Kanker Mata: Jenis, Gejala dan Pengobatan

Tuesday, September 01, 2015
Mata

Kanker mata adalah benjolan di atau di sekitar mata yang terjadi akibat pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkendali. Meskipun cukup jarang terjadi, kanker mata dapat mengenai siapapun dan usia berapapun.

Jenis kanker mata

Kanker mata terbagi dalam beberapa jenis. Kanker yang berkembang di mata disebut dengan kanker intraokular, sedangkan kanker yang berkembang di sekitar mata disebut dengan kanker ekstra okular atau kanker luar mata.

Kanker mata intraokular
Jenis kanker mata intraokular meliputi:
  • Melanoma okular - biasanya kanker ini bekembang di lapisan bola mata, otot-otot yang memfokuskan mata, iris (bagian mata yang berwarna), atau permukaan bagian dalam konjungtiva (kelopak mata). Melanoma menjadi salah satu jenis kanker mata intraokular yang paling umum terjadi.
  • Limfoma non-Hodgkin - biasanya berkembang di dalam kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah kelenjar di seluruh tubuh yang merupakan bagian dari sistem kekebalan alami tubuh. Namun, limfoma non-Hodgkin terkadang juga berkembang di mata.
  • Retinoblastoma - kanker ini biasanya berkembang di dalam sel-sel saraf retina dan dapat mengenai salah satu atau kedua belah mata. Kondisi ini sering merupakan kondisi warisan dan berkembang pada anak-anak, umumnya anak yang berusia dibawah lima tahun. Kabar baiknya, lebih dari sembilan dari 10 anak dengan retinoblastoma sembuh dengan pengobatan yang tepat.

Kanker mata ekstraokular
Kanker mata ekstraokular meliputi:
  • Karsinoma sel basal - merupakan jenis kanker kulit yang paling umum terjadi. Biasanya berkembang di dekat mata, terutama pada kelopak mata bagian bawah. Tumbuh bintil kecil berwarna merah pada kulit. Biasanya kanker ini tidak menyebar ke bagian tubuh lain, tetapi jika tidak diobati dapat mempengaruhi jaringan sekitarnya.
  • Karsinoma sel skuamosa - biasanya kanker ini berkembang pada permukaan kelopak mata.
  • Rhabdomyosarcoma - merupakan jenis kanker mata yang sangat jarang yang berkembang di otot-otot yang menggerakkan mata. Kasus Rhabdomyosarcoma sebagian besar terjadi pada anak-anak.
  • Tumor saraf optik - juga termasuk tumor langka yang berkembang pada saraf optik mata, yakni saraf yang menghubungkan mata ke otak.

Kanker mata sekunder
Terkadang kanker dapat menyebar dari bagian lain tubuh ke mata. Kondisi ini disebut dengan kanker mata sekunder. Kanker mata sekunder kemungkinan besar terjadi pada wanita dengan kanker payudara, dan pada pria dengan kanker paru-paru.

Gejala kanker mata

Gejala kanker mata bervariasi tergantung dari jenis dan lokasinya. Jika seseorang terkena kanker intraokular, seperti melanoma okular, biasanya tidak disertai gejala dan akan terdeteksi dalam pemeriksaan mata rutin. Itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk memeriksakan mata ke ahli mata minimal setiap dua tahun sekali.

Gejala-gejala kanker mata antara lain:
  • Visi (penglihatan) hilang sebagian atau lengkap
  • Melihat kilatan cahaya atau bintik-bintik
  • Titik gelap pada iris tumbuh
  • Benjolan terlihat pada kelopak mata dengan pengerasan kulit atau terjadi perdarahan
  • Mata berair
  • Nyeri di atau sekitar mata.
Namun perlu diketahui, gejala-gejala tersebut tidak mutlak disebabkan oleh kanker mata karena bisa juga disebabkan oleh masalah kesehatan lain, tetapi jika mengalami salah satu dari gejala tersebut, segeralah periksakan ke ahli mata.

