22 أبريل 2016

Perbedaan antara Ophthalmologist, Optometrist dan Optician

Ophthalmologist

Ada tiga jenis profesional kesehatan mata, yakni ophthalmologist, optometrist, dan optician. Jika ingin memeriksakan kesehatan mata, pastikan Anda menemui ahli mata tepat yang sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan Anda. Ophthalmologist, optometrist dan optician masing-masing berperan penting untuk kesehatan mata seseorang. Ketiga profesi ini tampak mirip namun sebenarnya berbeda berdasarkan lisensi, tingkat keahlian dan pelatihan yang mereka peroleh. Berikut ini adalah perbedaan antara ophthalmologist, optometrist, dan optician.

Ophthalmologist

Ophthalmologist merupakan seorang dokter medis yang khusus menangani perawatan mata dan penglihatan.  Berdasarkan tingkat pelatihan dan apa yang mereka bisa diagnosis atau obati, ophthalmologist berbeda dari optometrist dan optician.

Untuk menjadi seorang ophthalmologist, seseorang harus menyelesaikan kuliah kedokterannya dan kemudian melanjutkan pelatihan medis tambahan (residensi) di bidang oftalmologi yang lamanya antara tiga sampai empat tahun. Ophthalmologist umumnya kita kenal sebagai dokter spesialis mata.

Ophthalmologist diizinkan untuk menjalankan praktek kedokteran dan pembedahan. Ophthalmologist mampu mendiagnosa dan mengobati segala macam penyakit atau kondisi mata, melakukan operasi mata dan meresepkan kacamata atau lensa kontak untuk memperbaiki masalah penglihatan seseorang. Ophthalmologist juga banyak terlibat dalam penelitian ilmiah tentang penyebab dan obat untuk penyakit atau gangguan mata.

Beberapa kewenangan seorang ophthalmologist, yakni:
  • Melakukan pemeriksaan mata
  • Melakukan perawatan mata medis - seperti untuk penyakit glaukoma, iritis, dan luka bakar kimia
  • Melakukan pembedahan mata - seperti untuk trauma/kecelakaan, mata juling, katarak, glaukoma dan masalah mata lainnya
  • Mendiagnosis dan mengobati penyakit mata yang berkaitan dengan penyakit lain, seperti diabetes atau arthritis
  • Melakukan operasi plastik - seperti untuk kelopak mata yang kendur atau merapikan kerutan.

Meskipun ophthalmologist telah dibekali keahlian untuk merawat semua masalah dan kondisi kesehatan mata, namun sebagian dari ophthalmologist melanjutkan pelatihan atau pendidikan khusus untuk bidang tertentu perawatan mata medis atau pembedahan. Mereka ini disebut sebagai subspesialis. Pelatihannya berkisar antara satu sampai dua tahun untuk wilayah subspesialis utama seperti glaukoma, retina, kornea, pediatri, neurologi dan bedah plastik, dan lainnya.

Optometrist

Optometrist adalah dokter mata namun bukan dokter mata medis. Optometrist memperoleh gelar sebagai dokter optometri setelah menyelesaikan kuliah sekitar empat tahun di perguruan tinggi optometri dengan dua tahun pendidikan pra-profesional sebelumnya (undergraduate). Di sekolah optometri, mahasiswa memperoleh pendidikan tentang mata, namun tidak memperoleh pendidikan yang komprehensif mengenai seluruh tubuh dan proses penyakit sistemik. Hingga saat ini, di Indonesia belum ada sekolah optometri, jadi hanya sedikit sekali dokter optometri di Indonesia.

Optometrist diberikan lisensi untuk menjalankan praktek optometri. Beberapa tugas seorang Optometrist antara lain:
  • Melakukan pemeriksaan mata
  • Mengobati kondisi mata, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme
  • Meresepkan kacamata atau lensa kontak
  • Memberikan terapi penglihatan atau alat bantu penglihatan
  • Mendiagnosis kondisi mata, seperti glaukoma, katarak, degenerasi makula, retinopati diabetes dan konjungtivitis
  • Meresepkan obat untuk penyakit/kondisi mata tertentu
  • Berpatisipasi pada pra atau pasca operasi untuk pasien yang membutuhkan pembedahan.

Optometrist dan ophthalmologist dapat bekerjasama untuk mengatasi masalah mata seseorang.

Sebagian optometrist juga melakukan residensi pascasarjana lebih lanjut untuk subspesialisasi optometri, seperti rehabilitasi visi rendah, perawatan mata primer, optometri geriatri, optometri pediatrik, perawatan mata keluarga, lensa kontak, visi olahraga, atau terapi visi.

