06 أبريل 2013

Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit TBC

Tuberkulosis atau Tuberculosis / TBC hingga kini masih menjadi penyakit serius yang menjangkiti manusia. Sudah berabad-abad penyakit ini bekerja secara diam-diam untuk membinasakan manusia.

Jutaan manusia telah hidup dalam penderitaan karena pembunuh yang "lambat" namun pasti ini. Bahkan pada zaman modern ini sekalipun, dimana penyakit TBC sudah bisa disembuhkan, masih banyak saja orang yang meninggal karena penyakit ini.

Data yang diperoleh Departemen Kesehatan untuk jumlah penderita TBC, sudah barang tentu bukan data yang pasti, hanya perkiraan. Fenomena penyakit ini ibarat gunung Krakatau, kecil di atas permukaan laut, namun sesungguhnya besar di bawah laut. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru TBC pada tahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi bakteri TBC dan menurut regional WHO, jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh TBC.

Kecuali dengan pemeriksaan yang akurat, kita bisa saja tidak menyadari jika di dalam tubuh kita sudah berkembang biak bakteri-bakteri TBC yang berbahaya ini. Sudah barang tentu tidak akan disadari kecuali bila sudah menunjukkan gejala-gejala yang berarti. Yang cukup menyedihkan, penyakit ini kebanyakan menyerang orang-orang di masa produktif atau pada dewasa muda.

Penyebab TBC

Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis, sejenis bakteri kecil berbentuk tongkat. Begitu kecilnya mereka sehingga ribuan dari bakteri ini dapat hidup bersama di tempat yang hanya seluas ujung jarum. Bakteri-bakteri kecil dan ulet ini dilindungi oleh selaput lilin yang melindunginya dari sistem pertahanan tubuh manusia yang mau membinasakannya.

TBC dapat menyerang bagian tubuh manapun, namun yang paling sering adalah pada paru-paru. Bakteri-bakteri ini dapat hidup selama berbulan-bulan lamanya di tempat yang sejuk dan gelap, terutama jika tempat tersebut lembab. Malah yang lebih buruk lagi, bakteri-bakteri itu dapat bertahan hidup di tempat yang kering cukup lama, namun mereka akan mati bila terkena cahaya matahari atau panas.

Mycobacterium tuberculosis
Mycobacterium tuberculosis
Bakteri-bakteri TBC ini menyebar dari satu penderita TBC ke orang lain melalui batuk dan bersin, dan akhirnya akan terbawa oleh butir-butir debu atau titik-titik air yang beterbangan di udara. Satu kali saja seorang TBC batuk, maka ia telah menyebarkan ribuan bakteri TBC ke udara sehingga orang lain yang menghirup udara ini berkemungkinan akan terjangkiti juga.

Bukan hanya pernapasan dari mulut dan ciuman yang menyebarkan penyakit ini, namun penggunaan alat makan bahkan pakaian yang sama sejak dulu telah menjadi media penyebaran penyakit ini.

Bila bakteri TBC telah masuk ke paru-paru, pertempuran sengit antara sistem pertahanan tubuh dan bakteri TBC segera terjadi. Sel-sel darah putih akan segera mengepung bakteri-bakteri itu, dan menelannya. Namun, karena bakteri TBC terlindungi oleh lapisan lilin, kebanyakan dari bakteri-bakteri itu akan tetap hidup. Lalu sel-sel darah putih yang lebih besar masuk, dan mendirikan suatu "tembok pertahanan" untuk melawan penyerang-penyerang itu. Inilah yang mengakibatkan munculnya tuberkel atau benjolan kecil.

Di dalam tuberkel itu, bakteri TBC mungkin akan hidup berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Bisa jadi benjolan itu akan lenyap, dan menimbulkan sebuah lubang. Kumpulan jaringan parut yang cukup besar mungkin akan terbentuk di sekeliling bagian-bagian ini. Ini akan menghalangi aliran darah dan mengganggu fungsi paru-paru. Kalsium dan kapur mungkin juga menumpuk di dalam jaringan -jaringan ini dan juga di dalam kelenjar limfe di sekitarnya sehingga membuat organ-organ itu tidak berfungsi lagi.

Berapa lama pasien seperti itu akan hidup? Ini tergantung dari ketahanan tubuhnya sendiri. Jika daya tahan tubuhnya tinggi, dan bakteri yang menyerang tidak terlalu banyak, ia mungkin akan sembuh dengan cepat. Namun jika daya tahannya rendah karena kurangnya mengonsumsi makanan sehat, bekerja terlalu keras atau karena kebiasaan hidup yang tidak teratur, maka ia akan kalah di pertempuran itu. Hal ini lebih sering terjadi jika seseorang itu hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan banyak berhubungan dengan orang-orang yang menderita TBC.

Makanan dan air yang sudah terkena kotoran mungkin juga menjadi penyebab menyebarnya bakteri TBC. Orang-orang yang meminum susu segar yang belum dimasak bisa jadi juga akan menanggung risiko ini, karena bisa saja ada bakteri TBC di dalamnya. Sekali saja bakteri-bakteri TBC ini menemukan tempat hidup di dalam tubuh, maka akan sukar sekali untuk dikeluarkan. Oleh karena itu, penyakit ini harus dicegah sedapat mungkin.

Tanda-tanda Bahaya TBC

Perasaan lelah yang tiada sebab atau kehilangan semangat ketika melakukan aktivitas sedikit saja, ini menjadi salah satu ciri penyakit TBC. Terus turunnya berat badan juga harus dicurigai, terutama bila ia menderita batuk yang tidak kunjung sembuh, atau mengeluarkan darah. Ini sudah menjadi tanda-tanda bahaya untuk penyakit TBC. Selain itu, nyeri pada bagian dada, berkeringat di malam hari dan demam di waktu sore juga patut diwaspadai, karena ini juga adalah gejala TBC. Kebanyakan penderita TBC juga mengeluh kurangnya nafsu makan.

