Pahami Seluk Beluk Obat Penurun Berat Badan

Monday, March 10, 2014
Xenical

Untuk menurunkan berat badan pada orang yang obesitas seringkali membutuhkan pengobatan jangka panjang. Beberapa jenis obat penurun berat badan mungkin dapat membantu. Namun perlu diingat bahwa penggunaan obat penurun berat badan harus diiringi dengan aktivitas fisik dan diet yang sehat.

Siapa yang membutuhkan obat penurun berat badan?

Menggunakan obat penurun berat badan untuk mengatasi obesitas merupakan pilihan yang baik bagi orang-orang yang:
  • Memiliki skor Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 atau lebih.
  • Memiliki skor Indeks Massa Tubuh 27 atau lebih dengan kondisi kesehatan terkait obesitas seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
Gunakan kalkulator IMT untuk mengetahui skor Indeks Massa Tubuh Anda.

Jenis obat penurun berat badan

Kebanyakan obat untuk menurunkan berat badan umumnya hanya untuk penggunaan jangka pendek, yang berarti untuk beberapa minggu atau bulan saja.

Salah satu jenis dari obat penurun berat badan adalah "penekan nafsu makan." Obat jenis penekan nafsu makan akan menurunkan berat badan dengan cara menipu tubuh agar merasa tidak sedang lapar (selalu merasa kenyang). Obat jenis ini akan mengurangi nafsu makan dengan cara meningkatkan serotonin atau katekolamin, dua bahan kimia otak yang mempengaruhi suasana hati dan nafsu makan.

Obat ini dikemas dalam bentuk tablet atau kapsul extended-release (obat dilepaskan dalam jangka waktu yang lama). Obat penekan nafsu makan dapat diperoleh dengan resep dokter. Salah satu resep umum untuk penekan nafsu makan adalah phentermine. FDA juga telah menyetujui obat penekan nafsu makan Belviq untuk penggunaan jangka panjang dalam mengatasi obesitas. Efek sampingnya adalah pusing, sakit kepala dan kelelahan.

Ada juga Qsymia, obat penurun berat badan yang merupakan kombinasi dari phentermine dan topiramate (obat kejang/migrain). Topiramate akan menurunkan berat badan dalam tiga cara, yaitu memunculkan perasaan kenyang, membuat makanan terasa kurang menarik, dan meningkatkan pembakaran kalori. Qsymia diklaim sebagai obat untuk penggunaan jangka panjang. Namun, tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, dan hanya dijual di apotik yang bersertifikat.

Qsymia juga tidak boleh digunakan pada orang dengan glaukoma atau hipertiroidisme. Dan tidak dianjurkan untuk orang dengan penyakit jantung atau stroke. Pasien yang mulai mengonsumsinya atau mulai meningkatkan dosisnya sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin denyut jantung.

Jenis lain dari obat penurun berat badan adalah inhibitor penyerap lemak. Obat ini akan mencegah tubuh Anda menyerap lemak dari makanan. Lemak ini tidak diserap oleh tubuh dan dieliminasi saat buang air besar. Satu-satunya obat jenis ini adalah orlistat yang bekerja dengan memblokir sekitar 30% lemak dari makanan yang dimakan. Orlistat hanya dapat dibeli dengan resep dokter.

Apakah Xenical efektif?

Xenical (orlistat) cukup efektif, kemungkinan berat badan akan turun 5% sampai 10% jika dikonsumsi bersama pola diet rendah kalori/lemak. Sebagian besar berat badan akan turun dalam enam bulan pertama sejak menggunakannya.

Penggunaan obat penurun berat badan dalam jangka pendek masih cukup efektif untuk mengurangi risiko kesehatan pada orang-orang obesitas. Namun penelitian masih berlangsung untuk mengetahui apa efek obat-obat ini jika digunakan dalam jangka panjang.

Risiko obat penurun berat badan

Ketika Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi obat penurun berat badan dalam jangka panjang, maka risiko berikut harus Anda konsultasikan dengan dokter:
  • Ketergantungan. Semua obat penurun berat badan kecuali orlistat bisa menimbulkan ketergantungan. Artinya dokter mungkin saja akan membatasinya ketika meresepkannya karena bisa menimbulkan ketergantungan.
  • Toleransi. Berat badan kebanyakan akan turun setelah enam bulan mengonsumsi obat penurun berat badan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa orang tersebut akan mengembangkan toleransi terhadap obat tersebut, namun ini juga masih belum jelas.
  • Efek samping. Kebanyakan efek samping obat penurun berat badan berupa efek samping ringan dan biasanya kondisi tubuh Anda akan membaik seiring penyesuaian tubuh terhadap obat. Efek samping serius hingga fatal jarang dilaporkan.

Efek samping obat penurun berat badan

Untuk mengatasi obesitas, kebanyakan obat penekan nafsu makan adalah untuk digunakan secara jangka pendek. Di bawah ini beberapa efek samping dari obat-obat tersebut:
  • Denyut jantung meningkat
  • Tekanan darah meningkat
  • Berkeringat
  • Sembelit
  • Insomnia
  • Rasa haus yang berlebih
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Hidung tersumbat
  • Gelisah
Efek samping lainnya dari obat jenis orlistat adalah kram perut, sering buang angin dan intensitas buang air besar meningkat, serta ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar. Efek samping yang terjadi umumnya bersifat ringan dan sementara, tetapi efek samping ini dapat diperparah karena mengonsumsi makanan yang tinggi lemak. Pasien harus makan diet rendah lemak (kurang dari 30% kalori dari lemak) sebelum mengonsumsi orlistat. Karena orlistat mengurangi penyerapan beberapa jenis vitamin, orang yang mengonsumsi orlistat harus mengonsumsi multivitamin setidaknya dua jam sebelum atau sesudah minum obat.

Karena sebagian besar obat ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang, penting bagi orang-orang yang berusaha menurunkan berat badan untuk menerapkan kebisaan makan dan olahraga yang sehat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sementara obat ini masih terus dikonsumsi.

Obat penurun berat badan bukan berati boleh digunakan pada semua orang. Karena efek obat ini pada dewasa dan anak-anak masih terus diteliti.

Mengonsultasikan obat penurun berat badan dengan dokter

Sebelum dokter meresepkan obat penurun berat badan, ia mungkin akan bertanya mengenai hal-hal berikut, seperti alergi yang mungkin Anda miliki, apakah Anda sedang hamil atau menyusui, dan apa jenis obat lain yang Anda konsumsi. Beberapa kondisi medis juga akan mempengaruhi penggunaan obat ini, dan tentu Anda harus memberitahukan dokter apabila Anda memiliki kondisi medis seperti di bawah ini:
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Epilepsi
  • Penyakit ginjal
  • Glaukoma
  • Peminum (penyalahgunaan alkohol)
  • Hipertiroidisme
  • Depresi atau penyakit mental lainnya
  • Migrain
  • Berencana untuk dioperasi dengan anestesi umum (bius total)
  • Hamil atau berencana untuk hamil
  • Menyusui
Orang yang diresepkan obat penekan nafsu makan harus mengikuti dosis yang diberikan dokter dengan benar. Karena beberapa jenis obat penekan nafsu makan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, jadi penting sekali bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk mengenai obat penurun berat badan ini unutk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

[Gambar Xenical: trustedmeds.co.uk]

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.