Medical Check-Up (Pemeriksaan Kesehatan) untuk Wanita

Tuesday, April 12, 2016
Medical check-up

Setiap wanita sejatinya melakukan general check-up kesehatan setiap tahunnya. Tidak hanya pemeriksaan dengan menggunakan alat medis, dokter juga akan memeriksa Anda melalui diskusi tentang riwayat kesehatan Anda dan keluarga Anda, dan gaya hidup Anda seperti diet, kebiasaan berolahraga dan juga kebiasaan merokok, alkohol atau obat-obatan.

Medical check-up akan membantu Anda tetap sehat dan untuk mengetahui tanda-tanda dini keberadaan suatu penyakit. Banyak penyakit yang dapat dideteksi di awal keberadaannya, seperti penyakit kardiovaskular (jantung), diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Ketika penyakit ditemukan sejak dini, maka pengobatannya akan lebih mudah, murah dan efektif. Jika Anda berisiko tinggi untuk penyakit tertentu, seperti penyakit genetik (keturunan), maka medical check-up dianjurkan lebih sering dan atau dilakukan pada usia yang lebih dini.

Pemeriksaan dan perawatan kesehatan dirumah

Pemeriksaan kesehatan sendiri dirumah sebaiknya dijadikan kebiasaan yang rutin. Beberapa pemeriksaan dan gaya hidup sederhana untuk meningkatkan kesehatan yang dapat dilakukan sendiri dirumah, antara lain:
  • Pemeriksaan kulit - perhatikan kulit tubuh Anda. Lihat apakah ada perubahan dalam tekstur, bentuk atau warnanya atau ada sesuatu yang tidak biasa seperti rasa sakit atau gatal. Bila Anda melihat ada sesuatu yang tidak biasa, temui dokter. Wanita yang berisiko tinggi mengalami penyakit kulit perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit.
  • Pemeriksaan gigi - anda dapat mengurangi risiko kerusakan gigi, penyakit gusi dan gigi dengan membersihkan gigi secara teratur, minum air berfluoride dan makan makanan rendah gula, dan mengunjungi dokter gigi minimal satu tahun sekali.
  • Diet - kesehatan umum seseorang dapat ditingkatkan dengan cara makan beragam makanan yang sehat dan bergizi, serta diiringi dengan rencana makan yang sehat.
  • Berat badan - berat badan yang normal atau sehat akan mencegah penyakit-penyakit kronis seperti diabetes dan arthritis. Periksa secara berkala berat badan Anda, jika obesitas, cari solusinya bersama dokter.
  • Alkohol - alkohol dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskular, mengganggu fungsi hati, mengganggu sistem metabolisme tubuh, menurunkan kecerdasan dan mengganggu sistem reproduksi.
  • Merokok - kebiasaan merokok akan meningkatkan risiko banyak penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru.
  • Olahraga - dengan berolahraga secara teratur dapat mencegah penyakit berkembang, serta akan meningkatkan kesehatan emosional Anda. Setidaknya, lakukan olahraga minimal selama 2,5 jam setiap minggunya.
  • Kesehatan mental dan emosional - jika Anda seorang pemurung yang intens, lekas marah, pencemas, memiliki kebiasaan makan atau tidur yang berubah-ubah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Juga perlu Anda ketahui bahwa salah satu dampak kesehatan terbesar bagi seorang wanita adalah perilaku atau kekerasan dari pasangan hidup. 

Tes Pap smear, skrining IMS dan pemeriksaan kehamilan untuk wanita

Beberapa pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan oleh wanita, antara lain:
  • Tes Pap smear - tes Pap smear atau Papanikolaou test setidaknya dilakukan minimal dua tahun sekali. Tes Pap smear adalah tes untuk mengetahui adanya tanda-tanda penyimpangan yang dapat menyebabkan kanker serviks. Tes Pap smear pertama sebaiknya dilakukan dalam waktu dua tahun sejak pertama kali Anda berhubungan intim di atas usia 20 tahun. Selanjutnya, tes Pap smear dilakukan setiap interval dua tahun hingga usia Anda mencapai 70 tahun. Bahkan, jika Anda telah divaksinasi kanker serviks, masih perlu untuk melakukan tes Pap smear secara rutin.
  • Skrining IMS (Infeksi Menular Seksual) - jika usia Anda di bawah 30 tahun dan aktif secara seksual, lakukan tes urine untuk penyakit klamidia setiap tahunnya. Klamidia dapat mempengaruhi kesuburan Anda, sedangkan klamidia seringkali tidak memiliki gejala.
  • Pemeriksaan kehamilan - sebaiknya lakukan check-up sebelum merencanakan kehamilan untuk mengetahui ada tidaknya risiko kesehatan selama kehamilan kelak. Setelah Anda hamil, pemeriksaan antenatal yang rutin akan berguna untuk memantau perkembangan janin Anda, melihat apakah ada kelainan dan untuk mengetahui kesehatan Anda secara umum. Tes-tes ini antara lain adalah USG, tes urine dan tes darah.

Pemeriksaan kesehatan jantung bagi wanita

Pemeriksaan kesehatan untuk penyakit jantung, diantaranya:
  • Tekanan darah - setelah berusia 18 tahun, tekanan darah perlu diperiksa minimal dua tahun sekali. Jika tekanan darah Anda tinggi, atau Anda memiliki riwayat pribadi atau keluarga penderita tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering.
  • Tes darah - tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar kolesterol dan trigliserida. Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi mengindikasikan peningkatan risiko penyakit jantung. Jika Anda berusia lebih dari 45 tahun, tes darah ini perlu dilakukan paling tidak minimal setiap lima tahun. Namun jika Anda berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular, pemeriksaan dilakukan lebih sering, yakni satu atau dua tahun sekali.
  • Berat badan - kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang besar untuk berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes. Tanyakan kepada dokter mengenai cara mengukur indeks massa tubuh (BMI) dan pengukuran lingkar pinggang.

