Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Splenomegali

Friday, February 20, 2015
Limpa normal dan splenomegali

Splenomegali adalah pembesaran atau pembengkakan limpa. Limpa terletak di sisi kiri perut tepat di bawah tulang rusuk. Limpa dianggap sebagai dua organ dalam satu organ, karena fungsinya yang:
  • Menyaring darah dan membuang sel-sel abnormal, seperti sel-sel darah merah yang sudah tua dan rusak.
  • Memproduksi unsur-unsur sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, seperti antibodi dan limfosit.
Pada orang dewasa, limpa yang sehat beratnya sekitar 200g, sedangkan limpa yang bengkak beratnya dapat mencapai 2 kg atau bahkan lebih. Pembesaran limpa dapat menurunkan jumlah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih yang normal dalam aliran darah, sehingga penderita akan sering mengalami infeksi.

Gejala splenomegali

Umumnya splenomegali tidak menimbulkan gejala dan biasanya baru diketahui ketika melakukan pemeriksaan fisik karena penyakit atau kondisi lain. Gejala splenomegali, antara lain:
  • Pembesaran limpa, yang bisa dirasakan dengan perabaan perut.
  • Nyeri atau perasaan penuh pada perut bagian atas kiri yang dapat menyebar ke bahu kiri.
  • Anemia.
  • Sering mengalami infeksi.
  • Gejala lainnya, tergantung dari penyebabnya.
Penyebab splenomegali

Karena limpa banyak terlibat dalam banyaknya fungsi tubuh, maka limpa rentan terhadap berbagai gangguan. Beberapa jenis infeksi dan penyakit dapat menyebabkan pembesaran limpa. Beberapa penyebab splenomegali, antara lain:
  • Sirosis hati - yang dapat meningkatkan tekanan darah di dalam pembuluh limpa.
  • Cystic fibrosis - kelainan genetik, ditandai dengan produksi lendir yang berlebihan, terutama di paru-paru dan pankreas.
  • Sitomegalovirus - infeksi virus umum yang menyebabkan gejala ringan, seperti flu.
  • Glandular fever (demam kelenjar) - infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr.
  • Anemia hemolitik seperti talasemia, kelainan genetik yang mempengaruhi produksi protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah (hemoglobin).
  • Penyakit Hodgkin - kanker dari sistem limfatik.
  • Leukemia - kanker sumsum tulang yang mempengaruhi sel-sel darah.
  • Limfoma - kanker kelenjar getah bening dari sistem limfatik.
  • Malaria - parasit yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.
  • Gangguan metabolisme, seperti penyakit Niemann-Pick dan penyakit Gaucher.
  • Tekanan atau gumpalan pada pembuluh darah di limpa atau hati.
  • Infeksi bakteri, seperti sifilis atau endokarditis.
Diagnosis splenomegali

Pembesaran limpa biasanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik pada bagian perut bagian atas kiri. Sedangkan tes lanjutan untuk mendeteksi splenomegali, antara lain:
  • USG atau CT scan untuk melihat ukuran limpa.
  • Magnetic resonance imagining (MRI) untuk melacak aliran darah yang melalui limpa.
  • Tes darah, seperti pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel-sel darah merah, sel darah putih dan trombosit.
Pada orang dewasa, limpa yang berukuran normal biasanya tidak dapat diraba melalui pemeriksaan fisik, kecuali jika orang tersebut terlalu kurus, maka sangat dimungkinkan.
Pengobatan untuk splenomegali

Pengobatan splenomegali berfokus pada menghilangkan kondisi atau penyakit yang menyebabkannya. Sebagai contoh, jika splenomegali disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pengobatannya akan mencakup antibiotik. Jika disebabkan oleh kanker, maka diobati dengan radiasi atau kemoterapi, sementara transfusi darah akan diperlukan untuk splenomegali yang disebabkan talasemia.

Operasi untuk mengangkat limpa (splenektomi) yang bengkak dan rusak bukanlah pilihan pengobatan yang pertama. Namun operasi akan dianjurkan untuk situasi tertentu seperti splenomegali yang tidak diketahui penyebabnya dan tidak kunjung sembuh setelah diobati.

Pecahnya limpa

Penderita splenomegali harus selalu berhati-hati menjaga bagian perut mereka. Olahraga dan kegiatan yang dapat memberikan tekanan atau dampak pada perut dapat berpotensi memecahkan limpa. Limpa yang bengkak berisiko untuk pecah sehingga menyebabkan perdarahan ke rongga perut. Untuk kondisi ini, splenektomi akan diperlukan.

Tubuh dinilai masih dapat bertahan walaupun tanpa limpa, meskipun penderitanya akan rentan terhadap infeksi. Dalam beberapa kasus, dimungkinkan untuk menyisakan bagian limpa yang sehat, sementara bagian limpa yang sakit atau rusak diangkat. Hal ini agar limpa dapat tetap menjalankan fungsinya meskipun tidak lagi optimal.


Sumber:
  • http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Splenomegaly_explained?open
  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-spleen/basics/symptoms/con-20029324

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.