Tampilkan postingan dengan label Kondisi dan Gejala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kondisi dan Gejala. Tampilkan semua postingan

21 Mei 2023

Infeksi Saluran Kemih pada Dewasa

Persentase kunjungan pasien infeksi saluran kemih (ISK) ke dokter adalah sekitar lima persen dari total kunjungan. Sekitar 40 persen wanita dan 12 persen pria akan mengalami setidaknya satu gejala infeksi saluran kemih selama hidup mereka. Hal ini berarti infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria.

http://www.medkes.com/2015/01/infeksi-saluran-kemih-pada-dewasa.html

Saluran kemih yang normal

Saluran kemih memproduksi dan menyimpan urin, yang merupakan limbah tubuh. Urin yang diproduksi oleh ginjal selanjutnya mengalir ke ureter untuk menuju kandung kemih. Kandung kemih berfungsi sebagai wadah penyimpanan urin, yang kemudian akan dikosongkan dengan proses buang air kecil (BAK) melalui uretra, yaitu saluran yang menghubungkan kandung kemih ke ujung penis pada pria atau menghubungkan ke bagian atas vagina pada wanita.

Ginjal adalah sepasang organ seukuran kepalan tangan, terletak di bagian belakang tubuh dan berfungsi sebagai penyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya dari tubuh dalam bentuk urin. Ginjal juga mengatur keseimbangan berbagai bahan kimia tubuh (seperti natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan lain-lain) dan memantau tingkat keasaman darah.

Suatu jenis hormon juga diproduksi oleh ginjal untuk mengontrol tekanan darah, merangsang produksi sel darah merah dan menjaga kesehatan tulang.hormon adalah eritropoietin (EPO). Ureter sendiri adalah dua buah saluran yang mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih.

Urin yang normal adalah urin yang steril atau tidak mengandung bakteri. Namun, urin yang mengandung bakteri disebabkan karena bakteri masuk melalui uretra dan naik ke kandung kemih. Infeksi kandung kemih disebut sebagai sistitis dan infeksi ginjal disebut sebagai pielonefritis. Infeksi ginjal cukup jarang terjadi, namun lebih berbahaya daripada infeksi kandung kemih.

Apa saja gejala infeksi saluran kemih?

Pada infeksi saluran kemih (ISK), lapisan kandung kemih dan uretra memerah dan mengalami iritasi, seperti halnya tenggorokan saat panas dalam. Iritasi ini akan menyebabkan rasa nyeri di daerah perut dan panggul dan sering membuat penderitanya selalu ingin buang air kecil.

Penderita mungkin berusaha BAK namun hanya beberapa tetes yang keluar atau keluar lancar namun disertai rasa panas. Terkadang juga infeksi saluran kemih membuat penderitanya beser (tidak mampu mengontrol air kemih). Selain itu, bau urin penderita ISK seringkali tidak biasa dan tidak mengenakkan.

Infeksi ginjal acapkali menyebabkan demam dan sakit punggung. Infeksi ginjal harus segera diobati karena risikonya dapat menyebar dengan cepat ke aliran darah dan menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa.

Infeksi saluran kemih sering diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
  • ISK sederhana - infeksi pada saluran kemih yang normal
  • ISK kompleks - infeksi yang terjadi pada saluran kemih yang abnormal atau bakteri yang menyebabkannya tahan atau resisten terhadap berbagai antibiotik.

Apa penyebab infeksi saluran kemih?

Di kulit dan area dubur banyak sekali terdapat bakteri. Bakteri ini dapat masuk ke dalam urin melalui uretra dan berjalan sampai ke kandung kemih, bahkan hingga mencapai ginjal. Tidak peduli seberapa jauh bakteri telah masuk, sudah cukup menyebabkan infeksi saluran kemih.

Sama halnya seperti ada orang yang rentan mengalami flu, sebagian orang juga rentan terhadap ISK. Wanita post menopause mengalami perubahan pada lapisan vagina, dan kehilangan efek perlindungan estrogen yang menurunkan risiko ISK. Wanita post menopause dengan ISK dapat terbantu dengan terapi penggantian hormon. Sebagian wanita secara genetik cenderung mengalami ISK dan memiliki saluran urin yang membuatnya rentan dimasuki bakteri. Hubungan seksual juga meningkatkan risiko ISK.

Wanita yang menggunakan diafragma (alat kontrasepsi yang dipasang di dalam vagina) diketahui meningkatkan risiko ISK dibandingkan mereka yang menggunakan metode kontrasepsi lain. Menggunakan busa spermisida juga diketahui dapat meningkatkan risiko ISK pada wanita. Wanita lebih rentan mengalami ISK karena saluran uretra mereka lebih pendek dari pria sehingga bakteri lebih cepat menuju kandung kemih.

Seseorang yang memiliki kelainan pada saluran kemih atau belum lama ini diinstrumentasi (misalnya dipasangi kateter) juga lebih berisiko terkena ISK. Jika seseorang tidak mampu buang air kecil secara normal karena obstruksi pada saluran kemih, maka risiko mengalami ISK juga semakin tinggi.

Penyakit seperti diabetes juga meningkatkan risiko ISK, hal ini terkait penurunan fungsi kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, yang dalam hal ini infeksi saluran kemih.

Kelainan anatomi saluran kemih juga dapat menyebabkan ISK. Kelainan ini seringkali ditemukan pada anak-anak usia dini meskipun dapat juga ditemukan pada orang dewasa.

Diagnosis infeksi saluran kemih

Untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih, dokter memerlukan sampel urin penderita untuk diperiksa di laboratorium dengan mikroskop untuk menemukan bakteri yang menyebabkannya. Jika penderita ISK juga mengalami demam, atau gejala persisten meskipun telah diobati, maka mungkin diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti USG atau CT Scan untuk mencari tahu penyebab sesungguhnya.

Bagaimana mengobati infeksi saluran kemih?

Infeksi saluran kemih sederhana dapat diobati dengan meminum antibiotik, biasanya selama tiga hari. Namun, beberapa jenis ISK sederhana juga mungkin harus diobati selama beberapa minggu. Tergantung dari jenis antiobiotik apa yang diberikan dokter, penderita bisa saja hanya meminumnya satu kali sehari atau hingga empat kali sehari. Setelah minum obat beberapa waktu, penderita mungkin tidak lagi merasakan nyeri atau dorongan untuk buang air kecil terus menerus, namun penderita harus tetap meminum obat yang diresepkan hingga tuntas, karena bila tidak ISK dapat kambuh kembali. Penderita juga harus minum banyak cairan selama pengobatan.

Pada ISK kompleks, jangka waktu pengobatan antibiotik yang dibutuhkan biasanya lebih lama, dan biasanya diawali dengan pemberian antibiotik melalui intravena (melalui aliran darah) di rumah sakit.

Setelah beberapa waktu pemberian antibiotik secara intravena, maka kemudian biasanya akan digantikan dengan antibiotik oral (mulut) untuk jangka waktu hingga beberapa minggu. Infeksi ginjal biasanya diperlakukan sebagai ISK kompleks.

Pasca pengobatan ISK

ISK sederhana biasanya akan sembuh dengan dosis tiga hari antibiotik dan penderita tidak perlu melakukan tes urin di laboratorium untuk memastikan infeksi telah hilang. Berbeda dengan ISK kompleks yang masih membutuhkan tes urin untuk mengetahui bahwa infeksi telah hilang. Jika gejala masih terjadi setelah pengobatan, maka penderita perlu mengonsumsi obat lagi, mungkin menggunakan jenis antibiotik yang berbeda atau antibiotik yang sama namun dengan metode pemberian berbeda (misalnya jika sebelumnya diberikan secara oral, maka diganti dengan metode intravena).

Apakah ISK menyebabkan kerusakan ginjal?

Jika ISK ditangani sejak awal, kemungkinan besar tidak akan berpengaruh pada ginjal atau saluran kemih. ISK berulang atau ISK yang tidak diobati-lah dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Bagaimana cara mencegah ISK?

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat wanita lakukan untuk mencegah ISK. Wanita post menopause telah kekurangan hormon estrogen dan mengalami perubahan pada lapisan vagina. Estrogen pengganti yang diberikan oleh dokter dapat menjadi solusi sederhana. Tapi sebagian wanita tidak dapat menggunakan terapi penggantian estrogen karena beberapa alasan, hal ini harus dibicarakan lebih lanjut dengan dokter.

Buang air kecil setelah berhubungan intim juga dapat menurunkan risiko ISK karena akan mengeluarkan kembali bakteri yang masuk selama hubungan intim. Di satu sisi, meminum antibiotik setelah berhubungan intim dapat membantu mencegah kambuhnya ISK, namun mengenai jenis antibiotik dan dosisnya harus dibicarakan dengan dokter.

Beberapa jenis kontrasepsi, seperti busa spermisida dan diafragma, diketahui meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada wanita yang menggunakannya.

Untuk menghindari ISK, seseorang juga harus minum cukup cairan agar tubuh terus terhidrasi dengan baik.

Jangan menahan buang air kecil dan jangan terburu-buru saat buang air kecil. Juga, tidak mengosongkan kandung kemih (kemih yang tidak selesai) dapat meningkatkan risiko ISK.

Bilakah khawatir dengan ISK?

Jika seseorang sedang dalam pengobatan ISK namun gejalanya tidak kunjung membaik, atau mengalami ISK yang disertai dengan mual dan muntah, maka harus segera ke dokter. Begitu pula jika melihat darah di dalam urin.

Bagaimana jika sedang hamil?

Jika seorang ibu hamil dan mengalami ISK, maka dapat berdampak bagi janin selain bagi sang ibu sendiri, segera ke dokter.

Bagaimana dengan ISK yang selalu kambuh?

Jika mengalami ISK yang sering kambuh (tiga kali atau lebih dalam satu tahun), maka sebaiknya periksakan diri dengan pemeriksaan lebih lanjut seperti urinalisis, USG atau juga CT Scan untuk mencari ada tidaknya kelainan pada saluran kemih. Untuk terapi yang diberikan, dokter biasanya akan memberikan antibiotik jangka panjang namun berdosis rendah atau juga antibiotik untuk dikonsumsi setelah berhubungan intim.

