Mengatasi Gastroenteritis Pada Anak-anak

Monday, July 07, 2014
Gastroenteritis adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare, dan juga dapat menyebabkan muntah, sakit perut dan gejala lainnya. Meskipun muntah pada gastroenteritis bisa hilang dalam 1-2 hari, namun diarenya bisa berlangsung hingga 10 hari. Gastroenteritis dapat mengakibatkan dehidrasi, sebuah kondisi berbahaya pada bayi dan anak-anak.

Penyebab Gastroenteritis

Kuman pada usus
Gastroenteritis bisa menjangkiti seseorang dengan mudah, dan sudah menjadi penyakit yang umum. Anak-anak dapat terkena gastroenteritis lebih dari satu kali dalam setahun. Tingkat keparahannya pun bervariasi mulai dari sakit perut ringan yang disertai dengan diare ringan selama satu atau dua hari, hingga diare parah yang disertai muntah selama beberapa hari atau lebih. Terdapat banyak sekali virus, bakteri dan mikroba lainnya (kuman) yang dapat menyebabkan gastroenteritis.

Virus dapat dengan mudah menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui kontak dekat. Hal ini seringkali karena virus berpindah ke tangan orang yang terinfeksi setelah mereka ke kamar mandi. Benda atau barang yang disentuh oleh orang yang terinfeksi juga dapat menjadi media penularan virus. Virus ini juga dapat ditularkan jika orang yang terinfeksi menyiapkan makanan. Sedangkan wabah gastroenteritis yang disebabkan oleh virus sering terjadi di sekolah, rumah sakit atau tempat-tempat dimana makanan terdapat banyak orang dalam satu tempat.

Keracunan makanan (memakan makanan yang sudah terkontaminasi mikroba) dapat menyebabkan gastroenteritis. Keracunan makanan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Contoh umumnya adalah dari jenis bakteri yang disebut Campylobacter, Salmonella dan Escherichia coli (biasanya disingkat menjadi E. coli). Toksin (racun) yang diproduksi oleh bakteri juga dapat menyebabkan keracunan makanan. Kelompok lain dari mikroba yang disebut sebagai parasit juga dapat menjadi penyebab keracunan makanan.

Air yang terkontaminasi oleh bakteri atau mikroba lainnya (kuman) juga menjadi penyebab umum lain dari gastroenteritis, khususnya di daerah-daerah dengan sanitasi buruk.

Gejala Gastroenteritis

Gejala utama gastroenteritis adalah:
  • Diare, seringkali juga diringi dengan muntah. Diare berarti feses (tinja) yang cair, minimal 3 kali dalam 24 jam. Darah dan lendir juga seringkali terdapat dalam tinja.
  • Nyeri atau rasa kram di perut. Setiap kali selesai buang air biasanya nyeri atau kram diperut akan berkurang.
  • Suhu tubuh tinggi (demam), sakit kepala dan rasa sakit pada anggota badan juga sering menyertai gastroenteritis.
Gejala gastroenteritis yang ringan cenderung akan membaik dalam beberapa hari. Jika pun terjadi muntah, biasanya hanya berlangsung selama satu atau dua hari, meskipun bisa juga lebih lama. Diare biasanya masih terus berlanjut setelah muntah berhenti, dan biasanya berlangsung antara 5-7 hari. Tinja yang encer bisa terjadi selama seminggu atau lebih sebelum akhirnya kembali ke tekstur normal.

Dehidrasi pada Gastroenteritis

Diare dan muntah dapat menyebabkan dehidrasi (kurangnya cairan dalam tubuh). Dehidrasi ringan umum terjadi dan biasanya cepat membaik dengan pemberian banyak cairan. Sedangkan dehidrasi berat bisa berakibat fatal kecuali cepat ditangani, karena organ-organ tubuh membutuhkan sejumlah cairan agar berfungsi secara normal.

Gejala dehidrasi pada anak-anak meliputi:
  • Kurang buang air kecil
  • Mulut, lidah dan bibir kering
  • Air mata sedikit saat menangis
  • Mata cekung
  • Lemah
  • Lesu dan lekas marah.
Gejala dehidrasi berat pada anak-anak meliputi:
  • Mengantuk
  • Kulit pucat atau belang-belang
  • Tangan atau kaki dingin
  • Tidak buang air kecil (ditandai dengan popok yang kering)
  • Napas cepat.
Dehidrasi berat merupakan keadaan darurat medis yang harus segera mendapatkan perawatan medis.

Dehidarasi pada gastroenteritis lebih mungkin terjadi pada:
  • Bayi usia dibawah satu tahun (utamanya dibawah enam bulan).
  • Bayi usia dibawah satu tahun dengan berat lahir rendah.
  • Bayi yang telah berhenti disusui ketika terkena gastroenteritis.
  • Bayi atau anak yang tidak mendapatkan banyak cairan ketika terkena gastroenteritis.
  • Bayi atau anak dengan diare dan muntah berat (terutama jika diare terjadi lebih dari enam kali dan muntah tiga kali dalam 24 jam).
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?

