Cara Menghilangkan Jerawat, Penyebab dan Pencegahannya

Sunday, May 05, 2013
Jerawat

Jerawat sudah menjadi hal yang biasa ditemui pada remaja belasan tahun. Nama lain dari jerawat adalah acne, dan utamanya timbul karena disebabkan perubahan hormon di dalam tubuh. Pada umumnya, jerawat lebih mungkin muncul pada orang-orang kulitnya berminyak.

Sebenarnya jerawat buka persoalan yang serius, karena biasanya tidak meninggalkan bekas yang tetap. Saat terbanyak seseorang tumbuh jerawat adalah saat berusia antara 12 hingga 17 tahun. Namun, hingga mencapai usia 30 tahun pun jerawat masih tetap bisa tumbuh meskipun umumnya sudah berkurang.

Proses Munculnya Jerawat

Munculnya jerawat diawali dengan penyumbatan di kulit karena komedo, dan menghambat jalan keluar kelenjar-kelenjar minyak (sebaceus gland) di kulit. Karena tersumbat, akhirnya saluran minyak pecah, dan suatu zat berminyak merembes di antara lapisan kulit. Dan karena zat berminyak itu tidak dapat mencapai ke permukaan, lalu muncullah suatu kista atau pembengkakan/jerawat.

Hal ini tentunya akan membuat jelek roman muka seseorang, namun tidak berbahaya kecuali terdapat infeksi atau membentuk abses. Bila sudah sembuh, jerawat biasanya akan meninggalkan parut-parut luka yang jelek. Selain pada wajah, jerawat yang parah juga bisa mucul pada leher, bahu, punggung dan dada.

Penyebab Munculnya Jerawat

Jerawat tidak disebabkan oleh makanan, namun makanan-makanan tertentu akan memperparah kondisi jerawat. Beberapa jenis makanan seperti coklat, kacang-kacangan, es krim, daging bergajih, dan gula yang berlebih, apabila dikonsumsi maka akan memperparah keadaan jerawat. Sekali lagi, jerawat pada umumnya disebabkan karena faktor hormonal.

Berikut beberapa keadaan yang bisa menjadi penyebab munculnya jerawat :
  • Sel kulit mati
  • Setiap hari banyak sel-sel kulit yang mati (ini keadaan normal). Sel-sel kulit yang mati ini akan bergabung dengan kotoran/debu dan akhirnya menyebabkan penyumbatan pada pori-pori kulit.
  • Bakteri 
  • Bakteri di kulit seperti p.acne yang cenderung berkembang biak pada kelenjar sebaceous yang tersumbat, memunculkan zat-zat yang menyebabkan iritasi. Lalu terjadilah infeksi/pembengkakan pada kulit sekitarnya.
  • Kosmetik
  • Penggunaan jenis kosmetik atau cara menggunakan kosmetik yang tidak sesuai dengan aturan kesehatan juga akan menyumbat pori-pori kulit.
  • Obat-obatan
  • Obat-obatan atau bahan kimia tertentu seperti kortikosteroid, bromida dan jodida bisa menjadi pemicu munculnya jerawat.
  • Barang yang tidak higienis
  • Barang yang tidak higienis yang sering menempel di kulit wajah seperti ponsel, helm, topi, bandana, kain, aksesoris atau alat lainnya juga bisa menjadi pemicu munculnya jerawat. Sebaiknya bersihkan barang-barang ini secara berkala.
Banyak juga gadis yang terkena jerawat (satu atau dua) sebelum kedatangan haid. Namun biasanya ini hanya berlangsung kurang dari seminggu, dan tidak membawa akibat yang buruk. Kehamilan dan penggunaan pil KB juga bisa menjadi pemicu munculnya jerawat.

Ketegangan saraf (stres) yang biasanya disebabkan karena masalah pribadi atau keluarga juga memegang peranan penting dalam memperparah keadaan jerawat. Pada keadaan yang ringan pun jerawat biasanya tidak akan hilang dalam waktu yang lama hingga susunan hormon di dalam tubuh kembali seimbang (sempurna).