Jenis-jenis infeksi saluran kemih pada dewasa

Berikut ini adalah beberapa jenis infeksi saluran kemih (ISK) pada dewasa:
  • Uretritis
    Infeksi pada uretra. Biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus, dan dapat menyebabkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan atau nanah dari uretra, dan rasa tidak nyaman di sekitar area genital.
  • Sistitis
    Infeksi pada kandung kemih, yang merupakan salah satu jenis ISK yang paling umum. Biasanya disebabkan oleh bakteri yang masuk ke kandung kemih melalui uretra. Gejala yang umum termasuk nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil dalam jumlah kecil, urin keruh atau berbau, dan nyeri di perut bagian bawah.
  • Pielonefritis
    Infeksi pada ginjal, yang dapat berkembang dari infeksi saluran kemih yang tidak diobati atau tidak diobati dengan baik. Infeksi ini bisa cukup serius dan membutuhkan perhatian medis segera. Gejala meliputi demam, menggigil, nyeri pinggang atau samping, mual, muntah, dan kelelahan.
  • Infeksi saluran kemih atipikal
    Selain bakteri, infeksi saluran kemih pada dewasa juga dapat disebabkan oleh organisme yang tidak umum, seperti jamur, parasit, atau infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia. Infeksi saluran kemih atipikal ini mungkin memerlukan pendekatan pengobatan yang berbeda.

Ini hanyalah beberapa contoh jenis ISK yang umum terjadi pada dewasa. Setiap jenis infeksi saluran kemih memiliki karakteristik dan gejala yang sedikit berbeda, dan pengobatannya dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor tersebut. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan infeksi saluran kemih, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Article Resources
  • Mayo Clinic
  • WebMD
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
  • National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK)
  • American Urological Association (AUA)

20 April 2023

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kalazion

Kalazion

Kalazion adalah benjolan kecil yang terbentuk pada kelopak mata, yang disebabkan oleh sumbatan kelenjar minyak. Benjolan ini biasanya tidak menyakitkan, tetapi dapat mengganggu penglihatan jika tumbuh cukup besar. Kalazion biasanya terjadi pada orang dewasa, tetapi dapat terjadi pada semua umur.

Gejala Kalazion

Kalazion dapat menimbulkan gejala yang dapat dikenali, antara lain:
  • Benjolan pada kelopak mata: Kalazion ditandai dengan adanya benjolan yang muncul di dalam kelopak mata, biasanya di dekat garis bulu mata atau di bawah kelopak mata. Ukuran benjolan bisa bervariasi, mulai dari seukuran kacang polong hingga kacang almond.
  • Bengkak dan merah: Kalazion dapat menyebabkan pembengkakan dan kemerahan pada kelopak mata di sekitar benjolan.
  • Rasa tidak nyaman: Beberapa orang dapat merasakan rasa tidak nyaman pada area kelopak mata yang terkena kalazion, seperti rasa gatal, perih, atau sakit.
  • Gangguan penglihatan: Jika benjolan cukup besar, maka bisa mengganggu penglihatan dan menyebabkan penglihatan kabur.
  • Produksi air mata berlebih: Kalazion dapat mempengaruhi kelenjar air mata di sekitar kelopak mata, sehingga produksi air mata bisa menjadi lebih berlebihan.
  • Sensitif terhadap cahaya: Beberapa orang dapat merasa lebih sensitif terhadap cahaya ketika mengalami kalazion.

Penyebab kalazion

Kalazion terjadi ketika kelenjar minyak di dalam kelopak mata tersumbat dan tidak dapat mengeluarkan minyak dengan baik. Kelenjar minyak pada kelopak mata berfungsi untuk memproduksi minyak yang membantu menjaga kelembaban mata dan mencegah pengeringan. Namun, jika kelenjar ini tersumbat, minyak tidak dapat dikeluarkan dengan baik dan akhirnya terakumulasi di dalam kelenjar, sehingga membentuk benjolan yang disebut kalazion.

Terjadinya kalazion disebabkan oleh sumbatan pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan sumbatan tersebut antara lain:
  • Infeksi: Infeksi pada kelopak mata dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar minyak dan mengganggu aliran minyak yang keluar, sehingga menyebabkan sumbatan pada kelenjar tersebut.
  • Peradangan kulit: Kondisi kulit seperti dermatitis atau rosacea dapat mempengaruhi kelenjar minyak pada kelopak mata dan menyebabkan peradangan atau pembengkakan, yang kemudian dapat menyebabkan sumbatan pada kelenjar minyak tersebut.
  • Kelainan pada kelenjar minyak: Beberapa kondisi seperti blepharitis atau meibomian gland dysfunction (MGD) dapat mempengaruhi kelenjar minyak pada kelopak mata dan menyebabkan sumbatan pada kelenjar tersebut.
  • Peradangan kelopak mata: Peradangan atau iritasi pada kelopak mata dapat mengganggu aliran minyak dan menyebabkan sumbatan pada kelenjar minyak.
  • Kelebihan produksi minyak pada kulit: Jika kulit pada kelopak mata terlalu berminyak, maka kelenjar minyak pada kelopak mata lebih mudah tersumbat dan menyebabkan terjadinya kalazion.
  • Kelainan sistemik: Beberapa kondisi sistemik seperti diabetes dapat mempengaruhi kelenjar minyak pada kelopak mata dan menyebabkan sumbatan pada kelenjar tersebut.

Apakah kalazion harus ke dokter?

Meskipun beberapa kasus kalazion dapat hilang dengan sendirinya, namun jika kalazion tidak hilang dalam beberapa minggu atau terus bertambah besar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata. 

Untuk mendiagnosis kalazion, dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada kelopak mata dan melihat tanda-tanda dan gejala yang muncul. Beberapa langkah yang biasanya dilakukan oleh dokter mata dalam mendiagnosis kalazion antara lain:
  • Pemeriksaan fisik kelopak mata: Dokter mata akan melakukan pemeriksaan fisik pada kelopak mata yang terkena kalazion menggunakan lup atau menggunakan instrumen khusus untuk memeriksa benjolan dan kelopak mata.
  • Anamnesis: Dokter mata akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan gejala yang dialami, seperti kapan benjolan mulai muncul, apakah benjolan terasa sakit atau tidak, dan apakah benjolan menyebabkan masalah penglihatan atau tidak.
  • Pemeriksaan tambahan: Dalam beberapa kasus, dokter mata mungkin perlu melakukan pemeriksaan tambahan seperti tes fungsi kelenjar minyak untuk memastikan diagnosis kalazion.
Dokter mata biasanya dapat dengan mudah mendiagnosis kalazion berdasarkan gejala dan tanda-tanda yang muncul.

Pengobatan kalazion: konvensional dan alternatif

Pengobatan kalazion dapat dilakukan melalui beberapa cara, baik pengobatan konvensional maupun alternatif.

Pengobatan konvensional

Dokter mata biasanya akan merekomendasikan pengobatan konvensional untuk mengobati kalazion yang ringan atau sedang. Beberapa pengobatan konvensional yang mungki disarankan dokter antara lain:
  • Kompres air hangat: Mengompres area kelopak mata yang terkena kalazion dengan air hangat selama 10-15 menit beberapa kali sehari dapat membantu membuka kelenjar minyak yang tersumbat dan membantu mengurangi pembengkakan.
  • Obat tetes atau salep mata: Dokter mata mungkin akan meresepkan obat tetes atau salep mata antibiotik untuk mengatasi peradangan dan mencegah infeksi.
  • Steroid: Jika kalazion tidak hilang dengan pengobatan konvensional, dokter mata mungkin akan meresepkan obat steroid untuk mengatasi peradangan dan membantu mengurangi ukuran benjolan.

Pengobatan alternatif

Selain pengobatan konvensional, ada beberapa pengobatan alternatif untuk mengobati kalazion. Namun, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter mata sebelum mencoba pengobatan alternatif. Beberapa pengobatan alternatif yang dapat dilakukan untuk kalazion antara lain:
  • Minyak bawang putih: Mengoleskan minyak bawang putih pada kalazion beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan peradangan.
  • Teh hijau: Mengompres area kelopak mata dengan kantung teh hijau yang sudah direndam di air dingin selama beberapa menit dapat membantu mengurangi pembengkakan.
Jika kalazion terus bertambah besar atau menyebabkan masalah penglihatan, dokter mata mungkin akan merekomendasikan tindakan medis seperti operasi pengangkatan kalazion.

Cara mencegah kalazion

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kalazion pada kelopak mata antara lain:
  • Menjaga kebersihan mata: Membersihkan mata secara teratur dapat membantu mencegah timbulnya infeksi dan meminimalkan risiko terjadinya kalazion. Bersihkan mata dengan cara mengelap lembut dari dalam ke luar dengan kapas atau tisu yang bersih.
  • Hindari menggosok mata: Menggosok mata dapat menyebabkan penyebaran bakteri dan virus, yang dapat menyebabkan infeksi dan memicu terjadinya kalazion. Hindari menggosok mata dengan tangan yang kotor atau tidak terlindungi.
  • Gunakan produk kosmetik yang bersih: Hindari berbagi produk kosmetik dan jangan menggunakan produk kosmetik yang sudah terkontaminasi. Gunakan produk kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit dan bersihkan produk kosmetik secara teratur.
  • Hindari stres berlebihan: Stres berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi, termasuk kalazion.

Mengatasi kalazion yang kambuh

Beberapa saran untuk mengatasi kalazion yang kambuh antara lain:
  • Kompres hangat: Kompres hangat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi peradangan pada area kelopak mata yang terkena kalazion. Lakukan kompres hangat dengan menggunakan lap yang dibasahi dengan air hangat atau handuk yang dicelupkan ke dalam air hangat. Tempelkan pada area yang terkena kalazion selama 10-15 menit beberapa kali sehari.
  • Salep antibiotik: Dokter mata dapat meresepkan salep antibiotik untuk membantu mengurangi peradangan dan mencegah infeksi pada area yang terkena kalazion. Oleskan salep antibiotik sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dokter mata.
  • Menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid: Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang terkait dengan kalazion yang kambuh kembali. Konsumsi obat NSAID sesuai dengan dosis yang direkomendasikan oleh dokter mata.
  • Operasi pengangkatan kalazion: Jika kalazion terus kambuh kembali meskipun telah dilakukan pengobatan lainnya, dokter mata mungkin merekomendasikan operasi pengangkatan kalazion. Prosedur ini dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pada area kelopak mata yang terkena kalazion dan mengeluarkan kista yang menyebabkan kalazion. Operasi ini dilakukan dengan anestesi lokal dan umumnya membutuhkan waktu pemulihan yang singkat.

Kalazion pada anak-anak: apakah berbahaya?

Kalazion pada anak-anak umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Namun, jika kalazion pada anak-anak terus berulang atau berukuran besar dan mengganggu penglihatan, sebaiknya segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Anak-anak yang sering mengalami infeksi mata, misalnya konjungtivitis atau blefaritis, lebih rentan terkena kalazion. Oleh karena itu, menjaga kebersihan mata dan lingkungan sekitar anak sangat penting untuk mencegah infeksi mata dan kalazion.

Jika anak mengalami gejala kalazion, seperti benjolan kecil pada kelopak mata yang tidak nyeri dan tidak mengganggu penglihatan, sebaiknya diamati terlebih dahulu. Lakukan kompres hangat pada area yang terkena selama 10-15 menit beberapa kali sehari untuk membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.

