Makanan yang Harus Dihindari Saat Hamil

Sunday, February 01, 2015
Makanan yang harus dihindari saat hamil

Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari atau diwaspadai oleh wanita hamil, karena makanan tersebut berisiko membuat Anda sakit atau memberikan dampak buruk bagi bayi dalam kandungan. Untuk itulah sebaiknya Anda mengetahui makanan-makanan apa saja yang harus dihindari saat hamil demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

Hindari telur mentah atau setengah matang saat hamil

Pastikan telur dimasak dengan matang hingga putih dan kuningnya solid. Ini untuk mencegah risiko keracunan makanan akibat salmonella. Keracunan salmonella memang tidak dianggap membahayakan janin secara langsung, tetapi dapat menyebabkan serangan diare dan muntah yang hebat pada ibu hamil.

Hindari juga makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang, seperti mayones buatan sendiri. Jika memang ingin mengonsumsi makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang, gunakan telur cair yang dipasteurisasi.

Daging mentah atau setengah matang berisiko pada kehamilan

Jangan makan daging mentah atau setengah matang, karena berpotensi menyebabkan toksoplasmosis. Masaklah daging atau unggas sampai matang, hingga tidak ada lagi jejak merah muda atau warna darah pada daging atau unggas.

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit yang dapat ditemukan dalam daging mentah atau setengah matang, susu kambing yang tidak dipasteurisasi, tanah, kotoran kucing, dan air yang tidak higienis. Toksoplasmosis seringkali tidak ditandai dengan gejala. Pada wanita hamil, toksoplasmosis dapat memberikan dampak buruk pada bayi, meskipun toksoplasmosis cukup jarang terjadi saat hamil.

Cuci bersih semua peralatan dapur setelah digunakan untuk memasak daging atau unggas demi mencegah penyebaran parasit penyebab toksoplasmosis. Juga, cuci dan keringkan tangan setelah mengolah atau menyentuh daging mentah.

Daging kemasan aman dikonsumsi selama kehamilan

Di Inggris, daging kemasan seperti daging kornet diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil, meskipun di beberapa negara lain ada yang menyarankan agar wanita hamil menghindari dari mengonsumi daging kemasan. Jika Anda ragu, sebaiknya tinggalkan.

Hati dapat membahayakan bayi dalam kandungan

Hindari memakan hati atau produk yang terbuat dari hati. Hal ini karena hati banyak mengandung vitamin A, yang mana terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

Suplemen vitamin dan minyak ikan

Wanita hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi suplemen multivitamin atau minyak ikan yang mengandung vitamin A dosisi tinggi. Konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai suplemen-suplemen yang tepat bagi Anda.

Mengonsumsi ikan saat hamil

Umumnya, hampir semua jenis ikan aman dikonsumsi saat hamil. Faktanya, makan ikan baik untuk kesehatan Anda dan perkembangan bayi Anda, tetapi ada beberapa jenis ikan yang harus dihindari atau dibatasi konsumsinya.

Jika sedang hamil atau berencana untuk hamil, hindari mengonsumsi ikan hiu, ikan todak atau ikan marlin karena ikan-ikan ini tinggi kadar merkuri. Sedangkan ikan tuna diperbolehkan, hanya saja tidak boleh melebihi dua steak dalam satu minggu. Hal ini disebabkan karena ikan tuna juga mengandung merkuri. Umumnya kadar merkuri yang kita konsumsi tidak membahayakan, namun jika sedang hamil, merkuri dapat mempengaruhi sistem saraf bayi dalam kandungan.

Perlu diketahui, tuna segar adalah ikan berminyak, jadi jika Anda sudah mengonsumsinya dua steak tuna segar dalam seminggu, maka Anda tidak lagi disarankan untuk mengonsumsi ikan berminyak lainnya.

Saat hamil juga disarankan untuk membatasi konsumsi ikan salmon dan trout, maksimal dua kali seminggu. Hal ini karena ikan salmon dan trout dapat mengandung polutan seperti dioxin dan polychlorinated biphenyl (PCB).

Kerang saat hamil

Kerang, lobster, kepiting, dan udang boleh dikonsumsi selama kehamilan dengan syarat harus dimasak dengan matang. Hal ini karena makan-makanan tersebut dapat mengandung bakteri dan virus berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Ikan asap saat hamil

Ikan asap seperti salmon asap dianggap aman dikonsumsi selama kehamilan.

Sushi dan kehamilan

Wanita hamil diperbolehkan untuk mengonsumsi ikan mentah atau setengah matang dalam hidangan seperti sushi, asalkan ikan tersebut telah dibekukan terlebih dahulu. Hal ini karena terkadang ikan mengandung cacing parasit kecil yang dapat membuat Anda sakit. Pembekuan akan membunuh cacing parasit tersebut sehingga aman untuk dikonsumsi.

Kacang aman dikonsumsi selama kehamilan

Wanita hamil diperbolehkan mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang (seperti selai kacang), kecuali jika memang Anda alergi terhadap kacang, atau dokter atau ahli gizi tidak menyarankannya untuk Anda.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa kacang sebaiknya dihindari selama kehamilan. Hal ini hanyalah himbauan dari ahli kesehatan bahwa seorang wanita hamil harus menghindari mengonsumsi kacang jika di dalam keluarganya terdapat riwayat alergi (seperti asma, eksim, dan alergi makanan). Jika di dalam keluarga tidak didapati riwayat alergi, silahkan saja. Dan juga menurut penelitian, bahwa mengonsumsi kacang selama kehamilan tidak berisiko pada bayi untuk mengembangkan alergi di kemudian hari.

Baca juga: Alergi Makanan pada Anak-anak

Yoghurt saat kehamilan

Semua jenis yoghurt boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Hanya saja jika membuat yoghurt sendiri, pastikan hanya membuatnya dengan susu yang sudah dipasteurisasi, jika tidak lebih baik tinggalkan.

Kafein saat kehamilan

Kadar kafein yang tinggi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, yang mana akan meningkatkan risiko masalah kesehatan baginya di kemudian hari. Terlalu banyak mengonsumsi kafein saat hamil juga dapat mengakibatkan keguguran.

Kafein secara alami dapat ditemukan dalam banyak makanan, seperti kopi, teh dan coklat dan juga ditambahkan ke sebagian jenis minuman ringan dan minuman energi. Beberapa jenis obat pilek atau flu juga mengandung kafein. Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat-obat ini saat hamil.

Teh herbal dan teh hijau saat kehamilan

Hanya ada sedikit informasi mengenai keamanan mengonsumsi teh herbal atau teh hijau selama kehamilan. FSA (Food Standards Agency) Inggris merekomendasikan minum teh herbal atau teh hijau tidak lebih dari empat cangkir setiap hari selama kehamilan. Jika Anda tidak yakin, lebih baik tinggalkan atau konsultasikan ke dokter.

Baca juga: Kupas Tuntas Manfaat Daun Teh untuk Kesehatan


Disarikan dari artikel:
"Foods to avoid in pregnancy"
http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/foods-to-avoid-pregnant.aspx
National Health Service (NHS) United Kingdom (UK)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.