Sakit Kepala Selama Kehamilan

Thursday, January 11, 2018
Advertisement
Sakit kepala saat hamil

Sakit kepala saat hamil adalah hal yang biasa, terutama di trimester pertama kehamilan. Sakit kepala selama kehamilan cenderung berupa sakit kepala tipe tegang atau migrain.

Apakah sakit kepala tegang atau migrain dapat membahayakan janin?

Jawabannya tidak. Sakit kepala tegang atau migrain tidak memberikan dampak buruk pada janin. Namun meskipun begitu, mengalami sakit kepala tegang atau migrain selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan preeklampsia.

Apa beda sakit kepala tegang dan migrain?

Sakit kepala tegang biasanya:
  • Mempengaruhi kedua sisi kepala
  • Tingkat keparahannya ringan sampai sedang
  • Rasa sakitnya menekan atau mengencang
  • Tidak menimbulkan gejala lain, seperti mual atau muntah
  • Biasanya gejalanya tidak semakin parah bila melakukan aktivitas fisik, seperti menaiki tangga.

Migrain cenderung:
  • Hanya mempengaruhi satu sisi kepala
  • Sangat menyakitkan
  • Rasa sakitnya berdenyut
  • Disertai gejala lain, seperti mual, muntah, dan peka terhadap suara dan cahaya
  • Gejalanya bertambah buruk ketika melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan atau menaiki tangga.

Apa saja yang bisa memicu sakit kepala tegang atau migrain?

Sakit kepala tegang atau migrain bisa disebabkan oleh sesuatu dalam pola hidup Anda, seperti:
  • Stres, yang bisa menyebabkan tegangnya otot di leher yang kemudian menjalar ke kepala. Postur tubuh yang salah selama beraktivitas juga akan memperparah keadaan.
  • Telat makan dan kurang minum.
  • Berolahraga berat yang Anda tidak biasa melakukannya.
  • Tidur lebih sering dari biasanya, atau kurang tidur
  • Makan makanan atau minuman tertentu, yang bisa memicu sakit kepala.

Menghentikan dari mengonsumsi kafein juga bisa menyebabkan sakit kepala. Jika sebelum hamil Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein, menghentikannya sekarang dapat memicu sakit kepala saat tubuh sedang menyesuaikan diri.

Migrain akan muncul ketika pemicunya mempengaruhi otak, yang mana mengganggu cara kerja sinyal saraf, zat kimia, dan pembuluh darah di otak.

Migrain dapat dikaitkan dengan hormon, dan juga dapat bersifat genetik, jadi jika ibu atau saudara Anda memiliki migrain, maka Anda juga berisiko memiliki migrain.

Apakah sakit kepala tegang atau migrain akan lebih sering muncul selama kehamilan?

Jawabannya mungkin tidak. Bisa jadi Anda akan terbebas dari sakit kepala pada trimester kedua kehamilan nanti. Karena pada saat ini hormon-hormon sudah stabil dan tubuh Anda sudah terbiasa dengan perubahan yang terjadi akibat kehamilan.

Bolehkah minum obat sakit kepala selama kehamilan?

Sejatinya, penggunaan obat selama kehamilan harus dibatasi. Jika sebelum hamil Anda sering mengonsumsi obat migrain, sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah Anda boleh tetap mengonsumsinya selama kehamilan. Yang harus dipertimbangkan adalah apakah lebih besar manfaat atau risiko yang harus janin Anda tanggung dari setiap obat yang Anda konsumsi.

Yang paling aman untuk janin adalah tidak mengonsumsi obat sakit kepala selama kehamilan, kecuali jika dokter memang telah menyarankan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi sakit kepala selama kehamilan, antara lain:
  • Beristirahat. Duduk atau berbaringlah di tempat yang tenang dan nyaman. Tidur jika perlu, karena akan sangat membantu.
  • Celupkan kain flanel ke air panas lalu peras dan kompreskan ke dahi dan pangkal leher, ini akan membantu meringankan sakit kepala khususnya sakit kepala tegang.
  • Pijatlah sekitar leher dan bahu Anda.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah sakit kepala?