Namun, jika kalazion pada anak-anak terus bertambah besar atau berdampak pada penglihatan, segera bawa anak ke dokter mata untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Article Resources
  • American Academy of Ophthalmology. (2021). Chalazion (Meibomian Gland Lipogranuloma). https://www.aao.org/eye-health/diseases/chalazion-meibomian-gland-lipogranuloma
  • Mayo Clinic. (2020). Chalazion. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chalazion/symptoms-causes/syc-20354337
  • National Health Service. (2020). Chalazion. https://www.nhs.uk/conditions/chalazion/
  • American Optometric Association. (2021). Chalazion. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/chalazion?sso=y
  • Cleveland Clinic. (2021). Chalazion. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17492-chalazion.

07 April 2023

Memahami Campak: Gejala, Penularan, dan Pencegahan

Penyakit campak atau "measles" adalah infeksi virus yang mudah berjangkit dan biasanya terjadi dalam bentuk wabah. Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA dari famili Paramyxoviridae dan biasanya menyerang anak-anak. Kebanyakan orang dewasa sudah pernah menderita penyakit campak sehingga kurang berbahaya bagi mereka, karena penyakit campak jarang terjadi dua kali pada orang yang sama.

Bagaimana campak menyebar?

Penyebab utama campak adalah virus RNA dari famili Paramyxoviridae, yang disebut virus campak. Campak menyebar dengan sangat mudah melalui tetesan udara yang keluar dari hidung atau mulut seseorang yang terinfeksi. Tetesan ini dapat menyebar hingga enam kaki (1,8 meter) jauhnya dari orang yang terinfeksi ketika orang tersebut batuk atau bersin. Orang yang belum pernah terinfeksi atau belum divaksinasi kemudian dapat terinfeksi saat mereka menghirup tetesan udara yang mengandung virus campak.

Selain itu, virus campak juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan sekresi hidung atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi, seperti ketika seseorang berbagi gelas atau sendok dengan orang yang terinfeksi. Virus ini dapat bertahan di udara dan di permukaan benda yang terkontaminasi selama beberapa jam, sehingga orang dapat terinfeksi jika mereka menyentuh permukaan tersebut dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka.

Penting untuk diingat bahwa orang yang terinfeksi dapat menularkan virus campak sebelum munculnya gejala seperti ruam, sehingga sulit untuk menghindari penyebaran penyakit ini.

Ruam campak

Apa saja gejala campak?

Gejala campak dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah terinfeksi virus campak. Beberapa gejala umum yang terkait dengan campak meliputi:
  • Demam tinggi
  • Menggigil/kedinginan
  • Batuk dan hidung berair
  • Mata merah, berair, bengkak, dan sensitif terhadap cahaya
  • Pilek
  • Lemah
  • Ruam kemerahan di kulit yang muncul 3-5 hari setelah munculnya gejala lainnya.
Ruam campak biasanya dimulai di wajah dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, termasuk kaki dan tangan. Ruam tersebut terdiri dari bintik-bintik kecil yang bergabung membentuk bercak merah yang lebih besar. Selama beberapa hari, bercak ini dapat berubah menjadi bentuk bintik-bintik yang lebih kecil dan berwarna coklat.

Bila penyakit ini sudah memuncak, temperatur tubuh mungkin naik hingga 40° Celcius atau bahkan lebih, dan si anak akan merasakan sakit yang hebat. 

Selain itu, beberapa orang dengan campak dapat mengalami gejala lain seperti nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Pada kasus yang lebih parah, campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, encephalitis (radang otak), dan bahkan kematian pada sejumlah kecil pasien.

Siapa saja yang berisiko terkena campak?

Mencegah campak sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini yang sangat menular. Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penyebaran campak.

Langkah pertama dan yang paling efektif adalah dengan divaksinasi. Vaksin campak umumnya diberikan pada anak-anak dalam satu dosis pada usia 9-12 bulan, dan dosis kedua diberikan pada usia 18-24 bulan. Orang yang tidak divaksinasi dapat mendapatkan vaksinasi setiap saat. Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran campak.

Selain itu, hindari kontak dengan orang yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi virus campak harus dikarantina selama minimal 4 hari sejak munculnya ruam dan hindari kontak dengan orang lain selama masa itu.

Cara lain untuk mencegah penyebaran campak adalah dengan mencuci tangan secara teratur dengan air dan sabun selama minimal 20 detik, terutama setelah bersin atau batuk, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku untuk mencegah penyebaran tetesan virus ke udara.

Bagaimana mendiagnosis campak?

Diagnosis campak biasanya didasarkan pada gejala klinis, riwayat vaksinasi, serta riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi. Namun, dokter dapat melakukan beberapa tes untuk membantu memastikan diagnosis.

Salah satu tes yang sering dilakukan adalah tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap virus campak. Tes ini membantu dokter memastikan apakah seseorang telah terinfeksi virus campak atau tidak.

Selain itu, dokter dapat melakukan swab tenggorokan atau tes urine untuk mendeteksi virus campak. Namun, tes ini jarang dilakukan karena diagnosis campak yang didasarkan pada gejala klinis biasanya sudah cukup untuk mengonfirmasi keberadaan penyakit.

Dalam beberapa kasus, jika diagnosis tidak pasti atau jika terjadi komplikasi yang serius, dokter dapat merujuk pasien ke ahli penyakit menular atau spesialis lainnya untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Pengobatan campak

Saat ini belum ada obat atau pengobatan khusus untuk campak. Fokus pengobatan campak adalah untuk membantu mengurangi gejala dan mempercepat proses pemulihan.

Tindakan medis yang dilakukan biasanya bersifat suportif, yaitu membantu mengatasi gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan meliputi:
  • Pemberian cairan dan elektrolit: Jika terjadi dehidrasi akibat demam tinggi atau diare, maka pasien akan diberikan cairan dan elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
  • Pengobatan untuk mengurangi demam: Obat seperti parasetamol dapat membantu mengurangi demam dan rasa tidak nyaman akibat suhu tubuh yang tinggi.
  • Pengobatan untuk mengatasi komplikasi: Jika terjadi infeksi tambahan atau komplikasi lainnya, maka dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai untuk mengatasinya.
  • Isolasi: Pasien dengan campak harus diisolasi selama minimal 4 hari setelah munculnya ruam untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.

Selain tindakan medis, ada beberapa cara yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Misalnya, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan minum banyak air putih, dan lindungi matanya dari cahaya terang. Selain itu, jika kulit penderita amat terasa gatal, beri bedak anti gatal misalnya yang mengandung calamine lotion beberapa kali sehari. Kulit harus selalu dalam keadaan bersih.

Tetes hidung juga bisa berguna untuk membersihkan hidung dan membuka saluran napas. Ini juga untuk membantu melindungi telinga dari infeksi, dan mencegah komplikasi-komplikasi lain pada kerongkongan.

Apa saja komplikasi campak yang mungkin terjadi?

Campak dapat menyebabkan komplikasi serius pada beberapa kasus. Komplikasi paling umum termasuk infeksi telinga, pneumonia, dan diare, tetapi ada beberapa komplikasi lain yang lebih serius yang dapat terjadi, terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau orang yang tidak menerima perawatan medis yang memadai.

Berikut ini beberapa komplikasi campak yang mungkin terjadi:
  • Pneumonia: Infeksi paru-paru merupakan komplikasi yang paling umum terjadi pada orang yang terkena campak. Pneumonia dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan demam.
  • Radang otak (encephalitis): Radang otak adalah komplikasi yang sangat serius yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Gejalanya termasuk sakit kepala, kejang, kebingungan, dan penurunan kesadaran.
  • Kehilangan penglihatan: Campak dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata dan bahkan kehilangan penglihatan.
  • Kehilangan pendengaran: Infeksi telinga yang berhubungan dengan campak dapat menyebabkan kerusakan permanen pada telinga dan kehilangan pendengaran.
  • Komplikasi kardiovaskular: Campak dapat menyebabkan masalah kardiovaskular, seperti peradangan jantung atau peradangan otot jantung.
  • Komplikasi kehamilan: Jika seorang wanita hamil terinfeksi campak, ia dapat mengalami keguguran atau bayi lahir prematur.
Penting untuk diingat bahwa komplikasi campak dapat dicegah dengan vaksinasi dan perawatan medis yang tepat.

Article Resources
  • Centers for Disease Control and Prevention. (Diakses 7 April 2023). Measles. https://www.cdc.gov/measles/index.html
  • World Health Organization. (Diakses 7 April 2023). Measles. https://www.who.int/health-topics/measles#tab=tab_1
  • Mayo Clinic. (Diakses 7 April 2023). Measles. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
  • National Health Service UK. (Diakses 7 April 2023). Measles. https://www.nhs.uk/conditions/measles/
  • Vaccines.gov. (Diakses 7 April 2023). Measles. https://www.vaccines.gov/diseases/measles

06 April 2023

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Tiroiditis

Tiroiditis adalah kondisi peradangan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang menghasilkan hormon tiroid yang diperlukan untuk mengatur metabolisme tubuh, fungsi organ dan sistem saraf. Pada tiroiditis, peradangan kelenjar tiroid dapat mengganggu produksi hormon tiroid dan memengaruhi fungsi tubuh.

Tiroid

Penyebab tiroiditis

Tiroiditis dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda, seperti:
  • Autoimun: Tiroiditis autoimun adalah penyebab paling umum dari kondisi ini, dan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan peradangan. Penyebab pasti dari tiroiditis autoimun belum diketahui, tetapi faktor genetik dan lingkungan diketahui memainkan peran dalam pengembangan penyakit ini.
  • Infeksi virus: Tiroiditis juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus flu atau virus Epstein-Barr. Virus-virus ini dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid dan mengganggu produksi hormon tiroid.
  • Paparan radiasi: Paparan radiasi ke leher, misalnya pada saat pengobatan kanker, juga dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid dan menyebabkan tiroiditis.
  • Obat-obatan: Beberapa obat-obatan tertentu, seperti amiodarone, lithium, dan interferon, dapat menyebabkan tiroiditis sebagai efek samping.
Kombinasi dari beberapa faktor di atas juga dapat memicu tiroiditis. Penting untuk memahami penyebab tiroiditis karena dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan kondisi ini.

Faktor risiko tiroiditis

Selain penyebab, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami tiroiditis, di antaranya adalah:
  • Jenis kelamin: Wanita lebih mungkin mengalami tiroiditis daripada pria.
  • Usia: Risiko terjadinya tiroiditis meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Riwayat keluarga: Seseorang dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit autoimun, seperti tiroiditis autoimun atau diabetes tipe 1, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan tiroiditis.
  • Kehamilan: Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami tiroiditis, terutama pada trimester pertama. Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid dan menyebabkan tiroiditis.
Mengetahui faktor risiko ini penting karena dapat membantu dalam mencegah terjadinya tiroiditis dan memonitor kondisi kesehatan seseorang.

