Bagaimana Rokok Memberikan Efek Buruk pada Mata

Friday, January 12, 2018
Advertisement

Merokok dan kesehatan mata

Sudah diketahui bahwa asap rokok selain dapat memberikan efek buruk pada kesehatan individu perokok, juga berefek buruk pada orang-orang di sekitarnya.

Penyakit yang paling sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok atau karena terpapar asap rokok, adalah kanker dan penyakit kardiovaskular. Sebenarnya tidak hanya itu, saat ini sudah ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko sejumlah penyakit mata akibat merokok. Hal ini tidak hanya terjadi pada perokok, tapi juga pada mereka yang sering terpapar asap rokok.

Apakah asap rokok itu?

Asap rokok adalah asap yang dihasilkan dari merokok, dalam hal ini yang dimaksud adalah rokok dari tembakau. Ada dua jenis asap rokok:
  • Asap mainstream. Asap mainstream adalah asap yang keluar dari saringan rokok yang terbakar, atau asap yang dihirup dan dihembuskan oleh perokok.
  • Asap sidestream. Asap sidestream adalah asap yang berasal ujung rokok yang terbakar, dalam artian asap yang langsung berasal dari tembakau rokok yang terbakar. Asap ini menyumbang sekitar 80% polusi udara terkait tembakau, dan 46 kali lebih beracun daripada asap mainstream.

Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 zat, termasuk di dalamnya banyak zat karsinogen, zat iritan dan penyebab peradangan.

Penyakit dan gangguan mata terkait asap rokok


Anak-anak

Anak-anak memang tidak merokok, tapi banyak dari mereka yang terpapar asap rokok dari lingkungannya, entah karena orangtua mereka yang merokok di rumah atau di mobil, atau karena mereka memang tinggal di lingkungan di mana orang-orang merokok. Ini bisa kita kenal sebagai perokok pasif.

Anak-anak yang menjadi perokok pasif akan mendapatkan dampak negatif pada organ mata mereka. Penyakit dan gangguan mata pada anak yang terkait dengan paparan asap rokok meliputi:

Strabismus
Strabismus adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar. Kondisi ini lebih kita kenal sebagai juling. Ibu yang merokok atau terpapar asap rokok selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko melahirkan bayi strabismus 6,55 kali lebih besar.

Konjungtivitis alergi
Konjungtivitis alergi adalah kondisi dimana konjungtiva mata meradang karena adanya alergen. Walaupun tidak ada penelitian yang dilakukan secara khusus untuk menilai hubungan antara konjungtivitis alergi dengan paparan asap rokok, sejumlah penelitian tentang reaksi alergi pada anak telah menemukan bahwa risiko pengembangan konjungtivitis alergi meningkat sekitar 20% pada anak yang terpapar asap rokok.

Orang dewasa

Pada orang dewasa, merokok dan paparan asap rokok dikaitkan dengan penyakit dan gangguan mata berikut:

Katarak
Ada bukti yang kuat bahwa merokok, terutama yang menggunakan pipa meningkatkan risiko katarak. Kajian terhadap 27 penelitian yang meneliti hubungan antara merokok dan katarak melaporkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko katarak nuklear 3 kali lipat. Selain itu juga terdapat bukti antara kebiasaan merokok dengan katarak subkapsular posterior. Sementara itu penelitian belum menemukan hubungan antara paparan asap rokok (perokok pasif) dan katarak, namun tetap saja hal ini merupakan faktor risiko yang potensial.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai katarak, lihat katarak.

Uveitis
Uveitis adalah suatu kondisi mata yang ditandai dengan pembengkakan uvea (bagian tengah) mata. Meskipun belum ada penelitian yang dilakukan terhadap manusia, penelitian di laboratorium yang menggunakan tikus telah menemukan bahwa endotoksin (zat kimia yang ditemukan di dalam asap rokok) dapat menyebabkan respons inflamasi dan uveitis akut. Dengan demikian diketahui bahwa paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko uveitis pada perokok dan pada mereka yang terpapar asap rokok.

Degenerasi makula terkait usia
Merokok adalah faktor risiko yang jelas untuk degenerasi makula terkait usia (kemunduran penglihatan terkait usia). Data dari tiga penelitan cross-sectional besar memperkirakan risiko degenerasi makula terkait usia 3 kali meningkat pada perokok dibandingkan non-perokok.

Sebuah tinjauan penelitian yang meneliti hubungan antara degenerasi makula terkait usia dan perokok melaporkan bahwa merokoklah yang sebenarnya menyebabkan degenerasi makula terkait usia, dan bukan menyebabkannya secara tidak langsung. Kajian tersebut juga melaporkan bahwa semakin banyak seseorang merokok maka semakin besar pula kemungkinannya untuk mengalami degenerasi makula terkait usia.

Sedangkan hubungan antara perokok pasif dan degenerasi makula terkait usia masih belum jelas, dan penelitian sejauh ini masih menyajikan hasil yang bertentangan. Hasil yang saling bertentangan ini mungkin karena masing-masing penelitian menggunakan definisi perokok pasif yang berbeda.

Graves 'ophthalmopathy (penyakit tiroid mata)
Graves 'ophthalmopathy, juga disebut penyakit tiroid mata, adalah kondisi yang ditandai dengan adanya peradangan pada mata dan lemak di rongga mata. Penelitian telah memberikan bukti kuat bahwa ada hubungan antara penyakit tiroid mata dan seberapa banyak seorang individu merokok. Perokok dengan penyakit tiroid memiliki akibat yang lebih buruk daripada non-perokok. Data menunjukkan bahwa paparan asap rokok lingkungan meningkatkan risiko ophthalmopathy Graves, walaupun datanya masih terbatas.

Kelainan permukaan okular
Merokok telah dikaitkan dengan peningkatan gangguan permukaan mata yang mengakibatkan gejala seperti gatal, kemerahan, dan iritasi pada mata. Perubahan pada permukaan mata terkait merokok termasuk perubahan pada lapisan lipid air mata, mengurangi sekresi air mata dan sensitivitas kornea dan konjungtiva berkurang. Perokok pasif juga mengalami peningkatan risiko gangguan ini. Kelainan permukaan okuler meliputi keratokonjungtivitis atopik dan konjungtivitis alergi.

Mencegah gangguan mata terkait asap rokok

Mengurangi atau menghilangkan paparan asap rokok dari lingkungan dan berhenti merokok adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit-penyakit mata yang terkait dengan rokok.

Article Resources
  • https://www.myvmc.com/lifestyles/how-smoking-affects-the-eyes/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer