Jenis, Penyebab, dan Pengobatan Sakit Kepala

Tuesday, July 08, 2014
Sakit kepala adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di kepala atau leher. Umumnya orang dengan sakit kepala akan jauh merasa lebih baik dengan mengubah gaya hidup, belajar untuk lebih rileks atau bersantai, ataupun dengan bantuan obat.

Jenis dan lokasi sakit kepala
Jenis dan lokasi sakit kepala. Gambar: www.headachecontrolclinic.com

Jenis sakit kepala

Terdapat banyak sekali jenis sakit kepala, dan pada kenyataannya setidaknya sudah ada 150 jenis sakit kepala yang sudah ditetapkan. Jenis sakit kepala yang paling umum adalah:

Sakit kepala tegang: Juga disebut sakit kepala kronis harian atau sakit kepala kronis non-progresif. Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang paling sering terjadi pada orang dewasa dan remaja. Sakit kepala yang terjadi akibat kontraksi otot ini akan menimbulkan rasa sakit ringan sampai sedang dan seringkali berlangsung dalam waktu yang lama.

Migrain: Penyebab pasti migrain masih belum diketahui. Ada sebuah teori populer yang menjelaskan bahwa banyak pemicu yang bisa menyebabkan aktivitas otak menjadi abnormal, yang pada akhirnya akan menyebabkan perubahan dalam pembuluh darah di otak. Teori ini disebut teori neurovaskular. Faktor genetik (keturunan) juga dianggap berperan penting dalam migrain dan beberapa bentuk migrain yang terkait dengan kelainan bawaan pada bagian tertentu otak.

Rasa sakit akibat migrain bisa sedang sampai parah, yang terjadi biasanya rasa sakit yang berdenyut dan cekot-cekot. Sakit kepala migrain dapat berlangsung selama 4 jam hingga 3 hari dan biasanya terjadi 1-4 kali dalam satu bulan. Migrain seringkali juga disertai dengan gejala-gejala seperti peka terhadap cahaya, suara atau bau; mual dan muntah; kehilangan nafsu makan; dan sakit perut. Ketika seorang anak mengalami migrain, biasanya ia akan terlihat pucat, merasa pusing, penglihatan kabur, demam, sakit perut, dan disertai dengan gejala-gejala seperti di atas.

Sebagian kecil gejala migrain pada anak-anak juga termasuk gejala siklik gastrointestinal, muntah menjadi gejala yang paling umum. Muntah siklik mengindikasikan bahwa gejala-gejalanya muncul secara teratur - sekitar sebulan sekali. Jenis migrain seperti ini seringkali disebut sebagai migrain abdominal.

Sindrom sakit kepala campuran: Dianggap sebagai migrain yang bertransformasi, sindrom sakit kepala campuran merupakan kombinasi dari sakit kepala migrain dan sakit kepala tegang. Baik orang dewasa dan anak-anak bisa terkena sindrom sakit kepala campuran.

Sakit kepala klaster: Salah satu jenis sakit kepala primer yang paling umum - meskipun juga termasuk yang paling parah. Rasa sakit akibat sakit kepala klaster intens dan seperti perasaan terbakar atau ditusuk-tusuk, berdenyut atau konstan. Rasa sakit yang terjadi biasanya cukup parah sehingga menyebabkan sebagian penderitanya tidak bisa duduk diam dan akan mondar-mandir selama serangan. Rasa sakit ini terletak di belakang salah satu mata atau di daerah mata, tanpa perubahan sisi. Sakit kepala klaster bisa terjadi satu sampai tiga kali per hari, yang periodenya bisa berlangsung selama dua minggu sampai tiga bulan. Sakit kepala klaster mungkin kemudian bisa hilang (remisi) selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, untuk kemudian kambuh kembali.

Sakit kepala sinus: Sakit kepala sinus merupakan rasa sakit yang dalam dan konstan di tulang pipi, dahi atau jembatan hidung (nasal bridge). Rasa sakit biasanya semakin intens akibat gerakan kepala yang tiba-tiba atau mengedan, dan biasanya terjadi gejala sinus lainnya seperti hidung buntu atau berair, rasa penuh di telinga, demam dan penumpukan cairan pada wajah (bengkak).

Sakit kepala akut: Mengenai anak-anak, merupakan sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba dan terjadi pertama kali, dan gejalanya akan mereda dalam periode yang relatif singkat. Sakit kepala akut menjadi salah satu penyebab tersering anak-anak dibawa berobat ke dokter atau rumah sakit. Jika tidak ada gejala atau tanda-tanda neurologis, penyebab paling umum sakit kepala akut pada anak-anak dan remaja adalah karena infeksi pada sinus atau pernapasan.

