Jenis dan Penyebab Keputihan

Tuesday, August 14, 2018
Keputihan

Meskipun keputihan sangat umum terjadi, ada beberapa jenis keputihan yang merupakan infeksi. Bila cairan yang keluar berwarna kuning atau hijau, konsistensinya tebal, atau berbau busuk, maka itu tidaklah normal.

Keputihan yang tidak normal biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Jenis-jenis keputihan

Ada beberapa jenis keputihan. Jenis-jenis keputihan ini dikategorikan berdasarkan warna cairan dan konsistensinya.

Putih

Sedikit cairan putih, terutama keluar di awal atau akhir siklus menstruasi adalah normal. Namun, jika keluarnya cairan disertai dengan rasa gatal dan memiliki konsistensi atau penampilan seperti keju tebal, itu tidaklah normal dan memerlukan pengobatan. Jenis keputihan ini kemungkinan disebabkan oleh infeksi jamur.

Jernih dan encer

Keluarnya cairan jernih dan encer dari vagina biasanya normal. Itu bisa terjadi kapan saja dalam sebulan. Keluarnya cairan mungkin bertambah banyak selepas berolahraga.

Jernih dan elastis

Ketika keluar cairan jernih tapi elastis dan seperti lendir, bukannya encer, itu menunjukkan kemungkinan Anda sedang berovulasi. Ini adalah tipe keputihan normal.

Coklat atau berdarah

Keluarnya cairan berwarna coklat atau berdarah biasanya juga normal, terutama ketika terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi. Keputihan yang terlambat di akhir menstruasi dapat terlihat coklat, bukan merah. Sedikit cairan berdarah mungkin juga akan muncul di antara periode menstruasi. Ini disebut spotting atau bercak.

Jika bercak muncul selama periode normal menstruasi dan baru-baru ini berhubungan intim tanpa alat kontrasepsi, ini bisa menjadi tanda kehamilan. Namun, bercak yang muncul di fase awal kehamilan dapat menjadi tanda keguguran.

Dalam kasus yang jarang terjadi, keluarnya cairan berwarna coklat atau berdarah dapat menjadi tanda kanker endometrium atau serviks. Bisa jadi juga disebabkan oleh masalah lain seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya. Itulah penting untuk memeriksakan panggul dan Pap smear rutin setiap tahun. Kelainan serviks dapat diketahui selama pemeriksaan ini.

Kuning atau hijau

Keluarnya cairan kuning atau hijau, terutama ketika cairan itu bertekstur tebal atau disertai bau tidak sedap, tidaklah normal. Jenis keputihan ini bisa menjadi tanda infeksi trikomoniasis, yang menyebar melalui hubungan seksual.

Penyebab keputihan

Keputihan normal berarti fungsi tubuh masih baik. Itu adalah cara tubuh membersihkan dan melindungi vagina. Namun, keputihan yang abnormal biasanya disebabkan oleh infeksi.

Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan peningkatan keputihan dengan bau yang kuat, busuk, dan kadang-kadang berbau amis, meskipun dalam beberapa kasus tidak disertai dengan gejala. Wanita yang melakukan seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual berisiko lebih besar untuk terkena infeksi ini.

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Infeksi biasanya menyebar melalui hubungan seksual, tetapi juga dapat menyebar karena menggunakan pakaian atau handuk yang sama dengan orang lain. Cairan yang keluar kuning atau hijau yang memiliki bau busuk. Rasa sakit, peradangan, dan gatal menjadi gejala umumnya, meskipun sebagian orang tidak mengalami gejala apa pun.

Infeksi jamur

Infeksi jamur menyebabkan keputihan seperti keju putih di samping sensasi panas dan gatal. Kehadiran jamur di vagina adalah normal, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak akibat pertumbuhannya tidak terkendali maka akan menyebabkan masalah.

Berikut ini hal-hal yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jamur:
  • stress
  • diabetes
  • penggunaan pil KB
  • kehamilan
  • penggunaan antibiotik, terutama penggunaan jangka panjang selama 10 hari.

Gonore dan klamidia

Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan keluarnya cairan abnormal kuning, kehijauan, atau keruh dari vagina.

Penyakit radang panggul (PID)

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi yang sering menyebar melalui hubungan seksual. PID terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. PID dapat menghasilkan cairan kotoran yang berat dan berbau busuk.

Human papillomavirus (HPV) atau kanker serviks

Human papillomavirus (HPV) menyebar melalui hubungan seksual. Dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala yang menyertainya, jenis kanker ini dapat menghasilkan cairan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah disaring dengan Pap smear dan tes HPV tahunan.

Bilakah harus ke dokter?

Jika mengalami keputihan yang tidak biasa dengan disertai gejala-gejala tertentu lainnya, segera ke dokter. Gejala yang harus diperhatikan antara lain:

Perawatan di rumah untuk keputihan

Untuk mencegah infeksi, praktikkan kebersihan yang baik dan kenakan pakaian dalam dari katun. Jangan menggunakan douche, karena dapat memperburuk kotoran karena membuang bakteri yang berguna.

Untuk mengurangi kemungkinan infeksi jamur karena mengonsumsi antibiotik, konsumsi yogurt yang mengandung kultur hidup dan aktif. Jika mengalami infeksi jamur, obati dengan krim atau suppositoria (obat peluru) infeksi jamur yang dijual bebas.

Article Resources
  • Healthline. What Causes Vaginal Discharge?
  • Gambar: Health Beauty Aid

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer