Gangguan Makan, Apa Itu Anoreksia Nervosa

Sunday, August 11, 2013
Anoreksia nervosa adalah salah satu dari beberapa jenis gangguan makan. Orang yang mengidap anoreksia biasanya memiliki ketakutan berlebih terhadap kenaikan berat badan. Mereka sangat membatasi jumlah makanan yang mereka makan, yang akhirnya membuat mereka menjadi terlalu kurus.

Anoreksia nervosa

Anoreksia akan mempengaruhi tubuh dan pikiran. Mulanya masalah ini mungkin hanya sebagai diet, namun akhirnya menjadi tidak terkendali lagi. Orang dengan anoreksia biasanya selalu berpikir mengenai makanan, diet dan berat badan sepanjang waktu. Citra tubuh mereka sudah terdistorsi. Orang lain mengatakan Anda terlalu kurus, namun ketika Anda melihat diri Anda sendiri di cermin, Anda merasa sebagai orang gemuk.

Anoreksia biasanya dimulai pada masa remaja. Jauh lebih umum terjadi pada wanita daripada laki-laki. Pengobatan yang dilakukan secara dini biasanya akan efektif mengobati anoreksia. Tetapi jika masalah ini dibiarkan berlarut, anoreksia bisa menjadi masalah seumur hidup. Anoreksia yang berlarut akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius, seperti osteoporosis, kerusakan ginjal, masalah jantung, dll. Dan sebagian orang juga meninggal karena masalah ini.

Penyebab anoreksia
Anoreksia merupakan gangguan makan yang kompleks, dan para ahli kesehatan belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Namun beberapa faktor mungkin akan menyebabkannya seperti riwayat keluarga, faktor sosial dan kepribadian.

Orang lebih cenderung mengidap anoreksia jika:
  • Orang lain dalam keluarga juga memiliki gangguan makan, seperti anoreksia atau juga bulimia nervosa (jenis gangguan makanan lain).
  • Memiliki pekerjaan atau melakukan olahraga yang menekankan ukuran tubuh, seperti balet, model, artis atau pesenam.
  • Berusaha untuk menjadi sempurna setiap saat, tidak pernah merasa cukup baik, dan banyak khawatir dengan kesempurnaan itu.
  • Dalam kehidupan di masa lalu atau sekarang memiliki masalah kehidupan yang penuh dengan stres, seperti perceraian, pindah ke sebuah kota atau sekolah baru, kehilangan pekerjaan atau karena kehilangan orang yang dicintai (kesedihan berlarut).
Gejala anoreksia
Orang yang mengidap anoreksia biasanya akan selalu menyangkal bahwa mereka memiliki gangguan makan/masalah tubuh.

Beberapa gejala orang yang mengidap anoreksia:
  • Sangat takut dengan naiknya berat badan.
  • Tidak ingin memiliki berat badan normal.
  • Menghindari pembicaraan tentang masalah gangguan makannya.
  • Selalu berpikir bahwa ia kelebihan berat badan (atau masih ingin lebih langsing lagi) padahal mereka sudah sangat kurus. Inilah yang disebut sudah memiliki citra tubuh yang terdistorsi.
Sedangkan beberapa ciri-ciri fisik orang dengan anoreksia antara lain:
  • Berat badan lebih rendah dari normal, bahkan sering jauh dari normal akibat malnutrisi.
  • Sembelit dan perut lambat kosong.
  • Penipisan rambut, kulit kering dan kuku rapuh.
  • Buah dada menyusut.
  • Pola menstruasi terganggu atau bahkan berhenti sama sekali.
  • Sering merasa dingin.
  • Tekanan darah rendah.
Orang-orang dengan anoreksia biasanya akan fokus untuk mengendalikan berat badan. Yang mungkin mereka lakukan adalah:
  • Terobsesi dengan makanan, berat badan, dan diet.
  • Ketat membatasi jumlah makanan yang mereka makan, seperti jenis makanan yang mengandung lemak atau gula.
  • Banyak berolahraga, bahkan ketika sedang sakit.
  • Berusaha untuk memuntahkan kembali makanan atau menggunakan obat pencahar atau juga pil "air" diuretik untuk menghindari naiknya berat badan. Rusaknya enamel pada gigi menjadi gejala umum akibat seringnya muntah dalam waktu yang lama.
Perilaku aneh pengidap anoreksia
Orang dengan anoreksia biasanya memiliki perilaku yang tidak wajar antara lain memiliki ritual/cara khusus untuk memakan makanan, menimbun makanan, mengumpulkan resep-resep masakan, dan menyajikan masakan yang rumit untuk orang lain namun dia sendiri tidak memakannya.

