Infeksi Saluran Kemih pada Dewasa

Tuesday, January 20, 2015
Persentase kunjungan pasien infeksi saluran kemih (ISK) ke dokter adalah sekitar lima persen dari total kunjungan. Sekitar 40 persen wanita dan 12 persen pria akan mengalami setidaknya satu gejala infeksi saluran kemih selama hidup mereka. Hal ini berarti infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria.

http://www.medkes.com/2015/01/infeksi-saluran-kemih-pada-dewasa.html

Saluran kemih yang normal

Saluran kemih memproduksi dan menyimpan urin, yang merupakan limbah tubuh. Urin yang diproduksi oleh ginjal selanjutnya mengalir ke ureter untuk menuju kandung kemih. Kandung kemih berfungsi sebagai wadah penyimpanan urin, yang kemudian akan dikosongkan dengan proses buang air kecil (BAK) melalui uretra, saluran yang menghubungkan kandung kemih ke ujung penis pada pria atau menghubungkan ke bagian atas vagina pada wanita.

Ginjal adalah sepasang organ seukuran kepalan tangan, terletak di bagian belakang tubuh dan berfungsi sebagai penyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya dari tubuh dalam bentuk urin. Ginjal juga mengatur keseimbangan berbagai bahan kimia tubuh (seperti natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan lain-lain) dan memantau tingkat keasaman darah. Suatu jenis hormon juga diproduksi oleh ginjal untuk mengontrol tekanan darah, merangsang produksi sel darah merah dan menjaga kesehatan tulang. Ureter adalah dua buah saluran yang mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih.

Urin yang normal adalah urin yang steril atau tidak mengandung bakteri. Namun, urin yang mengandung bakteri disebabkan karena bakteri masuk melalui uretra dan naik ke kandung kemih. Infeksi kandung kemih disebut sebagai sistitis dan infeksi ginjal disebut sebagai pielonefritis. Infeksi ginjal cukup jarang terjadi, namun lebih berbahaya daripada infeksi kandung kemih.

Apa saja gejala infeksi saluran kemih?

Pada infeksi saluran kemih (ISK), lapisan kandung kemih dan uretra memerah dan mengalami iritasi, seperti halnya tenggorokan saat panas dalam. Iritasi ini akan menyebabkan rasa nyeri di daerah perut dan panggul dan sering membuat penderitanya selalu ingin buang air kecil. Penderita mungkin berusaha BAK namun hanya beberapa tetes yang keluar atau kelaur lancar namun disertai rasa panas. Terkadang juga infeksi saluran kemih membuat penderitanya beser (tidak mampu mengontrol air kemih). Selain itu, bau urin penderita ISK seringkali tidak biasa dan tidak mengenakkan.

Infeksi ginjal acapkali menyebabkan demam dan sakit punggung. Infeksi ginjal harus segera diobati karena risikonya dapat menyebar dengan cepat ke aliran darah dan menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa.

Infeksi saluran kemih sering diklasifikan menjadi dua, yaitu: ISK sederhana dan ISK kompleks. ISK sederhana adalah infeksi pada saluran kemih yang normal. Sedangkan ISK kompleks adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih yang abnormal atau bakteri yang menyebabkannya tahan atau resisten terhadap berbagai antibiotik.

Apa penyebab infeksi saluran kemih?

Di kulit dan area dubur banyak sekali terdapat bakteri. Bakteri ini dapat masuk ke dalam urin melalui uretra dan berjalan sampai ke kandung kemih, bahkan hingga mencapai ginjal. Tidak peduli seberapa jauh bakteri telah masuk, sudah cukup menyebabkan infeksi saluran kemih.

Sama halnya seperti ada orang yang rentan mengalami flu, sebagian orang juga rentan terhadap ISK. Wanita post menopause mengalami perubahan pada lapisan vagina, dan kehilangan efek perlindungan estrogen yang menurunkan risiko ISK. Wanita post menopause dengan ISK dapat terbantu dengan terapi penggantian hormon. Sebagian wanita secara genetik cenderung mengalami ISK dan memiliki saluran urin yang membuatnya rentan dimasuki bakteri. Hubungan seksual juga meningkatkan risiko ISK.

Wanita yang menggunakan diafragma (alat kontrasepsi yang dipasang di dalam vagina) diketahui meningkatkan risiko ISK dibandingkan mereka yang menggunakan metode kontrasepsi lain. Menggunakan busa spermisida juga diketahui dapat meningkatkan risiko ISK pada wanita. Wanita lebih rentan mengalami ISK karena saluran uretra mereka lebih pendek dari pria sehingga bakteri lebih cepat menuju kandung kemih.

Seseorang yang memiliki kelainan pada saluran kemih atau belum lama ini diinstrumentasi (misalnya dipasangi kateter) juga lebih berisiko terkena ISK. Jika seseorang tidak mampu buang air kecil secara normal karena obstruksi pada saluran kemih, maka risiko mengalami ISK juga semakin tinggi.

Penyakit seperti diabetes juga meningkatkan risiko ISK, hal ini terkait penurunan fungsi kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, yang dalam hal ini infeksi saluran kemih.

