Manfaat dan Efek Buruk Kubis Bagi Kesehatan

Monday, May 05, 2014
Kubis

Kubis merupakan sayuran yang umum dikonsumsi seluruh orang di dunia. Berbagai cara untuk mengonsumsinya mulai dari dimakan mentah, direbus, dikukus, ditumis, hingga difermentasi. Kubis kaya akan vitamin K, vitamin C dan serat.

Walaupun belum didukung pengujian ilmiah, kubis sudah umum digunakan sebagai tanaman obat, seperti untuk mengobati sakit perut, asam lambung berlebih, ulkus (borok) pada lambung dan usus, dan kondisi gangguan perut lainnya. Kubis juga sering digunakan untuk mengobati asma, morning sickness pada ibu hamil, mencegah tulang lemah (osteoporosis), serta kanker paru-paru, lambung, usus besar, payudara dan beberapa jenis kanker lainnya. Sedangkan pengobatan Yunani Kuno menganjurkan mengonsumsi jus kubis sebagai penangkal keracunan jamur, sebagai salep mata, dan untuk membantu menyembuhkan memar.

Ibu yang menyusui juga sering didapati menerapkan daun atau ekstrak daun kubis di payudara mereka untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit pada payudara mereka.

Cara Kerja Kubis Mencegah Kanker Payudara

Kubis mengandung bahan kimia yang diperkirakan bisa membantu mencegah kanker. Kubis diperkirakan akan mengubah cara kerja hormon estrogen di dalam tubuh, yang akhirnya dapat mengurangi risiko kanker payudara. Namun, sekali lagi, keefektifan kubis untuk mencegah kanker payudara atau digunakan untuk pengobatan belum didukung secara ilmiah.

Efektifitas Kubis

Kubis diyakini efektif untuk:
Mengatasi pembengkakan (keras dan nyeri) payudara pada ibu menyusui apabila daun atau ekstrak daunnya diterapkan langsung pada kulit payudara.

Tidak cukup bukti bahwa kubis efektif untuk:
- Mencegah kanker kandung kemih, usus, lambung dan paru-paru
- Nyeri perut
- Ulkus pada lambung dan usus
- Asam lambung berlebih
- Asma
- Morning sickness
- Mencegah osteoporosis dan beberapa kondisi kesehatan lainnya

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektifitas dan keamanan kubis untuk pengobatan. Namun, kubis yang dikonsumsi dalam takaran sebagai obat dinilai aman pada kebanyakan orang baik dengan cara dimakan atau diterapkan langsung pada kulit. Belum banyak bukti yang ditemukan mengenai kemungkinan efek samping kubis.

Warning

Belum ditemukan informasi yang cukup mengenai keamanan mengonsumsi kubis dalam takaran obat selama kehamilan atau menyusui. Tetaplah pada jalur yang aman, dan meskipun belum didapati bukti yang kuat mengenai efek buruknya pada kehamilan, lebih baik mengonsumsinya dalam batas kewajaran saja. Namun jika Anda menyusui, jangan makan kubis bahkan dalam jumlah yang wajar. Karena ada beberapa bukti bahwa sang bayi akan terkena kolik apabila disusui dari ibu yang mengonsumsi kubis, meskipun hanya mengonsumsinya satu kali seminggu. Sedangkan, para analis kesehatan menilai bahwa menerapkan daun atau ekstrak daun kubis ke payudara untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri akibat menyusui adalah aman, bila dilakukan beberapa kali sehari selama satu atau dua hari.

Terkait kelenjar tiroid, ada beberapa kehawatiran bahwa mengonsumsi kubis dapat membuat kondisi hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) semakin buruk. Yang terbaik adalah menghindari mengonsumsi kubis apabila Anda terkena hipotiroidisme.

Interaksi Kubis dan Obat Medis

Berhati-hatilah mengkombinasikan kubis bersama obat-obat di bawah ini:

Acetaminophen
Tubuh akan memecah acetaminophen (paracetamol) untuk menyingkirkannya dari tubuh. Kubis dapat meningkatkan pemecahan acetaminophen. Mengonsumsi kubis bersama acetaminophen dapat menurunkan efektifitas dari acetaminophen.

Obat-obat yang diubah oleh hati
Kubis dapat meningkatkan seberapa cepat hati merusak suatu obat. Mengonsumsi kubis bersama dengan jenis obat tertentu yang bisa dirusak oleh hati akan mengurangi keefektifannya. Ketika Anda diberi resep oleh dokter, beritahu bahwa jika memang Anda ingin mengonsumsi kubis.

Beberapa jenis obat yang bisa diubah oleh hati antara lain: clozapine, cyclobenzaprine, fluvoxamine, haloperidol, imipramine, mexiletine, olanzapine, pentazocine, propranolol, tacrine, theophylline, zileuton, zolmitriptan, atorvastatin, diazepam, digoxin, entacapone, estrogen, irinotecan, lamotrigine, lorazepam, lovastatin, meprobamate, morphine, oxazepam dan lainnya.

Warfarin
Kubis mengandung sejumlah besar vitamin K. Vitamin K digunakan oleh tubuh untuk membantu pembekuan darah. Sedangkan warfarin digunakan untuk memperlambat pembekuan darah. Dengan efeknya yang membantu membekukan darah, maka kubis akan menurunkan efektifitas warfarin.

Penggunaan Kubis untuk Pengobatan

Dosis penggunaan kubis berikut ini sudah diteliti dan didukung secara ilmiah yaitu untuk digunakan pada kulit. Di luar hal itu belum didukung secara ilmiah.

Untuk mengobati payudara yang membengkak atau sakit selama menyusi, pengompresan daun atau ekstrak daun kubis langsung pada payudara adalah aman. Bisa dikompres di bawah handuk dingin atau di dalam bra. Kompres selama 20 menit atau sampai suhunya menjadi sama dengan suhu tubuh. Prosedur ini diulang 1-4 kali sehari selama 1-2 hari. (Web MD, Wiki, Lifescript)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.