Obat-obat untuk Tekanan Darah Tinggi

Wednesday, January 28, 2015
Mengukur tekanan darah

Sekitar satu setengah juta orang meninggal setiap tahunnya di Asia akibat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hipertensi berbahaya karena dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, hingga kematian. Hipertensi juga sering disebut sebagai "silent killer" karena biasanya tidak menunjukkan gejala hingga menyebabkan kerusakan bagi tubuh.

Tekanan darah

Darah dibawa dari jantung ke seluruh bagian tubuh melalui pembuluh yang disebut arteri. Tekanan darah adalah kekuatan dorongan darah melaju di dalam tubuh dan tekanannya terhadap dinding arteri. Semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi risiko stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal yang semuanya berujung pada kematian.

Perhitungan tekanan darah terdiri dari dua:
  • Angka atas atau tekanan darah sistolik, adalah tekanan darah saat jantung memompa darah keluar. Menurut National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, angka tekanan darah sistolik yang normal berada di kisaran kurang dari 120 mmHg.
  • Angka bawah atau tekanan darah diastolik, adalah tekanan darah saat jantung terisi dengan darah (darah kembali ke jantung), dan bersiap untuk memompa kembali. Menurut NIH, tekanan darah diastolik yang normal berada di kisaran kurang dari 80 mmHg.
Banyak yang menganggap bahwa tekanan diastolik-lah yang harus diwaspadai, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar. Baik tekanan sistolik maupun diastolik sama-sama harus diwaspadai.

Klasifikasi tekanan darah Tekanan darah sistolik (mmHg) Tekanan darah diastolik (mmHg)
Normal <120 <80
Prehipertensi 120-139 80-89
Hipertensi Stage 1 140-159 90-99
Hipertensi Stage 2 160 atau >160 100 atau >100

Peningkatan tekanan darah biasanya karena dua hal:
  • Volume darah terlalu besar
  • Pembuluh darah terlalu sempit.
Pada banyak kasus hipertensi, penyebabnya tidak diketahui. Ketika hipertensi sudah berkembang, biasanya akan berlanjut hingga seumur hidup, tapi kabar baiknya hipertensi dapat diatasi.

Sebagian orang dapat menurunkan tekanan darah mereka dengan menurunkan berat badan, membatasi asupan garam, dan berolahraga, tetapi bagi sebagian lainnya hal ini tidak membantu. Umumnya penderita darah tinggi memerlukan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah mereka, dan bisa jadi akan membutuhkannya untuk seumur hidup.

Jenis obat darah tinggi

FDA Amerika Serikat telah menyetujui berbagai jenis obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, diantaranya:
  • Diuretik atau "pil air", yang membantu ginjal membuang air dan garam lebih banyak dari tubuh (sering buang air kecil) dan mengurangi volume darah. Contohnya: Hydrochlorothiazide (HCT).
  • Angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor dan Angiotensin II receptor blocker (ARB), menurunkan tekanan darah dengan merelaksasi pembuluh darah. Contohnya: Captopril, Valsartan, Telmisartan, dan Olmesartan.
  • Beta blocker, yang membuat frekuensi debaran jantung menurun. Contohnya: Propanolol, Atenolol.
  • Calcium channel blocker (CCB) dan dilator langsung pembuluh darah lainnya. Obat ini akan langsung melebarkan pembuluh darah. Contohnya: Propanolol, Atenolol.
  • Alpha blocker. Obat ini akan menurunkan impuls saraf yang menyempitkan pembuluh darah. Contohnya: Doxazosin, Prazosin, dan Terazosin.
Umumnya penderita darah tinggi membutuhkan lebih dari satu jenis obat untuk menurunkan tekanan darah mereka.

Saran

Menjaga tekanan darah dalam batas yang normal sudah menjadi tugas seseorang untuk seumur hidup. Tekanan darah hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke dan kematian. Faktor lainnya adalah kolesterol tinggi dan diabetes.

Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, diet sehat, dan rutin berolahraga dapat menurunkan risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke yang berujung pada kematian, tetapi tidak dipungkiri pula bahwa sebagian orang memerlukan obat-obatan untuk menurunkan risiko tersebut.

Hipertensi cenderung semakin memburuk seiring pertambahan usia. Apabila Anda menderita hipertensi, minumlah obat yang diberikan dokter dan selalulah periksa tekanan darah. Minumlah dengan teratur dan jangan menghentikannya kecuali atas izin dokter.

Seseorang belum dapat dikatakan menderita hipertensi hanya dengan satu kali pemeriksaan, butuh beberapa kali pemeriksaan secara berkala untuk memastikan seseorang menderita hipertensi. Jika ingin secara berkala memeriksa tekanan darah dirumah, gunakan alat pengukur tekanan darah (tensimeter) digital otomatis yang telah banyak dijual di apotik atau toko alat kesehatan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.