Diagnosa TBC

Sebuah pemeriksaan sederhana untuk menegakkan diagnosa TBC adalah dengan tes tuberkulin. Dokter akan menyuntikkan sedikit cairan ke dalam kulit seseorang. Jika kulit itu berubah menjadi merah dan meradang, kemungkinan besar seseorang tu mengidap TBC. Namun sebaiknya jangan hanya melakukan tes ini, karena ada TBC yang tersembunyi, setelah dites tuberkulin tidak menunjukkan reaksi apa-apa, padahal sesungguhnya ia sedang mengidap TBC.

Karena itu pemeriksaan dengan X-ray (rontgen) harus dilakukan, bukan hanya untuk memastikan apakah seseorang itu menderita TBC atau tidak, tapi juga untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit-penyakit serius lain seperti jantung dan kanker paru-paru. Beberapa ahli kesehatan menyarankan bahwa setiap orang itu sebaiknya melakukan X-ray dada setiap tahun.

Perawatan TBC

Perawatan yang paling utama adalah istirahat. Maksudnya istirahat yang sempurna jiwa dan raga. Tekanan emosi atau pikiran yang mengganggu cenderung memperlambat proses kesembuhan.

Bakteri-bakteri yang menyerang mungkin saja telah membuat lubang-lubang besar di dalam paru-paru, dan tubuh harus mencari jalan untuk memperbaiki lubang-lubang itu. Jika keadaan TBC sudah hebat, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar tindakan pencegahan dapat diambil untuk melindungi masyarakat dan tersebarnya penyakit ini.

Jika penderita TBC tinggal di rumah, ia harus berada di kamar tersendiri dan harus diberi cukup penerangan dan ventilasi.

Udara segar akan sangat membantu proses penyembuhan penyakit TBC. Mungkin akan lebih baik jika penderita TBC itu tidur di serambi rumah, di tempat asri, jauh dari asap dan polusi, namun tentu saja tetap harus menghindari kontak dengan orang lain. Penderita TBC harus diberikan makanan yang seimbang, seperti vitamin-vitamin tambahan seperti vitamin C. Buah-buahan dan sayuran segar juga harus menjadi menu wajib bagi penderita TBC. Semua ini tidak lain adalah untuk mempercepat proses kesembuhan.

Pengobatan TBC

Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu obat primer dan sekunder. Obat primer untuk TBC adalah isoniazid (INH), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, dan Pirazinamid. Sebagian besar penderita TBC sembuh dengan obat-obat ini. Selain itu ada juga obat sekunder untuk TBC yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin. Penggunaan obat-obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan TBC yang diderita.

Biasanya penderita TBC dapat sembuh total selama kurang lebih enam bulan dengan mengonsumsi obat-obatan primer setiap hari. Butuh biaya besar untuk mengonsumsi obat-obatan ini setiap hari selama enam bulan ? betul. Namun pemerintah Indonesia sudah menyediakan obat-obatan ini di tiap-tiap Puskesmas dalam kemasan yang eksklusif dan GRATIS.

Pembedahan

Jaringan-jaringan paru-paru yang sudah parah kerusakannya harus dikeluarkan dengan pembedahan (jika memungkinkan). Namun sayang, tidak semua penderita TBC memiliki ketahanan untuk dibedah, karena umumnya kondisi mereka sudah lemah. Kesembuhan akan terjadi lebih cepat bila jaringan-jaringan rusak tersebut dikeluarkan dari tubuh. Dalam keadaan yang sudah parah, kombinasi obat-obatan dan pembedahan masih menjadi cara terbaik. Seperti halnya saran-saran untuk penyakit paru-paru lain, penderita TBC hendaknya jangan merokok.

Pencegahan Penyakit TBC

Agar orang yang sehat tidak tertular penyakit TBC, ada dua jalan, yaitu tindakan dari orang yang sehat dan tindakan dari penderita TBC itu sendiri. Usahakanlah penderita TBC tidak membuang ludah, batuk dan bersin di sembarang tempat. Ada baiknya dilakukan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Jadi, seperti yang dikatakan di atas, kamar penderita TBC harus mendapatkan sinar matahari langsung. Sinar matahari akan membunuh bakteri-bakteri TBC yang tersebar.

Ada baiknya bagi seorang yang sehat menghindari kontak bicara pada jarak yang dekat dengan penderita TBC. Atau Anda bisa menggunakan masker, namun hal ini masih tetap rentan. Bila penderita TBC batuk atau bersin, sebaiknya orang yang sehat menutup mulut. Satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu arah angin. Jangan sampai angin berhembus mengarah ke orang yang sehat setelah sebelumnya melalui orang yang menderita TBC. Bukan mencegah arah anginnya, namun kita yang harus menghindari angin tersebut yang bisa merupakan angin karena alam atau angin karena kipas angin dll. Ingat, bakteri TBC bisa terbawa oleh angin.

Jemur tempat tidur penderita TBC di panas matahari langsung, ini untuk menghindari hidupnya bakteri di tempat tidur tersebut. Pada bayi, jangan pernah melewatkan imunisasi BCG, ini penting untuk mencegah dari terserangnya penyakit TBC di kemudian hari.

