Hidup Selalu Sehat dengan Mencuci Tangan

Wednesday, February 12, 2014
Satu aktivitas sehat yang sangat mudah dilakukan adalah mencuci tangan. Kegiatan yang tampak remeh ini ternyata memiliki konsekuensi kesehatan yang signifikan.
Mencuci tangan
(Gambar: independent.ie)
Tangan menyimpan banyak bakteri yang jenisnya bisa mencapai ribuan. Sebuah penelitian dari Departemen Ekologi dan Evolusi Biologi, Colorado, Amerika Serikat, yang dilansir Foxnews mengungkap fakta bahwa dari 52 pasang tangan mahasiswa terdapat 4.742 spesies bakteri dengan rata-rata 150 spesies bakteri di satu telapak tangan. Bakteri ini hadir lewat kontak tangan dengan handphone, tombol keyboard, meja, pegangan kursi, besi pagar dan lain sebagainya.

Penelitian lain dari Universitas Arizona, Amerika Serikat, yang dilakukan Profesor Mikrobiologi Charles Gerba menyebutkan bahwa kuman pilek atau flu dapat bertahan selama tiga hari di atas permukaan suatu benda.

Jika seseorang bersin atau batuk dan memegang satu benda dan benda tersebut kemudian terpegang oleh orang sehat maka bakteri tersebut berpotensi untuk menular. Bahkan, tanpa kita sadari, menurut Gerba, permukaan benda-benda yang biasa disentuh tangan menampung bakteri yang lebih banyak dari toilet!.

Kontak tangan ke tangan antar manusia tidak hanya dapat menularkan penyakit ringan, seperti flu, tetapi juga penyakit berat yang mengancam jiwa. Penyakit infeksi menjadi risiko besar khususnya pada anak-anak, orang yang sudah tua, orang dengan penyakit yang sudah ada sebelumnya, dan orang-orang dengan masalah pada sistem kekebalan tubuh, seperti orang-orang dengan HIV atau AIDS.

Mencuci tangan dapat mencegah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh untuk selanjutnya menjadi penyakit. Ahli-ahli kesehatan sering menganjurkan mencuci tangan dengan sabun yang mengandung antiseptik, terlebih saat mau makan dan setelah melakukan pekerjaan. Bakteri akan mati dan tak jadi berkembang biak serta merugikan.
Teknik mencuci tangan
Tahapan dan bagian-bagian tangan yang perlu dicuci (Gambar: nscphealth.co.uk)
Gel Pembersih

Mencuci tangan juga dianjurkan secara keras setelah memotong kuku untuk menghindari terjangkit bakteri yang ada di kuku. Mencuci tangan akan dengan mudah dilakukan dengan air. Namun untuk cuci tangan yang lebih praktis dan tidak memerlukan air dapat dilakukan dengan gel pembersih yang
mengandung antiseptik. Penggunaan jenis pembersih tangan ini sangat sederhana, karena hanya dioleskan ke tangan. Sifatnya yang simpel ini membuat seseorang dapat membersihkan tangannya kapan dan dimana pun, misalnya setelah bekerja atau ingin menyantap makanan. Namun tentu saja gel antiseptik ini tak dapat digunakan jika tangan kotor secara nyata seperti setelah memegang lumpur dan cat.

Orang yang sering beraktivitas diluar atau di dalam ruangan atau sering berjabat tangan dapat menggunakan gel ini untuk selalu menjaga kebersihan tangan dari bakteri. Gel ini juga bisa digunakan setelah mencuci tangan bahkan ini lebih baik karena akan mendapat proteksi ganda dari kuman dan bakteri.

Dalam memilih gel antiseptik, pilihlah yang mengandung moisturizer sehingga tangan tidak kering dan tetap lembut. Intinya, untuk sehat sebenarnya sangat simpel. Kita hanya perlu menjaga tangan kita tetap bersih.

Minimalkan Risiko Anda

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan:
  • Seringlah mencuci tangan, terutama setelah batuk atau bersin, sebelum dan sesudah makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah memegang daging mentah, setelah membelai binatang, dan setelah dari toilet.
  • Bila Anda batuk atau bersin, gunakan tisu untuk menutupi wajah. Jangan bersin ke tangan Anda. Buang segera tisu di tempat sampah setelah Anda menggunakannya.
  • Ajari anak-anak tentang kebersihan dan cara mencuci tangan dengan benar. Anak yang masih kecil perlu diawasi saat mereka mencuci tangan.
  • Jangan gunakan lap/handuk tangan untuk umum.
Akhirnya, kebiasaan mencuci tangan tidak hanya akan membantu Anda tetap sehat, tetapi juga akan membantu mencegah penyebaran penyakit menular kepada orang lain terutama keluarga Anda.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.