Medical Check-up (Pemeriksaan Kesehatan) untuk Pria

Friday, April 08, 2016
Medical check-up

Tidak hanya untuk yang rentan sakit, pria yang sehat juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Pemeriksaan kesehatan ini lebih sering kita kenal dengan istilah medical check-up. Dengan medical check-up, dokter dapat mengetahui keberadaan atau tanda-tanda dini suatu penyakit. Penyakit kardiovaskular (jantung), diabetes dan beberapa jenis kanker stadium awal sering dapat teridentifikasi ketika medical check-up. Dengan ditemukannya penyakit di awal, pengobatan akan lebih mudah, murah, dan tingkat kesembuhan masih tinggi.

Selain diperiksa menggunakan alat medis, biasanya dokter juga akan bertanya mengenai riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, termasuk gaya hidup Anda. Diet dan seberapa rutin Anda berolahraga juga akan dibahas, juga kebiasaan merokok, alkohol dan obat-obatan.

Jika Anda memiliki faktor risiko tinggi akan suatu penyakit, seperti penyakit genetik (keturunan), maka sangat mungkin Anda juga akan mengalaminya. Check-up yang rutin akan membantu dokter melihat tanda-tanda dininya. Misalnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menjadi peringatan atau tanda awal dari penyakit kardiovaskular.

Pemeriksaan kesehatan dirumah

Pemeriksaan kesehatan sendiri atau dirumah juga perlu dilakukan para pria secara rutin. Ini akan membantu Anda tetap sehat dan untuk menemukan potensi masalah di awal. Beberapa pemeriksaan kesehatan sederhana yang dapat Anda lakukan sendiri dirumah, antara lain:
  • Pemeriksaan kulit - periksa kulit Anda, perhatikan keberadaan bintik-bintik atau tahi lalat. Segera temui dokter jika Anda melihat sesuatu yang tidak biasa, seperti tahi lalat yang terus membesar. Pria yang bekerja di luar ruangan cukup berisiko dan membutuhkan pemeriksaan kesehatan tahunan oleh dokter atau dokter spesialis kulit.
  • Pemeriksaan gigi - untuk mengurangi risiko kerusakan gigi, penyakit gusi dan gigi, gosok dan bersihkan bersihkan gigi secara teratur dan makanlah makanan yang rendah gula. Jika Anda melihat sesuatu yang tidak biasa, segera kunjungi dokter gigi. Paling tidak minimal satu tahun sekali untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi ke dokter gigi.
  • Pemeriksaan testis - sejak pubertas, seorang pria selayaknya memeriksa testisnya secara rutin, apakah ada benjolan atau sesuatu yang tidak biasa. Segera temui dokter jika Anda melihat ada sesuatu yang tidak biasa.

Pemeriksaan kesehatan jantung

Pemeriksaan kesehatan untuk penyakit jantung, antara lain:
  • Tekanan darah - jika Anda pria dengan tekanan darah yang normal, berusia  dibawah 40 tahun dan tidak ada riwayat keluarga menderita hipertensi, periksakan tekanan darah Anda minimal satu tahun sekali. Tapi jika Anda berusia lebih dari 40 tahun, memiliki riwayat pribadi atau keluarga menderita hipertensi, stroke atau serangan jantung, maka pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal dua kali dalam setahun.
  • Tes darah - yang diperiksa antara lain kadar kolesterol dan trigliserida darah. Kadar kolesterol dan trigliserida darah yang tinggi mengindikasikan adanya peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Jika tidak berisiko tinggi dan berusia lebih dari 45 tahun, Anda perlu melakukan tes darah minimal lima tahun sekali. Tapi jika Anda berisiko tinggi dan memiliki riwayat keluarga penyakit kardiovaskular, maka Anda harus melakukan tes darah setiap tahun sejak usia Anda 40 tahun.
  • Tes obesitas - kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes. Jika Anda berusia di bawah 40 tahun, indeks massa tubuh (BMI) dan lingkar pinggang Anda sepatutnya diukur minimal setiap dua tahun. Jika Anda lebih dari 40 tahun, maka pemeriksaan harus dilakukan minimal satu tahun sekali.
  • Elektrokardiogram (EKG) - ini adalah tes medis non-invasif dan tidak menyakitkan yang diperuntukkan untuk mendeteksi kelainan pada jantung dengan mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung sebagaimana jantung berkontraksi. Jika Anda berusia di atas 50 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan EKG setiap dua sampai lima tahun, tergantung dari kesehatan Anda dan riwayat kesehatan keluarga Anda.

Diabetes

Tes untuk diabetes meliputi tes kadar gula darah puasa, yang mana ini akan mengukur jumlah glukosa dalam darah setelah Anda puasa (tidak makan) untuk beberapa waktu. Tergantung dari seberapa tinggi risiko Anda, Anda perlu melakukan pemeriksaan diabetes setiap satu atau tiga tahun sekali.