Dari semua hal-hal diatas, daya tahan tubuh orang yang sehat sangat berperan dalam mencegah penularan TBC. Karena rasanya sulit untuk menghindari terhirupnya bakteri TBC di saat tinggal serumah dengan penderita TBC. Bila seseorang itu memiliki daya tahan tubuh yang kuat, walaupun bakteri TBC masuk, sistem pertahanan tubuhnya akan memusnahkannya. Apa saja yang harus dilakukan untuk memiliki daya tahan tubuh yang kuat ini? Tidak lain adalah rajin berolahraga, konsumsi cukup makanan yang seimbang, terapkan pola hidup sehat seperti tidur yang cukup dan tidak merokok. Atau lengkapnya Anda bisa baca artikel tentang tips mudah untuk hidup sehat.

Article Resources
  • Gambar : www.npr.org

05 أبريل 2013

Kenali Ciri dan Gejala Anak Autis

Anak autis

Jika anak tak nyambung (tidak menghiraukan) ketika diajak mengobrol, orang tua harus mewaspadai. Mungkin saja anak tersebut mengidap autis. Autis merupakan gangguan perkembangan perilaku yang terjadi karena adanya kerusakan di otak. Penyandang autis sering dianggap memiliki dunia dan kepribadian sendiri.

Ada beberapa kriteria anak penyandang autis, di antaranya tak nyambung ketika diajak mengobrol dan selalu mengulang pembicaraannya, tidak pemah melakukan kontak mata, tersenyum, atau minta dipeluk saat berada dekat sang ibu. Ini semua lantaran adanya gangguan interaksi sosial pada anak autis. Jadi, penyandang autis seakan tidak peduli dengan keberadaan orang di sekitarnya.

Selain itu, anak penyandang autis juga mengalami gangguan perilaku, misalnya, bersikap hiperaktif atau melakukan perilaku aneh berulang-ulang, seperti memukul meja, mengepakkan tangan, atau memutar-mutar badan. Saat bermain pun, permainannya tak bervariasi. Mainan hanya dipegang, dilempar, atau paling sering dibariskan memanjang begitu saja.

Menurut para ahli kesehatan, perilaku autis sudah bisa terlihat sejak anak berusia 1 tahun setengah. Jadi, seharusnya sudah terdiagnosis bila orang tua menyadari dan peka terhadap kondisi sang anak. Ketika anak sudah dipastikan mengalami autis, maka harus diobati secepat mungkin sebelum si anak berusia 2 tahun. Ini mengingat pada usia tersebut, otak anak sedang berkembang dengan pesatnya.

Pengobatan untuk anak autis adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan dan berlatih. Obat diberikan oleh dokter anak atau psikiater anak guna memperbaiki perhatian, perilaku, maupun hiperaktivitasnya sehingga anak peduli lingkungan. Dilanjutkan dengan latihan, mulai dari latihan sosialisasi, bermain, motorik dan geraham. Terapinya memang akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Hingga saat ini, penyebab autis belum diketahui secara pasti. Tapi diperkirakan autis disebabkan karena adanya gabungan beberapa hal, mulai dari kelainan genetik dimana gennya sudah ada kelainan untuk menjadi autis ditambah dengan faktor-faktor lain. Faktor lain tersebut, misalnya, pernah mengalami infeksi saat di dalam kandungan, bisa juga karena ada masalah dalam proses persalinan, seperti trauma lahir, bayi tidak langsung menangis. Sebagian juga beranggapan, autis muncul karena gangguan pada metabolisme tubuh, dari makanan yang dikonsumsi dan kontaminasi dari polusi, misalnya, keracunan logam berat dari limbah industri.

Untuk pencegahan, sangat penting untuk menerapkan perilaku hidup sehat ketika hamil, menjaga tubuh agar tetap sehat. Saat melahirkan jangan ada komplikasi persalinan dan jaga tubuh agar terhindar dari infeksi. Pada artikel berikutnya, akan kita bahas lebih lanjut mengenai autis.

Kredit foto : myaspergerschild.com

01 أبريل 2013

Cara Mudah Berhenti Merokok, Baca Ini !

Dewasa ini, jutaan orang sudah menjadi perokok berat, bukan karena pilihan, melainkan karena mereka tidak memiliki jalan keluar untuk meninggalkan rokok. Mereka akan terus-menerus merokok karena mereka sudah terikat dengan suatu kebiasaan yang dimulainya saat usia muda. Ironis, begitu banyak remaja saat ini yang beranggapan bahwa mereka terlihat gagah bila merokok. Namun faktanya, kebanyakan dari para perokok berat sebenarnya ingin berhenti merokok, namun mereka tidak berdaya melakukannya.

Berbicara tentang awal mula merokok, kebanyakan dari perokok sebenarnya pada awalnya mereka tidak pernah ingin merokok. Terutama remaja atau anak-anak, mereka hanya melakukan apa yang mereka pikirkan dan hanya meniru orang lain. Disinilah permasalahannya, seolah-olah seseorang itu terpaksa harus belajar merokok.

Mengapa kita harus mengkhawatirkan rokok? Untuk beberapa alasan, merokok bukan saja suatu pemborosan dalam keuangan, tetapi juga memegang peranan penting dalam menurunkan daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit. Para perokok berat meninggal lebih cepat lima sampai sepuluh tahun daripada orang yang tidak merokok. Dalam banyak hal, penyebab kematian ini disebabkan oleh gangguan atau penyakit pada jantung dan pembuluh-pembuluh darah. Penyebab lain yang juga membunuh adalah kanker paru-paru. Ini semua akibat dari rokok. Tentu saja ada alasan-alasan yang tepat mengapa seorang itu bukan saja harus menyimpan uangnya, tetapi juga kesehatannya.