Cara Mencegah / Mengatasi Jerawat

Jagalah selalu kebersihan kulit dengan mencucinya minimal dua atau tiga kali sehari dengan sabun yang dianjurkan bagi kesehatan kulit. Dan pastikan kulit Anda bersih saat hendak tidur (bersih dan jangan memakai kosmetik). Facial wajah secara rutin setiap 2 minggu sekali akan mempercepat penyembuhan jerawat. Pakailah produk facial yang sudah terdaftar di badan POM. Keliru memilih produk facial malah akan memperparah keadaan jerawat.

Banyak cara untuk menghilangkan komedo yang menjadi penyebab munculnya jerawat. Saat ini sudah banyak produk kesehatan baik itu berupa sabun, krim pencuci wajah atau bahkan alat yang bisa mengangkat/menghilangkan komedo. Namun tentunya pengguna harus berhati-hati. Pastikan produk tersebut memang dianjurkan oleh ahli kesehatan, terdaftar di badan POM dan hanya menggunakannya sesuai aturan pakai. Bila terjadi iritasi atau hal-hal buruk lainnya, segera hentikan penggunaannya.

Hindari semua jenis makanan dengan gula yang berlebih, terutama coklat dan kacang-kacangan. Sebaiknya hanya mengonsumsi makanan yang sederhana dan seimbang yang terdiri dari banyak buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Minumlah banyak air dan jus buah, namun tetap harus menghindari minuman yang terlampau manis. Penggunaan tablet vitamin A juga membantu menjaga kesehatan kulit, namun harus sesuai dengan kebutuhan. Untuk istirahat, usahakanlah tidur minimal delapan jam setiap malam (bukan delapan jam setiap hari). Hindari stres, dan rajinlah berolahraga dan terus jalankan prinsip-prinsip hidup sehat.

Jika di bawah kulit sudah terdapat nanah, janganlah berusaha untuk membuka atau memencet jerawat itu, biarkan hingga kering sendiri. Memencet jerawat atau sering menyentuh jerawat akan menyebabkan infeksi dan tentunya akan memperlambat kesembuhan, dan dapat menyebabkan luka berkas jerawat tidak mau hilang. Jangan lupa juga untuk menjemur kulit di panas matahari setiap hari, selain untuk memperoleh vitamin D, panas matahari berguna untuk kesehatan kulit asal tidak dilakukan berlebihan.

Mengobati / Menghilangkan Jerawat

Sebenarnya jerawat akan sembuh sendiri dan umumnya tidak memerlukan pengobatan. Bila Anda mematuhi apa yang boleh/tidak boleh dilakukan seperti yang diuraikan di atas, maka penyembuhan akan berlangsung lebih cepat. Pada keadaan jerawat yang parah dengan disertai abses, boleh menggunakan antibiotik. Ini akan mengurangi infeksi di kulit.

Namun, bila jerawat tersebut tidak kunjung hilang, ukurannya tidak normal (terlalu besar) atau jumlahnya terlalu banyak, maka ada baiknya Anda segera menemui dokter spesialis kulit guna mengetahui jenis jerawatnya dan untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Kulit yang sudah berparut luka akibat jerawat (bekas jerawat) yang tidak kunjung hilang dapat diratakan (dimuluskan) kembali dengan terapi dermabrasion. Terapi ini biasa dilakukan dalam ruang kerja seorang ahli kulit, namun hendaknya hanya dilakukan hanya oleh dokter spesialis kulit atau dokter bedah plastik saja.

Tidak menutup kemungkinan beberapa pengobatan jerawat dengan menggunakan metode alami/non-medis dapat mempercepat penyembuhan/menegah timbulnya jerawat. Untuk hal ini akan kami posting dalam artikel yang berbeda.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.