Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Kanker Otak

Monday, August 18, 2014
Otak dan sumsum tulang belakang
Kanker otak adalah suatu bentuk kanker serius yang disebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali yang membentuk tumor ganas di otak. Tidak semua tumor otak adalah ganas (kanker). Beberapa jenis tumor otak adalah jinak (bukan kanker).

Normalnya, sel-sel di otak yang sudah tua atau rusak akan berhenti membelah diri dan mati. Sel-sel yang mati ini kemudian digantikan oleh sel-sel muda yang sehat. Kanker otak terjadi ketika sel-sel tua atau rusak tersebut terus membelah diri dan berkembang biak secara tak terkendali. Sel-sel yang abnormal ini pada akhirnya akan membentuk tumor ganas lalu berusaha mendesak keluar dan menghancurkan sel-sel normal di otak. Ketika kanker otak berkembang, kemampuan dan proses vital, dan fungsi otak dan sumsum tulang belakang akan terganggu.

Jenis Kanker Otak

Ada dua jenis utama kanker otak, yaitu:
  • Kanker otak primer
Kanker otak primer memulai pertumbuhannya di otak itu sendiri. Kanker otak primer adalah jenis kanker otak yang paling jarang terjadi. Kanker otak primer dapat menyebar dan menyerang jaringan sehat di otak dan sumsum tulang belakang, tetapi jarang menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Kanker otak sekunder
Kanker otak sekunder merupakan kanker otak yang paling sering terjadi. Kanker otak sekunder disebabkan oleh keberadaan kanker lain pada bagian tubuh lain, seperti kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker payudara, kanker prostat dan kanker kulit yang menyebar ke otak. Kanker otak sekunder juga disebut sebagai kanker otak metastatik.

Gejala Kanker Otak

Pada tahap-tahap awal perkembangannya, kanker otak mungkin tidak menimbulkan gejala, dan pada saat inilah kanker otak efektif diobati. Ketika gejalanya sudah muncul, gejalanya bisa bervariasi pada tiap-tiap orang dan tergantung dari tahap perkembangan dan lokasi kanker di otak.

Kebanyakan gejala kanker otak disebabkan karena dampak dari pertumbuhan tumor pada otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya biasanya bersifat neurologis, antara lain::
  • Ukuran pupil abnormal
  • Gangguan keseimbangan, kesulitan berjalan, dan mudah jatuh
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Perubahan ada indera pendengaran dan pengecap dan penciuman
  • Perubahan mood, kepribadian atau perilaku
  • Kesulitan dalam mengingat, berpikir, berbicara, memahami, menulis atau membaca
  • Sakit kepala, pusing atau vertigo
  • Kelopak mata murung
  • Ketidakmampuan memutar bola mata
  • Inkoordinasi
  • Kejang-kejang
  • Kelemahan otot
  • Mual dan muntah
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Gangguan tidur.
Penyebab Kanker Otak

Kanker otak disebabkan karena pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel tumor di otak yang membentuk tumor otak ganas. Penyebab kanker otak primer (kanker yang tumbuh pertama kali di otak), belum diketahui. Sedangkan kanker otak sekunder disebabkan oleh kanker pada organ lain, seperti payudara, prostat, ginjal, kulit, atau tulang yang kemudian menyebar ke otak.

Selain itu, ada sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kans seseorang untuk terkena kanker otak. Tidak semua orang dengan fakor risiko akan terkena kanker otak, begitu pula sebaliknya, tidak semua penderita kanker otak sebelumnya memiliki faktor risiko.

Faktor-faktor risiko tersebut antara lain:
  • Kondisi keturunan tertentu, seperti neurofibromatosis, sindrom Von Hippel-Lindau, sindrom Li-Fraumeni, dan sindrom Turcot.
  • Riwayat kanker pribadi (sebelumnya pernah terkena kanker) atau riwayat keluarga yang menderita kanker otak
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Terapi radiasi pada kepala.
Diagnosis Kanker Otak

Jika dokter mencurigai tumor otak, mereka akan melakukan beberapa pemeriksaan antara lain:
  • Pemeriksaan neurologis - memeriksa kekuatan otot, refleks, memori dan kemampuan merasakan panas dan dingin pada kulit (tes sensasi).
  • Pemeriksaan mata - saraf optik, yang menghubungkan mata ke otak, cenderung akan menonjol ketika tumor hadir.
  • CT-Scan - jika seluruh tubuh akan di scan, perwarna tertentu akan disuntikkan atau ditelan sehingga semua hal yang tidak normal bisa terlihat dengan jelas.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) - mirip dengan CT-Scan, hanya saja dalam membuat gambar memanfaatkan magnet besar bukan sinar-X. Tes ini biasanya akan mampu melihat keberadaan seluruh tumor otak.
  • Sinar-X dan tes darah - untuk melihat kondisi umum kesehatan Anda.
  • Angiogram - perwarna disuntikan dan mengalir melalui pembuluh otak. Tindakan ini tidak dilakukan pada semua jenis tumor otak.
Selain pemeriksaan diatas, bisa saja dokter melakukan pemeriksaan lain yang diperlukan untuk mendiagnosis tumor Anda. Hal ini tergantung dari jenis tumor, lokasi, dan penyebarannya ke bagian tubuh lain.
Pengobatan Kanker Otak