Paru-paru pada perokok
Barangkali saat ini Anda belum menaruh perhatian dalam hal ini, karena mungkin Anda bukan perokok atau Anda adalah perokok yang belum merasakan akibat dari merokok. Tiap-tiap rokok yang dihisap akan membuat seseorang lebih lemah, itu sudah jelas. Jika begitu, mengapa para perokok tidak berhenti? Sebab mereka sudah ketagihan nikotin, racun keras yang terdapat di dalam daun tembakau.

Mengapa sulit meninggalkan rokok? Orang-orang yang bukan perokok atau tidak mengetahui seluk beluk rokok, pasti akan memandang aneh mengapa seorang perokok itu tidak bisa berhenti merokok. Jawaban sempurna mungkin sulit didapat, namun tidak disangsikan lagi kebanyakan orang yang terus menerus merokok adalah karena mereka mendapatkan kenikmatan tembakau. Manusia terkadang sulit meninggalkan kenikmatan yang biasa ia dapatkan.

Bisa dikatakan bahwa para perokok memiliki penyakit saraf. Mengapa? Karena merokok seperti menjadi jalan keluar yang cepat dari dua pilihan yang serba sulit. Sedikit saja otak perokok sedang berfikir, maka mereka biasanya akan membutuhkan rokok. Racun-racun yang terdapat di dalam daun tembakau memberikan kenikmatan sementara sehingga mereka akan terus-menerus merokok, menyalakan satu batang, lalu batang-batang lainnya. Sementara itu tembakau dengan perlahan-lahan akan merusak kesehatan dan memperpendek hidup mereka. Ah, takdir panjang pendek umur seseorang di tangan Tuhan. Memang benar, hidup dan mati di tangan Tuhan. Tapi apakah Anda tahu bahwa ciri-ciri orang yang memiliki takdir akan berumur panjang salah satunya adalah mereka yang selalu menjaga kesehatannya?

Manfaat Berhenti Merokok

Apa yang akan terjadi bila seorang berhenti merokok? Sistem pencernaannya bertambah baik, tekanan darahnya menjadi normal kembali, kualitas darah semakin baik, dan jantungnya akan bekerja lebih baik. Sudah jelas, orang yang meninggalkan kebiasaan merokok sebenarnya mereka sudah berbuat sesuatu yang penting bagi kesehatannya. Kemungkinan besar, orang yang bukan perokok tidak akan mendapat borok-borok di dalam perut perut, dan tidak terkena penyakit jantung selama hidupnya. Selain itu, permasalahan pada hidung dan kerongkongannya akan segera hilang karena berhenti merokok (bila belum ditemui penyakit serius).

Sudah pernahkah Anda mendengar batuknya para perokok? Tentu saja sudah. Beberapa dari sahabat-sahabat Anda yang perokok mungkin menderita radang cabang tenggorok menahun akibat merokok. Radang kerongkongan sangat umum terjadi pada perokok-perokok berat. Batuk menahun itu saja sudah menjadi hal yang cukup buruk. Namun ada lagi yang perlu Anda kuatirkan, karena rangsangan menahun itu mungkin juga akan membawa kepada penyakit kanker.

Benar, kita juga harus mengakui bahwa sebagian dokter percaya bahwa ada faktor-faktor lain yang menyebabkannya. Ini mungkin benar. Tetapi fakta membuktikan bahwa orang-orang yang tidak merokok rupanya sedikit sekali yang mengalami permasalahan pada kerongkongan, paru-paru dan juga pada jantung dan peredarannya, dengan tidak menghiraukan "faktor-faktor lain". Oleh karena itu, orang yang bijaksana akan menghindari penggunaan tembakau yang memiliki andil besar untuk merusak tubuh.

Racun-racun di dalam Tembakau

Sebenarnya ada ribuan bahan kimia/racun yang terdapat di dalam rokok, dan ratusan diantaranya bisa merusak kesehatan. Beberapa dari racun-racun ini akan menyerang selaput-selaput halus pada saluran pernapasan. Racun yang lain akan memasuki aliran darah dan mengganggu peredaran darah. Namun racun yang paling berbahaya ialah tar atau ter, yakni suatu karsinogen atau zat yang menimbulkan kanker, dan juga nikotin.

Zat-zat tar ini pindah dari tembakau ke dalam cabang cabang tenggorok dan paru-paru dengan perantaraan asap yang dihisap, dan sesudah itu racun tar ini disimpan di selaput lendir pembuluh-pembuluh ini, di mana banyak menyebabkan rangsangan setempat. Selaput lendir ini mungkin akan berubah menjadi empat atau lima kali lebih tebal pada perokok berat bila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok. Ini akan menambah hambatan pada saluran udara ke dalam paru-paru dan menjadikan seseorang lebih sukar untuk bernapas dan mudah merasa lelah.

Rokok

Sari dan zat tar ini telah digunakan oleh para ahli ilmiah untuk mendatangkan kanker pada tikus dan hewan-hewan percobaan lainnya. Tetapi mengapa Anda tetap saja memasukkan racun-racun seperti itu ke dalam tubuh dan diri sendiri menanggung risiko untuk mendapat kanker paru-paru?

Racun yang satu lagi adalah nikotin, merupakan zat keras yang sudah umum diketahui oleh manusia. Sebagai suatu racun, nikotin itu hanya kedua dari cyanida dalam pengaruhnya untuk merusak tubuh. "Beruntungnya," kebanyakan nikotin pada tembakau akan hilang ketika tembakau itu dibakar, tetapi tetap ada nikotin yang masuk ke dalam paru-paru si perokok untuk memberi dia "kenikmatan." Memang sedikit, namun bila terus dilakukan, akan menjadi "bukit." Dengan kata lain, nikotin merangsang susunan urat saraf. Tetapi dorongan sementara ini akan diikuti dengan kelesuan yang akhirnya si perokok memerlukan rokok yang lain. Nikotinlah yang menyebabkan ketagihan tembakau.