Gejala tiroiditis

Gejala tiroiditis dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Beberapa gejala yang umum terkait dengan tiroiditis adalah:
  • Pembesaran kelenjar tiroid: Kelenjar tiroid biasanya akan terlihat lebih besar dari biasanya atau teraba lebih besar di leher.
  • Kelelahan: Merasa lelah atau lesu sepanjang waktu tanpa alasan yang jelas.
  • Kesulitan menelan: Nyeri saat menelan makanan atau minuman.
  • Nyeri leher: Rasa sakit atau ketidaknyamanan di leher, kadang-kadang menjalar ke daerah telinga.
  • Perubahan berat badan: Berat badan dapat naik atau turun tanpa perubahan pada pola makan.
  • Gangguan tidur: Kesulitan tidur atau mengalami kelelahan setelah tidur.
  • Kulit kering: Kulit terasa kering dan kasar.
  • Kebotakan: Rambut rontok atau kebotakan pada bagian kepala.
  • Mood swings: Perubahan suasana hati, seperti merasa sedih, cemas, atau mudah marah.
  • Gangguan menstruasi: Siklus menstruasi tidak teratur atau berat.
Terkadang gejala tiroiditis dapat menyerupai gejala kondisi kesehatan lainnya, sehingga penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter.

Jenis tiroiditis

Ada beberapa jenis tiroiditis, dan setiap jenis memiliki gejala, penyebab, dan pengobatan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis tiroiditis yang umum terjadi:
  • Tiroiditis autoimun: Merupakan jenis tiroiditis yang paling umum. Penyebabnya adalah sistem kekebalan tubuh yang menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan peradangan. Gejalanya dapat bervariasi, dan termasuk kelelahan, penurunan berat badan, dan pembesaran kelenjar tiroid. Pengobatannya melibatkan penggunaan hormon tiroid sintetis untuk menggantikan hormon yang hilang karena peradangan.
  • Tiroiditis subakut: Merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid mengalami peradangan akut setelah infeksi virus atau bakteri. Gejala yang umum meliputi nyeri leher, kelelahan, dan demam. Pengobatannya melibatkan penggunaan obat antiinflamasi dan terapi hormon.
  • Tiroiditis pospartum: Merupakan kondisi di mana peradangan terjadi pada kelenjar tiroid setelah melahirkan. Gejalanya termasuk kelelahan, penurunan berat badan, dan depresi. Pengobatannya melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan peradangan dan terapi hormon jika diperlukan.
  • Tiroiditis radang: Merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid mengalami peradangan kronis. Gejalanya termasuk pembesaran kelenjar tiroid, kelelahan, dan penurunan berat badan. Pengobatannya melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan peradangan dan terapi hormon jika diperlukan.
  • Tiroiditis pasca-radiasi: Merupakan kondisi di mana peradangan terjadi pada kelenjar tiroid setelah terpapar radiasi pada leher atau dada. Gejalanya termasuk pembesaran kelenjar tiroid, kelelahan, dan kesulitan menelan. Pengobatannya melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan peradangan dan terapi hormon jika diperlukan.
Penting untuk memahami jenis tiroiditis yang terjadi karena dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan kondisi ini.

Diagnosis tiroiditis

Diagnosis tiroiditis melibatkan beberapa langkah, termasuk:
  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa leher pasien untuk mencari tanda-tanda pembesaran kelenjar tiroid atau peradangan.
  • Tes darah: Tes darah untuk mengukur kadar hormon tiroid dan antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh. Kadar hormon tiroid yang rendah atau kadar antibodi yang tinggi dapat menunjukkan adanya tiroiditis.
  • Biopsi jarum halus: Jika ada benjolan di kelenjar tiroid, dokter mungkin akan melakukan biopsi jarum halus. Ini melibatkan mengambil sampel kecil jaringan kelenjar tiroid dengan menggunakan jarum halus dan diperiksan menggunakan mikroskop.
  • Tes pencitraan: Dokter mungkin akan memeriksa kelenjar tiroid dengan menggunakan sinar-X, ultrasonografi, atau scan radioaktif untuk melihat apakah ada pembesaran atau peradangan pada tiroid.
Setelah mendapatkan diagnosis, dokter akan menentukan jenis tiroiditis yang pasien alami dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Pengobatan tiroiditis

Pengobatan tiroiditis tergantung pada jenis dan penyebabnya. Beberapa opsi pengobatan yang umum termasuk:
  • Pengobatan simptomatik: Dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu mengatasi gejala, seperti nyeri atau kelelahan.
  • Hormon pengganti: Jika kadar hormon tiroid rendah, dokter mungkin meresepkan hormon tiroid sintetis untuk membantu menggantikan hormon yang hilang.
  • Pengobatan antiinflamasi: Untuk tiroiditis Hashimoto (jenis tiroid autoimun) atau tiroiditis subakut granulomatosa, dokter mungkin meresepkan kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan.
  • Pengobatan imunosupresif: Jika tiroiditis autoimun, seperti Graves 'disease, dokter mungkin meresepkan obat imunosupresif untuk membantu menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi produksi antibodi.
  • Operasi: Jika kelenjar tiroid membesar dan menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan, atau jika ada risiko kanker tiroid, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk mengangkat kelenjar tiroid.
Pengobatan tiroiditis dapat memakan waktu dan membutuhkan beberapa kali kunjungan ulang untuk memastikan pengobatan berjalan dengan baik.

Pencegahan tiroiditis

Sayangnya, tidak ada cara pasti untuk mencegah tiroiditis, terutama yang disebabkan oleh faktor genetik atau autoimun. Namun, ada beberapa tindakan yang dapat membantu mengurangi risiko terkena tiroiditis atau memperbaiki kesehatan tiroid, yaitu:
  • Menghindari paparan bahan kimia berbahaya: Paparan bahan kimia seperti pestisida, zat kimia berbahaya di tempat kerja, dan polutan lingkungan dapat merusak kesehatan tiroid. Hindari paparan bahan kimia berbahaya sebisa mungkin.
  • Menjaga kesehatan umum: Kesehatan umum yang baik dapat membantu mencegah kondisi yang dapat mempengaruhi tiroid, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Mengonsumsi makanan sehat: Makanan sehat yang kaya akan nutrisi dapat membantu menjaga kesehatan tiroid. Konsumsi makanan yang mengandung yodium dan selenium, seperti makanan laut, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
  • Menjaga keseimbangan hormon: Keseimbangan hormon penting untuk menjaga kesehatan tiroid. Mengelola stres, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.
  • Pemeriksaan kesehatan tiroid rutin: Periksa kesehatan tiroid secara teratur dan ikuti rekomendasi dokter untuk pengobatan jika ada masalah tiroid yang terdeteksi.
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah tiroiditis, tindakan pencegahan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan tiroid dan mengurangi risiko terkena kondisi yang mempengaruhi kesehatan tiroid.

Komplikasi tiroiditis

Tiroiditis yang tidak diobati atau dikontrol dapat menyebabkan beberapa komplikasi, tergantung pada jenis dan keparahan kondisinya. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:
  • Hipotiroidisme: Jika peradangan menyebabkan kerusakan pada kelenjar tiroid, dapat terjadi penurunan produksi hormon tiroid dan menyebabkan hipotiroidisme. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, penambahan berat badan, rambut rontok, kulit kering, dan masalah kesehatan lainnya.
  • Kehamilan berisiko: Jika tiroiditis terjadi selama kehamilan, dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, preeklampsia, dan masalah kesehatan lain pada bayi.
  • Tirotoksikosis: Pada beberapa jenis tiroiditis, seperti tiroiditis Hashimoto dan Graves 'disease, sistem kekebalan tubuh dapat memproduksi antibodi yang merusak kelenjar tiroid. Hal ini dapat menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan atau tirotoksikosis, yang dapat menyebabkan berbagai gejala seperti detak jantung yang cepat, kecemasan, kelelahan, penurunan berat badan, dan gangguan tidur.
  • Kanker tiroid: Pada beberapa kasus tiroiditis, seperti tiroiditis Hashimoto, risiko kanker tiroid meningkat. Kanker tiroid dapat menyebabkan pembengkakan pada leher dan gejala lainnya, dan memerlukan pengobatan segera.
  • Peningkatan risiko infeksi: Peradangan kronis pada kelenjar tiroid dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya.
Untuk mencegah komplikasi, sangat penting untuk mengobati tiroiditis dengan tepat dan mengikuti instruksi dokter.

Kesimpulan

Tiroiditis adalah kondisi medis yang terjadi ketika kelenjar tiroid mengalami peradangan. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kondisi ini meliputi masalah autoimun, infeksi virus atau bakteri, atau efek samping dari obat-obatan tertentu. Gejala tiroiditis dapat bervariasi dari ringan hingga parah, termasuk lelah, demam, pembengkakan leher, dan gangguan tidur. Diagnosa dilakukan melalui tes darah dan pemeriksaan fisik, sedangkan pengobatan tergantung pada jenis tiroiditis dan keparahannya. Komplikasi tiroiditis termasuk hipotiroidisme, tirotoksikosis, risiko kehamilan yang sulit, kanker tiroid, dan peningkatan risiko infeksi. Oleh karena itu, pengobatan segera dan perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mengontrol kondisi ini.

Article Resources
  • American Thyroid Association. (2022). Thyroiditis. Diakses pada 6 April 2023 dari https://www.thyroid.org/thyroiditis/
  • Cleveland Clinic. (2022). Thyroiditis. Diakses pada 6 April 2023 dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15455-thyroiditis
  • National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2021). Hashimoto's disease. Diakses pada 6 April 2023 dari https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/hashimotos-disease
  • Mayo Clinic. (2022). Thyroiditis. Diakses pada 6 April 2023 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hashimotos-disease/symptoms-causes/syc-20351855

30 Maret 2023

Penyebab, Dampak, dan Pengobatan Kesetrum

Peralatan listrik

Kesetrum adalah kondisi ketika tubuh terkena arus listrik yang kuat dan berbahaya. Arus listrik dapat mengalir melalui tubuh manusia melalui kontak dengan sumber listrik yang bocor atau tidak terisolasi dengan baik. Ini dapat terjadi di tempat kerja, rumah tangga, atau di tempat lain di mana peralatan listrik digunakan.

Ketika tubuh manusia terkena arus listrik, arus tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan dan organ dalam tubuh, dan pada tingkat yang lebih ekstrem, dapat menyebabkan kematian.

Apa yang bisa menyebabkan kesetrum?