Tujuan pengobatan kanker otak adalah menyembuhkan kanker otak secara permanen atau menghilangkan gejala kanker otak secara total (meskipun suatu saat masih bisa kambuh). Pengobatan kanker otak baru akan dimulai setelah dokter mempertimbangkan jenis kanker, lokasi, stadium, usia, kondisi kesehatan, dan penyakit lain yang menyertai.

Pengobatan kanker otak bisa terdiri dari satu atau kombinasi dari jenis pengobatan di bawah ini:
  • Pembedahan
Pembedahan akan mengangkat seluruh atau sebagian tumor kanker otak. Seberapa banyak tumor yang diangkat bisa bervariasi tergantung dari ukuran dan lokasinya. Sangat tidak dimungkinkan untuk mengangkat seluruh tumor karena dapat mempengaruhi jaringan otak normal dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Juga tidak dimungkinkan untuk mengangkat bagian dari tumor otak tertentu, seperti pada batang otak.
  • Terapi radiasi
Terapi radiasi akan membunuh sel-sel kanker yang tersisa pasca pembedahan. Terapi radiasi juga dapat diterapkan pada pasien yang tumor otaknya tidak dapat diangkat dengan jalan pembedahan atau dengan kata lain sebagai alternatif dari pembedahan.
  • Kemoterapi
Kemoterapi adalah penggunaan obat anti kanker untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi sering diterapkan pada anak-anak karena untuk menghindari kemungkinan efek samping dari terapi radiasi.
  • Terapi steroid
Menggunakan obat steroid untuk mengurangi pembengkakan di sekitar tumor. Hal ini memang tidak membunuh tumor, hanya saja pembengkakan dan tekanan yang disebabkan tumor akan menjadi lebih ringan.

Semua terapi diatas memiliki efek samping. Tingkatan efek samping tergantung dari jenis terapi apa yang diterapkan. Sebagian efek samping bersifat sementara, namun sebagian efek samping lainnya bisa bersifat permanen.

Ketika kanker otak sudah tidak lagi merespon pengobatan, tujuan pengobatan kanker otak bergeser dari untuk menyembuhkan penyakit atau gejalanya, menjadi untuk membantu penderita menjalani fase akhir mereka dengan cara membuat penderita senyaman mungkin. Seperti dengan pemberian obat-obat penghilang rasa sakit dan gejala lainnya, dan memberikan dukungan psikologis atau spiritual kepada pasien dan keluarga pasien.

Terapi Alternatif Kanker Otak

Bila diterapkan bersama dengan pengobatan kanker secara medis, beberapa terapi alternatif di bawah ini akan meningkatkan kualitas hidup penderita dan membuatnya merasa lebih baik. Terapi alternatif tersebut antara lain:
  • Akupunktur
  • Terapi pijat
  • Yoga
  • Suplemen herbal tertentu.
Terapi alternatif diatas bukanlah terapi pengganti pengobatan kanker secara medis. Juga perlu diketahui bahwa pada sebagian kasus kanker otak, terapi diatas tidak membantu, malah bisa membahayakan. Untuk itu, diskusikan dulu ke dokter sebelum menjalani terapi alternatif kanker otak.

Komplikasi Potensial Kanker Otak

Komplikasi kanker otak akan mengancam jiwa. Komplikasi kanker otak disebabkan oleh pertumbuhan abnormal sel-sel tua dan rusak yang berkembang menjadi tumor atau tumor ganas, untuk selanjutnya mendesak keluar dan menghancurkan sel-sel normal. Karena kepala dilapisi tengkorak yang keras, tumor otak tidak bisa mendesak keluar, yang akhirnya membuatnya mendesak ke dalam. Hal inilah yang menimbulkan tekanan berlebih pada otak dan sumsum tulang belakang, yang kita kenal sebagai peningkatan tekanan intrakranial.

Seiring perkembangannya, beberapa komplikasi serius kanker otak yang mungkin terjadi adalah:
  • Kerusakan otak permanen
  • Cacat fisik
  • Kejang dan tremor
  • Tidak sadar dan koma.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.