuk membantu menopang tulang belakang dan mencegah terjadinya kerusakan saraf. Tetapi terlalu sering menggunakan perangkat ini akan melemahkan otot-otot yang mendukung tulang belakang dan membuat masalah menjadi lebih buruk. Konsultasikan dulu ke dokter sebelum menggunakan perangkat semacam ini.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.