Penyebab dan Pengobatan Migrain (Full)

Saturday, November 16, 2013
Migrain merupakan sakit kepala berulang yang berkaitan erat dengan pembuluh darah, saraf, dan zat kimia pada otak. Sensasi yang mungkin datang sebelum munculnya migrain bisa termasuk perubahan visual, yang disebut sebagai aura.

Anatomi migrain
Jenis
Ada dua jenis migrain, yaitu :
  1. Migrain dengan aura (klasik).
  2. Migrain tanpa aura (umum)
Migrain dapat terjadi beberapa kali dalam seminggu atau bisa juga cuma satu kali dalam setahun. Keadaan bisa juga menjadi sangat parah sehingga mengganggu aktivitas bekerja atau sulit melakukan aktivitas normal.

Penyebab
Penyebab pasti migrain belum diketahui. Namun ada beberapa penyebab yang dicurigai, antara lain:
  • Lingkungan.
  • Predisposisi genetik.
  • Diet.
  • Fisiologis (menstruasi, pubertas).
Ada kemungkinan bahwa sistem saraf bereaksi terhadap pemicu dengan mengkonduksi aktivitas listrik yang selanjutnya menyebar ke seluruh otak. Hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia otak dan membuat pembuluh darah membengkak. Kemungkinan peradangan inilah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit atau gejala lainnya dari migrain.

Faktor risiko
Risiko manusia untuk mengalami migrain dalam seumur hidup adalah 20% hingga 25%. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko untuk terkena migrain antara lain :
  • Jenis kelamin. Wanita dewasa lebih banyak terserang migrain dibanding laki-laki dewasa. Namun anak laki-laki jauh lebih banyak menderita migrain dibanding wanita dewasa.
  • Anggota keluarga ada yang terkena migrain.
  • Pengobatan, termasuk terapi pengganti hormon dan obat untuk melebarkan pembuluh darah.
  • Menstruasi.
  • Kelelahan.
  • Kurang tidur atau perubahan pola tidur.
  • Stres.
  • Melewatkan jam makan.
  • Alkohol, semua jenis minuman beralkohol menjadi pemicu, namun yang paling berpengaruh adalah anggur merah.
  • Ketinggian (lokasi) dan perubahan cuaca.
  • Perubahan zona waktu.
  • Cahaya yang berkedip-kedip.
  • Parfum dan bau-bauan lainnya.
  • Makanan yang dikenal memicu migrain.
  • Epilepsi
Gejala
Migrain terjadi dalam beberapa fase, yaitu :

Warning (peringatan)
Peringatan mungkin muncul sebelum Anda mengalami migrain. Pada jam-jam atau hari-hari sebelum terserang migrain, kemungkinan ada gejala-gejala seperti :
  • Perubahan suasana hati (mood).
  • Perubahan perilaku.
  • Perubahan tingkat aktivitas.
  • Merasa kelelahan.
  • Menguap.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Mual, diare.
  • Sensitif terhadap cahaya.
Aura
Aura yang paling umum adalah visual. Aura biasanya berlangsung selama 15-30 menit yang akan menghasilkan sensasi sebagai berikut :
  • Melihat lampu seolah berkedip, bintik-bintik atau garis-garis zig-zag.
  • Kehilangan sebagian penglihatan sementara.
  • Kesulitan atau gangguan berbicara.
  • Kelemahan di lengan dan kaki.
  • Mati rasa atau kesemutan di wajah dan tangan.
  • Bingung/linglung.
  • Pusing, sakit kepala ringan.
  • Kelainan fungsi kognitif.
Sangat jarang aura terjadi dengan sendirinya tanpa pengaruh penyakit lain (seperti migrain). Bila terjadi, penting untuk mencari bantuan medis guna memastikan bahwa gejala-gejala tersebut bukan disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperti kejang dan stroke.

Sakit kepala
Sakit kepala akibat migrain biasanya dimulai dari satu jam sejak berakhirnya aura. Gejalanya berupa:
  • Sakit kepala (biasanya di satu sisi, namun bisa juga terjadi di kedua sisi) yang sering terasa sedang atau berat, terasa berdenyut, bertambah sakit bila kepala digerakkan.
  • Mual atau muntah.
  • Diare.
  • Peka terhadap cahaya atau suara.
  • Puyeng
Masa pasca sakit kepala
Migrain biasanya berlangsung 4 hingga 72 jam. Setelah sakit kepala, Anda mungkin mengalami :
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Sifat lekas marah.
  • Perubahan mood.
Diagnosa
Dokter akan bertanya mengenai gejala dan riwayat medis Anda. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan. Mungkin juga Anda akan diberikan ujian neurologis oleh dokter.