Bagaimana Berhenti Merokok

Bagaimana cara berhenti merokok? Tentu saja yang pertama-tama yang harus dilakukan ialah BERHENTI. Apakah anda akan berhenti merokok dengan mengambil keputusan untuk berhenti hanya sejam sekali pada hari pertama, dan dua jam keesokan harinya dan tiga jam keesokan harinya pula, atau apakah anda mau langsung berhenti sama sekali adalah persoalan pribadi yang harus anda putuskan sendiri.

Hampir semua perokok yang sungguh-sungguh ingin berhenti merokok akan menghadapi suatu perjuangan yang keras. Apakah yang harus diperbuatnya? Di sini diberikan beberapa langkah yang dapat diambil untuk berhenti merokok.

1. Buang semua rokok 
Buang semua rokok Anda dan segala sesuatu yang mengingatkan Anda pada rokok, apakah itu asbak, gambar rokok, bekas kotak rokok dll. Tidaklah aman menyimpan rokok pada saat ingin berhenti merokok.

2. Jauhkan diri dari para perokok lain 
Jauhkan diri sedapat-dapatnya dari perokok lain, terutama selama beberapa hari atau minggu berikutnya ketika Anda sudah berhenti merokok. Ini akan mengelakkan godaan dan menguatkan keputusan anda untuk tidak mulai lagi.

3. Jadilah seorang aktivis anti rokok
Bila ada, Anda bisa bergabung dengan komunitas atau organisasi anti rokok. Jadilah seorang pengikut kampanye yang ulet terhadap pemakaian tembakau dalam bentuk apapun. Bila tidak memungkinkan, kampanyekan saja bahaya merokok pada orang-orang disekitar Anda. Hal ini mungkin akan membuat bosan sahabat-sahabat Anda. Tapi yakinlah mereka hanya kan merasa bosan untuk sementara waktu, dan bukan tidak mungkin mereka akan mengikuti saran Anda.

4. Mandi air hangat 
Mandilah air hangat dua kali setiap hari dan lakukan juga mandi air dingin dari pancuran yang akan membuat Anda segar.

5. Olahraga
Lakukan cukup gerak badan termasuk menarik napas dalam-dalam serta berjalan-jalan jauh di udara terbuka beberapa kali setiap hari. Ini akan membersihkan paru-paru dan memperbaiki perasaan emosional Anda.

6. Jagalah makanan Anda 
Usahakanlah selalu makan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar setiap hari. Ini merupakan suatu penawar yang manjur terhadap racun-racun tembakau. Jika Anda lebih banyak makan buah-buahan dan sayuran daripada makanan lain (termasuk nasi) selama beberapa minggu berikutnya sejak Anda berhenti merokok, maka keinginan Anda untuk menghisap rokok akan hilang.

7. Jangan menahan lapar terlalu lama
Makanlah dengan teratur dan jangan mencoba-coba untuk mengurangi berat badan sementara Anda sedang dalam upaya untuk berhenti merokok. Beberapa minggu setelah Anda berhenti merokok, berat badan mungkin bertambah akan bertambah beberapa kilogram, tetapi tidak usah khawatir tentang ini. Anda dapat mengurangi berat tambahan itu kemudian hari.

8. Hindari makanan berbumbu kuat dan minuman keras
Biasanya, bahan-bahan seperti ini akan mendorong keinginan anda untuk merokok, dan juga akan merusak selera anda untuk makanan-makanan sehat yang membangun tubuh. Tinggalkanlah bahan-bahan makanan seperti merica, rempah- rempah, dan segala yang pedas-pedas dari makanan Anda. Anda malah harus berhati-hati dengan penggunaan garam berlebih-lebihan. Mungkin awalnya Anda akan merasa aneh karena cita rasa makanan yang "hambar" ini. Namun tidak lama setelah itu Anda akan menikmatinya. Soal minuman keras, Anda pasti sudah mengerti.

9. Serahkanlah dirimu kepada Allah 
Serahkanlah dirimu kepada Allah setiap hari dan setiap jam. Bermohonlah pertolongan Ilahi bilamana anda merasa kembali ingin merokok. Allah akan membantu semua umatnya yang memohon kepadanya.

10. Jangan ragu 
Janganlah merasa ragu dalam keputusan anda untuk mengalahkan kebiasaan merokok ini. Karena hal ini lebih penting dari semua cara yang Anda lakukan di atas untuk berhenti merokok.

Selain dari hal diatas, dukungan dari keluarga atau teman juga akan sangat membantu program berhenti merokok Anda. Ketika Anda sudah dapat menghilangkan kebiasaan ini, anda segera akan melihat kenyataan betapa lebih baiknya perasaan Anda. Jantung akan berdenyut dengan normal, urat saraf relaks, dan denyutan nadi kuat dan stabil. Pernapasan baik, bersih berikut aromanya, otot-otot tidak tegang, dan pikiran akan kembali mengontrol Anda. Ini akan memberi kekuatan moral dan intelektual, karena Anda tidak lagi diperbudak oleh kebiasaan yang kotor. Mulai sekarang Anda akan menikmati kesehatan yang lebih baik dan dengan berkat Allah, Anda akan menikmati kepuasan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

31 مارس 2013

Mengolah Ramuan Tradisional? Sebaiknya Perhatikan Hal Ini!

