Penyebab Mimisan Anterior dan Posterior

Monday, March 24, 2014
Mimisan
Hidung merupakan bagian tubuh yang kaya akan pembuluh darah dan letaknya di posisi yang rentan yaitu menonjol pada wajah. Karena letaknya ini, suatu trauma pada wajah dapat menyebabkan hidung cedera dan berdarah.

Mimisan paling sering terjadi karena trauma pada hidung. Trauma dari luar hidung seperti pukulan/hantaman ke wajah, atau trauma di dalam hidung, seperti mengorek hidung dapat menyebabkan mimisan.

Mimisan juga dapat terjadi secara spontan ketika membran hidung mengering dan retak. Ini biasanya terjadi pada orang-orang rentan yang berlama-lama di daerah yang beriklim kering, atau tinggal lama di musim dingin dan menggunakan pemanas ruangan yang menghasilkan udara yang kering dan hangat. Orang-orang juga rentan terkena mimisan ketika mereka mengonsumi obat-obatan yang dapat mencegah pembekuan darah seperti warfarin, aspirin dan obat anti inflamasi. Ketika seseorang sedang mengonsumsi obat-obat jenis ini, bahkan trauma kecil pun dapat menyebabkan hidung mereka berdarah.

Jenis mimisan dan penyebabnya

Mimisan terdiri dari dua jenis, yaitu mimisan anterior (berasal dari dalam lubang hidung) dan mimisan posterior (berasal dari belakang hidung).

Mimisan anterior

Mimisan anterior berasal dari dinding antara dua saluran (septum bagian bawah) di bagian dalam hidung Anda. Dinding ini merupakan bagian dari hidung yang banyak terdapat pembuluh darah halus yang mudah sekali rusak.

Penyebab mimisan anterior terkadang tidak diketahui, namun utamanya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
  • Mengupil, terutama bila kuku Anda tajam.
  • Membuang ingus dengan kuat.
  • Cedera kecil pada hidung.
  • Hidung kering yang seringkali diakibatkan karena cuaca panas.
  • Influenza.
  • Rhinitis alergi dan non alergi.
  • Sinusitis.
  • Hay fever dan alergi lainnya.
  • Penggunaan dekongestan secara berlebihan.
  • Benda asing di dalam hidung (terkadang benda asing ini tidak dirasakan terutama pada anak-anak).
  • Hidung yang bengkok, bisa karena bawaan lahir atau karena kecelakaan.
  • Berada di ketinggian tinggi (misalnya pegunungan).
  • Penyalahgunaan narkoba.
Mimisan anterior lebih sering terjadi pada anak-anak dan masih cukup mudah untuk ditangani dirumah. Baca lebih lanjut mengenai pengobatan mimisan.

Mimisan posterior

Mimisan posterior lebih serius daripada mimisan anterior. Mimisan ini lebih sering terjadi pada orang dewasa ketimbang anak-anak. Pada jenis mimisan ini, perdarahan yang terjadi berasal dari bagian belakang hidung Anda. Penanganan medis mungkin diperlukan untuk mengatasinya.

Kemungkinan penyebab mimisan posterior adalah:
  • Belum lama menjalani operasi hidung.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Pengerasan arteri (bisa karena lemak, kolesterol atau zat lainnya yang menumpuk di arteri).
  • Terpapar bahan kimia seperti amonia.
  • Tumor di rongga hidung.
  • Obat-obatan tertentu seperti aspirin, anti inflamasi (anti radang) dan obat-obat yang mencegah pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin dan heparin.
Pada mimisan posterior, perdarahan berasal dari cabang arteri yang memasok darah ke suatu ruang dalam hidung antara langit-langit mulut dan otak Anda. Jika mimisan Anda terjadi karena pukulan atau hantaman atau terjatuh pada yang mengenai kepala Anda, sebaiknya segera minta pertolongan medis untuk melihat kemungkinan kerusakan hidung Anda.

Dalam beberapa kasus, mimisan merupakan pertanda Anda memiliki kondisi kesehatan seperti di bawah ini:
  • Kelainan pembekuan darah. Misalnya hemofilia (suatu kondisi keturunan yang menyebabkan gagalnya pembekuan darah) atau penyakit von Willebrand (kelainan bawaan yang menyebabkan perdarahan dan memar).
  • Leukemia. Meskipun hal ini jarang terjadi.
Tidak normalnya pembuluh darah pada hidung juga bisa menyebabkan mimisan meskipun hal ini terbilang langka.

Akhirnya, dari sekian banyak kasus mimisan yang terjadi, dua penyebab mimisan berikut ini menjadi penyebab yang paling umum, yaitu cuaca/udara kering dan panas dan cedera pada hidung.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.