Jantung Berdebar Kencang? Jangan Dulu Khawatir

Sunday, April 13, 2014
Jantung berdebar

Jantung yang berdebar-debar merupakan persoalan umum yang menimbulkan perasaan tidak enak pada jantung dan dada. Jantung yang berdebar-debar digambarkan sebagai suatu perasaan "berdebar-debar" di dada. Banyak faktor yang menyebabkannya, namun kebanyakan penyebabnya ternyata tidak berhubungan dengan jantung itu sendiri.

Jantung yang berdebar-debar sering diperparah karena ketegangan urat saraf. Suatu kondisi yang menambah beban kerja jantung juga mungkin akan mendatangkan perasaan yang tidak enak ini. Ada orang yang berdebar-debar jantungnya bila berbaring pada sisi kiri, hal ini karena dalam posisi seperti itu jantung berada lebih dekat dengan dengan dinding dada. Jantung berdebar-debar adalah gangguan, tetapi umumnya bukanlah hal yang serius.

Orang yang sedang gugup umumnya akan mengalami jantung berdebar, hal ini bukan berarti mereka menderita penyakit jantung. Seseorang yang sedang gugup mungkin akan mengalami kecemasan karena suatu trauma peristiwa seperti meninggalnya orang yang terkasih karena serangan jantung. Lalu setelah kejadian itu, si gugup tersebut akan selalu menganggap berbahaya perasaan tidak enak di dadanya (mengingat kematian orang terkasihnya). Nah persoalan semacam ini sebenarnya tidak disebabkan karena masalah pada jantungnya, melainkan hanya karena imajinasinya yang terlalu aktif. Tetapi untuk memastikannya ada baiknya melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) jika debaran itu terjadi terlalu sering. Jika setelah diperiksa ternyata tidak ada masalah, maka Anda tidak perlu khawatir. Tetapi jika memang ada yang tidak beres dengan jantung Anda, jangan tunda lagi, mintalah segera perawatan terbaik dari medis.

Block Jantung

Block jantung atau gangguan penghantaran rangsang, terjadi apabila gelombang listrik pada jantung melambat atau terganggu di beberapa bagian yang seharusnya normal. Dalam beberapa hal, keadaan ini mungkin akan mengganggu irama atau denyutan jantung. Gangguan ini mungkin disebabkan karena beberapa kondisi yang serius pada saat muda, seperti demam rematik atau scarlatina. Pada orang dengan usia lanjut, perasaan seperti ini mungkin disebabkan oleh mengerasnya pembuluh-pembuluh nadi. Diagnosa yang tepat sangat penting sebelum melakukan perawatan agar hasil baik yang diperoleh. Oleh karena itu, pemeriksaan dengan elektrokardiogram harus selalu dilakukan. Ada beberapa obat yang berfungsi untuk memperbaiki irama jantung, tetapi ini harus diberikan dengan hati-hati menurut resep dokter.

Elektrokardiogram
Pemeriksaan dengan elektrokardiogram. Gambar: myheart.org.uk
Sinus Tachycardi

Sinus tachycardi atau jantung yang berdenyut sangat cepat juga merupakan sebuah gangguan, yang penyebabnya seringkali tidak jelas. Kecepatan denyut jantung bisa bertambah apabila penderita sedang dalam tekanan emosi tinggi, gerak badan yang berlebih, kekurangan oksigen, demam, perdarahan, dan terkena infeksi. Jika kecepatan denyutannya sangat tinggi (lebih dari 150 denyutan per menit) jantung tidak akan memiliki waktu untuk relaksasi diantara denyutan. Hal ini akan mengurangi efisiensi jantung dan memperlambat peredaran darah ke seluruh tubuh. Denyut jantung yang cepat akan menjadi lebih serius apabila terdapat peradangan pada otot jantung, seperti demam rematik, atau thrombosis pembuluh nadi tajuk jantung.

Perawatan
Obat penenang, seperti phenobarbital termasuk obat yang cocok untuk mengatasi gangguan irama jantung. Ada pula sebagian penderita yang bisa memperlambat kecepatan denyut jantung hanya dengan menekan sinus carotis di satu sisi leher tepat dibawah sudut rahang. Hal ini bisa meringankan serangan. Sebagian orang juga akan menggelitik bagian belakang kerongkongan atau menekan bola mata (sangat tidak direkomendasikan karena bisa merusak mata) dapat membuat denyut jantung kembali normal. Meskipun denyut jantung yang cepat ini mengganggu, tapi biasanya ini bukanlah hal yang serius, asalkan tidak terjadi terlalu sering atau terlalu lama.  Jika denyutan cepat itu terjadi karena dekompensasi jantung, keadaan ini dapat diatasi dengan obat digitalis. Untuk perawatan dirumah, banyak orang yang telah memperoleh manfaat karena meninggalkan pengunaan tembakau (rokok) dan alkohol.

Atrium Fibrilasi

Atrium Fibrilasi atau kacau serambi jantung adalah denyut jantung yang tidak teratur yang bisa terjadi karena penyakit jantung rematik, hipertiroid dan penyakit pembuluh nadi tajuk jantung. Bila kecepatannya sangat tinggi dan tidak teratur, mungkin akan muncul perasaan berdebar-debar, pingsan, lemah dan mual. Bila nadi amat lemah dan tidak teratur, aliran darah ke organ-organ vital seperti ginjal, paru-paru, dan otak mungkin akan sangat kurang. Dengan kata lain, jantung yang tidak teratur akan tidak sanggup mempertahankan normalnya peredaran darah ke seluruh tubuh. Ada juga bahaya lain yang mengintai seperti pembekuan darah di dalam jantung, dan embolus yang diangkut ke paru-paru, ginjal dan otak yang bisa menyebabkan keadaan yang serius seperti pitam otak.

Perawatan
Kebanyakan dokter akan menggunakan digitalis untuk mengatasi gangguan irama jantung. Meskipun dalam banyak kasus gangguan irama jantung tidak bisa kembali ke keadaan normal, kebanyakan penderitanya dapat hidup dengan normal asalkan denyutan jantungnya berkisar antara 70-80 kali per menit. Selain itu agar terus bisa hidup normal, penderita gangguan irama jantung juga harus sebisa mungkin terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa memperparah keadaan tersebut, termasuk influenza.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.