Reaksi Alergi Terhadap Antibiotik

Reaksi Alergi Terhadap Antibiotik

Jika Anda alergi terhadap antibiotik, Anda akan mengalami gejala dan tanda seperti ruam, bengkak di wajah hingga kesulitan bernapas.

Reaksi alergi yang parah disebut sebagai anafilaksis, dan biasanya terjadi dalam waktu satu jam setelah menggunakan antibiotik. Anafilaksis merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan medis segera. Segera ke gawat darurat rumah sakit jika mengalaminya.

Gejala-gejala anafilaksis diantaranya:
  • sukar bernapas / napas berisik
  • pembengkakan lidah
  • bengkak / sesak tenggorokan
  • kesulitan berbicara / suara serak
  • mengi atau batuk
  • pusing atau pingsan
  • pucat dan terkulai (terutama pada remaja dan anak-anak)

Terkadang juga ada gejala-gejala yang kurang berbahaya sebelum anafilaksis terjadi, seperti:
  • pembengkakan wajah, bibir dan / atau mata
  • gatal atau bilur
  • sakit perut atau muntah.

Sebagian besar ahli imunologi dan alergi klinis merekomendasikan adrenalin sebagai pengobatan awal untuk reaksi alergi berat. Jika Anda alergi terhadap antibiotik, Anda mungkin akan diajari dokter tentang cara menghindari pemicunya dan cara menggunakan suntikan adrenalin yang dapat digunakan sendiri seperti EpiPen®.

Sebagian besar alergi disebabkan oleh antibiotik golongan penicillin atau antibiotik yang berhubungan erat dengan penicillin, atau oleh jenis antibiotik lain yang disebut sulfonamid.

Merasa mual dan muntah setelah minum antibiotik biasanya merupakan efek samping dari obat, bukan reaksi alergi.

Dokter biasanya dapat mendiagnosis reaksi alergi terhadap antibiotik dengan memeriksa dan mengajukan beberapa pertanyaan terhadap Anda. Dia mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis alergi/imunologi, yang mungkin nantinya akan dilakukan tes alergi kulit dan darah.