Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Alzheimer

Friday, November 14, 2014
Penyakit Alzheimer adalah suatu kondisi yang menghancurkan sel-sel otak sehingga membuat otak menjadi mengecil atau mengerut. Orang dengan penyakit Alzheimer akan kehilangan kemampuan belajar, mengingat dan faal secara perlahan-lahan. Alzheimer menjadi penyebab paling umum dari demensia, yakni penurunan kemampuan mental yang mengganggu kehidupan normal.

Area otak yang dipengaruhi Alzheimer
Area otak yang dipengaruhi Alzheimer. Gambar: Nucleus Medical Media Inc.
Penyakit Alzheimer pertama kali ditemukan pada tahun 1906 oleh dr. Alois Alzheimer, seorang dokter berkebangsaan Jerman. dr. Alzheimer melihat adanya perubahan jaringan otak pada perempuan yang meninggal karena gangguan mental yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Penyebab

Penyebab Alzheimer hingga kini belum diketahui. Namun ada dua faktor yang diketahui berperan dalam perkembangan penyakit Alzheimer, yaitu:
  • Penumpukan plak yang disebut beta amiloid di beberapa area otak.
  • Neurofibrillary kacau - serat yang berbelit-belit di dalam sel-sel saraf.
Faktor risiko

Faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kans seseorang untuk mengembangkan Alzheimer, meliputi:
  • Usia: 65 tahun ke atas
  • Sebelumnya pernah mengalami cedera otak serius
  • Tingkat pendidikan yang rendah
  • Sindrom Down (Down Syndrome)
  • Wanita berusia di bawah 35 tahun yang melahirkan anak dengan Sindrom Down
  • Merokok
  • Riwayat keluarga penyakit Alzheimer
  • Keberadaan berbagai jenis protein tertentu (APOE-e4)
  • Depresi
  • Peningkatan kadar homosistein
  • Penyakit jantung.
Para peneliti sedang mempelajari beberapa kondisi untuk melihat apakah kondisi-kondisi tersebut memiliki hubungan dengan penyakit Alzheimer, yaitu:
  • Kurang gizi dan vitamin pada anak-anak
  • Kelebihan metal dalam darah, terutama seng, tembaga, aluminium, dan besi
  • Infeksi virus tertentu
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi.
Gejala

Penyakit Alzheimer akan dimulai dengan gejala penyimpangan memori ringan. Kemudian akan merusak memori dan faal. Penyakit Alzheimer dibagi dalam tiga tahap:
  • Ringan - Kehilangan memori, penalaran, dan pemahaman namun independensi tidak terganggu.
  • Sedang - Mental semakin terpuruk, perubahan kepribadian, dan peningkatan ketergantungan pada orang lain dalam memenuhi kebutuhan dasar.
  • Berat - Kehilangan kepribadian dan faal tubuh, sehingga bergantung sepenuhnya pada orang lain.
Gejala Alzheimer meliputi:
  • Peningkatan kesulitan dalam mengingat, seperti:
    • Tidak mampu mengingat bagaimana cara ke lokasi yang sudah dikenal sebelumnya
    • Tidak ingat nama keluarga atau teman
    • Tidak ingat letak benda-benda yang biasa digunakan
    • Tidak mampu mengerjakan soal matematika sederhana
    • Tidak mampu melakukan tugas-tugas biasa, seperti memasak, berpakaian, mandi dan lain-lain.
  • Tidak mampu berkonsentrasi
  • Kesulitan menyelesaikan kalimat karena lupa kata-katanya (dapat berkembang menjadi ketidakmampuan berbicara)
  • Lupa tanggal, waktu, atau musim
  • Tersesat bahkan di lokasi yang sudah dikenal sebelumnya
  • Mood yang berubah-ubah
  • Kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya biasa dilakukan
  • Perubahan kepribadian
  • Berjalan lebih lambat, kaki mungkin terkesan seperti diseret
  • Koordinasi anggota-anggota tubuh buruk.
Diagnosis

