Tanda dan Gejala Demensia

Friday, March 20, 2015
Hilang memori

Demensia adalah istilah luas yang menggambarkan banyak gejala. Demensia sering diartikan sebagai kepikunan atau pikun, padahal sebenarnya pikun hanyalah satu dari gejala demensia.

Terlepas dari berapa usia Anda saat ini, seiring waktu akan banyak pikiran-pikiran Anda yang salah (slip memori). Misalnya, Anda lupa dimana meletakkan kunci, Anda tidak mampu mengenali seseorang yang sebelumnya Anda kenal, atau Anda pergi ke dapur untuk melakukan sesuatu tetapi sesampai di dapur Anda lupa dengan apa yang mau dikerjakan. Kondisi demensia dapat terjadi pada semua orang.

Semakin bertambahnya usia, biasanya slip memori ini akan lebih sering terjadi dan Anda akan merasakan bahwa memori dan pikiran Anda tidak lagi setajam dahulu.

Tanda dan gejala dini demensia

Demensia bukanlah penyakit tunggal, melainkan sekumpulan gejala yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat penyakit degeneratif. Penyakit yang paling sering menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer. Gejalanya adalah kehilangan memori, perubahan mood dan disorientasi.

Hilangnya ingatan  yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Hilangnya ingatan adalah tanda umum dari demensia, terutama lupa dengan informasi atau peristiwa yang belum lama dialami. Penderita demensia mungkin akan berusaha keras untuk mengingat nama benda atau teman, atau kesulitan untuk mengingat sesuatu yang baru saja ditontonnya di TV. Apakah Anda sering lupa tanggal dan peristiwa penting? Atau Anda sering harus mendapatkan penjelasan berulang-ulang? Waspadai demensia.

Merasa bingung dengan waktu dan lokasi. Jika demensia mulai berkembang, penderitanya mungkin akan lupa akan waktu, tanggal atau bahkan tahun. Penderita demensia bahkan mungkin juga lupa dimana lokasinya berada saat ini atau bagaimana dia bisa sampai disitu, atau merasa bingung ketika berada di lingkungan yang sebenarnya telah ia kenal.

Masalah dengan persepsi dan kesadaran sosial. Pada sebagian orang, masalah penglihatan merupakan gejala demensia. Penderita demensia mungkin mengalami kesulitan dalam membaca, mengukur jarak, dan menentukan warna dan kontras. Namun, jika Anda adalah seorang yang sudah tua dengan penglihatan yang memburuk, jangan dulu mengira Anda mengalami demensia karena bisa jadi kondisi tersebut memang murni penurunan kualitas penglihatan Anda terkait usia atau karena penyakit katarak.

Masalah dalam berbicara dan kosakata. Penderita demensia mungkin akan berhenti di tengah-tengah pembicaraannya, sulit untuk melanjutkan kembali atau sulit untuk mengingat sampai dimana pembicaraannya tadi. Penderita demensia juga mungkin mengalami kesulitan dalam mencari kosakata yang tepat.

Kesulitan dalam berencana atau mengatur. Penderita demensia kemungkinan juga akan mengalami penurunan kemampuan dalam merencanakan atau bekerja dengan perubahan-perubahan angka. Sebagai contoh, penderita demensia mungkin mengalami kesulitan dalam mengikuti daftar belanjaan atau melacak tagihan.

Perubahan kepribadian dan suasana hati. Penderita demensia mungkin selalu diliputi perasaan curiga, depresi, takut, atau cemas. Penderita demensia biasanya juga mudah sekali marah.

Ketika mengalami gejala-gejala diatas, berapapun usia Anda, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter. Perawatan dini akan mencegah demensia berkembang lebih lanjut atau bahkan mengurangi gejalanya. Ketika sudah mencapai stadium akhir, penderita demensia biasanya tidak lagi mampu untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan akan terus membutuhkan bantuan orang lain.


Gambar: www.millercathy.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.