Untuk memastikan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan :
  • CT-Scan, jenis X-ray yang menggunakan komputer untuk membuat gambar struktur di dalam kepala.
  • MRI Scan, tes yang menggunakan gelombang magnetik untuk membuat gambar struktur di dalam tubuh.
  • Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan darah atau tes lainnya sebelum memulai pengobatan.
Pengobatan
Pengobatan migrain ditujukan untuk :
  • Mencegah datangnya sakit kepala.
  • Mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi sakit kepala.
  • Mengembalikan kemampuan.
  • Meningkatkan kualitas hidup.
Pilihan pengobatan migrain, antara lain :

Obat-obatan
Obat penghilang nyeri diperlukan untuk mengurangi atau menghentikan rasa sakit. Pil over-the-counter dapat meringankan gejala-gejala ringannya.
Perhatian: Penggunaan rutin beberapa jenis obat over-the-counter bisa menyebabkan sakit kepala rebound.
Beberapa jenis obat langsung menghentikan gejala sakit kepala karena migrain. Yaitu obat-obat yang berjenis:
  • Quiet nerve pathways.
  • Anti-inflamasi.
  • Bind receptors for serotonin, a brain chemical.
Obat-obatan ini dapat digunakan per oral dan bertindak lebih cepat apabila berbentuk larutan, dihirup melalui hidung atau disuntikkan. Dokter tentu akan memilihkan obat yang terbaik untuk Anda.

Obat-obatan yang dapat menghentikan migrain apabila sudah terjadi antara lain :
  • Ergots
  • Triptans
  • Steroid
  • Acetaminophen (Tylenol)
  • Obat untuk mual
  • Obat anti-inflamasi Non - steroid (NSAIDS)
Beberapa jenis obat lain yang dapat membantu mencegah timbulnya migrain pada orang dengan tingkat migrain sering. Obat ini dapat dikonsumsi setiap hari. Kelas obat-obat tersebut adalah :
  • Beta-blockers
  • Calcium channel blockers
  • Tricyclic antidepressants
  • Anticonvulsants
Pembedahan
Pada sebagian orang, migrain terpicu karena terangsangnya saraf di kepala. Melalui pembedahan jenis ini, dokter berusaha menemukan titik saraf di kepala yang menjadi pemicunya dan menonaktifkannya. Pembedahan semacam ini dapat mengurangi migran atau bahkan mungkin menghilangkannya. Namun pembedahan umumnya hanya dilakukan pada orang-orang yang tidak merespon pengobatan konvensional.

Perawatan diri selama migrain
Rawat diri sendiri dengan cara:
  • Menerapkan kompres dingin ke daerah kepala yang sakit.
  • Berbaring di tempat yang gelap dan tenang.
  • Beri tekanan konstan pada pelipis.
  • Cobalah untuk tidur.
Perubahan gaya hidup
Jika Anda didiagnosis menderita migrain, maka ikuti saja petunjuk dokter. Untuk membantu pengobatannya, Anda juga disarankan untuk:
  • Menulis catatan. Ini akan membantu mengidentifikasi apa yang memicu migrain dan apa saja yang membantu meringankan migrain.
  • Pelajari manajemen stres dan teknik relaksasi.
  • Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan konselor. Mereka akan membantu Anda mempelajari coping skill dan teknik relaksasi.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Jika Anda seorang perokok, berhenti. Merokok dapat memperparah migrain. Mungkin juga akan meningkatkan kemungkinan (langka) stroke ketika terjadi serangan migrain (terutama jika Anda seorang wanita yang mengkonsumsi pil KB atau terapi pengganti hormon lainnya).
  • Hindari makanan yang memicu migrain.
  • Makan makanan biasa.
  • Jaga pola tidur teratur Anda, bahkan di hari libur.
Pencegahan
Ada dua metode untuk mencegah migrain, yaitu:
  • Menghindari hal-hal yang memicu sakit kepala.
  • Membangun kebiasaan sehat.
Saran-saran lainnya :
- Jaga pola tidur.
- Pelajari teknik manajemen stres.
- Jangan melewatkan jam makan.
- Hindari semua minuman beralkohol.
- Berolahraga secara teratur.

Makanan memang belum dipastikan memicu migrain, tapi pertimbangkan untuk menyimpan catatan migrain Anda dan diet untuk mengidentifikasi makanan yang dapat memicu migrain. Makanan diduga memicu migrain antara lain: kacang-kacangan, daging yang diawetkan atau daging yang diproses, keju lama, kafein, cream buttermilk, ragi, alpukat, bawang, acar, kubis, kecap dan semua yang mengandung monosodium glutamat (MSG), tyramine, atau nitrat

Tanyakan juga kepada dokter Anda apakah akupunktur akan membantu pengobatan. Semoga hal ini akan membantu Anda memiliki hari-hari yang bebas dari sakit kepala, atau minimal untuk mengurangi intensitas sakit kepala karena migrain.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.