Kelainan anatomi saluran kemih juga dapat menyebabkan ISK. Kelainan ini seringkali ditemukan pada anak-anak usia dini meskipun dapat juga ditemukan pada orang dewasa.

Diagnosis infeksi saluran kemih

Untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih, dokter memerlukan sampel urin penderita untuk diperiksa di laboratorium dengan mikroskop untuk menemukan bakteri yang menyebabkannya. Jika penderita ISK juga mengalami demam, atau gejala persisten meskipun telah diobati, maka mungkin diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti USG atau CT Scan untuk mencari tahu penyebab sesungguhnya.

Bagaimana mengobati infeksi saluran kemih?

Infeksi saluran kemih sederhana dapat diobati dengan meminum antibiotik, biasanya selama tiga hari. Namun beberapa jenis ISK sederhana juga mungkin harus diobati selama beberapa minggu. Tergantung dari jenis antiobiotik apa yang diberikan dokter, penderita bisa saja hanya meminumnya satu kali sehari atau hingga empat kali sehari. Setelah minum obat beberapa waktu, penderita mungkin tidak lagi merasakan nyeri atau dorongan untuk buang air kecil terus menerus, namun penderita harus tetap meminum obat yang diresepkan hingga tuntas, karena bila tidak ISK dapat kambuh kembali. Penderita juga harus minum banyak cairan selama pengobatan.

Pada ISK kompleks, jangka waktu pengobatan antibiotik yang dibutuhkan biasanya lebih lama, dan biasanya diawali dengan pemberian antibiotik melalui intravena (melalui aliran darah) di rumah sakit. Setelah beberapa waktu pemberian antibiotik secara intravena, maka kemudian biasanya akan digantikan dengan antibiotik oral (mulut) untuk jangka waktu hingga beberapa minggu. Infeksi ginjal biasanya diperlakukan sebagai ISK kompleks.

Pasca pengobatan ISK

ISK sederhana biasanya akan sembuh dengan dosis tiga hari antibiotik dan penderita tidak perlu melakukan tes urin di laboratorium untuk memastikan infeksi telah hilang. Berbeda dengan ISK kompleks yang masih membutuhkan tes urin untuk mengetahui bahwa infeksi telah hilang. Jika gejala masih terjadi setelah pengobatan, maka penderita perlu mengonsumsi obat lagi, mungkin menggunakan jenis antibiotik yang berbeda atau antibiotik yang sama namun dengan metode pemberian berbeda (misalnya jika sebelumnya diberikan secara oral, maka diganti dengan metode intravena).

Apakah ISK menyebabkan kerusakan ginjal?

Jika ISK ditangani sejak awal, kemungkinan besar tidak akan berpengaruh pada ginjal atau saluran kemih. ISK berulang atau ISK yang tidak diobati-lah dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Bagaimana cara mencegah ISK?

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat wanita lakukan untuk mencegah ISK. Wanita post menopause telah kekurangan hormon estrogen dan mengalami perubahan pada lapisan vagina. Estrogen pengganti yang diberikan oleh dokter dapat menjadi solusi sederhana. Tapi sebagian wanita tidak dapat menggunakan terapi penggantian estrogen karena beberapa alasan, hal ini harus dibicarakan lebih lanjut dengan dokter.

Buang air kecil setelah berhubungan intim juga dapat menurunkan risiko ISK karena akan mengeluarkan kembali bakteri yang masuk selama hubungan intim. Di satu sisi, meminum antibiotik setelah berhubungan intim dapat membantu mencegah kambuhnya ISK, namun mengenai jenis antibiotik dan dosisnya harus dibicarakan dengan dokter.

Beberapa jenis kontrasepsi, seperti busa spermisida dan diafragma, diketahui meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada wanita yang menggunakannya.

Untuk menghindari ISK, seseorang juga harus minum cukup cairan agar tubuh terus terhidrasi dengan baik.

Jangan menahan buang air kecil dan jangan terburu-buru saat buang air kecil. Juga, tidak mengosongkan kandung kemih (kemih yang tidak selesai) dapat meningkatkan risiko ISK.

Bilakah khawatir dengan ISK?

Jika seseorang sedang dalam pengobatan ISK namun gejalanya tidak kunjung membaik, atau mengalami ISK yang disertai dengan mual dan muntah, maka harus segera ke dokter. Begitu pula jika melihat darah di dalam urin.

Bagaimana jika sedang hamil?

Jika seorang ibu hamil dan mengalami ISK, maka dapat berdampak bagi janin selain bagi sang ibu sendiri, segera ke dokter.

Bagaimana dengan ISK yang selalu kambuh?

Jika mengalami ISK yang sering kambuh (tiga kali atau lebih dalam satu tahun), maka sebaiknya periksakan diri dengan pemeriksaan lebih lanjut seperti urinalisis, USG atau juga CT Scan untuk mencari ada tidaknya kelainan pada saluran kemih. Untuk terapi yang diberikan, dokter biasanya akan memberikan antibiotik jangka panjang namun berdosis rendah atau juga antibiotik untuk dikonsumsi setelah berhubungan intim. (Urology Health)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.