Kesetrum dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab umum dari kesetrum adalah:
  • Kontak langsung dengan kabel listrik terbuka atau peralatan listrik yang tidak terisolasi dengan baik.
  • Memegang peralatan listrik dengan tangan yang basah, dalam keadaan lembab atau saat berdiri di air.
  • Memasang atau memperbaiki peralatan listrik tanpa pengetahuan yang cukup tentang keselamatan listrik.
  • Tidak mematikan aliran listrik sebelum memasang atau memperbaiki peralatan listrik.
  • Menyentuh permukaan logam yang terhubung dengan sumber listrik yang bocor.
  • Kondisi cuaca yang ekstrem, seperti petir atau badai yang menyebabkan kabel listrik terjatuh atau terputus.
Selain itu, kondisi banjir juga dapat menyebabkan kabel dan stop kontak listrik terendam air sehingga dapat menyebabkan kejadian kesetrum pada manusia.

Apa yang terjadi pada tubuh ketika kesetrum?

Kesetrum dapat menyebabkan berbagai dampak pada tubuh manusia, mulai dari efek jangka pendek hingga efek jangka panjang yang lebih serius. Beberapa dampak kesetrum pada manusia antara lain:
  • Luka bakar: Kesetrum dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan jaringan lunak di bawahnya, terutama pada bagian tubuh yang terkena arus listrik secara langsung.
  • Kerusakan jaringan dan organ dalam tubuh: Arus listrik yang kuat dapat merusak jaringan dan organ dalam tubuh manusia, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan otak. Kerusakan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang dan bahkan kematian.
  • Mati rasa dan kelemahan otot: Kesetrum dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan otot pada tubuh manusia, terutama pada bagian tubuh yang terkena arus listrik secara langsung.
  • Masalah jantung dan pernapasan: Arus listrik yang kuat dapat mengganggu fungsi jantung dan pernapasan, bahkan menyebabkan serangan jantung atau masalah pernapasan yang serius.
  • Gangguan saraf dan otak: Kesetrum dapat menyebabkan gangguan saraf dan otak, seperti kejang atau kerusakan otak yang serius.
  • Trauma psikologis: Kesetrum dapat menyebabkan trauma psikologis pada korban, seperti rasa takut atau cemas yang berkepanjangan.
  • Kematian: Kesetrum yang parah dapat menyebabkan kematian, terutama jika arus listrik yang kuat mengganggu fungsi jantung atau pernapasan.
Penting untuk diingat bahwa dampak kesetrum pada tubuh manusia dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti seberapa besar arus listrik yang terjadi, durasi paparan, area tubuh yang terkena, kondisi kesehatan korban, dan seberapa cepat perawatan medis diberikan.

Apa yang harus dilakukan jika ada kejadian kesetrum?

Langkah-langkah yang harus dilakukan ketika Anda menemukan kasus kesetrum adalah sebagai berikut:
  • Jangan panik: Jangan panik dan jangan pernah mencoba untuk meraih atau menarik sumber arus listrik yang menyetrum korban karena hal tersebut dapat memperparah kondisi korban sekaligus membahayakan Anda sendiri.
  • Matikan sumber listrik: Putuskan sumber listrik secepat mungkin dengan mematikan saklar atau mencabut steker dari soket. Ini akan menghentikan aliran listrik yang mengalir melalui tubuh korban.
  • Periksa kondisi korban: Jika korban sadar dan terlihat stabil, periksa apakah ada luka bakar atau cedera lain. Beri perhatian khusus pada jantung dan pernapasan. Jika korban tidak bernapas, mulai memberikan resusitasi jantung paru (CPR) segera.
  • Panggil bantuan medis: Jika korban tidak sadarkan diri atau terlihat terluka bakar parah, segera panggil layanan medis atau ambulans.
Setelah kejadian kesetrum, korban harus diperiksa oleh dokter. Ini penting bahkan jika korban merasa baik-baik saja, karena cedera yang disebabkan oleh listrik tidak selalu terlihat dari luar.

Diagnosis kesetrum

Diagnosis kesetrum dapat dilakukan oleh dokter melalui pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien. Berikut adalah beberapa langkah dalam proses diagnosis kesetrum:
  • Riwayat medis: Dokter akan bertanya tentang kejadian kesetrum, seperti waktu kejadian, durasi kontak dengan aliran listrik, sumber listrik yang menyebabkan kesetrum, dan gejala yang dialami pasien setelah kejadian tersebut.
  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda kesetrum, seperti luka bakar, luka di tempat kontak, denyut nadi dan tekanan darah, serta tanda-tanda lain yang terkait dengan cedera listrik. Dokter juga akan memeriksa jantung, paru-paru, dan sistem saraf untuk menentukan apakah ada cedera lebih lanjut.
  • Tes darah dan urin: Dokter mungkin juga melakukan tes darah dan urin untuk mencari tanda-tanda kerusakan organ, terutama ginjal, hati dan otot.
  • Tes elektrokardiogram (EKG): Tes EKG dilakukan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung. Hal ini diperlukan karena listrik yang mengalir melalui tubuh dapat mempengaruhi irama jantung dan menyebabkan kerusakan pada organ ini.
  • Tes neurologis: Dokter mungkin juga melakukan tes neurologis untuk memeriksa kemampuan pasien dalam bergerak dan merasakan sensasi.
  • Tes pencitraan: Tes pencitraan seperti x-ray atau MRI mungkin dilakukan untuk mencari kerusakan tulang atau jaringan dalam tubuh.
Dokter akan mengevaluasi hasil dari pemeriksaan dan tes ini untuk membuat diagnosis dan menentukan tindakan yang tepat dalam mengatasi kesetrum. Diagnosis yang tepat dan pengobatan yang diberikan dengan cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius akibat kesetrum.

Pengobatan kesetrum

Pengobatan untuk kesetrum tergantung pada tingkat keparahan cedera yang diakibatkan oleh kesetrum. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan medis yang mungkin diberikan untuk mengatasi cedera akibat kesetrum:
  • Obat nyeri: Obat-obatan seperti analgesik atau obat pereda nyeri dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi akibat kesetrum.
  • Antidepresan: Jika korban mengalami nyeri neuropatik atau depresi akibat kesetrum, dokter mungkin akan meresepkan antidepresan untuk membantu meredakan rasa sakit dan mengatasi gejala depresi.
  • Obat antiaritmia: Jika korban mengalami masalah irama jantung akibat kesetrum, dokter mungkin akan meresepkan obat antiaritmia untuk membantu mengatur irama jantung dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
  • Pengobatan untuk kerusakan organ: Jika korban mengalami kerusakan organ seperti ginjal atau hati, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Pembedahan: Pembedahan mungkin diperlukan dalam kasus yang parah, seperti cedera serius pada tulang atau organ dalam.
  • Terapi fisik: Terapi fisik mungkin diperlukan untuk membantu korban memulihkan kekuatan dan mobilitasnya setelah mengalami kesetrum yang parah.
Setiap kasus kesetrum harus dievaluasi oleh dokter dan diberikan pengobatan yang sesuai. Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami kesetrum, terutama jika terjadi luka bakar atau jika gejala yang dialami korban semakin memburuk.

Apa saja langkah untuk mencegah kesetrum?

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah kesetrum:
  • Berhati-hati dengan aliran listrik: Pastikan untuk selalu berhati-hati dengan aliran listrik. Jangan menyentuh kabel listrik atau alat listrik yang meragukan tanpa alat pelindung yang tepat.
  • Matikan listrik saat mengerjakan pekerjaan listrik: Pastikan untuk mematikan sumber listrik sebelum melakukan pekerjaan listrik atau perbaikan. Jangan mencoba melakukan pekerjaan listrik jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup.
  • Gunakan perlengkapan pelindung yang tepat: Gunakan alat pelindung seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan sepatu pelindung saat melakukan pekerjaan yang melibatkan listrik.
  • Periksa kondisi alat listrik: Pastikan bahwa alat listrik yang digunakan dalam kondisi yang baik dan tidak rusak atau konsleting. Jangan menggunakan alat listrik yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik.
  • Periksa instalasi listrik secara berkala: Pastikan instalasi listrik di rumah atau tempat kerja diperiksa secara berkala oleh ahli listrik untuk memastikan bahwa semua kabel, saklar, dan stop kontak berfungsi dengan baik dan tidak ada masalah yang dapat menyebabkan kesetrum.
  • Berhati-hati dengan air: Hindari menggunakan alat listrik dekat dengan air atau di tempat yang lembab, karena ini dapat meningkatkan risiko kesetrum.
  • Berhati-hati dengan anak-anak: Pastikan anak-anak di bawah pengawasan saat menggunakan alat listrik atau berada di dekat kabel listrik.
Mengambil tindakan pencegahan yang tepat dapat membantu mencegah kesetrum dan mengurangi risiko cedera serius atau kematian akibat listrik.

Article Resources
  • Mayo Clinic. (2021). Electric shock
  • National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2021). Electrical and Lightning Injuries.
  • Healthline. (2021). Electrical Shock: Symptoms, Treatments, and Complications. 
  • MedlinePlus. (2021). Electrical Injury.

19 Februari 2020

Tuberkulosis (TB) Anak : Gejala dan Pengobatan

TB anak anak

Tuberkulosis (TB) adalah infeksi melalui udara yang mempengaruhi paru-paru. Gejala TB meliputi batuk, kesulitan bernapas, dan demam. TB diobati dengan obat khusus yang diminum selama beberapa bulan.

Apa itu TB?
Tuberkulosis (TB) adalah infeksi melalui udara (airborne infection) yang menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi organ lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis).

Ada tiga tahapan  TB:
  • Paparan. Ini tahap dimana seorang anak telah melakukan kontak dengan orang yang menderita TB. Ketika menjalani tes TB, semua hasilnya masih terlihat normal.
  • Infeksi TB laten. Pasien yang mengalami infeksi TB laten memiliki bakteri TB dalam tubuhnya, tetapi bakteri tersebut tidak aktif dan tidak dapat menular ke orang lain. Pasien-pasien ini tidak memiliki gejala TB, tetapi mereka harus minum obat agar tidak terkena penyakit TB.
  • Penyakit TB. Pasien yang memiliki penyakit TB dan memiliki bakteri aktif, memiliki gejala TB, dan dapat menularkan penyakit kepada orang lain. Pasien-pasien ini harus minum obat untuk mengobati penyakitnya.
Infeksi TB laten kurang serius dibandingkan penyakit TB. Jika penyakit TB tidak diobati, maka dapat menyebabkan kecacatan serius dan / atau bahkan kematian. Banyak anak yang terinfeksi M. tuberculosis yang tidak pernah menjadi TB aktif dan tetap dalam tahap TB laten.

Anak-anak mana yang berisiko tinggi terkena TB?
Anak-anak yang berisiko tinggi untuk terkena TB adalah mereka yang:
  • Tinggal serumah dengan orang dewasa yang memiliki TB aktif
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mengidap HIV, atau sedang menjalani  terapi kortikosteroid atau kemoterapi
  • Tinggal di tempat penampungan
  • Tinggal serumah seseorang yang pernah dipenjara atau tunawisma
  • Lahir di negara dengan angka kejadian TB yang tinggi
  • Tinggal di daerah yang tidak memiliki layanan kesehatan yang layak.

