Fungsi, Macam, dan Efek Samping Antihistamin

Antihistamin

Alergi dan reaksi alergi umum terjadi. Sekitar sepertiga dari seluruh orang di dunia memiliki alergi tertentu baik yang disadari atau tidak. Namun, gejala-gejala reaksi alergi umumnya dapat dengan mudah dan efektif diobati dengan menggunakan kelompok obat yang disebut antihistamin.

Alergi dan histamin

Tubuh bisa menjadi sensitif terhadap hal-hal di sekitar, seperti makanan, tanaman, hewan, dan obat-obatan. Sesuatu yang menyebabkan reaksi alergi disebut sebagai alergen.

Ketika terkena/terpapar alergen. tubuh akan melepaskan bahan kimia tubuh yang disebut histamin. Histamin menyebabkan reaksi bersin, hidung meler, dan mungkin membuat mata dan kulit gatal dan membengkak.

Mengobati alergi dan reaksi alergi dengan antihistamin

Antihistamin adalah obat-obatan yang bekerja dengan cara menghalangi respons tubuh terhadap histamin. Antihistamin menurunkan tingkat keparahan reaksi dan meringankan gejala alergi.

Antihistamin biasanya digunakan untuk perawatan sejumlah kondisi yang berkaitan dengan alergi dan hipersensitivitas seperti:
  • rinitis alergi (hay fever)
  • kaligata(urtikaria)
  • konjungtivitis alergi
  • eksim (dermatitis kontak)
  • asma
  • reaksi terhadap gigitan dan sengatan binatang.

Beberapa jenis antihistamin juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi yang tidak berhubungan dengan alergi, seperti mabuk, insomnia dan mulas atau gangguan pencernaan.

Antihistamin oral dapat digunakan untuk mengobati semua gejala reaksi alergi. Sedangkan antihistamin dalam sediaan lainnya digunakan sebagai obat tetes mata atau hidung, untuk mengobati gejala tertentu saja. Sebagian antihistamin oral mungkin memiliki efek mengantuk, tetapi sebagian lainnya tidak.

Antihistamin tidak digunakan untuk mengobati reaksi alergi yang sangat parah seperti anafilaksis, karena cara kerjanya yang lambat.

Macam antihistamin

Macam antihistamin antara lain: brompheniramine, carbinoxamine, cetirizine, dexbrompheniramine, diphenhydramine, fexofenadine, hydroxyzine, loratadine, triprolidine, trimeprazine , chlorpheniramine, cyproheptadine, clemastine, promethazine, dexchlorpheniramine, levocetirizine, desloratadine.

Efek samping antihistamin

Sebagian orang mengalami efek samping dari antihistamin oral seperti:
  • kelelahan
  • kantuk
  • sakit kepala
  • mulut kering
  • sakit perut.
Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama.


Ketika menggunakan antihistamin harus berhati-hati saat mengoperasikan mesin, seperti mengendarai mobil. Bahkan antihistamin non-penenang dapat membuat sebagian orang mengantuk.

Hati-hati menggunakan antihistamin pada orang yang:
  • memiliki penyakit ginjal atau hati
  • adalah wanita yang sedang hamil atau menyusui
  • adalah seorang pria dengan pembesaran prostat.

Article Resources
  • https://www.healthdirect.gov.au/antihistamines