Umumnya anak yang mengalami gastroenteritis memiliki gejala ringan yang akan membaik dalam beberapa hari. Yang terpenting adalah memastikannya mendapat banyak cairan. Dalam banyak kasus, anak Anda tidak perlu mendapatkan perawatan medis. Namun Anda harus segera membawanya ke dokter apabila berada dalam situasi berikut:
  • Jika usia anak Anda di bawah enam bulan.
  • Jika anak Anda memiliki kondisi medis lain, misalnya jantung dan ginjal, diabetes, riwayat kelahiran prematur.
  • Jika anak Anda mengalami demam (suhu tinggi).
  • Jika dehidrasi bertambah buruk.
  • Jika anak Anda mengantuk atau bingung.
  • Jika terdapat darah dalam diare atau muntah.
  • Jika sakit perut anak Anda parah.
  • Jika infeksi diperoleh dari luar negeri.
  • Jika kondisi anak Anda parah, atau jika Anda merasa kondisinya semakin memburuk.
  • Jika gejala tidak membaik, misalnya muntah terjadi lebih dari 1-2 hari atau diare yang lebih dari 3-4 hari.
  • Jika anak Anda tidak bisa menerima cukup cairan.
Perlu diperhatikan, bayi yang berusia di bawah enam bulan biasanya memerlukan jadwal pemeriksaan ulang, mereka harus diperiksa lagi setelah 6-12 jam dari pemeriksaan sebelumnya.

Pengobatan Gastroenteritis pada Anak-anak

Gejala gastroenteritis sering menetap dalam beberapa hari, sebagaimana usaha sistem kekebalan tubuh alami si anak dalam mengatasi infeksi. Anak-anak dengan gastroenteritis umumnya bisa diobati dirumah. Opsi ke rumah sakit hanya diperlukan jika gejalanya parah atau jika komplikasinya berkembang.

Cairan untuk mencegah dehidrasi

Anda harus mendorong anak Anda untuk minum banyak cairan. Tujuannya adalah untuk mencegah dehidrasi, karena cairan yang hilang akibat muntah atau diare harus diganti. Anak Anda juga harus melanjutkan diet makan dan minum seperti biasa. Selain itu, mereka juga harus didorong untuk minum cairan tambahan. Namun, sebaiknya hindari jus buah atau minuman bersoda, karena dapat membuat diare bertambah buruk.

Bayi yang berusia dibawah enam bulan memiliki risiko peningkatan dehidrasi, dan sebaiknya segera bawa ke dokter. ASI ataupun susu formula harus tetap diberikan seperti biasa.

Cairan rehidrasi sangat disarankan oleh dokter untuk anak-anak yang memiliki risiko dehidrasi. Cairan ini biasanya tersedia dalam bentuk sachet (bubuk) yang umum tersedia di apotek. Salah satunya adalah oralit, minuman rehidrasi murah dan efektif. Untuk menggunakannya, baca dengan baik aturan pakainya agar tepat guna dalam mencegah dehidrasi anak Anda.

Ada juga obat-obatan anti-sekresi yang ditujukan untuk digunakan dalam pengobatan rehidrasi. Obat-obatan ini akan mengurangi jumlah air yang dilepaskan ke usus selama periode diare. Obat ini dapat digunakan untuk anak-anak yang berusia 3 bulan lebih (dan orang dewasa).

Cairan untuk mengatasi dehidrasi

Jika anak Anda mengalami dehidrasi ringan, dapat diobati dengan pemberian minuman rehidrasi (seperti oralit). Baca aturan pakai dengan jelas karena dosis harus sesuai dengan usia dan berat badan anak Anda, atau jika bingung, tanyakan ke dokter atau perawat. Sebelum memberi makanan padat pada anak Anda, sebaiknya lakukan dulu rehidrasi.

Terkadang, seorang anak perlu dirawat di rumah sakit jika mereka mengalami dehidrasi. Perawatan di rumah sakit biasanya melibatkan pemberian larutan dehidrasi melaui tabung khusus yang disebut tabung nasogastrik. Tabung ini masuk melewati hidung anak Anda, ke tenggorokan dan langsung menuju ke perut. Pengobatan lainnya adalah dengan pemberian cairan intravena (infus).

Obat bisa tidak digunakan

Dokter tidak harus memberikan obat untuk menghentikan diare pada anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun. Obat diare memang terlihat sebagai solusi pengobatan gastroenteritis yang baik, tapi sesungguhnya tidak aman diberikan pada anak-anak, karena terdapat kemungkinan komplikasi serius. Namun Anda bisa memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam atau sakit kepala anak Anda.

Jika gejalanya parah, dan menetap selama beberapa hari atau lebih, mungkin akan mengambil sampel diarenya. Sampel ini akan diperiksa di laboratorium guna mengetahui kuman apa yang menjadi penyebab infeksi (bakteri, parasit, dll). Terkadang, pengobatan dengan antibiotik atau obat lainnya memang diperlukan, tergantung dari penyebab infeksinya.

Mencegah Penyebaran Gastroenteritis

Anda bisa mencegah penyebaran gastroenteritis, dengan cara:
  • Pastikan setiap orang dalam keluarga Anda mencuci tangan secara teratur, terutama setelah dari kamar mandi dan sebelum makan.
  • Cuci tangan anak Anda dengan air hangat dan sabun setelah dari kamar mandi dan sebelum atau sesudah mereka makan.
  • Cuci tangan Anda sebelum makan dan setelah Anda mengganti popok anak.
  • Jauhkan anak Anda dari anak yang lain sampai diarenya berhenti.
Hal yang Perlu Diingat
  • Gastroenteritis dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada bayi dan anak-anak. Dehidrasi merupakan kondisi kesehatan yang serius.
  • Semua orang, terutama anak-anak, harus minum banyak cairan jika terkena gastroenteritis.
  • Gastroenteritis ringan bisa diatasi dirumah.
  • Cegah penyebaran gastroenteritis dengan membiasakan mencuci tangan dengan air hangat dan sabun.
  • Segera ke dokter jika gejala terus berlanjut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.