Bagaimana TB menular ke anak-anak?
Sebagian besar anak-anak tertular penyakit TB dari orang dewasa yang memiliki penyakit TB aktif. Bakteri TB menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi TB batuk, bersin, atau berbicara. Jika seorang anak berada di dekatnya, ia mungkin terpapar bakteri TB tersebut.

Anak-anak lebih kecil kemungkinannya daripada orang dewasa untuk menyebarkan bakteri TB kepada orang lain karena bentuk penyakit TB yang ditemukan pada anak-anak kurang menular. Anak-anak di bawah 10 tahun kurang menulari karena batuk mereka cenderung tidak efektif dan sekresi lendir mereka hanya mengandung sedikit bakteri.

Bayi, anak kecil, dan anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah yang paling berisiko mengembangkan bentuk penyakit TB yang paling parah, seperti TB meningitis atau penyakit TB diseminata.

Apa saja gejala penyakit TBC pada anak-anak?
Gejala-gejala penyakit TBC pada anak-anak meliputi:
  • Batuk
  • Napas sulit (berat, cepat)
  • Kehilangan selera makan
  • Batuk selama 3 minggu atau lebih (dan mungkin batuk darah)
  • Nyeri dada
  • Pembengkakan kelenjar
  • Lemah dan kurang aktif
  • Penurunan berat badan dan / atau pertumbuhan yang buruk
  • Demam dan / atau keringat malam
  • Iritabilitas.
Anak-anak mungkin menderita penyakit TBC tanpa gejala. Ketika bakteri sudah mencapai paru-paru, sistem kekebalan tubuh menyerang bakteri dan menjaga agar infeksi tidak menyebar.

Bagaimana cara mendiagnosis TB?
Penyakit TB terjadi ketika seorang anak memiliki tanda dan gejala infeksi aktif. Anak-anak yang berisiko tertular TB harus mendapatkan tes TB. Ada dua tes TB untuk infeksi TB: tes kulit dan tes darah.
  • Tes kulit TB. Disebut juga dengan tes Mantoux, bahan uji TB disuntikkan dengan jarum kecil di bawah kulit pada lengan bawah. Dua atau tiga hari kemudian petugas akan memeriksa reaksi kulit terhadap tes tersebut. Jika anak mengalami TB, kulit anak di tempat suntikan akan membengkak dan memerah.
  • Tes darah TB, dilakukan untuk mengukur bagaimana sistem kekebalan seseorang bereaksi terhadap bakteri penyebab TB. Tes darah yang disebut tes pelepasan interferon-gamma (IGRA) juga dapat dilakukan.
Untuk menguji penyakit TB, rontgen dada, dan sampel dahak mungkin juga diperlukan. Diagnosis TB pada anak agak sulit, karena anak-anak cenderung tidak memiliki gejala TB. Juga, sampel dahak sulit didapatkan dari anak-anak.

Bagaimana pengobatan tuberkulosis (TB) pada anak-anak?
Jika seorang anak diduga menderita TB, maka ia harus dirawat oleh ahli TB anak. Anak-anak yang dirawat karena infeksi TB laten atau penyakit TB harus menuntaskan minum obat sesuai petunjuk.
  • Pengobatan infeksi TB laten. Infeksi TB laten pada anak-anak harus dirawat untuk mencegah perkembangan penyakit TB. Isoniazid (Hyzyd®) adalah obat yang menjaga agar infeksi tidak aktif. Isoniazid diminum sehari sekali setiap hari selama setidaknya 6-12 bulan.
  • Pengobatan penyakit TB. Pengobatan untuk penyakit TB membutuhkan 3 hingga 4 jenis obat. Pasien akan minum obat ini selama 6 hingga 12 bulan. Obat harus diminum hingga tuntas, atau pasien bisa kambuh lagi dan menjadi resisten. Pasien TB yang resisten terhadap obat lebih sulit diobati. Pengobatannya dapat berlangsung 18 hingga 24 bulan.
Anak-anak biasanya mulai membaik di beberapa minggu pengobatan awal. Setelah 2 minggu dirawat dengan obat, anak biasanya tidak lagi menular. Pengobatan TB harus dituntaskan sesuai petunjuk dokter.

Bisakah TB dicegah?
Langkah-langkah mencegah TB:
  • menghindari kontak dengan orang yang memiliki penyakit TB aktif
  • menggunakan obat-obatan pencegahan untuk mereka yang berisiko tinggi
  • menggunakan handuk, peralatan makan, dan peralatan pribadi terpisah dari penderita TB aktif
  • menjaga pola hidup sehat.
Demi mencegah penyebaran bakteri TB dan infeksi lainnya, dorong seluruh anggota keluarga untuk selalu mencuci tangan dengan baik, dan apabila mereka bersin atau batuk, gunakan tisu atau siku mereka, bukan telapak tangan.

Article Resources

17 Februari 2020

Penyebab Nyeri Dada Saat Bangun Tidur

Nyeri dada bangun tidur

Gambaran umum
Bangun tidur dengan disertai nyeri dada bukanlah hal yang menyenangkan. Nyeri dada bisa saja disebabkan oleh masalah ringan, seperti stres atau gangguan pencernaan. Tapi nyeri dada juga mungkin disebabkan oleh masalah yang lebih serius, seperti serangan jantung atau emboli paru.

Nyeri dada harus selalu diwaspadai
Jika nyeri dada terjadi lebih dari beberapa menit, tindakan terbaik yang harus dilakukan (menurut Mayo Clinic) adalah mendapatkan pertolongan gawat darurat. Jangan mencoba-coba mengobati diri sendiri. Pepatah "Lebih baik ambil aman daripada menyesal di kemudian hari" cocok untuk kondisi ini.

Penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan jantung
  • Serangan jantung. Ketika arteri yang memasok oksigen ke otot jantung tersumbat, Anda akan mengalami serangan jantung. Penyumbatan ini sering terjadi akibat gumpalan darah.
  • Angina. Angina adalah nyeri dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung. Ini sering disebabkan oleh penumpukan plak di arteri yang membawa darah ke jantung.
  • Perikarditis. Perikarditis adalah peradangan pada kantung yang membungkus jantung. Biasanya rasa nyeri akan bertambah parah ketika menarik napas atau berbaring.
  • Miokarditis. Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung (miokardium). Kondisi ini dapat menyebabkan irama jantung menjadi cepat atau tidak normal yang disebut dengan aritmia.
  • Robek atau diseksi aorta. Diseksi aorta adalah kondisi serius berupa robeknya lapisan dalam pembuluh darah aorta. Darah kemudian mengalir melalui robekan tersebut sehingga menyebabkan lapisan dalam dan tengah aorta mengalami pemisahan.

Penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan pencernaan
  • Heartburn. Merupakan gejala dari refluks asam atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Heartburn disebabkan oleh asam lambung yang bergerak naik kembali ke dalam esofagus (saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung). Kejadian ini akan mengiritasi lapisan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada Anda.
  • Disfagia. Istilah medis untuk jenis gangguan menelan, disfagia biasanya mempengaruhi bagian atas tenggorokan atau lebih jauh ke kerongkongan, penderitanya akan mengalami kesulitan atau sakit pada saat menelan.
  • Pankreatitis. Ketika pankreas - sebuah kelenjar besar yang terletak di belakang lambung - mengalami peradangan, itu dapat menyebabkan sakit perut bagian atas yang dapat menjalar ke dada.
  • Batu empedu. Batu empedu dan radang kandung empedu dapat menyebabkan sakit perut yang meluas hingga area dada.

Penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan pernapasan
  • Emboli paru. Emboli paru merupakan kondisi dimana gumpalan darah masuk ke dalam arteri di salah satu paru-paru dan menghalangi aliran darah ke jaringan paru-paru. Kondisi ini biasanya menyebabkan sesak dan nyeri dada mirip serangan jantung.
  • Pleuritis. Pleuritis adalah peradangan pada pleura - selaput yang mengelilingi paru-paru dan melapisi dinding bagian dalam rongga dada. Kondisi ini  dapat menyebabkan nyeri dada yang memburuk pada saat batuk atau menarik napas.
  • Hipertensi paru. Tekanan darah tinggi disebut hipertensi. Tekanan darah tinggi di arteri paru - pembuluh darah yang membawa darah ke paru-paru - disebut hipertensi paru. Kondisi ini dapat menyebabkan perasaan kencang di dada yang disertai detak jantung yang cepat.
  • Kanker paru-paru. Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel abnormal (ganas) di paru-paru yang mengganggu fungsi normal paru-paru. Kanker paru-paru umumnya menyebabkan nyeri dada yang memburuk ketika batuk menarik napas dalam.
  • Kolaps paru. Juga disebut pneumotoraks, paru-paru yang kolaps terjadi ketika udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada sehingga paru-paru tidak mengembang saat Anda bernapas.

Penyebab lain nyeri dada
  • Kostokondritis. Kostokondritis adalah peradangan pada tulang rawan tulang rusuk. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang mirip dengan serangan jantung, terutama ketika peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada.
  • Serangan panik. Seseorang bisa disebut mengalami serangan panik jika mengalami nyeri dada yang disertai dengan detak jantung yang cepat, pernapasan cepat, dan berkeringat banyak. Gejala serangan panik lainnya adalah pusing, mual, dan perasaan takut yang intens.
  • Cedera. Cedera seperti tegang otot atau tulang rusuk yang patah dapat menyebabkan nyeri dada. Saat Anda tidur, gerakan seperti menggeliat atau memutar tubuh bagian atas dapat meningkatkan ketidaknyamanan, yang menyebabkan Anda bangun tidur dengan nyeri dada.

Poin penting
Jika Anda bangun tidur disertai nyeri dada, yang harus menjadi pertimbangan pertama adalah apakah Anda mengetahui sumber nyerinya atau tidak. Misalnya, jika Anda memang mengalami patah tulang rusuk atau memang telah didiagnosis menderita pankreatitis, berarti nyeri dada tersebut memang terkait dengan kondisi tersebut.

Jika rasa nyeri dada tidak terduga dan tidak diketahui sumbernya, tunggulah beberapa menit. Jika rasa nyerinya tidak hilang, segera hubungi dokter.

Nyeri dada memang bisa disebabkan oleh masalah yang relatif ringan seperti gangguan pencernaan atau rasa cemas. Tapi ingatlah bahwa nyeri dada juga dapat disebabkan oleh masalah serius yang mengancam jiwa, seperti diseksi aorta, emboli paru, atau serangan jantung. Kondisi-kondisi tersebut harus segera ditangani.

