Seluk Beluk Demam pada Anak-Anak

Saturday, July 04, 2015
Menggunakan termometer telinga

Demam adalah kondisi dimana suhu tubuh Anda tinggi. Sebagai orangtua tentu akan sangat khawatir apabila melihat anaknya demam. Tapi apapun itu kekhawatiran orangtua, umumnya demam akan hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan apapun.

Suhu tubuh normal anak biasanya berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C. Suhu tubuh ini bervariasi pada tiap-tiap anak tergantung usianya. Seorang anak dapat dikategorikan dalam kondisi demam apabila suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih.

Demam sebenarnya hanyalah gejala, bukan penyakitnya. Demam biasanya muncul akibat adanya infeksi bakteri atau virus. Demam juga dianggap sebagai bagian dari respon alami tubuh untuk keberadaan infeksi di tubuhnya.

Anak-anak sering mengalami demam. Demam mereka biasanya disebabkan oleh infeksi virus, tapi kabar baiknya demam ini seringkali juga sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Meskipun begitu, demam juga tidak boleh disepelekan karena bisa jadi itu merupakan pertanda adanya penyakit yang lebih serius. Misalnya, septikemia (infeksi bakteri dalam darah), infeksi saluran kemih, pneumonia atau pun meningitis.

Gejala demam pada anak

Jika anak mengalami demam, suhu tubuhnya akan mencapai 38°C atau lebih. Selain suhu tubuhnya tinggi, anak yang demam juga mungkin:
  • Merasa lemah dan sakit
  • Terlihat pucat
  • Tidak mau makan
  • Tangan dan kakinya dingin
  • Menggigil.
Pada sebagian anak, demam dapat menyebabkan kejang. Selama kejang, mereka mungkin akan kehilangan kesadaran, dan merasa linglung setelahnya. Kejang demam biasanya berlangsung tidak lebih dari beberapa menit saja. Sebagian hanya terjadi selama beberapa detik saja, namun ada pula yang terus mengalami kejang hingga 15 menit.

Meskipun kejang demam tampak menakutkan, tapi anak-anak akan pulih total. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa kejang demam dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Demam bisa jadi merupakan pertanda adanya infeksi serius. Segera bawa anak Anda ke rumah sakit atau dokter jika anak Anda:
  • Luar biasa mengantuk atau sulit bangun
  • Kulitnya berwarna biru atau belang-belang
  • Lemah, menangis bernada tinggi atau tidak berhenti menangis
  • Sukar bernapas atau bernapas sangat cepat
  • Mengalami kaku leher
  • Kulitnya terdapat banyak ruam yang tidak hilang ketika ditekan
  • Fontanel (area lembut di bagian atas kepalanya) menggembung.
Juga segera bawa anak ke dokter jika demam anak Anda:
  • Berlangsung sudah lebih dari 5 hari
  • Terjadi setelah baru-baru ini menjalani operasi
  • Terjadi setelah bepergian ke luar negeri.
Diagnosis demam pada anak

Untuk memeriksa suhu tubuh anak, apakah melalui telinga, mulut atau ketiak maka harus disesuaikan dengan usia mereka. Anda dapat memeriksa suhu tubuh mereka melalui ketiak atau telinga jika usia mereka di bawah lima tahun. Jika usia mereka masih di bawah empat minggu, ukur hanya pada bagian ketiaknya saja. Sedangkan pemeriksaan suhu tubuh melalui mulut hanya dilakukan jika anak sudah berusia 5 tahun atau lebih. Tapi perlu diketahui bahwa pengukuran suhu tubuh dari ketiak atau telinga masih kurang akurat dibandingkan pengukuran suhu dari mulut karena daerah tersebut sedikit lebih dingin. Dan sebaiknya jangan menggunakan termometer dahi, karena bukan suatu metode pengukuran yang akurat.

Bagaimana mengukur suhu tubuh anak

Untuk mengukur suhu tubuh anak, Anda harus melakukan hal berikut:
  • Tempatkan termometer digital di bawah ketiaknya, langsung menempel pada kulit ketiaknya.
  • Jaga terus lengannya agar terus menjepit termometer (tangannya dapat dilipat ke perut atau dada) dan tahan hingga termometer berbunyi.
  • Jika Anda mengukur suhu tubuh anak melalui mulut, tempatkan termometer di bawah lidahnya selama sekitar satu menit.
  • Pengukuran suhu tubuh melalui telinga memanfaatkan instrumen yang diterapkan pada telinga anak. Instrumen ini akan membaca gelombang panas inframerah yang dilepaskan oleh gendang telinga si anak. Masukkan ujung lembut termometer telinga ke telinga anak dan tekan tombol scan untuk memperoleh suhu tubuh anak Anda.
Jika anak Anda barusan minum minuman panas atau dingin, tunggu sekitar 15 menit sebelum mengukur suhu tubuhnya.

