Tampilkan postingan dengan label Gangguan Kepribadian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Kepribadian. Tampilkan semua postingan

06 Mei 2014

Kleptomania

Dilarang mencuri

Kleptomania adalah ketidakmampuan dalam menolak hasrat untuk mencuri. Barang-barang yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya tidak mereka gunakan atau mereka manfaatkan. Mereka juga melakukan pencurian bukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Kleptomania merupakan kondisi yang aneh namun cukup umum terjadi di masyarakat.

Penyebab Kleptomania

Penyebab pasti kleptomania belum diketahui secara pasti. Namun kleptomania sering terjadi karena adanya gangguan psikologis lain, seperti:
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Penyalahgunaan zat (misalnya: alkoholisme atau penyalahgunaan obat)
  • Gangguan makan (misalnya: anoreksia, bulimia)
  • Gangguan dalam mengontrol impuls lainnya. 

Faktor Risiko Kleptomania

Kleptomania tampaknya lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-kaki. Selain itu, belum diketahui faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kleptomania.

Gejala Kleptomania

Gejala kleptomania antara lain:
  • Ketidakmampuan yang berulang dalam menolak hasrat untuk mencuri barang-barang yang tidak memiliki nilai bagi pribadinya.
  • Perasaan lega, gratifikasi, atau bahagia ketika mencuri barang-barang.
  • Pencurian tidak terkait dengan kemarahan, rasa kesal, atau dendam.
  • Barang yang dicuri bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
  • Sebab mencurinya tidak jelas. 

Diagnosis  Kleptomania

Kleptomania berbeda dengan perilaku mengutil atau pencurian pada umumnya, yang biasanya karena termotivasi nilai barang curian tersebut, baik dari segi kegunaan atau nilai ekonominya, atau karena didasari oleh dendam atau kemarahan pada pihak yang dicurinya.

Seorang psikiater atau psikolog akan menegakkan diagnosa kleptomania apabila:
  • Semua gejala kleptomania ada
  • Tidak ada alasan yang jelas mengapa ia mencuri
  • Kleptomania bukan menjadi alasan untuk mengutil atau melakukan pencurian biasa. 

Pengobatan Kleptomania

Pengobatan untuk kleptomania antara lain:

Konseling atau terapi

Konseling atau terapi mungkin akan dilakukan dalam bentuk kelompok. Hal ini biasanya ditujukan untuk mengatasi masalah psikologis yang mendasarinya atau yang mungkin berkontribusi terhadap kemunculan kleptomania.

Terapinya untuk kleptomania bisa terdiri dari:

  • Terapi modifikasi perilaku
  • Terapi keluarga.


Obat-obatan

Obat-obta yang cukup umum digunakan untuk mengatasi kleptomania atau masalah psikologis yang mendasarinya, antara lain:
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) - Meningkatkan kadar serotonin di otak, seperti seperti fluoxetine, fluvoxamine, paroxetine, dan sertraline.
  • Lithium - Untuk menyeimbangkan mood swings yang dapat menyebabkan dorongan untuk mencuri.
  • Trazodone.
  • Asam valproik.

Pencegahan Kleptomania

Tidak ada pedoman untuk mencegah kleptomania karena penyebab pastinya tidak diketahui.

29 April 2014

10 Fobia Aneh Tapi Nyata

http://www.medkes.com/2014/04/10-fobia-aneh-tapi-nyata.html

Berbicara secara biologis, fobia akan mudah sekali muncul karena mengalami peristiwa traumatis atau bersinggungan secara terus menerus dengan sesuatu atau peristiwa. Di bawah ini adalah 10 fobia yang aneh namun nyata keberadaanya di dunia. Kita pun bertanya-tanya, bagaimana mungkin orang-orang dengan fobia seperti ini menjalani kehidupannya.

Fobia Aneh 1: Barophobia

Barophobia atau takut gravitasi. Pengidap fobia yang satu ini memiliki ketakutan bahwa gaya atau tarikan gravitasi bumi akan mencelakakan mereka. Mereka juga takut apabila gravitasi tidak ada lagi, maka mereka akan mengambang di muka bumi.

Fobia Aneh 2: Geliophobia

Geliophobia adalah ketakutan terhadap tawa. Mereka takut apabila mendengar tawa orang lain, atau bahkan tawa dirinya sendiri. Seperti halnya fobia yang lain, gejalanya bervariasi mulai dari sesak napas atau napas cepat, denyut jantung tidak teratur, berkeringat, mual, rasa cemas yang ekstrem, perasaan gemetar yang tidak terkendali dan ketidakmampuan untuk mengartikulasikan kata-kata atau kalimat.

Fobia Aneh 3: Caligynephobia

Ada fobia yang disebut dengan gynephobia, yaitu takut pada perempuan. Sedangkan caligynephobia adalah ketakutan yang berbeda, yaitu ketakutan terhadap wanita cantik; setidaknya perempuan yang dianggap cantik oleh penderita caligynephobia. Tidak bisa kita bayangkan apa yang terjadi pada orang seperti ini ketika menonton acara-acara yang menampilkan wanita cantik.