Article Resources

16 Oktober 2018

Penyebab Darah Dalam Urin (Hematuria)

Darah dalam urin

Darah dalam urin, disebut juga hematuria, sifatnya umum terjadi. Hematuria dapat dideteksi secara kasat mata, namun pada kasus tertentu dimana debit darah yang dikeluarkan sangat sedikit, maka hanya dapat diketahui dari pemeriksaan laboratorium. Jadi ada kemungkinan seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang mengalami hematuria.

Jika Anda melihat darah pada urin, segera temui dokter.

Ada banyak penyebab darah dalam urin, termasuk infeksi, batu atau tumor pada organ perkemihan, namun sebagian besar penyebabnya tidaklah serius.

Apa penyebab darah dalam urin?

Penyebab umum darah dalam urin adalah:
  • infeksi kandung kemih atau sistitis
  • batu ginjal
  • kista
  • mengonsumsi obat pengencer darah
  • penyakit darah.

Darah dalam urin juga bisa disebabkan oleh:
  • penyakit ginjal
  • pembesaran prostat menyebabkan sistitis pada pria
  • cedera pada ginjal, ureter, kandung kemih atau uretra
  • olahraga berat.
Dalam kasus yang jarang terjadi tumor kandung kemih, ginjal atau prostat dapat menyebabkan darah dalam urin.

Diagnosis darah dalam urin

Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan meminta sampel urin, dan mungkin meminta tes darah.

Tes lain yang mungkin dilakukan:
  • ultrasonografi (USG) atau CT scan ginjal, ureter dan kandung kemih
  • sistoskopi, dokter akan melihat langsung kandung kemih melalui selang berkamera yang dimasukkan.

Pengobatan darah dalam urin

Ada banyak perawatan untuk kondisi darah dalam urin, dan itu tergantung dari penyebabnya. Perawatan yang mungkin dilakukan antara lain; penggunaan antibiotik, atau operasi, atau perawatan untuk kondisi yang menyebabkan darah dalam urin. Tapi sebagian besar kasus darah dalam urin bukanlah berbahaya dan tidak memerlukan perawatan.

25 Agustus 2018

Penyebab Kadar Hemoglobin Rendah atau Tinggi

Apa itu hemoglobin?

Hemoglobin adalah molekul protein di dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan mengangkut karbon dioksida dari seluruh jaringan tubuh kembali ke paru-paru.

Hemoglobin terdiri dari empat molekul protein (rantai globulin) yang saling terhubung. Molekul hemoglobin (disingkat Hgb atau Hb) dewasa normal terdiri dari dua rantai alfa-globulin dan dua rantai beta-globulin. Pada janin dan bayi, rantai beta belum ada dan molekul hemoglobin terdiri dari dua rantai alfa dan dua rantai gamma. Seiring bayi tumbuh, rantai gamma secara bertahap digantikan oleh rantai beta, membentuk struktur hemoglobin orang dewasa.

Setiap rantai globulin mengandung senyawa penting porfirin yang mengandung zat besi yang disebut heme. Tertanam dalam senyawa heme adalah atom besi yang sangat penting dalam mengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Besi yang terkandung dalam hemoglobin juga menyebabkan warna merah pada darah.

Hemoglobin dan zat besi

Hemoglobin juga memiliki peran penting dalam mempertahankan bentuk sel darah merah. Bentuk alami sel darah merah adalah bulat dengan bagian tengah cekung menyerupai donat tanpa lubang di tengahnya. Struktur hemoglobin yang abnormal dapat mempengaruhi bentuk dan fungsi sel darah merah.

Bagaimana cara mengukur kadar hemoglobin?

Hemoglobin biasanya diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap rutin (CBC) dari sampel darah.

Ada beberapa metode untuk mengukur hemoglobin, yang saat ini sebagian besar dilakukan menggunakan alat otomatis. Di dalam alat, sel darah merah dipecah untuk mendapatkan enceran hemoglobin. Hemoglobin bebas terpapar bahan kimia yang mengandung sianida yang mengikat erat dengan molekul hemoglobin untuk membentuk sianmethemoglobin . Dengan menyinari cahaya pada enceran dan mengukur seberapa banyak cahaya yang diserap (khususnya pada panjang gelombang 540 nanometer), jumlah hemoglobin dapat ditentukan.

Berapa kadar normal hemoglobin?

Kadar hemoglobin dinyatakan sebagai jumlah hemoglobin dalam gram (gm) per desiliter (dL) dari seluruh darah. Satu desiliter adalah 100 mililiter.

Nilai normal hemoglobin tergantung dari usia dan jenis kelamin. Nilai normal hemoglobin adalah:
  • Bayi baru lahir: 17 - 22 gm / dL
  • Usia 1 minggu: 15 - 20 gm / dL
  • Usia 1 bulan : 11 - 15 gm / dL
  • Anak-anak: 11 - 13 gm / dL
  • Laki-laki dewasa: 14 - 18 gm / dL
  • Wanita dewasa: 12 - 16 gm / dL
  • Pria > 55 tahun: 12,4 - 14,9 gm / dL
  • Wanita > 55 tahun: 11,7 - 13,8 gm / dL

Semua nilai ini mungkin sedikit berbeda antar laboratorium. Sebagian laboratorium tidak membedakan antara nilai hemoglobin dewasa dan setelah usia paruh baya. Kadar hemoglobin wanita hamil sebaiknya tidak rendah ataupun tinggi demi menghindari peningkatan risiko kelahiran mati dan kelahiran prematur atau bayi berat lahir rendah.

Kadar hemoglobin berdasarkan kelompok usia


Kadar hemoglobin rendah

Kadar hemoglobin yang rendah disebut sebagai anemia atau jumlah sel darah merah yang rendah. Ada banyak penyebab anemia.

Beberapa penyebab anemia yang umum adalah:
  • kehilangan darah (akibat cedera traumatis, operasi, perdarahan, kanker usus besar, atau sakit maag)
  • kekurangan nutrisi (zat besi, vitamin B12, folat)
  • masalah pada sumsum tulang (sumsum tulang terpengaruh oleh kanker)
  • penggunaan obat-obat kemoterapi
  • gagal ginjal
  • struktur hemoglobin abnormal (anemia sel sabit atau talasemia).

Kadar hemoglobin tinggi

Kadar hemoglobin yang lebih tinggi dari normal dapat terlihat pada orang yang tinggal di dataran tinggi dan pada perokok. Dehidrasi dapat menyebabkan pengukuran hemoglobin menjadi sangat tinggi, tapi akan segera menghilang setelah keseimbangan cairan telah pulih.

Beberapa penyebab lain yang mungkin menyebabkan kadar hemoglobin yang tinggi adalah:
  • penyakit paru tertentu (misalnya, emfisema)
  • tumor jenis tertentu
  • gangguan dari sumsum tulang yang dikenal sebagai polisitemia rubra vera (jenis kanker darah langka)
  • penyalahgunaan obat erythropoietin (Epogen) oleh atlet untuk tujuan doping darah (meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia untuk tubuh dengan secara kimia meningkatkan produksi sel darah merah).

Apa itu penyakit sel sabit?

Penyakit sel sabit adalah kondisi genetik di mana kualitas hemoglobin rusak. Kondisi ini dapat menyebabkan hemoglobin menjadi abnormal yang dapat menyebabkan bentuk sel darah merah mengalami kelainan. Sel-sel darah merah yang abnormal ini kesulitan melewati pembuluh darah kecil yang ujungnya berakibat tidak memadainya distribusi oksigen ke seluruh tubuh.

Sel sabit juga memiliki rentang hidup yang lebih pendek dari sel darah merah normal (10-20 hari berbanding 120 hari). Kematian yang cepat ini dapat mengakibatkan tidak cukupnya waktu penggantian sel darah merah dan dapat menyebabkan anemia.

Pada anemia sel sabit, satu gen hemoglobin yang cacat diturunkan dari kedua orangtua. Jika hanya satu gen yang diwarisi dari satu orangtua, maka kondisinya lebih ringan dan disebut sebagai sifat sel sabit.

Gejala anemia sel sabit bervariasi tergantung dari tingkat keparahannya. Pasien dengan sifat sel sabit mungkin mengalami gejala ringan, itupun kalau ada. Pada penyakit sel sabit, gejalanya lebih signifikan, terutama pada episode krisis akut. Gejala-gejala ini dapat meliputi:
  • nyeri tubuh dan rasa sakit yang menyeluruh
  • sakit dada
  • sakit tulang
  • sesak napas
  • ulserasi kulit
  • kelelahan
  • stroke
  • kebutaan
  • pertumbuhan dan pubertas tertunda.

Apa itu talasemia?

Talasemia adalah sekelompok kondisi keturunan dengan defisiensi hemoglobin kuantitatif. Kegagalan tubuh untuk membuat molekul globulin akan menyebabkan mekanisme kompensasi untuk membuat molekul globulin lain yang kurang kompatibel.

Berbagai jenis talasemia didefinisikan berdasarkan jenis molekul globulin yang kurang. Tingkat keparahan kondisi ini tergantung pada jenis rantai globulin defisien, jumlah globulin yang kurang, dan tingkat keparahan kurangnya produksi.

Bagaimana cara meningkatkan kadar hemoglobin?

Ada sejumlah cara untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Secara umum, kadar hemoglobin rendah yang perlu ditingkatkan disebabkan oleh tiga keadaan:
  • penurunan produksi sel darah merah (misalnya, karena kurangnya produksi hemoglobin sumsum tulang belakang, dan defisiensi zat besi)
  • peningkatan kerusakan sel darah merah (misalnya, karena penyakit hati)
  • kehilangan darah (misalnya, trauma akibat luka tembak atau luka tusuk.
Dengan mengetahui penyebabnya, metode terbaik untuk meningkatkan kadar hemoglobin dapat diketahui.

Beberapa cara untuk meningkatkan hemoglobin meliputi:
  • transfusi sel darah merah
  • menerima erythropoietin (hormon yang digunakan untuk merangsang produksi sel darah merah pada individu dengan penurunan produksi sel darah merah atau peningkatan kerusakan sel darah merah)
  • konsumsi suplemen zat besi
  • peningkatan asupan makanan kaya zat besi (telur, bayam, kacang-kacangan, daging, dan makanan laut) dan makanan yang kaya akan kofaktor (seperti vitamin B6, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C).

Sangat tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen zat besi sebelum berkonsultasi dengan dokter. Asupan zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan masalah. Juga, suplemen zat besi harus dijauhkan dari anak-anak karena keracunan zat besi pada anak kecil bisa berakibat fatal.

