5 Pengobatan Diare Paling Efektif

Thursday, January 11, 2018
Advertisement
Diare

Semua orang pernah mengalami diare. Diare sendiri seringkali merupakan cara tubuh untuk mengatasi gangguan pada sistem pencernaan. Gejala khas diare adalah tinja encer, BAB sering, dan sakit perut.

Diare yang berlangsung kurang dari 2 minggu, disebut diare akut yang penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti:
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi virus
  • Keracunan makanan
  • Mengonsumsi antibiotik
  • Mengonsumsi air yang terkontaminasi oleh zat-zat infeksius.

Diare sering terjadi pada anak kecil, dan banyak yang disebabkan oleh virus. Diare pada saat bepergian juga bisa terjadi apabila bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk. Makanan yang tidak disimpan atau dimasak dengan benar juga dapat menyebabkan keracunan makanan akibat bakteri yang terkandung di dalamnya.

Apa saja langkah-langkah tepat untuk mengatasi diare? Di bawah ini adalah lima cara yang paling efektif untuk mengatasi diare.

1. Hidrasi

Ketika Anda diare, hidrasi sangatlah penting. Pada anak kecil dan orang yang sudah tua, dehidrasi akibat diare bisa berakibat fatal. Pada bayi yang sedang diare, ASI atau susu formula sejatinya tetap dilanjutkan, kecuali jika susu formula lah yang menjadi penyebab. Produk-produk larutan hidrasi anak yang tersedia saat ini merupakan pilihan yang baik untuk mengatasi diare. Larutan hidrasi ini mampu menanggulangi dehidrasi ringan hingga sedang akibat diare atau muntah.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi larutan hidrasi ini ketika diare ringan, maka sama efektifnya seperti pada anak-anak. Sedangkan, alkohol, soda, minuman berkarbonasi, dan kafein tidak boleh digunakan untuk hidrasi, karena dapat memperburuk diare itu sendiri.

2. Probiotik

Probiotik adalah sumber dari bakteri baik yang hidup dan bekerja di saluran pencernaan untuk menciptakan kondisi lingkungan usus yang sehat. Probiotik pada dasarnya adalah mikroorganisme hidup yang ada pada makanan tertentu, seperti:
  • Keju lunak
  • Coklat hitam
  • Zaitun hijau
  • Tempe
  • Yogurt.
Ada juga probiotik dalam bentuk bubuk atau pil.

Untuk kenormalan fungsi sistem pencernaan, bakteri baik akan dibutuhkan. Bakteri baik ini memainkan peran penting dalam melindungi usus terhadap infeksi. Bila keseimbangan sistem pencernaan Anda terganggu akibat mengonsumsi antibiotik atau karena banyaknya bakteri atau virus jahat, maka Anda bisa kena diare. Probiotik akan membantu mengembalikan keseimbangan bakteri di usus ketika seseorang diare.

Saccharomyces boulardii adalah probiotik ragi. Saccharomyces boulardii bukanlah bakteri namun juga memiliki fungsi yang baik untuk sistem pecnernaan. Saccharomyces boulardii dapat mengatasi diare terkait penggunaan antibiotik. Penelitian menunjukkan bawha Saccharomyces boulardii akan membantu usus melawan patogen yang tidak diinginkan dan menjaga agar nutrisi dapat terserap dengan efektif. Namun ragi harus digunakan dengan hati-hati pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

3. Obat

Beberapa jenis obat bebas dapat membantu mengatasi diare akut jika gejalanya tidak parah. Obat-obat diare ini antara lain:
  • Bismut subsalicylate
  • Loperamida.
Obat -obat ini memang bisa meringankan gejala diare, namun tidak mengobati penyebabnya.

Jika Anda menderita diare kronis, Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan obat-obat ini tanpa sepengetahuan dokter. Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Penyebabnya biasanya berbeda dari diare akut.

Ketika diare, maka Anda harus mewaspadai dehidrasi. Dehidrasi akibat diare bisa berbahaya dan pada anak kecil dapat terjadi dengan cepat. Dehidrasi berat dapat mengancam jiwa. Obat-obat bebas tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak yang diare, dan bayi diare yang berusia di bawah 3 bulan harus segera dibawa ke dokter.

Jika diare disertai dengan demam, berdarah, sakit perut hebat, diare semakin parah, atau gejalanya terjadi lebih dari tujuh hari, maka Anda harus segera ke dokter.

4. Makanan

Mengonsumsi beberapa makanan tertentu dapat membantu meringankan gejala diare dan memastikan stamina tetap terjaga. Beberapa makanan rendah serat yang dapat membantu mengeraskan tinja, antara lain:
  • Pisang
  • Nasi (putih)
  • Saus apel
  • Roti panggang.

Makanan lain yang biasanya dapat ditoleransi dengan baik ketika diare, antara lain:
  • Oatmeal
  • Kentang rebus atau panggang (dikupas)
  • Ayam panggang tanpa kulit
  • Sup ayam (yang juga dapat membantu rehidrasi).

5. Makanan yang harus dihindari

Makanan yang berminyak atau digoreng biasanya tidak dapat ditolerir dengan baik oleh sistem pencernaan orang yang sedang diare, jadi harus dihindari. Makanan-makanan berserat tinggi seperti beberapa jenis buah-buahan dan sayuran juga sebaiknya dihindari. Makanan lainnya yang harus dihindari selama diare adalah:
  • Alkohol
  • Pemanis buatan
  • Kacang polong
  • Brokoli
  • Kubis
  • Bunga kol
  • Buncis
  • Kopi
  • Es krim
  • Paprika
  • Plum.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer