Fungsi Vitamin dan Sumbernya

Wednesday, July 10, 2013
Vitamin

Vitamin bukanlah pengganti makanan. Jika Anda hanya mengonsumsi vitamin saja, tentu saja Anda akan mati kelaparan. Vitamin juga tidak memberikan tenaga dan tidak membangun kembali jaringan yang sudah rusak. Meskipun demikian, tanpa vitamin, bisa dikatakan Anda tidak akan bisa bertahan hidup. Vitamin sangat diperlukan, dan memegang peranan penting dalam semua reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Tabel di bawah ini adalah daftar vitamin, fungsinya bagi tubuh dan sumbernya dalam makanan.

Vitamin Larut Air

Vitamin larut air bergerak bebas ke seluruh tubuh, dan jumlah berlebih dari vitamin larut air akan diekskresikan oleh ginjal. Tubuh terus-terusan membutuhkan vitamin larut air namun dengan dosis yang kecil. Tidak seperti vitamin yang larut dalam lemak, vitamin ini biasanya tidak mencapai level beracun. Tapi niasin, vitamin B6, folat, kolin dan vitamin C memiliki batasan tersendiri untuk dikonsumsi. Penggunaan dosis tinggi vitamin B6 dalam jangka waktu yang panjang telah terbukti bisa menyebabkan kerusakan saraf ireversibel.

Diet yang seimbang biasanya sudah mencukupi kebutuhan untuk vitamin ini. Orang yang berusia lebih dari 50 tahun dan orang-orang vegetarian mungkin perlu menggunakan suplemen tambahan agar tetap mendapatkan vitamin B12 yang cukup.

Vitamin larut air

NutrisiFungsiSumber
Vitamin B1 (Tiamin)Bagian dari enzim yang diperlukan untuk metabolisme energi; penting untuk fungsi sarafDitemukan hampir di semua makanan bergizi dalam jumlah moderat ; daging, gandum atau roti dan sereal, kacang-kacangan dan biji-bijian
Vitamin B2 (Riboflavin)Bagian dari enzim yang diperlukan untuk metabolisme energi, penting untuk penglihatan dan kesehatan kulitSusu dan produk olahan susu, sayuran berdaun hijau, roti gandum dan sereal
Vitamin B3 (Niasin)Bagian dari enzim yang diperlukan untuk metabolisme energi, penting bagi sistem saraf, sistem pencernaan dan kesehatan kulitDaging, unggas, ikan, gandum, roti, sereal, sayuran (terutama jamur, asparagus dan sayuran berdaun hijau), selai kacang
Asam pantotenatBagian dari enzim yang diperlukan untuk metabolisme energiHampir terdapat di semua bahan makanan
BiotinBagian dari enzim yang diperlukan untuk metabolisme energiTerdapat di hampir seluruh bahan makanan, juga diproduksi di saluran usus oleh bakteri
Vitamin B6 (Piridoksin)Bagian dari enzim yang diperlukan untuk metabolisme protein, membantu pembentukan sel darah merahDaging, ikan, unggas, sayuran, buah-buahan
Asam folatBagian dari enzim yang diperlukan untuk membuat sel-sel baru dan DNA, terutama sel darah merahSayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan, biji-bijian, jus jeruk, hati
Vitamin B12 (Cobalamin)Bagian dari enzim yang diperlukan untuk membuat sel-sel baru, penting untuk fungsi sarafDaging, unggas, ikan, sea food, telur, susu dan produk olahan susu, hampir tidak ditemukan dalam makanan nabati
Vitamin C (Asam askorbat)Antioksidan, bagian dari enzim yang diperlukan untuk metabolisme protein, penting bagi sistem kekebalan tubuh, membantu dalam penyerapan zat besiHanya ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran, terutama buah jeruk, sayuran dalam keluarga kubis, melon, stroberi, paprika, kentang, selada, pepaya, mangga, buah kiwi

Vitamin Larut Lemak

Vitamin larut lemak disimpan di dalam sel-sel tubuh dan tidak diekskresikan semudah vitamin yang larut dalam air. Vitamin-vitamin ini tidak perlu dikonsumsi sesering vitamin yang larut dalam air, tetapi jumlahnya harus selalu mencukupi. Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi vitamin yang larut dalam lemak, itu bisa menjadi beracun. Tubuh Anda sangat sensitif terhadap vitamin A dari sumber hewani (retinol) dan vitamin D dalam jumlah berlebih. Diet yang seimbang biasanya sudah mencukupi kebutuhan akan vitamin yang larut lemak.

Vitamin larut lemak

NutrisiFungsiSumber
Vitamin A (prekursor*, beta-karoten)
  
* Prekursor A akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin
Diperlukan untuk penglihatan, kulit yang sehat dan selaput lendir, pertumbuhan gigi dan tulang, sistem kekebalan tubuhVitamin A dari sumber hewani (retinol): susu, keju, krim, mentega, margarin, telur, hati

Beta-karoten (dari sumber nabati): berdaun, sayuran hijau tua, buah berwarna oranye gelap (aprikot,melon) dan sayuran lainnya seperti wortel, labu, ubi jalar
Vitamin DDibutuhkan untuk penyerapan kalsium, disimpan di dalam tulangKuning telur, hati, ikan berlemak, susu, margarin. Ketika terkena sinar matahari, kulit bisa membuat vitamin D sendiri
Vitamin EAntioksidan, melindungi dinding selKedelai, jagung, sayuran berwarna hijau, gandum, produk olahan gandum, hati, kuning telur, kacang-kacangan dan biji-bijian
Vitamin KDibutuhkan untuk pembekuan darahSayuran berdaun hijau dan sayuran dalam keluarga kubis, susu, juga diproduksi di saluran usus oleh bakteri

Bagaimana dengan tablet vitamin ?

Banyak orang yang mengkhawatirkan apakah ia perlu mengonsumsi tablet vitamin atau tidak. Sebenarnya ini tergantung pada keadaan kesehatan seseorang tersebut. Bila orang tersebut sehat (dalam artian luas), kuat, mengonsumsi diet seimbang, maka vitamin tambahan tidak perlu diberikan. Kecuali bila memang terbukti seseorang itu menunjukkan gejala kekurangan suatu vitamin. Namun vitamin tambahan sangat diperlukan bagi mereka yang baru sembuh dari sakit atau luka parah.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.