Jika Anda tidak tahu apa penyebab sakit kepala Anda, coba identifikasi dulu pola-pola hidup Anda saat ini. Mungkin ada hal-hal yang Anda curigai sebagai pemicunya.

Sediakan catatan khusus untuk sakit kepala Anda untuk menentukan sekaligus menghilangkan penyebabnya. Buatlah catatan mulai dari:
  • Kapan sakit kepala terjadi
  • Seberapa parah sakit kepala Anda, di mana rasa sakitnya dan berlangsung berapa lama
  • Apa yang Anda makan setiap hari, dan kapan Anda memakannya
  • Seberapa aktif Anda secara fisik
  • Berapa banyak jam tidur Anda
  • Obat apa yang Anda konsumsi
  • Bagaimana tingkat stres atau rasa rileks yang Anda rasakan.

Jika Anda melakukan identifikasi ini setidaknya untuk lima sakit kepala, Anda mungkin sudah akan melihat polanya.

Jika sakit kepala Anda dibawa oleh pemicu, cobalah cari teknik yang bisa membantu mencegahnya. Tergantung dari pemicunya, beberapa hal berikut akan sangat bermanfaat:
  • Luangkan waktu untuk beristirahat, dan usahakan agar tubuh dan pikiran tetap rileks. Di tempat kerja, rilekskan kaki dan tubuh Anda saat jam istirahat. Begitu sampai dirumah, cobalah kurangi pekerjaan rumah. Teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi juga akan membantu.
  • Usahakan selalu cukup tidur dan teratur. Kurang tidur atau bahkan hanya setengah jam lebih banyak tidur dari biasanya, dapat memicu sakit kepala tegang atau migrain. Jika menderita insomnia, cobalah ramuan alami.
  • Jika sakit kepala Anda berhubungan dengan ketegangan otot. Anda bisa menemui fisioterapis. Fisioterapis dapat memijat tubuh Anda untuk mengurangi tekanan atau ketegangan otot, dan akan mengajari Anda latihan-latihan relaksasi yang perlu dilakukan dirumah.
  • Jangan makan terlalu banyak untuk menjaga kadar gula darah, dan jangan melewatkan jam makan.
  • Berolahragalah secara tertatur tapi jangan memaksakan diri. Tubuh yang bugar akan lebih kuat dalam mencegah sakit kepala. Olahraga akan membantu menyeimbangkan kadar gula darah dan meningkatkan pernapasan. Olahraga juga memicu tubuh untuk melepaskan zat kimia tubuh yang membawa perasaan tenang, yang disebut endorfin.
  • Akupunktur juga boleh dicoba. Akupunktur adalah perawatan yang dianggap aman dan dapat membantu mengatasi sakit kepala. Pastikan Anda hanya menemui praktisi akupunktur yang sudah bersertifikat dan sudah mengantongi izin praktek.

Jarang makanan tertentu menjadi pemicu migrain. Yang terjadi terkadang, menginginkan dengan sangat makanan manis atau gurih merupakan pertanda dari sakit kepala yang akan segera datang, bukan penyebabnya.

Tapi jika Anda merasa bahwa suatu jenis makanan tertentulah yang menjadi pemicu sakit kepala Anda, tinggalkan saja makanan tersebut.

Bisakah sakit kepala merupakan gejala dari suatu keadaan yang lebih serius?

Terkadang, sakit kepala saat hamil memang bisa menimbulkan kekhawatiran, terutama jika sakit kepala tersebut disertai dengan gejala lain. Segera ke bidan atau dokter jika Anda mengalami sakit kepala yang disertai dengan:
  • Penglihatan kabur
  • Rasa sakit di bagian perut atas, tepat di bawah tulang rusuk
  • Muntah
  • Pembengkakan wajah, tangan, atau kaki secara tiba-tiba.

Ini bisa jadi merupakan gejala preeklampsia, komplikasi kehamilan yang serius. Jika Anda mengaalmi ini, segera hubungi bidan atau dokter agar Anda dan janin Anda segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Article Resources
  • https://www.babycentre.co.uk/a536356/headaches-in-pregnancy
Image Credit
  • healthblog.uofmhealth.org

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer