Kanker Testis : Penyebab, Gejala, Jenis, dan Pengobatan

Testis normal dan kanker testis

Testis (testikel) atau buah zakar adalah dua organ kecil berbentuk oval yang terletak di belakang penis dalam kantong kulit yang disebut skrotum. Testis adalah bagian dari sistem reproduksi pria. Sperma dan hormon seks diproduksi disini.

Kanker testis merupakan kanker yang jarang terjadi. Umumnya benjolan pada testis bukanlah kanker. Namun, yang paling berisiko mengalami kanker testis adalah pria yang berusia 24 hingga 44 tahun. Kabar baiknya, diagnosis dan pengobatan dini dapat menyembuhkan hampir semua kasus kanker testis.

Penyebab kanker testis

Kanker testis adalah kanker yang relatif jarang. Penyebab pastinya masih belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang pria terkena kanker testis.

Faktor-faktor risiko ini termasuk:
  • Kriptorkidisme (testis yang tidak turun ke skrotum) - pria yang lahir dengan testis yang tidak turun lebih mungkin mengembangkan kanker testis. Koreksi bedah untuk kriptorkidisme dapat menurunkan tapi tidak sepenuhnya menghilangkan risikonya.
  • Riwayat keluarga - Anda akan lebih berisiko lagi jika Anda memiliki ayah atau saudara laki-laki yang pernah menderita kanker testis.
  • Hipospadia (kelainan penis dan uretra) - yang meningkatkan risiko Anda dua kali lebih mungkin untuk terkena kanker testis, dibandingkan dengan pria lain dalam populasi umum.
  • Infertilitas (tidak subur) - infertilitas juga memberikan sejumlah faktor risiko kanker testis.
  • Human immunodeficiency virus (HIV) - ada beberapa bukti bahwa pria dengan HIV memiliki peningkatan risiko kanker testis.
  • Riwayat pribadi - pria yang sebelumnya memiliki kanker testis di satu testis lebih mungkin mengembangkan kanker pada testis yang lain.

Tidak diketahui adanya hubungan antara kanker testis dan cedera testis. Namun, cedera seringkali dapat menyebabkan pembengkakan dan benjolan, yang kemudian dapat membuat sulit mendeteksi kanker testis.

Pemeriksaan diri untuk kanker testis

Kanker yang paling mudah diobati adalah kanker yang ditemukan di awal. Pria harus mengenali dengan baik bagaimana bentuk testis mereka dan mengenali jika ada perubahan yang tidak biasa. Waktu yang tepat bagi pria untuk memeriksa testis adalah setelah mandi atau mandi air hangat, ketika kulit skrotum rileks.

Sebagian pria harus mewaspadai kanker testis. Mereka adalah pria dan anak laki-laki dengan riwayat keluarga (ayah atau saudara laki-laki) mengidap kanker testis, dan pria dan anak laki-laki yang testisnya tidak turun secara normal ketika mereka masih bayi.

Gejala kanker testis

Pada beberapa pria, kanker testis tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun, pada sebagian pria lain mungkin mengalami:
  • pembengkakan atau benjolan di testis, biasanya tidak disertai rasa nyeri
  • perasaan berat di dalam skrotum
  • perubahan ukuran atau bentuk testis (misalnya, lebih keras atau membengkak)
  • perasaan tidak seimbang antara kedua testis
  • pegal atau nyeri di perut bagian bawah, testikel atau skrotum
  • nyeri punggung.

Kebanyakan benjolan pada testis bukanlah kanker, tetapi Anda harus memeriksakannya ke dokter bila mengalami gejala-gejala ini.

Benjolan kanker testis mungkin bisa hanya sekecil kacang atau jauh lebih besar. Dalam banyak kasus, hanya satu testis yang terpengaruh. Kadang-kadang, sel kanker testis menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain di dalam tubuh (paling sering paru-paru). Jika ini terjadi, gejala lain seperti batuk atau sesak napas mungkin terjadi. Bahkan jika kanker testis telah menyebar, biasanya masih dapat disembuhkan.

Jenis kanker testis

Dua jenis utama kanker testis adalah non-seminoma dan seminoma.

