Kanker Kandung Kemih : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Wednesday, July 08, 2015
Apa yang dimaksud dengan kanker kandung kemih?

Kanker adalah pertumbuhan sel secara abnormal di dalam tubuh. Sel-sel ekstra tumbuh secara bersamaan dan membentuk suatu massa yang disebut sebagai tumor. Pada kanker kandung kemih, tumor ini terbentuk di kandung kemih (bladder). Kandung kemih adalah tempat dimana urin (limbah cair yang diproduksi oleh ginjal) disimpan di dalam tubuh untuk selanjutnya dikeluarkan melalui proses buang air kecil (BAK).

Untuk memahami tentang kanker kandung kemih, ada baiknya untuk mengetahui dahulu bagaimana kandung kemih itu bekerja.

Sistem urinari laki-laki
Sistem urinari laki-laki
Sistem urinari perempuan
Sistem urinari perempuan
Kandung kemih

Kandung kemih adalah organ berongga berbentuk balon yang sebagian besar terbuat dari otot. Kandung kemih berfungsi sebagai tempat penampungan urin hingga Anda siap untuk mengeluarkannya melalui BAK.

Urin diproduksi di ginjal dan mengalir melalui saluran yang disebut ureter yang menuju kandung kemih. Selanjutnya urin meninggalkan tubuh melalui saluran uretra. Otot kandung kemih akan mengetat sehingga memaksa urin keluar dan membantu Anda dalam BAK.

Lapisan kandung kemih
Lapisan kandung kemih
Sebuah lapisan permukaan tipis yang disebut dengan urothelium terdapat di bagian dalam kandung kemih. Berikutnya adalah lapisan jaringan ikat dan pembuluh darah yang disebut lamina propria. Yang melapisi jaringan adalah otot kandung kemih, sedangkan yang diluar otot adalah lapisan lemak.

Apa saja gejala kanker kandung kemih?

Hematuria (darah dalam urin)

Hematuria (urin dalam darah) adalah gejala yang paling umum dari kanker kandung kemih. Biasanya kondisi ini tidak disertai dengan rasa sakit. Meskipun adakalanya darah dapat terlihat dengan mata, namun dalam kebanyakan kasus, darah biasanya tidak terlihat kecuali ketika diperiksa dengan mikroskop. Dalam kasus ini, biasanya darah secara tidak sengaja ditemukan oleh penyedia layanan kesehatan Anda karena biasanya Anda berobat karena kondisi lain.

Adanya darah di dalam urin tidak berarti bahwa Anda terkena kanker kandung kemih. Ada banyak penyebab darah dalam urin, seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal. Selain itu jumlah mikroskopis darah bahkan mungkin masih normal pada sebagian orang.

Sering buang air kecil dan nyeri saat buang air kecil (disuria)

Sering atau nyeri buang air kecil sebenarnya bukan gejala umum dari kanker kandung kemih. Namun jika Anda mengalami gejala-gejala ini, dan Anda tidak memiliki infeksi saluran kemih, maka bisa jadi kanker kandung kemih menjadi penyebabnya.

Apa penyebab kanker kandung kemih?

Penyebab pasti kanker kandung kemih belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hal tertentu (dikenal sebagai faktor risiko) yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengembangkan kanker kandung kemih.

Merokok

Rokok, cerutu dan pipa rokok akan meningkatkan risiko kanker kandung kemih. Di Amerika Serikat, setengah dari seluruh kasus kanker kandung kemih disebabkan oleh asap rokok. Risiko seorang perokok untuk mengembangkan kanker kandung kemih adalah dua sampai tiga kali lipat dibandingkan bukan perokok.

Ketika merokok, Anda menghirup bahan kimia yang berasal dari pembakaran tembakau. Bahan kimia yang terhirup ke paru-paru kemudian bergerak ke dalam aliran darah. Ginjal kemudian menyaring bahan kimia dari darah Anda dan mengirimkannya ke kandung kemih. Seiring waktu, bahan kimia ini dapat merusak sel-sel yang melapisi bagian dalam kandung kemih. Kerusakan ini akan meningkatkan kemungkinan munculnya kanker kandung kemih.

Zat kimia di tempat kerja

Paparan bahan kimia jangka panjang yang digunakan seperti untuk membuat plastik, cat, tekstil, kulit, dan karet juga dapat menyebabkan kanker kandung kemih. Penata rambut, teknisi, printer, pelukis dan pengemudi truk berisiko mengalami kanker kandung kemih. Bahan kimia menjadi penyebab 20-25% dari seluruh kasus kanker kandung kemih. Seperti bahan kimia dalam asap rokok, bahan kimia ini (karsinogen) dapat terus berada di dalam kandung kemih selama beberapa jam sebelum Anda buang air kecil. Dengan kondisi berulang seperti itu, kandung kemih menjadi tempat di mana kanker dapat berkembang.

