Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Wanita

Sering buang air kecil wanita

Sering buang air kecil pada wanita dapat disebabkan oleh kondisi yang mempengaruhi saluran kemih. Saluran kemih meliputi ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran di mana urin mengalir dari kandung kemih keluar dari tubuh).

Beberapa penyebab sering buang air kecil pada wanita, meliputi:
  • Infeksi, penyakit, luka atau iritasi pada kandung kemih
  • Perubahan pada otot, saraf atau jaringan lain yang mempengaruhi fungsi kandung kemih
  • Menjalani pengobatan kanker tertentu
  • Mengonsumsi makanan/minuman atau obat yang meningkatkan produksi urin
  • Kondisi lain yang meningkatkan produksi urin.

Salah satu penyebab paling umum sering buang air kecil pada wanita adalah infeksi saluran kemih (ISK).  Ini terjadi ketika bakteri masuk ke kandung kemih melalui uretra.

Diperkirakan 50 hingga 60 persen wanita akan mengalami setidaknya satu kali ISK dalam hidup mereka. Sepertiga wanita akan mengalami satu kali ISK sebelum berusia 24 tahun yang cukup berat sehingga membutuhkan antibiotik. Perempuan lebih berisiko mengalami ISK daripada laki-laki karena uretra mereka lebih pendek.

Sedangkan penyakit, kondisi atau penyebab lain yang lebih spesifik yang dapat menyebabkan sering buang air kecil termasuk:
  • Sistokel - kondisi dimana jaringan pendukung antara kandung kemih dan dinding vagina meregang dan melemah, menyebabkan kandung kemih menonjol ke dalam vagina
  • Ansietas - Gangguan kecemasan
  • Prostatitis - infeksi atau radang prostat
  • Benign prostatic hyperplasia (BPH) - pembesaran prostat jinak
  • Batu kandung kemih
  • Perubahan fungsi ginjal
  • Diabetes insipidus -  tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus
  • Pil diuretik - pil air
  • Konsumsi berlebihan dari total cairan, alkohol, kafein, nikotin atau pemanis buatan
  • Sistitis interstitial - sindrom nyeri kandung kemih
  • Pielonefritis - infeksi ginjal
  • Kandung kemih terlalu aktif
  • Kehamilan
  • Stroke
  • Cedera tulang belakang
  • Terapi radiasi - pada panggul atau perut bagian bawah
  • Diabetes tipe 1
  • Diabetes tipe 2
  • Striktur uretra - penyempitan uretra
  • Inkontinensia urin
  • Vaginitis - infeksi vagina
  • Multiple sclerosis - penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat
  • Obesitas
  • Pelemahan otot dasar panggul.

Terkadang kondisi yang tidak berhubungan dengan kandung kemih juga dapat menyebabkan wanita sering buang air kecil. Salah satu contohnya adalah atrofi vagina, atau hilangnya jaringan normal vagina normal akibat penurunan kadar estrogen yang disebabkan oleh penuaan atau operasi pengangkatan indung telur.

Article Resources
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/frequent-urination/basics/causes/sym-20050712
  • https://urologyclinics.com/symptoms/frequent_urination_f/causes.html
  • https://www.healthline.com/health/overactive-bladder/frequent-urination-women#symptoms