Optician

Optician atau optisien merupakan teknisi terlatih yang diberikan kewenangan untuk merancang, memverifikasi dan mencocokkan lensa atau frame kacamata, lensa kontak, dan perangkat lainnya untuk memperbaiki penglihatan seseorang. Optician bekerja berdasarkan resep yang diberikan oleh ophthalmologist atau optometrist, namun tidak menguji penglihatan atau menuliskan resep untuk memperbaiki penglihatan. Optician tidak diizinkan untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit mata. Lama pendidikan seorang optician adalah antara 1-3 tahun. Optician lebih kita kenal sebagai ahli kacamata.

Beberapa tugas seorang optician, antara lain:
  • Mengevaluasi resep lensa dari ophthalmologist atau optometrist
  • Menyediakan, mengeluarkan dan memperbaiki kacamata dan lensa kontak
  • Membantu menentukan jenis lensa dan bingkai yang cocok/terbaik
  • Mengorder dan menstok produk seperti kacamata dan lensa kontak
  • Memilihkan dokter mata.

Menjaga kesehatan mata

Tanpa penglihatan yang sehat, kemampuan kita untuk bekerja, bermain, sekolah atau bahkan hanya untuk mengenali wajah akan terpengaruh secara drastis. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penglihatan, termasuk yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Jika ada anggota keluarga lainnya mengalami penyakit mata tertentu, maka Anda juga berisiko tinggi mengalaminya.

Berikut adalah beberapa gejala atau faktor risiko untuk penyakit mata. Jika Anda mengalami salah satunya, segera temui ophthalmologist. Pemeriksaan kesehatan mata yang tepat dan akurat oleh ophthalmologist dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan penglihatan Anda. Gejala atau faktor risiko tersebut, antara lain:
  • Salah satu atau kedua bola mata menonjol keluar
  • Ada tabir gelap yang menghalangi penglihatan
  • Daya penglihatan menurun, meskipun terjadi sementara
  • Diabetes mellitus
  • Penglihatan terdistorsi (melihat objek/garis lurus menjadi bergelombang)
  • Penglihatan ganda
  • Mata berair berlebihan
  • Kelainan pada kelopak mata
  • Riwayat keluarga penyakit mata
  • Melihat halos atau pelangi (seperti melihat adanya pelangi disekitar bola lampu)
  • Tekanan darah tinggi
  • HIV atau AIDS
  • Cedera pada mata
  • Kehilangan penglihatan perifer (sisi/samping)
  • Kedua bola mata tidak sejajar (seperti juling)
  • Melihat kilatan cahaya atau bintik hitam
  • Nyeri pada mata
  • Penyakit tiroid - terkait masalah mata (penyakit Graves)
  • Mata merah yang tidak biasa.

Seringkali penyakit mata tidak menunjukkan gejala di awalnya dan sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu temui profesional kesehatan mata yang tepat dan di waktu yang tepat untuk memeriksakan kesehatan mata Anda. Itulah mengapa sangat penting untuk memeriksakan mata ke ophthalmologist ketika Anda sudah masuk ke usia 40 tahun. Interval pemeriksaan selanjutnya tergantung dari ophthalmologist tersebut.

Article Resources
  • http://www.snec.com.sg/about/international/menuutama/kondisimataandperawatan/common-problems/Pages/Epiretinal-Membrane.aspx
  • http://www.aapos.org/terms/conditions/132
  • http://www.webmd.com/eye-health/eye-doctors-optometrists-ophthalmologists
  • http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=22559&page=3
  • Gambar: http://chevy-chase.rgw.com/

12 أبريل 2016

Medical Check-Up (Pemeriksaan Kesehatan) untuk Wanita

Medical check-up
Setiap wanita sebaiknya melakukan general check-up kesehatan setiap tahunnya. Pada general check-up, dokter tidak hanya memeriksa Anda dengan menggunakan alat medis, tapi dokter juga akan memeriksa riwayat kesehatan Anda dan keluarga Anda, dan gaya hidup Anda seperti diet, kebiasaan berolahraga, dan juga kebiasaan merokok, alkohol atau obat-obatan.

Medical check-up akan membantu Anda agar tetap sehat, dan untuk mengetahui tanda-tanda dini keberadaan suatu penyakit. Banyak penyakit yang dapat dideteksi di awal keberadaannya, seperti penyakit kardiovaskular (jantung), diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Ketika penyakit ditemukan sejak dini, maka pengobatannya akan lebih mudah, murah, dan efektif. Jika Anda berisiko tinggi untuk penyakit tertentu, seperti penyakit genetik (keturunan), maka medical check-up dianjurkan lebih sering dan atau dilakukan pada usia yang lebih dini.

