Gejala, Penyebab dan Pengobatan Penyakit Katarak

Monday, August 05, 2013
Salah satu ketakutan besar yang dihadapi orang-orang yang sudah tua adalah menjadi buta. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang itu kehilangan penglihatannya, salah satunya adalah katarak. Pada katarak, lensa mata akan menjadi kabur, keruh atau juga berselaput sehingga akan menghalangi cahaya masuk ke selaput jala (retina) yang terletak di bagian belakang bola mata.

Katarak

Jenis Katarak
Secara umum, katarak terdiri dari tiga jenis yaitu:
  1. Katarak Kortikal, menyerang tepi lensa mata dan kemudian menjalar perlahan ke bagian tengah lensa. Penderita akan merasa silau terhadap cahaya.
  2. Katarak Nuklear, menyerang tengah lensa. Awalnya penglihatan tidak terganggu namun lambat laut penglihatan akan menurun ditambah dengan kesulitan membedakan warna.
  3. Katarak Subkapsular, menyerang area belakang lensa. Katarak yang satu ini terbilang cukup parah karena cahaya yang masuk langsung terhalangi oleh selaput katarak.
Gejala Katarak
Gejala umum yang terjadi pada katarak tentu saja adalah terdapat selaput putih pada lensa mata dan penurunan kemampuan penglihatan seperti rabun jauh. Bila dibiarkan, akan menyebabkan kebutaan.
Gejala lain katarak adalah:
  • Penglihatan buram atau seperti ada asap
  • Ketajaman penglihatan menurun
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Penglihatan ganda bila satu mata ditutup
  • Memerlukan cahaya yang lebih terang untuk membaca
  • Kadang pasien melihat lingkaran cahaya saat memandang sinar atau sumber cahaya (seperti melihat bola lampu)
Selain itu, pasien katarak juga akan kehilangan sensitivitas kontras, yang mengakibatkan kontur, warna bayangan dan visi tidak jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Rasa radang, nyeri dan sakit kepala mungkin tidak terjadi hingga kondisi katarak sudah parah.

Penyebab Katarak
Katarak bisa disebabkan karena kecelakaan atau trauma. Sebuah benda asing yang merusak lensa mata bisa menyebabkan katarak. Namun, katarak paling lazim mengenai orang-orang yang sudah berusia lanjut. Biasanya kedua mata akan terkena dan sebelah mata lebih dulu terkena baru mata yang satunya lagi.

Katarak juga bisa terjadi pada bayi-bayi yang lahir prematur atau baru mendapatkannya kemudian karena warisan dari orang tuanya. Namun kembali lagi, katarak hanya lazim terjadi pada orang-orang yang berusia lanjut. Coba perhatikan hewan yang berumur tua, terkadang bisa kita melihat pengaburan lensa di matanya. Semua ini karena faktor degenerasi.

Berikut penyebab katarak yang lazim:
  • Trauma atau cedera pada mata (luka/terbentur)
  • Penyakit lain pada mata dan penyakit lainnya seperti diabetes dan hipertensi
  • Mata sering terpapar cahaya langsung sinar matahari (ultraviolet)
  • Radiasi bahan kimia
  • Faktor genetik
  • Akibat mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam waktu yang lama seperti (kortikosteroid dan seroquel)
Katarak akan berkembang secara perlahan-lahan. Orang-orang tua yang hidup sendiri (sedikit orang-orang disekitarnya/kurang dirawat) lebih sering terkena katarak. Karena kebanyakan dari mereka kurang minum air atau cairan lainnya guna menjaga peredaran darahnya tetap mengalir sebagaimana mestinya.

Pemeriksaan Katarak
Untuk melakukan pemeriksaan katarak, biasanya seorang dokter akan terlebih dulu melihat mata pasien dengan menggunakan mikroskop mata (ophthalmoscope). Mungkin juga dokter akan meneteskan cairan untuk melebarkan mata guna melihat retina dengan lebih baik.

Selain itu, untuk menunjang diagnosa dan tingkat keparahan katarak, dokter mungkin akan melakukan tes ketajaman/reaksi penglihatan seperti dengan cahaya, mengukur kontras pembedaan warna, dan mengukur tingkat penglihatan di sekeliling atau di tengah mata.

Pengobatan Katarak
Pada tahap awal menderita katarak, biasanya pasien masih terbantu dengan kacamata yang dalam jangka waktu tertentu ditukar untuk memperoleh penglihatan yang baik. Namun untuk katarak yang sudah parah, satu-satunya jalan medis untuk mengobatinya adalah dengan operasi (pembedahan). Jangan takut, operasi katarak itu adalah operasi sederhana namun sangat efektif mengobati katarak. Simpelnya, operasi dilakukan untuk mengganti lensa mata yang rusak.

Operasi katarak di jaman dulu pun sudah efektif, apalagi di jaman sekarang yang sudah menggunakan mesin fakoemulsifikasi. Mesin fakoemulsifikasi digunakan untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. Lebar sayatan untuk luka operasi dengan dengan menggunakan teknik ini hanya dibawah 2,5 milimeter (1,4mm-2,2mm). Selanjutnya memasukkan lensa buatan (lensa intra okular/lensa implan) yang bisa dilipat ke dalam mata untuk mengganti lensa mata yang rusak akibat katarak. Bekas sayatan tidak perlu dijahit dan operasi biasanya hanya berlangsung setengah jam.

Yang Perlu diperhatikan
Bila Anda merasa ada gejala-gejala katarak seperti di atas, alangkah baiknya segera menemui dokter mata. Dan bila Anda memang divonis menderita katarak, jangan lagi untuk menunda operasi hingga kataraknya matang. Karena pada proses pematangan katarak dikhawatirkan bisa menyebabkan komplikasi lain yaitu glukoma sekunder, dan peradangan di dalam mata yang disebabkan oleh lensa dan kantung penggantung lensa rapuh.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.