Tuberkulosis (TB) Anak : Gejala dan Pengobatan

TB anak anak

Tuberkulosis (TB) adalah infeksi melalui udara yang mempengaruhi paru-paru. Gejala TB meliputi batuk, kesulitan bernapas, dan demam. TB diobati dengan obat khusus yang diminum selama beberapa bulan.

Apa itu TB?
Tuberkulosis (TB) adalah infeksi melalui udara (airborne infection) yang menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi organ lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis).

Ada tiga tahapan  TB:
  • Paparan. Ini tahap dimana seorang anak telah melakukan kontak dengan orang yang menderita TB. Ketika menjalani tes TB, semua hasilnya masih terlihat normal.
  • Infeksi TB laten. Pasien yang mengalami infeksi TB laten memiliki bakteri TB dalam tubuhnya, tetapi bakteri tersebut tidak aktif dan tidak dapat menular ke orang lain. Pasien-pasien ini tidak memiliki gejala TB, tetapi mereka harus minum obat agar tidak terkena penyakit TB.
  • Penyakit TB. Pasien yang memiliki penyakit TB dan memiliki bakteri aktif, memiliki gejala TB, dan dapat menularkan penyakit kepada orang lain. Pasien-pasien ini harus minum obat untuk mengobati penyakitnya.
Infeksi TB laten kurang serius dibandingkan penyakit TB. Jika penyakit TB tidak diobati, maka dapat menyebabkan kecacatan serius dan / atau bahkan kematian. Banyak anak yang terinfeksi M. tuberculosis yang tidak pernah menjadi TB aktif dan tetap dalam tahap TB laten.

Anak-anak mana yang berisiko tinggi terkena TB?
Anak-anak yang berisiko tinggi untuk terkena TB adalah mereka yang:
  • Tinggal serumah dengan orang dewasa yang memiliki TB aktif
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mengidap HIV, atau sedang menjalani  terapi kortikosteroid atau kemoterapi
  • Tinggal di tempat penampungan
  • Tinggal serumah seseorang yang pernah dipenjara atau tunawisma
  • Lahir di negara dengan angka kejadian TB yang tinggi
  • Tinggal di daerah yang tidak memiliki layanan kesehatan yang layak.

Bagaimana TB menular ke anak-anak?
Sebagian besar anak-anak tertular penyakit TB dari orang dewasa yang memiliki penyakit TB aktif. Bakteri TB menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi TB batuk, bersin, atau berbicara. Jika seorang anak berada di dekatnya, ia mungkin terpapar bakteri TB tersebut.

Anak-anak lebih kecil kemungkinannya daripada orang dewasa untuk menyebarkan bakteri TB kepada orang lain karena bentuk penyakit TB yang ditemukan pada anak-anak kurang menular. Anak-anak di bawah 10 tahun kurang menulari karena batuk mereka cenderung tidak efektif dan sekresi lendir mereka hanya mengandung sedikit bakteri.

Bayi, anak kecil, dan anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah yang paling berisiko mengembangkan bentuk penyakit TB yang paling parah, seperti TB meningitis atau penyakit TB diseminata.

Apa saja gejala penyakit TBC pada anak-anak?
Gejala-gejala penyakit TBC pada anak-anak meliputi:
  • Batuk
  • Napas sulit (berat, cepat)
  • Kehilangan selera makan
  • Batuk selama 3 minggu atau lebih (dan mungkin batuk darah)
  • Nyeri dada
  • Pembengkakan kelenjar
  • Lemah dan kurang aktif
  • Penurunan berat badan dan / atau pertumbuhan yang buruk
  • Demam dan / atau keringat malam
  • Iritabilitas.
Anak-anak mungkin menderita penyakit TBC tanpa gejala. Ketika bakteri sudah mencapai paru-paru, sistem kekebalan tubuh menyerang bakteri dan menjaga agar infeksi tidak menyebar.

Bagaimana cara mendiagnosis TB?
Penyakit TB terjadi ketika seorang anak memiliki tanda dan gejala infeksi aktif. Anak-anak yang berisiko tertular TB harus mendapatkan tes TB. Ada dua tes TB untuk infeksi TB: tes kulit dan tes darah.
  • Tes kulit TB. Disebut juga dengan tes Mantoux, bahan uji TB disuntikkan dengan jarum kecil di bawah kulit pada lengan bawah. Dua atau tiga hari kemudian petugas akan memeriksa reaksi kulit terhadap tes tersebut. Jika anak mengalami TB, kulit anak di tempat suntikan akan membengkak dan memerah.
  • Tes darah TB, dilakukan untuk mengukur bagaimana sistem kekebalan seseorang bereaksi terhadap bakteri penyebab TB. Tes darah yang disebut tes pelepasan interferon-gamma (IGRA) juga dapat dilakukan.
Untuk menguji penyakit TB, rontgen dada, dan sampel dahak mungkin juga diperlukan. Diagnosis TB pada anak agak sulit, karena anak-anak cenderung tidak memiliki gejala TB. Juga, sampel dahak sulit didapatkan dari anak-anak.

Bagaimana pengobatan tuberkulosis (TB) pada anak-anak?
Jika seorang anak diduga menderita TB, maka ia harus dirawat oleh ahli TB anak. Anak-anak yang dirawat karena infeksi TB laten atau penyakit TB harus menuntaskan minum obat sesuai petunjuk.
  • Pengobatan infeksi TB laten. Infeksi TB laten pada anak-anak harus dirawat untuk mencegah perkembangan penyakit TB. Isoniazid (Hyzyd®) adalah obat yang menjaga agar infeksi tidak aktif. Isoniazid diminum sehari sekali setiap hari selama setidaknya 6-12 bulan.
  • Pengobatan penyakit TB. Pengobatan untuk penyakit TB membutuhkan 3 hingga 4 jenis obat. Pasien akan minum obat ini selama 6 hingga 12 bulan. Obat harus diminum hingga tuntas, atau pasien bisa kambuh lagi dan menjadi resisten. Pasien TB yang resisten terhadap obat lebih sulit diobati. Pengobatannya dapat berlangsung 18 hingga 24 bulan.
Anak-anak biasanya mulai membaik di beberapa minggu pengobatan awal. Setelah 2 minggu dirawat dengan obat, anak biasanya tidak lagi menular. Pengobatan TB harus dituntaskan sesuai petunjuk dokter.

Bisakah TB dicegah?
Langkah-langkah mencegah TB:
  • menghindari kontak dengan orang yang memiliki penyakit TB aktif
  • menggunakan obat-obatan pencegahan untuk mereka yang berisiko tinggi
  • menggunakan handuk, peralatan makan, dan peralatan pribadi terpisah dari penderita TB aktif
  • menjaga pola hidup sehat.
Demi mencegah penyebaran bakteri TB dan infeksi lainnya, dorong seluruh anggota keluarga untuk selalu mencuci tangan dengan baik, dan apabila mereka bersin atau batuk, gunakan tisu atau siku mereka, bukan telapak tangan.

Article Resources
Previous Post Next Post