Pemeriksaan dan perawatan kesehatan dirumah

Pemeriksaan kesehatan sendiri dirumah sebaiknya dijadikan kebiasaan rutin. Beberapa pemeriksaan dan pola hidup sederhana untuk meningkatkan kesehatan yang dapat dilakukan sendiri dirumah, antara lain:
  • Pemeriksaan kulit - perhatikan kulit tubuh Anda. Lihat apakah ada perubahan dalam tekstur, bentuk atau warnanya, atau ada sesuatu yang tidak biasa seperti rasa sakit atau gatal. Wanita yang berisiko tinggi mengalami penyakit kulit perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit.
  • Pemeriksaan gigi - Anda dapat mengurangi risiko kerusakan gigi, penyakit gusi dan gigi dengan membersihkan gigi secara teratur, minum air berfluoride, dan makan makanan rendah gula, dan mengunjungi dokter gigi minimal satu tahun sekali.
  • Diet - kesehatan umum seseorang dapat ditingkatkan dengan cara makan beragam makanan yang sehat dan bergizi, serta diiringi dengan rencana makan yang sehat.
  • Berat badan - berat badan yang normal atau sehat akan mencegah penyakit-penyakit kronis seperti diabetes dan arthritis. Periksa secara berkala berat badan Anda, jika obesitas, cari solusinya bersama dokter.
  • Alkohol - alkohol dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskular, mengganggu fungsi hati, mengganggu sistem metabolisme tubuh, menurunkan kecerdasan dan mengganggu sistem reproduksi.
  • Merokok - kebiasaan merokok akan meningkatkan risiko banyak penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru.
  • Olahraga - dengan berolahraga secara teratur dapat mencegah penyakit berkembang, serta akan meningkatkan kesehatan emosional Anda. Setidaknya, lakukan olahraga minimal selama 2,5 jam setiap minggunya.
  • Kesehatan mental dan emosional - jika Anda seorang pemurung yang intens, lekas marah, pencemas, memiliki kebiasaan makan atau tidur yang berubah-ubah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Juga perlu Anda ketahui bahwa salah satu dampak kesehatan terbesar bagi seorang wanita adalah perilaku atau kekerasan dari pasangan hidup. 

Tes Pap smear, skrining IMS, dan pemeriksaan kehamilan untuk wanita

Beberapa pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan oleh wanita, antara lain:
  • Tes Pap smear - tes Pap smear atau Papanikolaou test setidaknya dilakukan minimal dua tahun sekali. Tes Pap smear adalah tes untuk mengetahui adanya tanda-tanda penyimpangan yang dapat menyebabkan kanker serviks. Tes Pap smear pertama sebaiknya dilakukan dalam waktu dua tahun sejak pertama kali Anda berhubungan intim di atas usia 20 tahun. Selanjutnya, tes Pap smear dilakukan setiap interval dua tahun hingga usia Anda mencapai 70 tahun. Bahkan, jika Anda telah divaksinasi kanker serviks, masih perlu untuk melakukan tes Pap smear secara rutin.
  • Skrining IMS (Infeksi Menular Seksual) - jika usia Anda di bawah 30 tahun dan aktif secara seksual, lakukan tes urin untuk penyakit klamidia setiap tahunnya. Klamidia adalah penyakit menular seksual yang dapat mempengaruhi kesuburan Anda, sedangkan klamidia seringkali tidak memiliki gejala.
  • Pemeriksaan kehamilan - sebaiknya lakukan check-up sebelum merencanakan kehamilan untuk mengetahui ada tidaknya risiko kesehatan untuk kehamilan kelak. Setelah Anda hamil, pemeriksaan antenatal yang rutin akan berguna untuk memantau perkembangan janin Anda, melihat apakah ada kelainan dan untuk mengetahui kesehatan Anda secara umum. Tes-tes ini antara lain adalah USG kehamilan, tes urine dan tes darah.