Faktor risiko untuk diabetes tipe 2 meliputi:
  • Riwayat keluarga penderita diabetes
  • Pra-diabetes (kadar glukosa darah sedikit tinggi)
  • Usia 45 tahun ke atas
  • Obesitas atau kegemukan
  • Hipertensi
  • Kolesterol darah tinggi
  • Merokok
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Sejarah angina (nyeri dada), serangan jantung atau stroke
  • Latar belakang etnis tertentu.

Kanker prostat

Ada perbedaan pendapat diantara para ahli untuk skrining kanker prostat, sehingga sebaiknya bahas hal ini dengan dokter Anda kapan sebaiknya dilakukan. Jika usia Anda lebih dari 50 tahun, pemeriksaan prostat digital (digital rectal examination) tahunan mungkin perlu dilakukan. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan jarinya yang sudah mengenakan sarung tangan dan dilumasi ke dalam anus untuk merasakan adanya perubahan pada kelenjar prostat.

Tes darah prostate specific antigen (PSA) tidak dianjurkan sebagai tes skrining untuk masyarakat umum. Tes darah PSA positif harus dikonfirmasi dengan tes digital dan tes lainnya termasuk biopsi prostat.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker (jenis apapun), apalagi kanker prostat, Anda mungkin perlu melakukan tes PSA dan digital secara rutin sejak Anda berusia 40 tahun.

Kanker usus

Faecal occult blood test (FOBT) memanfaatkan bahan kimia untuk memeriksa adanya darah di dalam feses (tinja) yang mana kanker usus dapat menyebabkan kehadiran darah pada feses. Jika usia Anda lebih dari 50 tahun, minimal Anda perlu melakukan tes ini setiap dua tahun sekali, atau setelah Anda berusia 40 tahun dengan riwayat keluarga penderita kanker usus.

Pria yang berisiko tinggi terkena kanker usus mungkin perlu dilakukan tindakan kolonoskopi setiap lima tahun. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan sebuah alat ramping yang disebut dengan kolonoskop melalui anus untuk melihat rektum dan usus besar jika ada kelainan.

Penyakit mata

Jika Anda sudah menggunakan kacamata atau lensa kontak, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan setiap minimal satu tahun sekali. Pria dewasa muda yang tidak memakai kacamata atau lensa kontak juga harus memeriksakan matanya minimal dua tahun sekali.

Penglihatan cenderung akan memburuk seiring bertambahnya usia. Penyakit mata yang serius seperti glaukoma, katarak, retinopati diabetik dan degenerasi makula cukup umum terjadi mengiringi usia. Pria yang berusia lebih dari 60 tahun harus melakukan pemeriksaan setiap tahun. Namun pemeriksaan perlu lebih sering dilakukan untuk pria dengan faktor risiko tertentu, seperti:
  • Riwayat keluarga penyakit mata
  • Sejarah pribadi penyakit atau cedera mata
  • Kondisi medis tertentu seperti hipertensi atau diabetes
  • Obat-obatan tertentu.
Tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Kepadatan tulang

Osteoporosis dapat mengenai pria maupun wanita. Usia lanjut merupakan faktor risiko yang signifikan untuk osteoporosis. Tes kepadatan tulang akan membantu untuk melihat kepadatan tulang Anda. Tes kepadatan tulang paling sering dilakukan pada orang-orang yang mengalami:
  • Osteoporosis atau masalah terkait osteoporosis
  • Deformitas tulang belakang
  • Osteopaenia (kepadatan tulang menurun)
  • Fraktur (patah) tulang sebelumnya.
Secara umum, pria yang berusia di atas 50 tahun harus melakukan tes kepadatan tulang secara rutin.

Masalah kesehatan lainnya

Ketika medical check-up, dokter mungkin juga akan mendiskusikan tentang masalah kesehatan lainnya, seperti:
  • Gejala yang tidak biasa yang mungkin Anda alami
  • Status imunisasi
  • Masalah obat dan alkohol
  • Masalah kesehatan mental, seperti depresi
  • Disfungi ereksi atau masalah hubungan suami istri lainnya
  • Cedera.
Dokter dapat membantu secara langsung, namun adakalanya mereka juga akan merujuk Anda ke dokter ahli tertentu guna diagnosis dan pengobatannya.

Pemeriksaan lainnya

Selain pemeriksaan-pemeriksaan di atas, ada beberapa pemeriksaan lain yang mungkin perlu Anda lakukan, namun ini tergantung dari kesehatan pribadi dan riwayat kesehatan keluarga Anda. Tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ringkasan

  • Pria juga perlu melakukan medical check-up secara rutin
  • Dengan dilakukannya tes skrining, dokter akan mudah mendeteksi keberadaan awal suatu penyakit seperti penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker.
  • Terlepas dari usianya, seorang pria yang berisiko tinggi mengalami suatu penyakit tertentu perlu diperiksa secara rutin.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.