Pengobatan tradisional dengan bahan dari tanaman biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan umumnya tekniknya dikuasai secara turun temurun. Pemakaian dan cara pengolahannya boleh dibilang amat sederhana. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sebagian pemakainya kurang mengindahkan hal-hal yang bersifat higienis. Padahal alat, bahan, dan pelaku (orang yang mengolah) sebaiknya harus bersih. Selain itu, ada hal-hal yang harus diketahui pula untuk menghindarkan hal-hal yang tak dikehendaki karena pemakaian tanaman obat ini.

Hal-hal yang harus diperhatikan tersebut antara lain bahan tanaman, peralatan yang digunakan, air, jangka waktu pemakaian, dan tindakan medis lainnya.

1. Bahan Tanaman

Bahan tanaman yang hendak digunakan untuk pengobatan harus dalam keadaan segar. Jika yang digunakan adalah bahan yang kering, maka keadaannya juga harus baik. Hindari pemakaian bahan tanaman yang telah terkena kotoran, lembab, berjamur, dimakan serangga, atau tergeletak di tempat yang kotor.

Sebaiknya sebelum digunakan/diolah, bahan dicuci terlebih dahulu dengan air sampai bersih benar. Bagian akar tanaman yang mengandung tanah sebaiknya dicuci bersih karena bagian ini dapat membawa bibit penyakit atau bahkan telur cacing.
Sambiloto
Sambiloto, daunnya bisa digunakan untuk pengobatan Tipus, TBC Paru, Kencing Nanah dll
Bahan tanaman utuh yang dikonsumsi segar, misalnya rimpang*, buah, atau daun, sebaiknya dijaga kesegarannya dengan menyimpannya di tempat yang bersih dan jauh dari panas atau terkena sinar matahari langsung. Akan lebih baik bila bahan tersebut disiapkan atau dipetik pada hari itu juga, jadi tidak perlu disimpan.

Persyaratan di atas tidak berlaku untuk ramuan yang dicampur minyak serta ramuan bercampur bahan kering, seperti serbuk atau pil.

2. Peralatan yang Digunakan

Tak dapat dipungkiri bahwa kelemahan utama pada pengobatan tradisional ialah kurangnya perhatian pada peralatan yang digunakan. Hal ini tidak boleh dianggap sepele. Alat yang digunakan dapat menularkan penyakit, membawa kotoran lain, atau bahkan menghilangkan khasiat obat jika tidak bersih atau alat yang digunakan salah.

Sendok, gelas, panci perebusan, saringan, botol, atau peralatan yang dipakai sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu. Jika perlu, alat tersebut direbus atau direndam dalam air panas. Setelah digunakan, alat harus dibersihkan lagi. Jangan beranggapan karena nantinya hendak dipakai lagi untuk membuat obat yang sama maka alat tak perlu dibersihkan. Memang alat akan terkena kotoran lagi, tetapi kotoran lama yang tertimbun justru dapat mendatangkan masalah baru. Misalnya, menimbulkan residu (endapan) pada alat atau mendatangkan kuman penyakit.

Saringan atau perasan harus dibersihkan benar-benar, sebaiknya direbus dengan air mendidih. Bila menggunakan saringan dari kain, gunakan kain bersih, tak perlu kain baru yang penting tidak habis digunakan untuk keperluan lain. Seandainya kain digunakan untuk keperluan lain maka sebelum dan sesudah pemakaian, kain perasan harus dibersihkan dengan baik.

Panci perebusan hendaknya terbuat dari bahan tanah, keramik, atau email. Sedapat mungkin jangan merebus bahan dengan panci dari aluminium, besi, atau kuningan. Peralatan dari timah hitam atau timbal dilarang keras digunakan untuk membuat ramuan. Hal ini perlu untuk menghindari timbulnya endapan, pembentukan zat racun, konsentrasi larutan obat menurun, atau efek samping karena reaksi bahan kimia panci dengan zat yang dikeluarkan tanaman.

Selain kebersihan alat, pelaku yang meracik obat sebaiknya juga menjaga kebersihan tangan dan ruangan.

3. Air

Air yang sehat ialah air yang tidak berwama, tidak berbau, tidak berasa, dan bening. Air yang kekuningan, berbau, dan mengandung kotoran sebaiknya tidak digunakan.

Untuk ramuan yang tidak perlu direbus, berarti harus menggunakan air masak dan bersih. Namun, jika ramuan harus direbus terlebih dahulu maka dapat menggunakan air mentah yang bersih.

4. Jangka Waktu Pemakaian

Ramuan tradisional umumnya dibuat dengan cara perebusan, diperas, atau dimakan mentah. Ramuan yang direbus boleh disimpan sehari atau 24 jam. Setelah jangka waktu tersebut sebaiknya ramuan dibuang dan dibuat lagi yang baru bila memerlukannya. Jika ramuan dibuat dari perasan tanpa direbus, hanya boleh disimpan selama 12 jam. Lebih dari itu jangan digunakan lagi karena dapat tercampur kuman atau kotoran dari udara atau lingkungan sekitamya.

Umumnya resep pengobatan tradisional berdasarkan pertimbangan jangka waktu di atas. Tak ada salahnya kan untuk selalu mempertimbangkan jangka waktu pemakaian ini jika ternyata ramuan yang dibuat berlebih. Jangan menyimpan ramuan lebih dari waktu yang disarankan hanya karena sayang membuangnya. Ingatlah bahwa kesehatan lebih penting dari sekedar bahan tersebut.

5. Tindakan Medis Lainnya

Meskipun ramuan tradisional juga termasuk tindakan untuk mengobati penyakit, tidak berarti pengobatan medis atau kedokteran modern diabaikan. Penderita tetap boleh dibawa ke rumah sakit, puskesmas, atau dokter yang terdekat, terlebih lagi bila penyakitnya parah.