Pemeriksaan kesehatan jantung bagi wanita

Pemeriksaan kesehatan untuk penyakit jantung, diantaranya:
  • Tekanan darah - setelah berusia 18 tahun, tekanan darah perlu diperiksa minimal dua tahun sekali. Jika tekanan darah Anda tinggi, atau Anda memiliki riwayat pribadi atau keluarga penderita tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering.
  • Tes darah - tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar kolesterol dan trigliserida. Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi mengindikasikan peningkatan risiko penyakit jantung. Jika Anda berusia lebih dari 45 tahun, tes darah ini perlu dilakukan paling tidak minimal setiap lima tahun. Namun jika Anda berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular, pemeriksaan dilakukan lebih sering, yakni satu atau dua tahun sekali.
  • Berat badan - kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang besar untuk berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes. Tanyakan kepada dokter mengenai cara mengukur indeks massa tubuh (BMI) dan pengukuran lingkar pinggang.

Pemeriksaan diabetes untuk wanita

Tes untuk diabetes adalah pemeriksaan kadar glukosa darah puasa. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah Anda berpuasa (tidak makan) setidaknya selama delapan jam. Tergantung dari besarnya risiko Anda terkena diabetes, tes ini perlu dilakukan minimal satu sampai tiga tahun sekali.

Seseoang akan berada di risiko tinggi terkena diabetes tipe 2 jika:
  • Berusia lebih dari 45 tahun dan mengalami obesitas (BMI lebih dari 30)
  • Mengalami diabetes gestasional saat hamil
  • Memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes.

Pemeriksaan kanker payudara untuk wanita

Wanita dari semua umur harus menemui dokter apabila melihat adanya perubahan yang tidak biasa pada payudara mereka. Wanita yang berusia antara 50-74 tahun yang tidak memiliki riwayat pribadi atau keluarga penderita kanker payudara harus melakukan skrining mammogram (x-ray payudara) setiap dua tahun. Namun jika Anda memiliki riwayat pribadi atau keluarga kanker payudara, pemeriksaan mungkin perlu dilakukan lebih sering, namun ini tergantung dari dokter Anda.

Pemeriksaan kesehatan mata untuk wanita

Penglihatan akan memburuk seiring bertambahnya usia. Disarankan bahwa:
  • Setiap wanita yang berusia lebih dari 40 tahun harus melakukan pemeriksaan mata. Dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk penyakit glaukoma, yakni sebuah penyakit mata serius yang ditandai dengan peningkatan tinggi tekanan pada bola mata. Wanita yang berisiko tinggi harus diperiksa di usia yang lebih dini. Faktor risiko untuk glaukoma antara lain, keturunan, diabetes, sebelumnya pernah cedera mata, tekanan darah tinggi atau penggunaan steroid.
  • Wanita yang berusia antara 50-65 tahun harus melakukan pemeriksaan mata setiap dua tahun sekali. Dan wanita yang berusia lebih dari 65 tahun harus melakukan pemeriksaan mata setiap satu tahun sekali.

Pemeriksaan kanker usus bagi wanita

Kanker usus adalah kanker yang cukup umum dan jika terdeteksi sejak dini, maka pengobatan akan lebih efektif. Tes faecal occult blood test (FOBT) dilakukan dengan memeriksa kehadiran darah pada feses (tinja), yang mana darah di dalam feses dapat disebabkan oleh kanker usus. Jika Anda berusia lebih dari 50 tahun, maka tes ini dilakukan setiap dua tahun sekali. Sedangkan untuk usia diatas 50 tahun dianjurkan setiap satu tahun sekali. Sebenarnya pemeriksaan ini dapat Anda lakukan sendiri dirumah, namun harus menggunakan kit pengujian khusus.

Wanita dengan riwayat keluarga atau dinyatakan berisiko tinggi kanker usus mungkin perlu melakukan kolonoskopi setiap dua sampai lima tahun. Selama tes ini, Anda akan diberikan obat penenang ringan dan dokter akan memasukkan alat ramping yang disebut kolonoskop ke dalam anus untuk memeriksa rektum dan usus besar secara visual untuk melihat apakah ada kelainan.

Pemeriksaan kepadatan tulang untuk wanita

Osteoporosis disebut juga penyakit pengeroposan tulang. Tes kepadatan tulang (DEXA) akan membantu menentukan tingkat kesehatan tulang Anda.

Tes kepadatan tulang paling sering dilakukan pada orang yang memiliki:
  • Osteoporosis dan yang berisiko tinggi osteoporosis (seperti riwayat keluarga penderita osteoporosis)
  • Faktor risiko osteoporosis - menopause dini, tidak menstruasi untuk waktu yang lama ketika masih muda, usia lebih dari 70 tahun, penggunaan jangka panjang obat kortison.
  • Deformitas tulang belakang dengan postur yang membungkuk
  • Fraktur (patah) tulang sebelumnya, yang tidak disebabkan oleh karena kecelakaan atau trauma hebat.