Fobia Aneh 4: Omphalophobia

Apa Anda merasa takut bila pusar Anda disentuh Anda sendiri atau keluarga Anda? Mungkin Anda menderita omphalophobia. Banyak orang yang menderita omphalophobia akan merasa jijik, gemetar, dan cemas setiap kali dia atau orang lain menyentuh pusarnya. Bisa juga si penderita akan mual dan cemas setiap kali melihat gambar pusar.

Fobia Aneh 5: Philophobia

Philophobia tampaknya adalah fobia yang sangat kejam, yaitu takut jatuh cinta. Biasanya fobia ini terjadi karena di masa lalu seseorang itu pernah mengalami hubungan yang rusak, yang akhirnya berujung pada ketakutan berlebih untuk patah hati lagi.

Pada orang-orang normal, kejadian ini biasanya memang meninggalkan trauma dan merasa tak ingin lagi menjalin hubungan. Namun lambat laun bisanya orang normal tersebut mulai melupakannya dan bangkit kembali seiring waktu. Namun berbeda dengan penderita philophobia, mereka akan selamanya menghindari mencari pasangan, bahkan situasinya bisa bertambah parah hingga menghindari kontak dengan semua manusia.

Fobia Aneh 6: Phronemophobia

Orang yang menderita phronemophobia takut berpikir. Khususnya lagi, mereka takut sendirian dengan pikiran mereka. Mereka merasa jika ada pikiran-pikiran tertentu yang masuk ke kepala mereka, maka mereka tidak berdaya untuk menghentikannya. Penderita phronemophobia akan banyak menghabiskan waktu dengan menyibukkan diri untuk mengalihkan mereka dari berpikir.

Fobia Aneh 7: Thaasophobia

Thaasophobia diklasifikan sebagai takut duduk, meskipun ada juga penafsiran lainnya yang mengklasifikasikannya sebagai takut tidak melakukan apa-apa. Jika duduk secara fisik adalah penyebab kecemasannya, hal ini mungkin karena duduk dianggap akan menyakitkan tubuh mereka. Mereka yang menderita fobia ini tidak memiliki pilihan karir yang banyak, dan sekolah (duduk) tampaknya akan menjadi momok yang mengerikan bagi mereka.

Fobia Aneh 8: Papaphobia

Orang yang menderita Papaphobia takut akan Paus (pemimpin umat Nasrani). Kondisi ini sering dikaitkan dengan hierophobia, yaitu takut dengan orang-orang atau benda suci, dan juga ecclesiophobia, yaitu takut pada tempat beribadah atau agama.

Fobia Aneh 9: Xerophobia

Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air, sehingga dalam istilah biologi, air identik dengan kehidupan. Namun pemahaman ini menjadi berlebih pada orang-orang dengan xerophobia yang takut akan kekeringan. Orang-orang ini akan menghindari daerah beriklim kering, selalu menggunakan pelembab dan krim secara berlebihan, dan terus minum banyak cairan. Mereka juga mungkin akan menunjukkan reaksi buruk ketika melihat orang yang memiliki kulit, bibir atau rambut kering.

Fobia Aneh 10: Pantophobia

Fobia yang satu ini bukan fobia spesifik dan memang tidak masuk sebagai fobia dalam referensi medis. Pantophobia adalah takut akan segalanya. Pantophobia juga disebut sebagai panophobia atau omniphobia. Pantophobia sulit dijabarkan secara psikologis langsung, namun dapat merujuk kepada fobia non spesifik, atau hanya pengertian umum mengenai ketakutan terhadap segala sesuatu.

28 April 2014

Penyebab, Jenis, dan Pengobatan Fobia

Fobia

Sering melihat seseorang merasa takut terhadap sesuatu, terkadang mereka juga berteriak sambil menutup mata. Nah, kemungkinan besar seseorang itu mengalami fobia, yang merupakan rasa takut berlebihan terhadap sesuatu. Fobia termasuk sebagai gangguan kecemasan yang bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Fobia berupa ketakutan yang irasional (tidak wajar) yang menimbulkan gejala-gejala cemas, berdebar-debar, keringat dingin, serta gejala kecemasan lainnya, dan seringkali disertai dengan perasaan panik. Fobia sebenarnya sangat merugikan. Selain sering menimbulkan perasaan cemas dan panik, mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, bahkan bagi pemuda yang sedang menuntut ilmu di sekolah, juga bisa mempengaruhi organ tubuh seperti jantung.

Penyebab fobia

Penyebab fobia tidak terlepas dari faktor biologis seseorang, diantaranya: peningkatan tonus saraf otonomi simpatik dan perubahan sistem penghantar transmisi di otak. Seperti adanya perubahan norefinefrin, serotonin, dan gamma amino butirik asid (GABA) yang berpengaruh pada lokus sereleus di batang otak sebagai pusat sistem saraf otonom, yang juga berpengaruh pada pusat emosi di sistem limbik dan korteks otak pre-frontalis.