*Rimpang atau rizoma adalah modifikasi batang tumbuhan yang tumbuhnya menjalar di bawah permukaan tanah dan dapat menghasilkan tunas dan akar baru dari ruas-ruasnya.

Kredit foto : H. Zell/wikimedia

26 مارس 2013

1001 Manfaat Kedelai bagi Manusia

Manfaat kedelai bagi manusia

Salah satu sumber makanan yang kaya akan protein adalah kacang kedelai atau biasa juga disebut kedele. Makanan yang mengandung protein nabati yang lengkap ini sudah ditanam sejak berabad-abad silam di China dan Jepang, jauh sebelum ditulisnya sejarah kedua negara itu.

Beberapa jenis makanan yang biasa dibuat dengan bahan baku kedelai adalah tahu, tempe, dan tauge (toge/taoge). Tauge banyak dikonsumsi oleh penduduk dunia bagian timur (Asia). Di dalamnya terkandung banyak sekali vitamin A dan vitamin B kompleks. Saat ini sudah banyak jenis makanan yang dibuat dari bahan kacang kedelai. Kedelai juga digunakan sebagai bahan pencampur makanan lainnya seperti es krim, permen, kecap, bubur ayam, tepung kedelai, dan susu kedelai sendiri.

Fakta dan manfaat kedelai

Berikut adalah fakta dan manfaat dari kedelai:


Kedelai mengandung protein dua kali lebih banyak dari daging dan empat kali lebih banyak dari telur.
Kedelai juga mengandung minyak tumbuh-tumbuhan non-kolesterol yang bermutu tinggi.
Mengandung lechitin, yaitu suatu zat yang sangat bermanfaat untuk mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh.
Sedikit sekali mengandung hidrat arang sehingga penderita diabetes boleh mengonsumsinya.
Mengandung hampir semua vitamin penting.
Kandungan senyawa isoflavon (antioksidan) dan serat pangan dalam kedelai terbukti membantu memperbaiki resistensi insulin dan menjaga kestabilan kadar gula darah, jadi penderita diabetes bagus mengonsumsinya.
Mengobati nyeri sendi, karena mengandung isoflavon dan mampu mempertahankan kadarnya untuk mencegah osteoporosis (keropos tulang). Isoflavon kedelai juga memperkuat massa tulang, sedangkan senyawa genistin kedelai mempunyai efek mencegah keropos tulang lebih baik dari premarin.
Mengurangi risiko terkena kanker prostat hingga 20 persen karena kandungan isoflavon-nya.
Kandungan asam lemak esensial pada kacang kedelai membantu melindungi kulit dari sinar UV.
Minyak kedelai dapat membantu menghadang masuknya paparan polusi asap rokok secara langsung pada kulit.
Kandungan antioksidan-nya yang tinggi seperti vitamin E dan vitamin B kompleks, dapat membuat kulit berkilau cantik. Selain itu, kacang kedelai juga dapat melindungi dari kerutan yang muncul akibat penuaan dini.
Alergi dengan susu sapi? Pindah saja ke susu kedelai. Kandungan gizinya besar, mengandung vitamin B1, B2, B6 dan provitamin A, kalium, magnesium, selenium, fosfor, karbohidrat, protein dan sumber lemak. Jadi cukup lengkap kan...
Mencegah dan meredakan migrain karena kandungan vitamin B-kompleks (kecuali B12), Mineral (terutama Kalium), dan Asam Amino (terutama Lisin) pada kedelai.
Mengatasi Intoleransi Laktosa, yang merupakan sistem pencernaan yang tidak mampu mencerna dan menyerap laktosa atau lemak susu dengan baik akibat terbatasnya enzyme laktase dalam tubuh yang berfungsi untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa (monosakarida) agar lebih mudah dicerna oleh usus.
Mencegah arteriosklerosis, hipertensi, jantung koroner, dan stroke karena vitamin E, asam folat, vitamin B6 dan magnesiumnya.
Mengatasi sindroma menopause karena kandungan isoflavon dan vitamin E nya.
Sebagai anti kanker karena kedelai mengandung selenium, vitamin E, isoflavon dan genistin.
Kedelai juga membantu menunda aksi estrogen alami tubuh, yang bertanggung jawab untuk mengurangi atau mencegah rasa sakit selama periode menstruasi dan gejala lainnya pada wanita.
Protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan penyakit ginjal.
Menjaga berat badan dan mengontrol rasa lapar karena kandungan seratnya yang tinggi. Cocok untuk Anda yang sedang dalam proses menurunkan berat badan.
Mencegah penyakit Alzheimer.
Pitosterol yang terkandung dalam lechitin kedelai juga dapat meningkatkan fungsi dan kekuatan sel-sel saraf.

Mungkin Anda sudah cukup pusing membaca rentetan manfaat kedelai di atas. Kami tambahkan satu lagi manfaat dari kedelai, yaitu berguna untuk menjaga bahkan meningkatkan kemampuan mengingat dan berpikir. Karena kandungan gizi yang lengkap pada kacang kedelai dapat meremajakan sel otak. Selain itu (seperti disebutkan di atas) kedelai mengandung sejumlah besar lechitin, yang merupakan salah satu komponen penting dari otak.

Para ahli ilmu gizi modern dan ahli kimia makanan terus menyelidiki cara-cara baru untuk pemakaian kacang kedelai ini sebagai bahan makanan baru. Tidak disanksikan, kedelai dapat menjadi solusi kekurangan protein bagi penduduk dunia yang semakin hari semakin bertambah. Inilah salah satu bahan makanan yang terbaik, pemberian alam yang sempurna bagi manusia.

Sisa-sisa dari pembuatan bahan makanan yang menggunakan bahan kacang kedelai ini terkadang juga dipakai kembali untuk membuat cat, pernis, obat kecantikan, karet sintetis dan tinta cetak. Karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.

Jadi, tunggu apa lagi? Silakan konsumsi kedelai.

25 مارس 2013

Perawatan dan Pencegahan Serangan Asma

Penderita asma

Asma atau asthma merupakan suatu keadaan menyedihkan yang mungkin saja menghinggapi seseorang hingga akhir hayatnya. Saat terserang asma, sudah tentu penderita akan mengalami kesulitan bernapas. Asma sebenarnya suatu keadaan alergi, sebagai reaksi yang tidak normal dari tubuh terhadap suatu zat, misalnya serbuk, jamur, bulu binatang, zat kimia, uap, wangi-wangian, makanan atau obat-obatan tertentu. Kuman-kuman di dalam hidung dan kerongkongan juga bisa menyebabkan serangan asma.

Serangan asma lebih sering terjadi bila penderita mengalami keletihan atau saat mengalami tekanan emosi yang hebat. Selain itu, perubahan iklim juga bisa menjadi faktor pencetus datangnya serangan asma. Perlu diketahui, banyak juga penderita asma yang juga mengalami emfisema (kantung udara hancur dan napas menjadi pendek).

Saat terserang asma, otot polos saluran pernapasan berkontraksi sehingga menyebabkan menyempitnya saluran pernapasan. Selain itu serangan asma juga bisa disebabkan oleh tersumbat saluran pernapasan oleh lendir kental. Penderita masih mudah untuk inspirasi (menarik napas), namun mengalami kesulitan dalam ber-expirasi (mengeluarkan napas). Inilah yang menyebabkan pernapasannya menjadi sulit dan berbunyi (nyaring). Sebagai konsekuensinya, gelembung-gelembung udara akan meluas dan beberapa dari dinding-dindingnya mungkin akan pecah. Pada serangan asma hebat, bisa terjadi pendarahan dan gelembung-gelembung udara pada paru-paru.

Saluran pernapasan menyempit karena asma

Serangan asma dapat muncul secara bertahap karena radang pada cabang tenggorok, dan mungkin juga muncul dengan tiba-tiba pada saat seseorang berinteraksi dengan zat-zat yang merangsang (bahan pencetus asma), namun kebanyakan serangan asma terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami perasaan kencang di dada. Kekencangan ini mungkin reda dalam waktu satu atau dua jam, atau bisa terus berlangsung selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Pada akhir serangan, penderita mungkin saja akan mengeluarkan lendir kental dari saluran pernapasannya.

Serangan asma yang dimulai pada masa kanak-kanak biasanya disebabkan oleh makanan, Jika terserangnya saat lepas dari masa-kanak-kanak atau dewasa muda, mungkin disebabkan oleh serbuk, debu atau zat-zat kimia. Setelah umur 45 tahun, asma lebih sering di sebabkan oleh infeksi. Para penderita dekompensasi jantung terkadang mengalami serangan yang mirip dengan asma, namun ini bukanlah asma bronchiale yang sebenarnya.

Perawatan Asma

Jika penyebab asma tersebut dapat diketahui, maka harus ditangani secepat mungkin dengan segala upaya. Infeksi-infeksi pada hidung, kerongkongan dan tonsil harus mendapatkan perawatan yang tepat. Beberapa obat untuk mengatasi serangan asma antara lain adalah epinephrine atau adrenalin, aminophyllin, ephedrine dan salbutamol sangat membantu penderita asma. Beberapa dari obat tersebut tersedia dalam bentuk minyak, injeksi (suntik), semprot dan pil. Namun ini hanya gambaran, beda penderita asma terkadang berbeda pula kecocokan obatnya. Cara dan dosis penggunaan pun bisa bereda-beda tergantung tingkat keparahan. Jadi, lebih baik konsultasikan dulu ke dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pencegahan Serangan Asma

Penting bagi penderita asma untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah "kekalahan" dari zat-zat pencetus asma. Penderita harus memilih makanan yang seimbang, dan menghindari rasa lelah dan tekanan emosi yang tidak perlu. Penderita pun sebaiknya meninggalkan rokok, dan menghindari zat-zat merangsang lainnya seperti zat kimia, cat, debu atau bau-bauan yang menyengat (menusuk/tajam).

Meskipun asma adalah gangguan yang sangat menyedihkan, namun jarang berakibat fatal atau sampai membawa kematian kecuali jika si penderita juga menderita gangguan berbahaya lainnya seperti penyakit jantung. Jauhi perasan cemas dan khawatir, karena keduanya bisa menjadi pencetus serangan asma.

Penderita yang sedang terserang asma sebaiknya tetap tenang dan jangan berlebihan dalam berkata-kata atau mengungkapkan rasa susahnya karena hal ini hanya akan menambah kesulitan bernapas. Menghirup aerosol terkadang juga dapat mencegah datangnya serangan asma, terutama bagi mereka yang sering terserang asma. Penderita asma juga harus menghindari influenza dan terkena dingin. Senam pernapasan dan olahraga berenang juga diyakini membantu kesembuhan dari asma yang disebabkan oleh beberapa faktor. Tapi lebih baik konsultasikan ke dokter.

Banyak anak-anak yang sembuh (sendiri) dari asma ketika mereka besar, namun sebaiknya jangan cuma berharap sembuh, usaha juga perlu dilakukan. Penderita asma sebaiknya selalu berada dalam pengawasan dokter ahli.

Kredit foto : www.topnews.in & www.msata.org