Imunisasi untuk wanita

Ada baiknya seorang wanita divaksinasi human papilloma virus (HPV) sebelum aktif secara seksual untuk mencegah kanker serviks. Periksa catatan dimunisasi Anda selama masa kanak-kanak, apakah diperlukan booster atau tidak, seperti untuk vaksinasi tetanus.

Disarankan juga untuk dilakukan vaksinasi flu jika Anda:
  • Berusia lebih dari 65 tahun
  • Hamil, terutama pada trimester terakhir, dengan ini bayi juga akan terlindungi
  • Memiliki kondisi kronis seperti penyakit asma parah atau diabetes
  • Khawatir dengan flu akan berdampak besar bagi Anda.

Tes kesehatan lainnya untuk wanita

Selain tes-tes diatas, masih ada beberapa tes kesehatan lainnya yang perlu dilakukan, tapi ini tergantung dari riwayat kesehatan pribadi atau keluarga Anda. Diskusikan dengan dokter tentang perlu atau tidaknya Anda melakukan tes-tes lainnya.

Ringkasan

  • Temui dokter Anda untuk reguler medical check-up.
  • Tes skrining akan membantu dokter mendeteksi berbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular (jantung), diabetes, dan beberapa jenis kanker di tahap awalnya.
  • Seorang wanita yang memiliki risiko tertentu untuk suatu penyakit harus secara rutin melakukan tes skrining kesehatan.

08 أبريل 2016

Medical Check-up (Pemeriksaan Kesehatan) untuk Pria

Medical check-up

Tidak hanya untuk yang rentan sakit, pria yang sehat juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Pemeriksaan kesehatan ini lebih sering kita kenal dengan istilah medical check-up. Dengan medical check-up, dokter dapat mengetahui keberadaan atau tanda-tanda dini suatu penyakit.

Penyakit kardiovaskular (jantung), diabetes dan beberapa jenis kanker stadium awal sering dapat teridentifikasi ketika medical check-up. Dengan ditemukannya penyakit di awal, pengobatan akan lebih mudah, murah, dan tingkat kesembuhan masih tinggi.

Selain diperiksa menggunakan alat medis, biasanya dokter juga akan bertanya mengenai riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, termasuk gaya hidup Anda. Diet dan seberapa rutin Anda berolahraga juga akan dibahas, juga kebiasaan merokok, alkohol dan obat-obatan.

Jika Anda memiliki faktor risiko tinggi akan suatu penyakit, seperti penyakit genetik (keturunan), maka sangat mungkin Anda juga akan mengalaminya. Check-up yang rutin akan membantu dokter melihat tanda-tanda dininya. Misalnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menjadi peringatan atau tanda awal dari penyakit kardiovaskular.

Pemeriksaan kesehatan dirumah

Pemeriksaan kesehatan sendiri atau dirumah juga perlu dilakukan para pria secara rutin. Ini akan membantu Anda tetap sehat dan untuk menemukan potensi masalah di awal. Beberapa pemeriksaan kesehatan sederhana yang dapat Anda lakukan sendiri dirumah, antara lain:
  • Pemeriksaan kulit - periksa kulit Anda, perhatikan keberadaan bintik-bintik atau tahi lalat. Segera temui dokter jika Anda melihat sesuatu yang tidak biasa, seperti tahi lalat yang terus membesar. Pria yang bekerja di luar ruangan cukup berisiko dan membutuhkan pemeriksaan kesehatan tahunan oleh dokter atau dokter spesialis kulit.
  • Pemeriksaan gigi - untuk mengurangi risiko kerusakan gigi, penyakit gusi dan gigi, gosok dan bersihkan bersihkan gigi secara teratur dan makanlah makanan yang rendah gula. Jika Anda melihat sesuatu yang tidak biasa, segera kunjungi dokter gigi. Paling tidak minimal satu tahun sekali untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi ke dokter gigi.
  • Pemeriksaan testis - sejak pubertas, seorang pria selayaknya memeriksa testisnya secara rutin, apakah ada benjolan atau sesuatu yang tidak biasa. Segera temui dokter jika Anda melihat ada sesuatu yang tidak biasa.