Faktor risiko lainnya
  • Infeksi kandung kemih yang sering atau lama
  • Obat-obatan tertentu untuk kanker lain, seperti siklofosfamid (Cytoxan®)
  • Terapi radiasi di daerah panggul, seperti untuk kanker serviks atau kanker prostat
  • Kadar arsenik tinggi dalam air minum juga dikaitkan dengan kanker kandung kemih.
Lebih dari 90% dari seluruh kasus kanker kandung kemih dimulai dari lapisan dalam kandung kemih (urothelium). Sebagian besar tumor di kandung kemih berkembang di area ini atau di lapisan setelahnya (lamina propia) dan tidak berpindah ke otot kandung kemih.

Bagaimana mendiagnosis kanker kandung kemih?

Diagnosis kanker kandung kemih dilakukan oleh dokter spesialis urologi. Dokter spesialis urologi adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam masalah sistem perkemihan dan sistem reproduksi laki-laki.

Tidak ada tes tunggal untuk memastikan kanker kandung kemih. Jika Anda memiliki gejala kanker kandung kemih, dokter perlu melakukan beberapa tes.

Riwayat medis dan pemeriksaan fisik

Dokter perlu bertanya kepada Anda mengenai hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kanker kandung kemih, seperti asap tembakau (perokok aktif atau pasif) atau dari bahan kimia. Dokter juga akan bertanya apakah ada riwayat keluarga yang menderita kanker kandung kemih. Dokter juga akan memeriksa fisik Anda untuk mencari tanda-tanda lainnya.

Urinalisis

Untuk menjalani tes ini, urin Anda perlu diambil. Spesialis akan memeriksa warna urin dan kandungannya. Mereka juga dapat melakukan sitologi urin. Untuk ini, urin Anda dilihat dengan mikroskop untuk mencari keberadaan sel-sel kanker. Urin juga dapat diuji untuk hal-hal lain yang terkait dengan sel-sel kanker (tumor marker).

Tes pencitraan

Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan Computerized Tomography (CT) scan. CT Scan juga memanfaatkan sinar X, tapi hasil gambarnya lebih rinci ketimbang rontgen biasa. Dokter mungkin akan mengambil gambar dari ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk memeriksa apakah ada masalah. Darah yang terdapat di dalam urin dapat disebabkan banyak hal. Hasil scan akan membantu dokter mengetahui asal atau penyebab perdarahan tersebut, ini lebih sering dilakukan dengan CT urogram (scan fokus untuk memindai saluran kemih).

Sistoskopi

Untuk melihat langsung kondisi dan permukaan dalam kandung kemih untuk tanda-tanda kanker, dokter akan melakukan sistoskopi (cystoscopy). Agar lebih nyaman saat pemeriksaan, dokter mungkin akan memberikan anestesi (bius) lokal atau sedasi ringan (untuk membatu pasien lebih rileks dan untuk memblokir rasa sakit). Tapi dalam beberapa kondisi, dokter mungkin juga menerapkan anestesi umum (pasien hilang kesadaran total).

Spesialis urologi akan menggunakan sistoskop (cystoscope), sebuah selang/tabung tipis dan lembut dengan cahaya atau lensa atau kamera video kecil pada ujungnya. Sistoskop tersebut akan dimasukkan melalui uretra (tempat urin keluar meninggalkan tubuh) dan masuk ke dalam kandung kemih.

Jika terlihat tumor, dokter akan mengukur jumlah, lokasi, ukuran dan penampilannya.

Karena reseksi (penghapusan) tumor sering tidak dapat dilakukan hanya dengan anestesi lokal saja. Pasien mungkin perlu dioperasi kembali dengan anestesi umum atau spinal. Operasi ini disebut transurethral resection of bladder tumor (TURBT).

Biopsi

Jika dalam prosedur sistoskopi Anda dianestesi umum, dokter mungkin juga akan melakukan biopsi. Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan untuk melihat keberadaaan kanker. Seorang dokter ahli patologi (khusus mengidentifikasi adanya perubahan jaringan tubuh) akan meneliti jaringan tersebut dengan mikroskop untuk memeriksa keberadaan sel-sel kanker.

Untuk mengambil jaringan, dokter akan memasukkan resektoskop (resectoscope) melalui uretra ke dalam kandung kemih. Instrumen ini mirip dengan sistoskop, namun dilengkapi dengan logam/kawat melingkar di ujungnya untuk mengangkat jaringan.

Apa saja grade dan stadium kanker kandung kemih?

Jika sel kanker ditemukan, dokter perlu mengetahui apa grade (kelas) dan stadium tumor tersebut. Setelah itu baru tim perawatan kesehatan dapat mengembangkan rencana pengobatan untuk kanker kandung kemih.

Grade

Grade akan menjelaskan seberapa cepat tumor tumbuh dan menyebar. Sistem gradasi paling umum dilakukan dengan menggunakan dua nilai utama, yakni:
  • Tumor grade rendah (tumbuh lambat). Meskipun dapat kambuh kembali setelah pengobatan, tumor grade rendah ini jarang menyebar ke otot kandung kemih. Tumor grade ini juga tidak sering menyebar ke bagian tubuh lain. Sel-sel tumor grade rendah seringkali hanya memiliki perbedaan yang kecil dengan sel normal.
  • Tumor grade tinggi (tumbuh cepat). Tumor ini sering kambuh setelah pengobatan dan lebih mungkin menyebar ke bagian tubuh lain. Sel-selnya tidak teratur dan terlihat abnormal.
Stadium

Dokter juga perlu menentukan seberapa jauh sel-sel kanker tersebut telah menyebar, ini disebut dengan stadium. Klasifikasi stadium kanker kandung kemih, diantaranya:
  • Jika tumor telah memasuki otot kandung kemih (stadium T2 dan lebih tinggi)
  • Jika tumor telah memasuki jaringan di dekatnya (stadium T3 dan lebih tinggi)
  • Jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain (stadium T4).
Secara umum, kanker stadium 4 sangat serius.

Stadium tumor kanker kandung kemih primer (T)
Stadium kanker kandung kemih
Stadium kanker kandung kemih
Tabel daftar stadium menggunakan sistem TNM (Tumor, Node, Metastasis):
Ta: Tumor pada lapisan kandung kemih. Sebagain besar grade rendah dan tidak masuk otot kandung kemih. Bisa kambuh, tetapi sering di grade dan stadium yang sama.
Tis: Juga disebut sebagai Carsinoma in situ (Cis) - kanker grade tinggi pada lapisan kandung kemih, Tis dapat berkembang untuk masuk ke lapisan otot.
T1: Tumor masuk ke lapisan kandung kemih tetapi sering tidak mencapai lapisan otot kandung kemih. Tumor ini kemungkinan akan kambuh dengan grade dan stadium yang lebih tinggi.
T2a dan T2b: Tumor masuk ke lapisan otot kandung kemih.
T3a dan T3b: Tumor melewati lapisan otot dan ke jaringan di sekitar kandung kemih, mungkin telah mencapai prostat atau uterus.
T4a dan T4b: Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh lain yang jauh dari kandung kemih (kanker metastatik)

Bagaimana mengobati kanker kandung kemih?

Didiagnosis kanker memang menakutkan. Pengobatan terbaik untuk kanker kandung kemih akan tergantung dari jenis, grade, dan stadiumnya. Selain itu, rencana pengobatannya juga akan bergantung dari usia dan kondisi kesehatan Anda.

Pilihan pengobatan kanker kandung kemih yang tidak masuk otot (Stadium Ta, T1 dan Tis) meliputi:
  • Pembedahan untuk mengangkat tumor
  • Terapi intravesika
  • Pembedahan untuk mengangkat kandung kemih.
Pilihan pengobatan untuk kanker kandung kemih yang telah memasuki otot kandung kemih (Stadium T2, T3 dan T4) meliputi:
Pasca pengobatan kanker kandung kemih - tindak lanjut

Setelah pengobatan selesai, dokter akan terus mengawasi Anda. Kemungkinan tumor akan kambuh selalu ada. Dokter mungkin akan menyarankan agar Anda kontrol tiga sampai empat kali setahun untuk memeriksakan kesehatan Anda. Kontrol ini bisa jadi termasuk untuk melakukan prosedur sistoskopi. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif, interval kontrol mungkin akan diperlama menjadi satu atau dua kali setahun saja.

Terakhir, mengenai gaya dan pola hidup. Jika Anda memiliki kanker kandung kemih atau telah menjalani pengobatan kanker kandung kemih, selalulah terapkan pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur.


Source: http://www.urologyhealth.org/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.