Pemeriksaan diabetes untuk wanita

Tes untuk diabetes adalah pemeriksaan kadar glukosa darah puasa. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah Anda berpuasa (tidak makan) setidaknya selama delapan jam. Tergantung dari besarnya risiko Anda terkena diabetes, tes ini perlu dilakukan minimal satu sampai tiga tahun sekali.

Seseoang akan berada di risiko tinggi terkena diabetes tipe 2 jika:
  • berusia lebih dari 45 tahun dan mengalami obesitas (BMI lebih dari 30)
  • mengalami diabetes gestasional saat hamil
  • memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • memiliki riwayat keluarga diabetes.

Pemeriksaan kanker payudara untuk wanita

Wanita dari semua umur harus menemui dokter apabila melihat adanya perubahan yang tidak biasa pada payudara mereka. Wanita yang berusia antara 50-74 tahun yang tidak memiliki riwayat pribadi atau keluarga penderita kanker payudara harus melakukan skrining mammogram (x-ray payudara) setiap dua tahun. Namun jika Anda memiliki riwayat pribadi atau keluarga kanker payudara, pemeriksaan mungkin perlu dilakukan lebih sering, namun ini tergantung dari dokter Anda.

Pemeriksaan kesehatan mata untuk wanita

Penglihatan akan memburuk seiring bertambahnya usia. Disarankan bahwa:
  • Setiap wanita yang berusia lebih dari 40 tahun harus melakukan pemeriksaan mata. Dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk penyakit glaukoma, yakni sebuah penyakit mata serius yang ditandai dengan peningkatan tinggi tekanan pada bola mata. Wanita yang berisiko tinggi harus diperiksa di usia yang lebih dini. Faktor risiko untuk glaukoma antara lain, keturunan, diabetes, sebelumnya pernah cedera mata, tekanan darah tinggi atau penggunaan steroid.
  • Wanita yang berusia antara 50-65 tahun harus melakukan pemeriksaan mata setiap dua tahun sekali. Dan wanita yang berusia lebih dari 65 tahun harus melakukan pemeriksaan mata setiap satu tahun sekali.

Pemeriksaan kanker usus bagi wanita

Kanker usus adalah kanker yang cukup umum dan jika terdeteksi sejak dini, maka pengobatan akan lebih efektif. Tes faecal occult blood test (FOBT) dilakukan dengan memeriksa kehadiran darah pada feses (tinja), yang mana darah di dalam feses dapat disebabkan oleh kanker usus. Jika Anda berusia lebih dari 50 tahun, maka tes ini dilakukan setiap dua tahun sekali. Sedangkan untuk usia diatas 50 tahun dianjurkan setiap satu tahun sekali. Sebenarnya pemeriksaan ini dapat Anda lakukan sendiri dirumah, namun harus menggunakan kit pengujian khusus.

Wanita dengan riwayat keluarga atau dinyatakan berisiko tinggi kanker usus mungkin perlu melakukan kolonoskopi setiap dua sampai lima tahun. Selama tes ini, Anda akan diberikan obat penenang ringan dan dokter akan memasukkan alat ramping yang disebut kolonoskop ke dalam anus untuk memeriksa rektum dan usus besar secara visual untuk melihat apakah ada kelainan.

Pemeriksaan kepadatan tulang untuk wanita

Osteoporosis disebut juga penyakit pengeroposan tulang. Tes kepadatan tulang (DEXA) akan membantu menentukan tingkat kesehatan tulang Anda.

Tes kepadatan tulang paling sering dilakukan pada orang yang memiliki:
  • osteoporosis dan yang berisiko tinggi osteoporosis (seperti riwayat keluarga penderita osteoporosis)
  • faktor risiko osteoporosis - menopause dini, tidak menstruasi untuk waktu yang lama ketika masih muda, usia lebih dari 70 tahun, penggunaan jangka panjang obat kortison.
  • deformitas tulang belakang dengan postur yang membungkuk
  • fraktur (patah) tulang sebelumnya, yang tidak disebabkan oleh karena kecelakaan atau trauma hebat.

Imunisasi untuk wanita

Ada baiknya seorang wanita divaksinasi human papilloma virus (HPV) sebelum aktif secara seksual untuk mencegah kanker serviks. Periksa catatan imunisasi Anda selama masa kanak-kanak, apakah diperlukan booster atau tidak, seperti untuk vaksinasi tetanus.

Disarankan juga untuk dilakukan vaksinasi flu jika Anda:
  • berusia lebih dari 65 tahun
  • hamil, terutama pada trimester terakhir, dengan ini bayi juga akan terlindungi
  • memiliki kondisi kronis seperti penyakit asma parah atau diabetes
  • khawatir dengan flu akan berdampak besar bagi Anda.

Tes kesehatan lainnya untuk wanita

Selain tes-tes diatas, masih ada beberapa tes kesehatan lainnya yang perlu dilakukan, tapi ini tergantung dari riwayat kesehatan pribadi atau keluarga Anda. Diskusikan dengan dokter tentang perlu atau tidaknya Anda melakukan tes-tes lainnya.

Ringkasan

  • Temui dokter Anda untuk reguler medical check-up.
  • Tes skrining akan membantu dokter mendeteksi berbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular (jantung), diabetes dan beberapa jenis kanker di tahap awalnya.
  • Seorang wanita yang memiliki risiko tertentu untuk suatu penyakit harus secara rutin melakukan tes skrining kesehatan.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.