Sakit kepala hormon: Sakit kepala pada wanita yang sering dikaitkan dengan perubahan kadar hormon, yang biasanya terjadi selama periode menstruasi, kehamilan dan menopause. Bahan-bahan kimia juga bisa menjadi pemicu perubahan hormon, seperti pil KB, yang memicu sakit kepala pada sebagian perempuan.

Sakit kepala kronis progresif: Juga disebut sakit kepala traksi atau inflamasi, sakit kepala kronis progresif dari waktu ke waktu akan memburuk dan terjadi lebih sering. Ini juga termasuk salah satu jenis sakit kepala yang paling umum, terhitung kurang dari 5% dari semua sakit kepala pada orang dewasa dan kurang dari 2% dari semua sakit kepala pada anak-anak. Sakit kepala kronis progresif disebabkan karena adanya suatu penyakit atau gangguan pada otak dan tengkorak.

Apakah sakit kepala bersifat herediter?

Ya, terutama migrain, sakit kepala cenderung bersifat herediter. Sebagian besar anak-anak dan remaja (90%) yang terkena migrain memiliki anggota keluarga lain yang juga terkena migrain. Bila kedua orang tua memiliki riwayat migrain, maka si anak memiliki kemungkinan 70% untuk terkena migrain. Bila hanya satu orang tua yang memiliki riwayat migrain, risiko turun menjadi 25%-50%.

Penyebab sakit kepala

Sakit kepala merupakan hasil dari interaksi sinyal antara otak, pembuluh darah dan saraf di sekitarnya. Selama periode sakit kepala, saraf tertentu dari pembuluh darah dan otot-otot kepala akan aktif dan mengirim sinyal rasa sakit ke otak. Masih tidak jelas mengapa sinyal-sinyal ini menjadi aktif.

Sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba biasanya karena sakit, infeksi, selesma dan demam. Kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit kepala akut adalah sinusitis (radang sinus), faringitis (radang tenggorokan), atau otitis (radang telinga).

Dalam beberapa kasus, sakit kepala juga merupakan hasil dari pukulan atau hantaman ke kepala (trauma).

Penyebab umum dari sakit kepala tegang atau sakit kepala kronis non-progresif adalah stres emosional terkait keluarga atau teman-teman; pekerjaan atau sekolah; penggunaan alkohol; melewatkan jam makan; perubahan pola tidur; pengunaan obat yang berlebihan; ketegangan dan depresi. Penyebab lain dari sakit kepala tegang adalah karena mata atau leher yang kelelahan atau juga karena cedera punggung akibat postur tubuh yang salah.

Sakit kepala juga bisa dipicu oleh faktor lingkungan yang spesifik seperti terpapar asap tembakau (rokok), bau menyengat dari parfum atau bahan kimia tertentu, paparan alergen tertentu, atau karena memakan makanan tertentu. Stres, polusi, kebisingan, cahaya dan perubahan cuaca juga merupakan faktor lingkungan lainnya yang dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang.

Aktivitas fisik yang berlebih juga bisa memicu migrain pada orang dewasa dan anak-anak. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mencari tahu penyebab sakit kepala Anda.

Peningkatan sakit kepala pada anak-anak

Sakit kepala dapat meningkat seiring bertambahnya usia anak-anak. Sakit kepala bisa hilang dan kemudian timbul kembali di kemudian hari. Pada saat SMP banyak anak-anak laki-laki yang mengalami peningkatan migrain, tetapi pada anak perempuan, peningkatan frekuensi migrain lebih karena perubahan hormon dalam tubuhnya. Migrain pada gadis remaja tiga kali lebih mungkin terjadi ketimbang anak-laki-laki.

Pengobatan sakit kepala

Sebuah kabar baik bagi penderita sakit kepala adalah bahwa sekali saja dokter tepat mendiagnosis sakit kepalanya, maka pengobatan akan efektif.

Jika dokter mencurigai sakit kepala disebabkan karena adanya gangguan struktural dari sistem saraf pusat, maka dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan CT Scan atau MRI. Kedua pemeriksaan ini akan memberikan gambaran penampang otak, yang akan mengungkapkan daerah yang abnormal atau yang mengalami masalah. X-ray pada tengkorak umumnya tidak membantu. EEG (electroencephalogram) juga tidak diperlukan kecuali jika penderita kehilangan kesadaran akibat sakit kepala.

Biarkan dokter yang memilih jenis pengobatan atau pemeriksaan yang tepat untuk sakit kepala Anda. Pengobatan yang tepat akan tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis, penyebab dan frekuensi sakit kepala. Tidak semua sakit kepala memerlukan perawatan medis atau obat-obatan. Pengobatan sakit kepala bisa saja termasuk edukasi, konseling, biofeedback, dan manajemen stres.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.