Orang anoreksia juga terkadang membuat piring mereka kotor seolah-olah dia telah makan, padahal tidak. Biasanya mereka juga bisa secara diam-diam menyembunyikan atau menyingkirkan makanan saat mereka makan dengan orang lain.

Dan yang lebih parah, orang-orang dengan kasus gangguan makan bisa memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Kemungkinan tanda-tanda ancaman bunuh diri pada anak-anak dan remaja antara lain membuat ancaman untuk bunuh diri dan sibuk dengan upaya bunuh diri (tentu saja), memberikan semua barang-barangnya, pemarah atau memiliki nilai yang anjlok di sekolahnya. Sedangkan kemungkinan tanda-tanda ancaman bunuh diri pada orang dewasa antara lain ancaman bunuh diri, penyalahgunaan alkohol dan narkoba, depresi, memberikan barang-barang, usaha hancur atau kehilangan pekerjaan dan perceraian.

Diagnosis anoreksia
Jika dokter berpikir bahwa Anda memiliki gangguan makan, maka ia akan membandingkan berat badan Anda dengan berat badan normal yang sesuai dengan tinggi dan usia. Dokter juga akan memeriksa jantung, paru-paru, tekanan darah, kulit, dan rambut untuk mencari masalah yang menyebabkan tidak cukupnya asupan makan. Mungkin juga Anda akan di tes darah atau dengan sinar rontgen.

Dokter mungkin juga akan bertanya tentang suasana hati/perasaan Anda, pengalaman hidup dan masalah-masalah yang Anda alami dulu dan sekarang. Sudah menjadi hal umum bahwa pengobatan secara mental akan sangat membantu dalam mengobati depresi atau kecemasan yang bisa menyebabkan gangguan makan.

Pengobatan anoreksia
Semua orang yang mengidap anoreksia jelas membutuhkan pengobatan. Jika Anda, anak Anda atau orang lain yang Anda sayangi memiliki tanda-tanda gangguan makan, alangkah baiknya untuk segera mencari pertolongan. Pengobatan secara dini akan lebih efektif untuk menyembuhkan anoreksia.

Pengobatan akan menjadikan berat badan Anda kembali ke keadaan normal. Anda bisa belajar bagaimana kebiasaan makan yang baik dan belajar untuk merasa lebih baik (lebih tenang) mengenai diri Anda. Karena anoreksia merupakan masalah fisik dan emosional, selain dengan dokter, Anda juga perlu menghubungi ahli gizi dan konselor.

Pengobatan anoreksia terkadang membutuhkan waktu yang lama, dan sudah menjadi hal umum juga bahwa mereka yang sudah sembuh bisa kembali jatuh ke kebiasan makan yang tidak sehat. Jika Anda mengalami masalah ini, jangan hanya menanganinya sendiri. Mintalah bantuan dan dukungan dari orang lain.

Jika orang lain mengidap mengidap anoreksia
Cukup menyedihkan jika Anda menyadari seseorang yang Anda sayangi memiliki gangguan makan. Maka dari itu, segeralah mencari pertolongan. Semakin lama masalah ini berlangsung, maka semakin sulit untuk diatasi.

Jika Anda berpikir anak Anda mengidap anoreksia, maka bicaralah padanya. Katakan padanya bahwa Anda mengkhawatirkannya. Dia harus tahu bahwa Anda peduli padanya dan selanjutnya ajak anak Anda menemui dokter atau konselor.

Jika yang dikhawatirkan itu adalah seseorang yang Anda kenal, maka segera beritahukan masalah ini kepada orang-orang yang kira-kira bisa membuatnya mengikuti sarannya ("berlidah asin") misalnya orang tua, guru, konselor, dokter atau orang yang sangat dia sayangi. Mungkin hal ini akan berat tapi tetaplah berusaha, karena orang dengan anoreksia biasanya bersikeras bahwa dia tidak membutuhka pengobatan, padahal sebenarnya iya. Semakin cepat ia mendapatkan pengobatan, semakin cepat pula dia akan sehat kembali.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.