Umumnya termometer digital akan berbunyi sendiri, yang menunjukkan bahwa pengukuran sudah selesai. Sedangkan termometer merkuri (kaca/pengukuran manual) tidak lagi dianjurkan penggunaannya. Hal ini karena risiko termometer ini mudah pecah dan merkurinya yang beracun dapat mengenai atau tertelan anak.

Hubungi dokter

Hubungi dokter jika anak Anda:
  • Suhu tubuhnya lebih dari 38°C dan tampak tidak sehat, misalnya selalu marah-marah,  kurang nafsu makan atau mengalami ruam kulit.
  • Terdapat salah satu gejala dari infeksi serius, bahkan jika suhu tubuh anak Anda tidak terlalu tinggi dari biasanya.
  • Anak Anda berusia di bawah tiga bulan.
  • Mengalami demam lebih dari lima hari.
  • Baru-baru ini melakukan perjalanan ke luar negeri.
  • Mengalami nyeri/sakit (sakit perut, kepala atau sakit telinga), kesulitan menelan atau mengalami kesulitan bernapas.
  • Demam semakin hari semakin parah - naluri orangtua dapat merasakan apakah demam anak semakin parah atau tidak.
Jika dokter telah mengetahui penyebab demam anak Anda, dokter mungkin tidak akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun jika penyebabnya masih meragukan, mungkin dokter akan mengambil sampel urin, atau mungkin sampel darah juga untuk diperiksa di laboratorium dan merujuk anak Anda ke dokter spesialis.

Pengobatan demam pada anak

Biasanya demam anak disebabkan oleh infeksi virus, dan biasanya juga akan membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan. Yang terpenting adalah terus memantau kondisi anak Anda dan memantau jika terjadi perubahan perilakunya atau muncul gejala lainnya selain demam. Jika anak mengalami demam selama lebih dari lima hari, segera hubungi dokter.

Merawat anak demam dirumah

Biasanya orangtua akan berusaha cepat untuk menurunkan demam anak mereka. Tapi kembali lagi, demam merupakan bagian dari respon alami tubuh terhadap infeksi dan seringkali sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Mengobati demam dengan obat-obatan juga tidak mencegah kejang demam terjadi seperti yang dulu diyakini.

Anak-anak yang mengalami demam seringkali berisiko mengalami dehidrasi. Dorong anak agar banyak minum untuk mencegah hal ini terjadi karena dehidrasi dapat menyebabkan masalah yang serius. Sebagai panduan mengukur dehidrasi, urin anak harus berwarna kuning pucat. Jika berwarna gelap, atau anak Anda sangat jarang buang air, kemungkinan mereka dehidrasi dan butuh minum lebih banyak cairan.

Obat-obatan

Jika anak Anda berusia lebih dari tiga bulan dan gejalanya hanya demam, Anda dapat menggunakan parasetamol. Parasetamol akan menurunkan demam dan tentunya juga akan membuat mereka nyaman. Parasetamol adalah nama generiknya, sedangkan nama dagangnya antara lain: Sanmol, Tempra, Panadol, Termorex, Alphamol, Praxion, dll. Parasetamol dapat dibeli langsung di apotik tanpa perlu resep dokter. Selalulah baca brosur yang disertakan dalam kemasan obat mengenai dosis, cara penggunaan dan penyimpanannya. Dan perlu diingat, gunakan parasetamol drop apabila anak Anda masih bayi.

Jika dokter yang memberikan resep, ketika dokter mengira demam si anak disebabkan oleh infeksi bakteri, maka bisa saja dokter juga akan memberikan resep antibiotik.

Penyebab demam pada anak

Umumnya demam disebabkan oleh infeksi virus, biasanya seperti virus flu atau common cold, dan seringkali sembuh dengan sendirinya. Tapi demam juga dapat disebabkan oleh sesuatu yang lebih parah, seperti infeksi telinga, dada, kandung kemih ginjal (bakteri), dan juga bisa menjadi tanda adanya penyakit serius (jarang), seperti meningitis atau septikemia.

Sangat jarang seorang anak terkena demam sebagai gejala dari kondisi selain infeksi. Misalnya, gangguan autoimun tertentu atau kanker yang mungkin dapat menyebabkan demam. Jika memang ini penyebabnya, kemungkinan juga masih memiliki keterkaitan dengan infeksi yang disebabkan oleh kanker atau gangguan autoimun.

Dan terakhir, demam juga bisa merupakan efek samping dari imunisasi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.