Article Resources
  • https://www.medicinenet.com/hemoglobin/article.htm#how_can_a_person_increase_his_or_her_hemoglobin_level

07 Agustus 2018

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Retensi urin

Retensi urin:
  • Retensi urin adalah ketidakmampuan tubuh untuk mengosongkan kandung kemih secara tuntas.
  • Retensi urin dapat mengenai siapa saja.
  • Ada dua jenis retensi urin; akut, yang terjadi secara tiba-tiba atau kronis yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama.
  • Retensi urin disebabkan oleh obstruksi (misalnya, batu kandung kemih atau batu ginjal) atau masalah non-obstruktif seperti melemahnya otot kandung kemih dan masalah saraf.
  • Gejala retensi urin berbeda-beda tergantung dari jenisnya, akut atau kronis.

Retensi urin

Apa itu retensi urin?

Retensi urin adalah ketidakmampuan tubuh untuk mengosongkan kandung kemih secara tuntas. Retensi urin dapat diklasifikasikan menjadi dua; retensi urin akut atau kronis.

Retensi urin akut - terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan ketidaknyamanan atau rasa sakit yang parah. Tidak dapat buang air kecil sama sekali bahkan ketika kandung kemih mereka penuh. Retensi urin akut merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan darurat segera.

Retensi urin kronis - sebuah kondisi medis jangka panjang. Orang dengan retensi urin kronis masih dapat buang air kecil, tetapi tidak dapat sepenuhnya mengosongkan urin dari kandung kemih mereka. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah ini sampai masalah lain muncul seperti inkontinensia urin, atau infeksi saluran kemih.

Retensi urin dapat mengenai siapa saja. Namun, pria berusia lima puluhan dan enam puluhan lebih rentan, terutama akibat pembesaran prostat.

Wanita juga dapat mengalami retensi urin jika memiliki kondisi sistokel, di mana kandung kemih melorot atau bergerak keluar dari posisi normalnya. Kandung kemih juga dapat melorot keluar ketika bagian bawah usus besar mulai melorot - kondisi yang disebut rektokel.

Apa penyebab retensi urin?

Retensi urin dapat dikaitkan dengan dua penyebab - obstruksi atau non-obstruksi.

Jika ada obstruksi (misal batu kandung kemih atau batu ginjal), penyumbatan dapat terjadi, dan urin tidak dapat mengalir bebas melalui saluran kemih. Ini adalah dasar untuk retensi urin akut dan berpotensi mengancam jiwa. Harus segera mendapatkan perawatan darurat.

Penyebab non-obstruktif termasuk melemahnya otot kandung kemih dan masalah saraf yang mengganggu sinyal antara otak dan kandung kemih. Jika saraf tidak berfungsi dengan baik, otak mungkin tidak mendapat pesan bahwa kandung kemih telah penuh.

Penyebab retensi urin obstruktif meliputi:
  • Pembesaran prostat (BPH) pada pria
  • Tumor dan kanker tertentu
  • Striktur uretra (penyempitan uretra)
  • Sistokel atau rektokel
  • Sembelit
  • Batu ginjal atau batu kandung kemih.

Penyebab umum retensi urin non-obstruktif adalah:
  • Stroke
  • Melahirkan normal
  • Cedera atau trauma panggul
  • Penyakit saraf pada pria dan wanita
  • Gangguan fungsi otot atau saraf karena obat atau anestesi (bius)
  • Kecelakaan yang memberi dampak pada otak atau sumsum tulang belakang.

Apa saja gejala retensi urin?

Gejala retensi urin berbeda-beda tergantung jenisnya, akut atau kronis.

Gejala retensi urin akut:
  • Tidak mampu buang air kecil
  • Kebutuhan yang sangat mendesak untuk buang air kecil
  • Nyeri atau ketidaknyamanan hebat di perut bagian bawah
  • Kembung/buncit pada perut bagian bawah

Gejala retensi urin kronis:
  • Frekuensi kemih - buang air kecil delapan kali atau lebih dalam sehari
  • Kesulitan memulai kencing
  • Aliran urin lemah atau terganggu
  • Kebutuhan mendesak untuk buang air kecil namun kadang tidak berhasil buang air kecil
  • Masih ingin buang air kecil lagi padahal baru saja buang air kecil
  • Ketidaknyamanan ringan dan konstan di perut bagian bawah dan saluran kemih
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih secara tuntas
  • Inkontinensia
  • Ketidakmampuan merasakan kandung kemih sudah penuh
  • Meningkatnya tekanan perut
  • Susah payah mendorong air seni keluar dari kandung kemih
  • Nokturia (bangun lebih dari dua kali pada malam hari untuk buang air kecil).

Bagaimana mendiagnosis retensi urin?

Untuk retensi urin akut, gejala-gejalanya sering terlihat jelas. Misalnya, penderita akan sangat tidak nyaman atau kesakitan, tidak bisa buang air kecil dan kandung kemihnya membuncit. Untuk retensi urin kronis, diagnosis hanya dapat dilakukan setelah dokter melakukan serangkaian tes. Ini karena beberapa gejalanya bisa sama dengan gejala kondisi lain yang berkaitan dengan kandung kemih dan saluran kemih.

Terutama pada pria, pembesaran prostat seringkali menjadi penyebab retensi urin. Dalam hal ini, dokter akan menilai riwayat medis dan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah retensi urin menjadi perhatian. Dokter juga akan mencari penyebab retensi urin yang lebih serius, seperti sindrom "cauda equina" atau kompresi sumsum tulang belakang.

Biasanya, dokter akan mendiagnosis retensi urin akut atau kronis dengan:
  • Pemeriksaan fisik - Pemeriksaan fisik perut bagian bawah akan menentukan apakah kandung kemih buncit dengan mengetuk ringan di perut bagian bawah.
  • Post void residual measurement (pengukuran urin sisa) - Menggunakan ultrasound (USG), tes ini mengukur jumlah urin yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil. Dokter mungkin juga menggunakan kateter untuk mengukur sisa urin.

Selain itu, dokter dapat melakukan tes ini untuk membantu menentukan penyebab retensi urin:
  • Sistoskopi - Menggunakan alat yang disebut sistoskop, dokter akan melihat ke dalam uretra dan kandung kemih untuk semua gangguan/kelainan.
  • Computerized tomography (CT) scan - Kombinasi dari sinar x dan teknologi komputer untuk menciptakan gambar yang detail seperti: batu saluran kemih, infeksi saluran kemih, tumor, luka traumatis dan jaringan parut dan kista.
  • Tes urodinamik - termasuk:
    • Uroflowmetri - Untuk mengukur kecepatan dan volume urin
    • Pressure flow study- Untuk mengukur tekanan kandung kemih yang diperlukan untuk buang air kecil dan laju alir yang dihasilkan oleh tekanan yang diberikan
    • Video urodinamik - Untuk membuat gambar real-time (menggunakan x-ray atau ultrasound) dari kandung kemih dan uretra selama pengisian atau pengosongan kandung kemih.
  • Elektromiografi - Menggunakan sensor khusus untuk mengukur aktivitas listrik otot dan saraf di dalam dan di sekitar kandung kemih dan sfingter.

Bagaimana pengobatan retensi urin?

Dokter dapat mengobati retensi urin dengan:
  • Drainase saluran kemih
  • Dilatasi uretra
  • Stent uretra
  • Obat-obatan prostat
  • Operasi.
Jenis dan lama pengobatan akan tergantung dari jenis dan penyebab retensi urin.

Drainase kandung kemih

Drainase kandung kemih adalah penggunaan kateter untuk mengalirkan urin. Pengobatan retensi urin akut biasanya dimulai dengan kateterisasi untuk mengosongkan kandung kemih dan untuk mencegah kerusakan kandung kemih lebih lanjut. Di bawah anestesi lokal, dokter memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk menguras urin. Jika uretra tersumbat, dokter akan memberikan anestesi, kemudian memasukkan kateter melalui perut bagian bawah, tepat di atas tulang kemaluan, langsung ke kandung kemih.

Jika pengobatan retensi urin kronis lainnya tidak berhasil, penderita mungkin memerlukan kateterisasi sewaktu-waktu atau jangka panjang, dan akan diberitahu dokter cara memasang kateter sendiri untuk mengalirkan air seni bila diperlukan.

Dilatasi uretra

Dilatasi uretra digunakan untuk mengobati striktur uretra (penyempitan uretra). Dilakukan dengan memasukkan selang pengembang ke uretra, atau menggembungkan balon kecil di ujung kateter di dalam uretra. Kedua metode ini untuk mengatasi striktur sehingga aliran urin akan lebih mudah. Prosedur ini biasanya dilakukan di bawah anestesi lokal, tetapi dalam beberapa kasus mungkin dengan anestesi regional.

Stent uretra

Pengobatan lain untuk striktur uretra adalah dengan memasukkan tabung buatan (artificial tube), yang disebut stent, ke uretra ke area striktur. Stent dapat bersifat sementara atau permanen dan ketika sudah berada di tempatnya, stent akan mengembang seperti pegas dan mendorong jaringan sekitarnya, sehingga memperlebar uretra.

Obat-obatan prostat

Dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan atau mengecilkan prostat atau meredakan gejala retensi urin yang terkait dengan pembesaran prostat.

Apa komplikasi retensi urin dan perawatannya?

Beberapa komplikasi retensi urin dan perawatannya:
  • Infeksi saluran kemih - Karena urin biasanya steril dan aliran urin yang normal akan mencegah bakteri menginfeksi saluran kemih, mengalami retensi urin berarti aliran urin yang abnormal akan memberikan bakteri kesempatan untuk menginfeksi saluran kemih.
  • Kerusakan kandung kemih - Jika kandung kemih meregang terlalu jauh atau dalam jangka waktu yang lama, otot kandung kemih dapat rusak secara permanen dan kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi sebagaimana mestinya.
  • Kerusakan ginjal - Kadang-kadang retensi urin dapat menyebabkan urin mengalir kembali ke ginjal. Ini disebut refluks dan dapat merusak atau melukai ginjal.
  • Inkontinensia urin (setelah operasi prostat, tumor, atau kanker) - Pembedahan trans-uretral untuk mengobati pembesaran prostat dapat menyebabkan inkontinensia urin pada beberapa pria. Ini sering bersifat sementara dengan sebagian besar pria mulai kembali dapat mengontrol kandung kemih dalam beberapa minggu atau bulan setelah operasi. Pengangkatan tumor atau jaringan kanker di kandung kemih, prostat, atau uretra juga dapat menyebabkan inkontinensia urin.

Bagaimana mencegah retensi urin?

Untuk pria:

Jika mengalami pembesaran prostat, pastikan menggunakan obat-obatan prostat seperti yang ditentukan oleh dokter dan hindari obat-obatan yang terkait dengan retensi urin, seperti obat-obatan yang dijual bebas yang mengandung dekongestan.

Untuk wanita:

Jika memiliki sistokel atau rektokel ringan, retensi urin dapat dicegah  dengan melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot panggul.

Article Resources
  • https://www.depend.com.au/urinary-incontinence/causes/urinary-retention/