Diagnosis kanker mata

Untuk memastikan diagnosis kanker mata, seseorang mungkin akan menjalani pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan mata - dokter akan menyinari mata dengan instrumen genggam untuk melihat ke dalam. Bisa jadi dokter akan meneteskan suatu macam cairan ke mata, penglihatan mungkin akan terganggu untuk sementara waktu.
  • Fluorescein angiography - dokter akan menyuntikkan pewarna ke dalam lengan. Pewarna tersebut akan berjalan melalui aliran darah ke pembuluh darah di mata di mana pewarna tersebut akan muncul di foto sehingga dokter dapat melihat dengan jelas pembuluh-pembuluh darah di mata.
  • Ultrasonografi (USG) - dokter akan menerapkan USG mini di atas mata yang tertutup atau disekitar mata. USG memanfaatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bagian dalam mata.
  • CT scan atau MRI scan - salah satu kedua pemeriksaan mungkin akan dilakukan untuk mengetahui kondisi otot dan jaringan di dalam dan disekitar mata. CT scan memanfaatkan sinar-x untuk menghasilkan gambar tiga dimensi dari tubuh, dalam hal ini mata. MRI scan memanfaatkan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh.
  • Biopsi - dengan menggunakan jarum halus, dokter akan mengambil sampel cairan di dalam mata atau permukaan di sekitar mata. Sampel ini akan dikirm ke laboratorium guna diuji untuk menentukan jenis selnya, apakah jinak atau kanker.

Pengobatan kanker mata

Pengobatan kanker mata akan tergantung dari jenis, ukuran dan seberapa jauh kanker mata tersebut telah menyebar ke bagian lain tubuh (disebut dengan staging) dan juga akan tergantung dari kondisi kesehatan umum penderitanya. Ada tiga pengobatan untuk kanker mata.

Pembedahan
Pembedahan biasanya dilakukan dengan mengangkat jaringan yang terkena kanker. Pembedahan sering cukup hanya untuk mengangkat tumor pada kelopak mata. Namun jika kanker telah mengenai sebagian besar mata, seluruh mata bisa saja akan diangkat (operasi enukleasi). Jika mata telah diangkat, penderita dapat menggunakan mata palsu.

Jika kanker telah menyebar jauh, kelopak mata, otot-otot saraf, dan lemak-lemak dalam rongga mata juga diangkat (operasi exenteration). Setelah operasi ini penderita akan menggunakan mata buatan dan prostetis wajah.

Beberapa jenis kanker mata, seperti melanoma mata, dapat diobati dengan terapi laser (sinar energi tinggi yang digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker).

Radioterapi
Untuk mengobati kanker mata, terkadang diperlukan pembedahan yang dikombinasikan dengan radioterapi. Radioterapi memanfaatkan radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Sinar radiasi akan ditargetkan pada sel-sel kanker, yang akan menyusutkan tumor. Radioterapi dapat ditargetkan hanya pada area yang perlu diobati tanpa merusak jaringan normal di sekitarnya. Atau sumber radioaktif akan dimasukkan ke dalam atau di dekat tumor untuk menyusutkan tumor tersebut. Ini disebut dengan brachytherapy.

Lama pengobatan dengan radioterapi tergantung dari jenis dan seberapa parahnya kanker mata yang dialami. Jika mengalami melanoma okular misalnya, radioterapi akan dilakukan dengan dosis kecil selama beberapa hari atau mungkin brachytherapy selama satu minggu.

Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan menggunakan obat-obatan. Kemoterapi biasanya berupa obat yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah, tetapi juga dapat berbentuk obat oral (tablet).

Kemoterapi biasanya efektif untuk mengobati limfoma mata dan retinoblastoma. Kemoterapi akan diterapkan untuk melanoma mata jika perawatan lain tidak memberikan hasil. (bupa)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.