Selain itu, fobia juga bisa diperoleh karena faktor genetika atau keturunan. Orang yang terlahir dari orang tua yang memiliki fobia, sangat rentan terkena fobia. Dari faktor psikososial, ada teori perilaku yang diungkapkan oleh Pavlov, mengenai refleks yang dibiasakan (conditioned reflex) untuk menjelaskan timbulnya fobia. Dimana, kecemasan ditimbulkan oleh rangsang alami menakutkan.

Fobia juga bisa terjadi akibat respon dari suatu tekanan atau peristiwa traumatis. Sebenarnya cukup tidak masuk akal jika fobia terhadap sesuatu terjadi karena tidak ada pemicu. Selalu ada pemicunya. Dunia medis sendiri menganggap fobia sebagai bentuk psikologis dan termasuk salah satu bentuk dari gangguan kejiwaan.

Jenis fobia

Ada berbagai jenis fobia, antara lain:
  • Agoraphobia - takut jika berada di dalam suatu tempat atau situasi dimana ada kemungkinan penderita merasa malu kalau timbul serangan panik.
  • Achluophobia - takut kegelapan.
  • Acrophobia, takut tempat tinggi.
  • Alektorophobia - takut pada ayam.
  • Arrhenphobia - takut laki-laki.
  • Claustrophobia - takut pada tempat tertutup.
  • Bacteriphobia dan virusphobia - takut terhadap kuman atau virus misalnya aidsphobia (sering terjadi pada petugas kesehatan).
  • Hydrophobia - ketakutan berlebih pada air.
  • Photophobia - takut terhadap cahaya.
  • Zoophobia - takut akan binatang, dan masih banyak lagi fobia lainnya.

Pegobatan fobia

Pengobatan fobia harus dilakukan dengan tindakan pengkajian terlebih dahulu guna mencari tahu penyebabnya, mulai dari faktor keturunan hingga faktor tumbuh kembang, serta ciri kepribadian dan bagaimana support sistem dalam keluarga penderita. Psikiater biasanya akan memberikan psikoterapi yang diantara berupa terapi kognitif perilaku yang disertai dengan obat-obat psikofarmaka.

Obat yang biasanya digunakan adalah antidepresan, obat yang cukup efektif dalam mengobati berbagai gejala yang berhubungan dengan fobia sosial, serangan panik, depresi. Obat anti kecemasan (benzodiazepin) dan beta-blocker juga sering digunakan untuk mengobati fobia. Obat-obat tersebut antara lain:
  • SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors), yang akan mengubah kadar serotonin di otak, dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibanding obat anti depresan lainnya.
  • Antidepresan trisiklik, yang digunakan dengan dosis rendah telah umum digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan; namun obat ini memiliki efek samping seperti pusing, mengantuk, mulut kering, dan bertambahnya berat badan.
  • MAOI (monoamine oxidase inhibitors), bekerja cukup baik untuk mengatasi gangguan panik dan fobia sosial; obat ini harus disertai dengan diet khusus karena bila tidak akan menimbulkan reaksi yang serius.
  • Beta-blocker, biasanya digunakan dalam mengobati kondisi jantung. Beta-blocker efektif dalam mengobati fobia sosial. Obat ini terkadang juga diresepkan untuk orang yang takut berbicara/berpidato di depan umum.
  • Benzodiazepin adalah obat anti kecemasan yang efektif dalam pengobatan jangka pendek kecemasan, bisa digunakan segera saat serangan panik akut. Obat ini umumnya tidak digunakan untuk pengobatan jangka panjang.

Psikoterapi adalah pengobatan non-obat yang cukup ampuh dalam mengobati fobia sosial, gangguan panik, dan fobia yang lebih spesifik. Terapi kognitif dan intervensi psikologis tertentu yang efektif untuk fobia sosial dan gangguan panik, bertujuan untuk mengubah pola pikir dan menemukan cara untuk mendefinisikan ulang terhadap ketakutan akan sesuatu. Terapi perilaku, khususnya terapi desensitisasi, efektif untuk mengatasi fobia tertentu di mana orang tersebut akan secara bertahap dihadapkan pada situasi yang mereka takuti, dan mereka diajarkan cara untuk mengatasi kecemasan yang timbul.

Berbicara mengenai ketakutan tertentu terhadap sesuatu dapat membantu meringankan kecemasan. Teman dekat dan keluarga sejatinya harus memberikan dukungannya, terutama ketika kecemasan berhubungan dengan adanya trauma di masa lalu. Komunitas fobia tertentu juga bisa sangat membantu dalam pengobatan, setiap anggotanya bisa berbagi pengalaman dan berbagi solusi mengenai bagaimana orang lain dengan masalah yang sama mengatasi ketakutan mereka. Teknik manajemen stres dan relaksasi, belajar dari para profesional (berkonsultasi langsung, dari buku atau video), dan membentuk komunitas khusus akan sangat membantu dalam mengatasi kecemasan yang terkait fobia.