Bahaya Asap Rokok Bagi Keluarga Anda

Wednesday, March 18, 2015
http://www.medkes.com/2015/03/bahaya-asap-rokok-bagi-keluarga-anda.html
Paparan racun di dalam asap rokok dapat menyebabkan atau berkontribusi untuk penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker, asma dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya.

Anda mungkin bukan seorang perokok karena Anda sadar akan bahayanya, tapi bagaimana dengan asap rokok dari orang lain?

Ketahui apa yang sebenarnya Anda hirup dari udara, apa yang terdapat dan yang ditinggalkan asap rokok, dan terapkan langkah-langkah sederhana untuk melindungi Anda dan keluarga Anda dari asap rokok.

Apa yang terdapat di dalam asap rokok?

Asap rokok adalah asap yang perokok hembuskan atau asap yang muncul dari pembakaran langsung tembakau. Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun, diantaranya:
  • Amonia, digunakan dalam produk pembersih
  • Butana, digunakan dalam cairan korek gas
  • Karbon monoksida, dikeluarkan dari knalpot mobil
  • Chromium, digunakan untuk membuat baja
  • Sianida, digunakan dalam senjata kimia
  • Formaldehyde, bahan kimia industri
  • Lead, logam beracun
  • Polonium, zat radioaktif.
Partikel berbahaya dalam asap rokok dapat bertahan lama di udara selama berjam-jam atau bahkan lebih lama. Jadi, hilangnya asap rokok dari suatu ruangan tidak berarti racunnya juga telah hilang. Residu yang menempel pada rambut dan pakaian seorang perokok, serta bantal, karpet, sofa, dan barang-barang lainnya juga akan menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Risiko apa saja yang ditimbulkan asap rokok?

Asap rokok menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius, baik bagi perokok maupun perokok pasif, diantaranya:
  • Penyakti paru-paru. Paparan asap rokok dapat memperburuk kondisi pernapasan, terutama pada orang-orang yang memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Penyakit jantung. Asap rokok merusak pembuluh darah dan mengganggu sirkulasinya, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asap rokok juga meningkatkan risiko kematian jantung mendadak.
  • Kanker. Asap rokok merupakan salah satu faktor risiko yang diketahui untuk kanker paru-paru. Selain itu, asap rokok mengandung benzena, yang meningkatkan risiko leukemia.
Asap rokok menimbulkan risiko tambahan bagi anak-anak, yang sangat rentan terhadap efek asap rokok. Risikonya meliputi:
  • Berat badan lahir rendah (BBLR). Paparan asap rokok selama kehamilan akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Asap rokok meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.
  • Asma. Asap rokok meningkatkan risiko dan keparahan asma pada anak-anak.
  • Infeksi. Anak-anak yang hidup dengan perokok lebih mungkin mengembangkan penyakit bronkitis, pneumonia, dan infeksi telinga tengah (otitis media).
Asap rokok juga menyebabkan batuk kronis, mengi dan lendir di saluran napas, serta iritasi mata dan hidung.

Bagaimana menghindari asap rokok?

Dengan perencanaan sederhana, Anda dapat mengurangi atau menghilangkan paparan asap rokok. Ingat, setiap orang berhak untuk menghirup udara yang bersih,. Mulailah dengan langkah-langkah sederhana berikut ini:
  • Jangan biarkan seseorang merokok di rumah. Jika anggota keluarga ingin merokok, suruh mereka merokok di luar rumah. Selain itu jangan sediakan asbak dirumah dan jika perlu pasang tanda larangan merokok di ruangan tamu untuk mencegah tamu merokok. Perlu diketahui, AC dan sistem ventilasi tidak efektif menghilangkan asap dan racun rokok dari udara.
  • Jangan merokok di dalam kendaraan. Jika Anda atau penumpang ingin merokok, berhentilah dan merokoklah di luar mobil.
  • Aturan larangan merokok di tempat kerja. Jika Anda adalah seorang pengambil kebijakan atau pemimpin di sebuah perusahaan atau tim kerja, berlakukan larangan merokok di tempat kerja.
  • Pilih fasilitas atau tempat umum yang bebas asap rokok. Ini berlaku untuk fasilitas umum seperti tempat penitipan anak, restoran,  mall, dan tempat umum lainnya.
Jika Anda memliki pasangan yang perokok, menyarankannya untuk berhenti merokok mungkin tidak lagi mempan. Tapi beritahukanlah kepadanya tentang bahayanya asap rokok bagi Anda, anak, dan keluarga Anda lainnya. Jika pasangan Anda menyadarinya, meskipun dia mungkin tidak berhenti merokok, setidaknya ia tidak akan lagi merokok dirumah atau didekat Anda.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.