Tidak ada pemeriksaan yang dapat mengkonfirmasi Alzheimer. Dokter lebih melihat kepada gejala dan riwayat medis serta melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengajukan banyak pertanyaan. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain.
Beberapa pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab atau kondisi medis lain yang menyebabkannya, antara lain:
  • Tes neurologis (neurological exam-test) dari sistem saraf
  • Pengujian status psikologis dan mental
  • CT scan - jenis pemeriksaan x-ray yang menggunakan komputer untuk membuat gambar otak.
  • MRI scan - pemeriksaan yang menggunakan gelombang magnetik untuk membuat gambar otak.
  • Electroencephalogram (EEG) - untuk mengukur arus listrik di otak
  • Pemeriksaan darah dan urin
  • Uji pungsi lumbal - untuk melihat kadar protein tertentu otak
  • PET scan otak - untuk melihat aktivitas otak.
Pengobatan

Belum ditemukan obat untuk penyakit Alzheimer dan juga belum ditemukan metode yang tepat untuk memperlambat perkembangannya. Ada empat obat yang tersedia untuk mengobati beberapa gejalanya. Sedangkan obat lainnya masih diteliti, tujuannya adalah untuk menemukan obat yang dapat mengontrol gejala atau memperlambat proses perkembangan Alzheimer.

Obat untuk proses dan gejala penyakit Alzheimer
Hanya dua jenis obat yang telah disetujui untuk mengurangi gejala penyakit Alzheimer:
  • Cholinesterase inhibitor - dianjurkan untuk penyakit Alzheimer tahap ringan dan sedang (donepezil, rivastigmine, galantamine)
  • N-methyl-D-aspartate (NMDA) receptor antagonist - untuk Alzheimer sedang hingga berat (memantine).
Obat lain untuk Alzheimer yang masih diteliti, antara lain:
  • Gamma-secretase inhibitors
  • Tau fiber aggregation inhibitors
  • Herbal dan suplemen (seperti vitamin E, ginkgo biloba).
Manajemen gaya hidup
Kelola Alzheimer dengan:
  • Menciptakan lingkungan dimana penderita dapat mendapatkan perawatan yang tepat
  • Menjaga kualitas hidup setinggi mungkin
  • Menjaga diri agar tetap aman
  • Membantu diri untuk belajar atau mengontrol perilaku yang tak terkontrol
  • Hidup di lingkungan yang tenang dan sunyi
  • Menggunakan kacamata dan alat bantu dengar yang tepat (jika perlu), jam atau kalender yang mudah dibaca
  • Mendengarkan musik-musik yang tenang, bisa berupa lagu rohani yang lembut
  • Melakukan olahraga ringan untuk mengurangi agitasi (aktivitas motorik berlebihan dan tak bertujuan) dan menurunkan depresi
  • Mendorong keluarga atau teman-teman untuk sering berkunjung.
Obat psikiatris
Gejala kejiwaan biasanya menyertai penyakit Alzheimer. Dokter atau Psikiater mungkin akan meresepkan obat untuk mengobati:
  • Depresi
  • Gelisah
  • Kebingungan, paranoia, dan halusinasi.
Dukungan untuk pengasuh/keluarga
Merawat orang dengan penyakit Alzheimer sangat sulit, melelahkan, atau (maaf) menyebalkan. Pengasuh atau keluarga yang merawat membutuhkan dukungan emosional, istirahat dan tidur yang cukup. Semakin baik kondisi fisik dan psikis pengasuh atau keluarga, maka mereka semakin baik merawat pasien Alzheimer.

Pencegahan

Belum ada metode yang efektif untuk mencegah penyakit Alzheimer karena penyebab pastinya sendiri hingga kini belum diketahui. Namun, beberapa kebiasaan dibawah ini diyakini dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer, yaitu:
  • Makan-makanan yang sehat termasuk konsumsi ikan secara rutin
  • Hindari alkohol
  • Berolahraga secara teratur
  • Melibatkan diri dalam kegiatan yang merangsang mental.

Referensi:
  • Alzheimer Association. www.alz.org
  • Alzheimer Disease Education and Referral Center. www.alzheimers.org
  • Alzheimer Society. www.alzheimer.ca
  • Health Canada. www.hc-sc.gc.ca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.