Kanker testis non-seminoma adalah:
  • kanker yang lebih langka yang cenderung berkembang lebih cepat daripada kanker seminoma
  • lebih sering terjadi pada pria muda, biasanya di usia 20-an
  • terdiri dari sub-jenis yang dikelompokkan bersama, seperti teratoma, tumor kantung kuning telur (yolk sac tumour), khoriokarsinoma dan karsinoma sel embrio.

Kanker testis seminoma:
  • cenderung berkembang lebih lambat sehingga kanker non-seminoma
  • biasanya terjadi pada pria berusia 25 hingga 50, tetapi juga dapat terjadi pada pria di atas 60.
Terkadang, tumor pada testis bisa merupakan gabungan dari kedua jenis diatas.

Diagnosis kanker testis

Jika Anda merasakan pembengkakan atau perubahan yang tidak biasa di salah satu testis, temui dokter.

Diperlukan sejumlah tes untuk mendiagnosis kanker testis , termasuk:
  • pemeriksaan fisik pada testis
  • pemindaian ultrasound - untuk membantu membedakan antara kanker dan benjolan yang disebabkan oleh kondisi lain non kanker
  • tes darah - banyak kanker testis menghasilkan hormon yang dapat diukur dalam darah. Dokter menyebut mereka 'markers atau penanda'. Ada tiga jenis penanda untuk kanker testis.

Jika hasil USG menunjukkan kanker, testis yang terkena harus diangkat dengan pembedahan. Sel-sel dari benjolan akan diperiksa di laboratorium. Sayangnya, ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan kanker testis. Dokter hanya akan melakukan operasi ini jika mereka sudah yakin bahwa itu adalah kanker.

Jika dokter mencurigai kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain, mereka akan melakukan tes lain seperti rontgen dada dan scan - baik magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) scan.

Pengobatan kanker testis

Operasi pengangkatan testis yang terkena (orkidektomi) biasanya merupakan pengobatan pertama untuk kanker testis. Testis dapat diganti dengan yang testis palsu yang disebut prosthesis.

Jika kanker belum menyebar di luar testis, ini mungkin satu-satunya pengobatan yang diperlukan. Namun, selama beberapa tahun setelahnya, biasanya Anda dijadwalkan kontrol rutin dalam kurun waktu tertentu ke de dokter spesialis.

Kehilangan satu testis tidak memengaruhi kesuburan, masih ada satu testis sehat yang tersisa. Kemampuan ereksi juga tidak terpengaruh. Namun, jika kedua testis diangkat, maka Anda akan mandul.

Pengobatan lebih lanjut untuk kanker testis dapat meliputi:
  • Radioterapi - penggunaan sinar-x untuk membunuh sel-sel kanker, meskipun juga memberikan sedikit bahaya pada sel-sel normal. Radioterapi dapat diberikan untuk mencegah kanker kambuh setelah operasi atau untuk mengobati sel kanker yang telah menyebar. Kanker testis paling sering menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dan daerah perut bagian bawah. Radioterapi tidak membuat Anda menyebarkan radiasi (radioaktif) ke sekitar, jadi keluarga dan teman Anda aman berada di dekat Anda.
  • Kemoterapi - menggunakan obat anti kanker untuk membunuh sel kanker dengan bersirkulasi di dalam aliran darah dan mencapai sel kanker di mana saja di dalam tubuh. Perawatan ini biasa diberikan pada kondisi:
    • jika kanker telah menyebar di luar testis
    • bersama dengan operasi, atau kurang umum, dengan radioterapi (perawatan adjuvant), jika ada risiko moderat kanker akan menyebar atau kambuh kembali
    • sebagai pengobatan utama, jika kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.
  • Operasi tahap lanjut - jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut dan tidak membaik pasca kemoterapi atau radioterapi, kelenjar getah bening mungkin diangkat dengan operasi. Ini dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan) karena mencegah ejakulasi sperma melalui penis. Namun, fungsi seksual dan kemampuan orgasme tidak terpengaruh.
  • Terapi komplementer dan alternatif - bila digunakan bersamaan dengan pengobatan kanker konvensional, beberapa terapi ini dapat membuat Anda merasa lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup. Tapi pada sebagian lainnya terapi komplementer tidak begitu membantu bahkan dalam beberapa kasus dapat membahayakan.

Article Resources
  • Testicular cancer, Cancer Research UK
  • Testicular cancer, Better Health Channel
This Is The Newest Post