Mastitis: Bengkak, Merah, dan Sakit pada Payudara

Friday, November 14, 2014
Mastitis

Mastitis adalah peradangan yang menyebabkan payudara memerah, bengkak dan nyeri. Mastitis umumnya terjadi pada wanita yang sedang menyusui. Meski lebih sering mengenai satu payudara, namun mastitis dapat mengenai keduanya.

Penyebab

Mastitis lebih sering disebabkan karena ASI yang terjebak di dalam saluran susu. ASI yang terjebak akan mengiritasi jaringan di sekitarnya dan menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada payudara.

Mastitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri di dalam jaringan payudara. Bakteri yang menyebabkan infeksi dapat masuk ke payudara melalui saluran susu atau kulit di sekitar puting susu yang retak atau pecah-pecah.

Mastitis lebih sering mengenai wanita menyusui, tetapi tidak menutup kemungkinan mastitis juga terjadi di luar periode menyusui. Artikel mastitis ini akan fokus membahas gejala dan pengobatan mastitis terkait menyusui.

Faktor risiko

Faktor risiko adalah suatu kondisi yang meningkatkan kans seseorang untuk mengembangkan suatu penyakit atau kondisi.

Faktor risiko mastitis meliputi:
  • Pernah mastitis sebelumnya
  • Abrasi atau retak pada puting payudara
  • Mengenakan bra atau pakaian yang terlalu ketat
  • Tidak menyusui
  • Pemberian ASI tidak teratur
  • Tekanan pada payudara, yang disebabkan oleh:
    • Tidur dengan payudara tertekan
    • Terlalu kuat memegang payudara saat menyusui
    • Bayi tidur di payudara
    • Berolahraga (khususnya berlari) tanpa memakai bra.
  • Hal-hal yang menyebabkan ASI menumpuk di payudara, seperti:
    • Karena puting digigit bayi
    • Penggunaan dot atau empeng
    • Posisi bayi yang salah saat menyusui
    • Menyapih secara mendadak, sedangkan produksi ASI masih banyak.
  • Infeksi jamur pada payudara
  • Rentan terhadap infeksi atau gangguan defisiensi imun
  • Psoriasis atau kondisi kulit lainnya yang mempengaruhi puting
  • Diabetes mellitus
  • Rheumatoid arthritis
  • Pengunaan obat-obat kortison
  • Sebelumnya pernah menjalani operasi atau implan payudara
  • Merokok.
Gejala

Gejala mastitis antara lain:
  • Demam
  • Lemah dan lesu
  • Mual dan muntah
  • Pegal-pegal, menggigil atau gejala lain seperti gejala flu
  • Payudara bengkak, merah dan nyeri
  • Perasaan panas/terbakar pada payudara
  • Terasa benjolan lunak atau keras pada payudara
  • Nanah mengalir dari puting
  • Kelenjar getah bening di ketiak atau di atas tulang clavicula (selangka) membengkak.
Diagnosis

Dokter akan bertanya mengenai gejala dan riwayat medis dan selanjutnya melakukan pemeriksaan fisik pada payudara. Jika dokter masih belum yakin dengan mastitis, atau jika pasien mengalami mastitis kambuhan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan berikut:
  • Kultur ASI atau cairan payudara
  • Biopsi dari area yang membengkak
  • USG payudara
  • Mammogram atau x-ray payudara.
Pengobatan

Perawatan untuk mastitis antara lain:

Metode menghilangkan sumbatan saluran susu
Menghilangkan sumbatan di saluran susu adalah cara yang efektif untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Untuk menghilangkan sumbatan pada saluran susu, cobalah untuk:
  • Lebih sering menyusui - Jangan takut, mastitis tidak berbahaya bagi bayi. 
  • Ketika akan menyusui, berikan bayi payudara yang terkena mastitis. Hal ini dilakukan untuk mengosongkan ASI pada payudara yang terinfeksi.
  • Gunakan pompa untuk mengeluarkan ASI.
  • Kompres hangat payudara sebelum menyusui anak. Hal ini untuk menstimulasi reflek ejeksi ASI.
Meringankan nyeri dan bengkak
Untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan payudara:
  • Kompres es pada area payudara yang terkena mastitis setelah menyusui.
  • Jika mastitis bukan disebabkan karena faktor menyusui, gunakan obat penghilang rasa sakit yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Pastikan dokter memberikan obat penghilang rasa sakit yang aman bagi ibu dan bayi. Aspirin tidak disarankan selama kehamilan atau menyusui.
  • Minum banyak cairan.
  • Banyak beristirahat.
Obat-obatan
Antibiotik dapat digunakan untuk mengobati infeksi mastitis. Antibiotik akan membantu menyembuhkan infeksi atau mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius. Jika dalam periode menyusui, pastikan dokter memberikan antiobiotik yang aman bagi ibu dan bayi.

Staphylococcus aureus, adalah bakteri yang paling banyak menyebabkan kasus mastitis bakteri. Beberapa tahun belakangan, beberapa jenis "Staphy" telah menjadi resisten terhadap berbagai jenis antibiotik yang umum digunakan saat ini. Namun dalam kasus mastitis, jarang ditemui bakteri yang resisten antibiotik.

Jika pengobatan dengan suatu jenis antibiotik tidak memberikan respon yang positif, biasanya dokter menggunakan antibiotik jenis lain atau prosedur drainase atau bahkan operasi.

Mencegah mastitis

Metode yang dapat membantu mencegah mastitis, antara lain:
  • Mencegah penumpukan ASI pada payudara, dengan cara:
    • Sering dan rutin menyusui
    • Menggunakan pompa ASI.
  • Cuci tangan dan puting susu sebelum menyusui
  • Hindari penggunaan bra atau pakaian yang terlalu ketat
  • Hindari tidur dengan payudara tertekan, dan jangan biarkan bayi tidur di payudara
  • Jika puting susu retak atau pecah-pecah, oleskan lotion atau krim yang direkomendasikan oleh dokter.

Referensi:
  • The American Congress of Obstetricians and Gynecologists. http://www.acog.org/publications/patient_education/
  • Family Doctor.org. http://familydoctor.org/
  • Women's Health.gov. http://www.womenshealth.gov/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.