Gejala Sleep Apnea pada Anak-Anak

Wednesday, September 19, 2018

Sleep apnea obstruktif (OSA) cukup umum terjadi pada anak-anak, setidaknya mempengaruhi sekitar 2 hingga 4% anak-anak pada suatu waktu. Sleep apnea juga diyakini sebagai kondisi yang menyebabkan masalah perhatian dan perilaku anak di siang hari.

Tidak seperti sleep apnea pada orang dewasa, yang mereka pada umumnya kelebihan berat badan dan sering terbangun di malam hari, sleep apnea pada anak-anak lebih sulit dikenali dan didiagnosis.

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak dengan sleep apnea umumnya tidak kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk sleep apnea pada anak-anak seperti pada orang dewasa, karena menumpuknya lemak di sekitar leher dan tenggorokan.

Gejala Sleep Apnea Anak

Meskipun mendengkur adalah gejala umum pada anak-anak dengan sleep apnea obstruktif, penting untuk diingat bahwa antara 10 hingga 20 persen anak-anak normal juga mendengkur (mendengkur primer) secara teratur atau intermittent.

Beberapa tanda dan gejala sleep apnea obstruktif pada anak-anak meliputi:
  • Mendengkur - suara dengkuran keras dan terjadi hampir setiap malam.
  • Sering terbangun atau gelisah ketika tidur - anak mungkin terlihat mengalami henti napas untuk beberapa saat.
  • Gagal tumbuh kembang  - sleep apnea dapat menyebabkan penurunan produksi hormon pertumbuhan, yang pada gilirannya dapat mengganggu pertumbuhan (penurunan berat badan atau pertambahan berat dan tinggi badan yang buruk).
  • Kegemukan - saat sleep apnea dapat menyebabkan tumbuh kembang anak tertunda, sleep apnea dapat juga menyebabkan kegemukan, karena kantuk di siang hari pada anak sleep apnea dapat menyebabkan penurunan aktivitas dan menyebabkan resistensi insulin.
  • Bernapas dari mulut.
  • Pembesaran amandel dan adenoid.
  • Keringat berlebih di malam hari.
  • Sering mimpi buruk.
  • Mengompol.
  • Kantuk berlebihan di siang hari.
  • Sakit kepala di pagi hari.
  • Masalah perilaku dan kognitif siang hari - termasuk masalah perhatian, perilaku agresif, dan hiperaktif, yang dapat menyebabkan masalah di sekolah.

Kondisi Medis Terkait Sleep Apnea Anak

Kondisi-kondisi medis apa saja yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami sleep apnea?
  • Down's syndrome - anak-anak dengan down's syndrome berisiko tinggi untuk sleep apnea, sebagian terkait dengan penurunan tonus otot dan juga peningkatan ukuran lidah.
  • Kelainan sistem syaraf neuromuskular dan sentral termasuk cerebral palsy.
  • Kelainan kraniofasial seperti sindrom Pierre Robin, sindrom Treacher Collins, dan sindrom Crouzon.
  • Anak-anak dengan craniosynostosis seperti sindrom Pfeffer dan banyak lagi.
  • Kegemukan.

Diagnosis Sleep Apnea Anak

Diagnosis sleep panea obstruktif pada anak-anak biasanya didasarkan pada gejala karakteristik dan bukti hipertrofi adenotonsiler (amandel dan adenoid yang membesar) dan pernapasan dari mulut. Anak-anak yang dicurigai memiliki sleep apnea obstruktif biasanya dievaluasi oleh dokter spesialis THT.

Jika perlu, pengujian lebih lanjut mungkin termasuk polisomnografi (pediatric sleep study).

Pengobatan Sleep Apnea Anak

Meskipun sebagian besar anak-anak dengan sleep apnea tidak kelebihan berat badan, tapi kelebihan berat badan juga akan berkontribusi terhadap gejala-gejalanya. Oleh karena itu, penurunan berat badan penting untuk anak-anak yang kelebihan berat badan dengan sleep apnea obstruktif.

Kondisi medis lain yang mendasari, terutama alergi, juga harus diobati. Nasal steroid (steroid hidung) mungkin akan membantu mengatasi sumbatan pada hidung dan gejala sleep apnea pada anak-anak yang juga memiliki alergi.

Perawatan utama untuk anak-anak dengan sleep apnea adalah operasi, dengan penghilangan amandel dan adenoid yang membesar (tonsilektomi dan adenoidektomi atau T & A).

Pada sebagian besar kasus, operasi T&A memberikan solusi bagi sleep apnea anak. Jika tidak, operasi lebih lanjut mungkin dilakukan, atau dokter dapat merekomendasikan penggunaan continuous positive airway pressure (CPAP) atau prosedur ortodontik seperti rapid maxillary expansion.

Perlu Orangtua Ketahui

Sama seperti pada dewasa, sleep apnea obstruktif pada anak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk pertumbuhan yang buruk, sakit kepala, tekanan darah tinggi dan masalah jantung dan paru-paru lainnya.

Sleep apnea dan masalah tidur, secara umum, semakin diakui sebagai penyebab masalah sekolah dan perilaku anak-anak di siang hari. Jika anak Anda mengalami masalah di sekolah atau masalah dengan perilakunya, dan dia mendengkur keras, coba konsultasikan ke dokter.

Sleep apnea dapat memiliki konsekuensi besar bagi anak dalam hal tingkat energi, perilaku, dan pembelajaran. Konsekuensi apnea tidur pada anak-anak bahkan dapat mempengaruhi hasil tes kecerdasan mereka.

Article Resources
  • https://www.aafp.org/afp/2004/0301/p1147.html
  • https://kidshealth.org/en/parents/apnea.html
  • https://www.verywellhealth.com/symptoms-of-sleep-apnea-in-children-2632370

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer