Jenis, Gejala, dan Pengobatan Hernia

Friday, July 04, 2014
Hernia adalah penonjolan suatu organ, misalnya usus yang menonjol keluar dari perut akibat adanya dinding perut yang lemah. Dalam bahasa sehari-hari kita mengenal hernia sebagai burut atau turun berok. Jika tidak diobati, perpecahan pada otot kian melebar dan jaringan atau organ yang terdorong keluar kian besar dan akhirnya membentuk kantung (tonjolan). Benjolan atau tonjolan yang tampak jelas inilah yang menjadi salah satu karakteristik kunci dari penyakit hernia.

Dinding perut yang lemah bisa merupakan bawaan sejak lahir atau mungkin berkembang setelah lahir. Lokasi hernia yang paling umum adalah di pangkal paha, tetapi hernia juga dapat terbentuk di daerah lain seperti pusar. Jika benjolan atau tonjolan tersebut bisa didorong (dengan lembut) kembali ke posisinya melalui dinding perut, itu disebut sebagai hernia redusibel. Jika benjolan menolak masuk dengan tekanan manual, itu disebut hernia non redusibel, yang berarti sebuah komplikasi yang serius. Baik hernia redusibel dan non redusibel, keduanya memerlukan tindakan pembedahan.

Gejala Hernia

Gejala Hernia bisa bervariasi tergantung dari lokasi kemunculan dan tingkat keparahannya, gejala hernia meliputi:
  • Muncul atau terlihat sebuah benjolan
  • Perasaan berat atau tidak nyaman di usus, terutama ketika membungkuk
  • Nyeri atau sakit, terutama saat beraktivitas (seperti saat mengangkat atau membawa beban berat)
  • Gangguan pencernaan, seperti sembelit
  • Benjolan menghilang ketika penderita berbaring
  • Benjolan membesar saat batuk, mengejan atau berdiri.
Jenis-jenis Hernia

Dinding perut bukanlah lembaran otot yang solid. Dinding perut terdiri dari lapisan yang berbeda-beda. Secara struktural, terdapat daerah-daerah yang lemah pada suatu area dinding perut, dan lokasi itulah yang paling mungkin terkena hernia. Jenis-jenis hernia antara lain:
  • Inguinalis 
Terjadi di selangkangan. Ini merupakan bentuk hernia yang paling umum, persentasenya 90% lebih dari seluruh penderita hernia. Usus akan mendorong cincin kecil dari otot di selangkangan, akhirnya membelah bagian serat otot. Hernia inguinalis lebih sering mengenai pria ketimbang wanita dan sangat umum terjadi di usia pertengahan.
    • Femoral
    Terjadi pada paha, tepatnya di lokasi pertemuan kaki dan tubuh. Persis seperti yang terjadi pada hernia inguinalis, usus memaksa keluar melalui cincin otot yang lemah pada kanalis femoralis hingga akhirnya menonjol keluar. Bagian usus ini berisiko tercekik, yang merupakan komplikasi serius yang membutuhkan pertolongan medis segera. Hernia femoralis lebih sering terjadi pada wanita.
      • Umbilical 
      Sebagian dari usus mendorong keluar melalui otot di dekat pusar yang lemah. Jenis hernia ini lebih sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Wanita yang kelebihan berat badan, atau mereka yang telah beberapa kali hamil juga memiliki risiko mengembangkan hernia umbilical.
      • Insisional 
      Setelah pembedahan perut, bekas lokasi operasi biasanya selalu memiliki struktur otot yang lemah. Disinilah usus mendorong keluar melalui sayatan tertutup, yang akhirnya menyebabkan hernia.

      Hernia Strangulasi

      Hernia yang menolak kembali ke posisinya setelah ditekan secara manual melalui dinding perut, sebelumnya kita sudah kenal sebagai hernia non redusibel. Ini berarti usus yang keluar akan tercengkeram erat oleh cincin otot, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan tercekiknya usus. Yang paling rentan pada komplikasi ini adalah hernia femoralis.

      Gejala hernia strangulasi antara lain mual, muntah, dan nyeri hebat. Pertolongan medis atau operasi harus segera dilakukan. Jika tidak diobati, hernia yang terjepit bisa menyebabkan gangren pada usus yang terperangkap.

      Prosedur Pembedahan Hernia

      Baik hernia redusibel dan non redusibel harus diatasi dengan pembedahan. Prosedur yang digunakan akan tergantung pada lokasi hernia, tetapi biasanya perut akan dibedah dan dengan tindakan penjahitan untuk menutup dan memperkuat bagian otot yang lemah. Hernia inguinalis dapat diperbaiki dengan operasi laparoskopi. Sebuah instrumen medis yang ramping yang dikenal sebagai laparaskop dimasukkan, dan hernia diperbaiki dari dalam. Hal ini akan meniadakan kebutuhan untuk sayatan perut yang besar.

      Dinding otot yang diperbaiki dengan menggunakan mesh. Gambar: wehealny.org
      Faktor lain yang mungkin turut berkontribusi terhadap hernia, seperti obesitas dan otot yang lembek, juga perlu ditangani. Namun sayangnya, satu dari sepuluh kasus hernia yang sudah dibedah akan mengulang, yang membutuhkan pembedahan yang berikutnya.

      Hernia Hiatus

      Diafragma adalah lembaran otot yang terletak di dasar paru-paru yang sangat penting untuk pernapasan. Titik terlemah diafragma adalah saluran kecil yang bisa terhubung dengan kerongkongan. Hernia hiatus berarti bahwa bagian kerongkongan dan perut menonjol melalui lubang ke dalam rongga dada.

      Gejalanya antara lain mual dan kesulitan menelan. Radang kerongkongan merupakan komplikasi yang mungkin juga terjadi. Pengobatan untuk mengurangi gejalanya antara lain dengan menggunakan obat antasida, menghilangkan kelebihan lemak tubuh dan tidur dengan kepala lebih tinggi daripada kaki.

      Artikel Terkait

      Previous
      Next Post »
      Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.