Pemeriksaan kesehatan jantung

Pemeriksaan kesehatan untuk penyakit jantung, antara lain:
  • Tekanan darah - jika Anda pria dengan tekanan darah yang normal, berusia  dibawah 40 tahun dan tidak ada riwayat keluarga menderita hipertensi, periksakan tekanan darah Anda minimal satu tahun sekali. Tapi jika Anda berusia lebih dari 40 tahun, memiliki riwayat pribadi atau keluarga menderita hipertensi, stroke atau serangan jantung, maka pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal dua kali dalam setahun.
  • Tes darah - yang diperiksa antara lain kadar kolesterol dan trigliserida darah. Kadar kolesterol dan trigliserida darah yang tinggi mengindikasikan adanya peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Jika tidak berisiko tinggi dan berusia lebih dari 45 tahun, Anda perlu melakukan tes darah minimal lima tahun sekali. Tapi jika Anda berisiko tinggi dan memiliki riwayat keluarga penyakit kardiovaskular, maka Anda harus melakukan tes darah setiap tahun sejak usia Anda 40 tahun.
  • Tes obesitas - kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes. Jika Anda berusia di bawah 40 tahun, indeks massa tubuh (BMI) dan lingkar pinggang Anda sepatutnya diukur minimal setiap dua tahun. Jika Anda lebih dari 40 tahun, maka pemeriksaan harus dilakukan minimal satu tahun sekali.
  • Elektrokardiogram (EKG) - ini adalah tes medis non-invasif dan tidak menyakitkan yang diperuntukkan untuk mendeteksi kelainan pada jantung dengan mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung sebagaimana jantung berkontraksi. Jika Anda berusia di atas 50 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan EKG setiap dua sampai lima tahun, tergantung dari kesehatan Anda dan riwayat kesehatan keluarga Anda.

Diabetes

Tes untuk diabetes meliputi tes kadar gula darah puasa, yang mana ini akan mengukur jumlah glukosa dalam darah setelah Anda puasa (tidak makan) untuk beberapa waktu. Tergantung dari seberapa tinggi risiko Anda, Anda perlu melakukan pemeriksaan diabetes setiap satu atau tiga tahun sekali.

Faktor risiko untuk diabetes tipe 2 meliputi:
  • Riwayat keluarga penderita diabetes
  • Pra-diabetes (kadar glukosa darah sedikit tinggi)
  • Usia 45 tahun ke atas
  • Obesitas atau kegemukan
  • Hipertensi
  • Kolesterol darah tinggi
  • Merokok
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Sejarah angina (nyeri dada), serangan jantung atau stroke
  • Latar belakang etnis tertentu.

Kanker prostat

Ada perbedaan pendapat diantara para ahli untuk skrining kanker prostat, sehingga sebaiknya bahas hal ini dengan dokter Anda kapan sebaiknya dilakukan. Jika usia Anda lebih dari 50 tahun, pemeriksaan prostat digital (digital rectal examination) tahunan mungkin perlu dilakukan. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan jarinya yang sudah mengenakan sarung tangan dan dilumasi ke dalam anus untuk merasakan adanya perubahan pada kelenjar prostat.

Tes darah prostate specific antigen (PSA) tidak dianjurkan sebagai tes skrining untuk masyarakat umum. Tes darah PSA positif harus dikonfirmasi dengan tes digital dan tes lainnya termasuk biopsi prostat.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker (jenis apapun), apalagi kanker prostat, Anda mungkin perlu melakukan tes PSA dan digital secara rutin sejak Anda berusia 40 tahun.

Kanker usus

Faecal occult blood test (FOBT) memanfaatkan bahan kimia untuk memeriksa adanya darah di dalam feses (tinja) yang mana kanker usus dapat menyebabkan kehadiran darah pada feses. Jika usia Anda lebih dari 50 tahun, minimal Anda perlu melakukan tes ini setiap dua tahun sekali, atau setelah Anda berusia 40 tahun dengan riwayat keluarga penderita kanker usus.

Pria yang berisiko tinggi terkena kanker usus mungkin perlu dilakukan tindakan kolonoskopi setiap lima tahun. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan sebuah alat ramping yang disebut dengan kolonoskop melalui anus untuk melihat rektum dan usus besar jika ada kelainan.

Penyakit mata

Jika Anda sudah menggunakan kacamata atau lensa kontak, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan setiap minimal satu tahun sekali. Pria dewasa muda yang tidak memakai kacamata atau lensa kontak juga harus memeriksakan matanya minimal dua tahun sekali.

Penglihatan cenderung akan memburuk seiring bertambahnya usia. Penyakit mata yang serius seperti glaukoma, katarak, retinopati diabetik dan degenerasi makula cukup umum terjadi mengiringi usia. Pria yang berusia lebih dari 60 tahun harus melakukan pemeriksaan setiap tahun. Namun pemeriksaan perlu lebih sering dilakukan untuk pria dengan faktor risiko tertentu, seperti:
  • Riwayat keluarga penyakit mata
  • Sejarah pribadi penyakit atau cedera mata
  • Kondisi medis tertentu seperti hipertensi atau diabetes
  • Obat-obatan tertentu.

Tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Kepadatan tulang

Osteoporosis dapat mengenai pria maupun wanita. Usia lanjut merupakan faktor risiko yang signifikan untuk osteoporosis. Tes kepadatan tulang akan membantu untuk melihat kepadatan tulang Anda. Tes kepadatan tulang paling sering dilakukan pada orang-orang yang mengalami:
  • Osteoporosis atau masalah terkait osteoporosis
  • Deformitas tulang belakang
  • Osteopaenia (kepadatan tulang menurun)
  • Fraktur (patah) tulang sebelumnya.

Secara umum, pria yang berusia di atas 50 tahun harus melakukan tes kepadatan tulang secara rutin.

Masalah kesehatan lainnya

Ketika medical check-up, dokter mungkin juga akan mendiskusikan tentang masalah kesehatan lainnya, seperti:
  • Gejala yang tidak biasa yang mungkin Anda alami
  • Status imunisasi
  • Masalah obat dan alkohol
  • Masalah kesehatan mental, seperti depresi
  • Disfungsi ereksi atau masalah hubungan suami istri lainnya
  • Cedera.
Dokter dapat membantu secara langsung, namun adakalanya mereka juga akan merujuk Anda ke dokter ahli tertentu guna diagnosis dan pengobatannya.

Pemeriksaan lainnya

Selain pemeriksaan-pemeriksaan di atas, ada beberapa pemeriksaan lain yang mungkin perlu Anda lakukan, namun ini tergantung dari kesehatan pribadi dan riwayat kesehatan keluarga Anda. Tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ringkasan

  • Pria juga perlu melakukan medical check-up secara rutin
  • Dengan dilakukannya tes skrining, dokter akan mudah mendeteksi keberadaan awal suatu penyakit seperti penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker.
  • Terlepas dari usianya, seorang pria yang berisiko tinggi mengalami suatu penyakit tertentu perlu diperiksa secara rutin.

07 أبريل 2016

Tanya Jawab Tentang Vitamin D

Vitamin D

Topik mengenai pentingnya vitamin D seringkali kita lihat atau dengar di koran, majalah, radio, televisi dan tentu saja internet. Adakalanya, satu informasi dengan informasi lainnya mengenai pentingnya vitamin D saling mendukung, tapi tak jarang pula kita temui informasi-informasi tersebut saling bertentangan. Tentu saja hal ini membuat kita bingung. Terlalu banyak informasi yang kita serap dari sumber yang berbeda acapkali akan menciptakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Sebenarnya, pertanyaan-pertanyaan yang seringkali muncul terkait vitamin D sangatlah sederhana. Seperti: Apa fungsi vitamin D? Apakah saya kekurangan vitamin D? Berapa banyak vitamin D yang harus saya dapatkan setiap hari dan apa saja sumber terbaik vitamin D? Mari kita kupas lagi tentang vitamin D berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Apa itu vitamin D?

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Artinya vitamin D akan disimpan di dalam lemak tubuh Anda. Tidak banyak makanan yang mengandung vitamin D, namun ada beberapa jenis makanan yang sudah ditambahkan vitamin D di dalamnya atau juga sudah tersedia dalam bentuk suplemen.

Mengapa kita butuh vitamin D?

Peran utama vitamin D adalah untuk membantu tubuh menyerap dan mempertahankan kadar kalsium dan fosfor di level normal. Tulang dan gigi akan menjadi kuat karena kalsium dan fosfor dan vitamin D mempertahankan strukturnya.

Kekurangan vitamin D akan membuat tulang menjadi lemah, tipis dan rapuh seperti penyakit rakhitis (penyakit pertumbuhan tulang - tulang menjadi lunak) pada anak-anak dan osteomalasia (kerapuhan tulang) pada orang dewasa.

Selain itu, vitamin D juga menjadi salah satu faktor penting untuk kemampuan kerja otot, jantung, paru-paru, otak dan sistem kekebalan tubuh. Dengan maksimalnya fungsi sistem kekebalan tubuh dan organ-organ penting ini bekerja sebagaimana mestinya, tubuh tidak akan mudah terserang penyakit, dan apabila sakit, proses kesembuhannya pun akan menjadi lebih cepat.

Bagaimana cara kerja vitamin D

Vitamin D utamanya dihasilkan dari paparan sinar matahari terhadap kulit Anda. Ketika kulit terpapar sinar matahari, tubuh akan memproduksi vitamin D lalu mengirimkannya ke hati. Jika Anda mengonsumsi suplemen vitamin D, usus akan menyerap vitamin D tersebut dan juga mengirimkannya ke hati Anda.

Disini, hati akan mengubahnya menjadi zat yang disebut 25(OH)D. Ketika dokter mengatakan mengenai kadar vitamin D di dalam tubuh, maka yang ia maksudkan itu adalah jumlah 25 (OH) D tersebut di dalam darah seseorang.

Lalu zat kimia ini diedarkan ke seluruh tubuh, termasuk ke ginjal, dimana disini akan diubah menjadi vitamin D aktif. Vitamin D aktif ini sekarang sudah siap untuk melakukan tugasnya. Dari situ, prosesnya sedikit lebih rumit, namun dapat disimpulkan bahwa vitamin D aktif ini akan bekerja dalam dua cara, yakni:
  • Mengelola kalsium di darah , tulang dan usus.
  • Membantu seluruh sel di dalam tubuh agar dapat berkomunikasi dengan baik.

Apa dampak kekurangan vitamin D?

Kurangnya vitamin D juga telah dikaitkan dengan beberapa kondisi lain seperti kanker, asma, diabetes tipe-II, tekanan darah tinggi, depresi, Alzheimer dan penyakit autoimun seperti sclerosis, diabetes tipe I dan Crohn's.

Apakah Anda berisiko kekurangan vitamin D?

Di bawah ini merupakan kelompok orang yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D:
  • Anak-anak berusia antara enam bulan sampai empat tahun
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Orang yang berusia 65 tahun atau lebih
  • Orang dengan warna kulit lebih gelap
  • Orang-orang yang tidak terkena sinar matahari. Seperti orang yang selalu menutupi kulitnya ketika keluar rumah, orang yang selalu berdiam di dalam rumah untuk waktu yang lama, atau orang yang tinggal di daerah yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari. 

Berapa banyak vitamin D yang Anda butuhkan?

Sebenarnya tidak ada standar pasti vitamin D yang dibutuhkan setiap individu. Namun para ahli menyarankan agar kelompok orang dibawah ini memenuhi kecukupan vitamin D mereka:
  • Jika Anda sedang hamil atau menyusui, konsumsilah suplemen vitamin D 10µg setiap harinya. 
  • Anak-anak yang berusia antara enam bulan hingga lima tahun harus mendapatkan 7µg vitamin D (bisa berbentuk tetesan) setiap harinya, termasuk juga bayi yang menyusi ASI. Namun jika Anda memberi bayi Anda dengan susu formula 500 ml atau lebih setiap harinya, maka tidak lagi disarankan untuk memberikannya vitamin D. Hal ini karena susu formula sudah diperkaya dengan vitamin D.
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih dan tidak mendapatkan cukup sinar matahari, konsumsilah vitamin D sebanyak 10µg setiap harinya. 

Bagaimana memastikan agar Anda mendapatkan cukup vitamin D?

Makanan yang mengandung vitamin D, antara lain:
  • Ikan berminyak, seperti salmon, sarden, dan pilchard
  • Telur, daging dan susu - meskipun dalam porsi kecil
  • Margarin, sebagian sereal, yogurt dan susu formula bayi - makanan-makanan ini telah ditambahkan atau diperkaya dengan vitamin D. 

Karena vitamin D juga diproduksi secara alami oleh tubuh pada saat kulit tubuh terpapar sinar matahari, maka sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

Namun sekali lagi, tidak ada standar pasti yang dianjurkan untuk kecukupan seberapa banyak paparan sinar matahari pada tiap-tiap orang. Faktor-faktor seperti musim, jam, dan lintang (latitude) semuanya berperan. Usia, warna kulit, dan seberapa luas bagian kulit Anda terkena sinar matahari juga mempengaruhi seberapa baik tubuh Anda memproduksi vitamin D.

Beberapa menit terkena sinar matahari di siang hari, tanpa tabir surya, sudah cukup untuk memperoleh vitamin D yang Anda butuhkan. Namun, terlalu lama terpapar sinar matahari akan membuat kulit Anda memerah dan tidak baik untuk kesehatan kulit. Terlalu banyak terpapar sinar matahari dapat merusak kulit dan menyebabkan penuaan dini dan bahkan kanker kulit.

Article Resources
  • www.bupa.co.uk
  • www.vitamindcouncil.org