Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Listeriosis

Listeria merupakan penyakit yang biasanya disebabkan karena memakan makanan yang terkontaminasi dengan bakteri yang dikenal sebagai Listeria monocytogenes. Listeriosis akan menjadi sangat serius pada wanita hamil dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bahan makanan penyebab listeriosis

Apa itu listeriosis?

Listeriosis adalah infeksi berbahaya yang cukup langka yang disebabkan oleh termakan makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri Listeria umum ditemui di dalam tanah dan makanan mentah tertentu.

Tidak semua orang yang memakan makanan yang sudah tercemari bakteri Listeria akan mengalami sakit. Namun, walaupun listeriosis jarang terjadi, angka kematiannya tinggi.

Apa gejala listeriosis?

Masa inkubasi (dari mulai infeksi sampai muncul gejala) listeriosis dapat berkisar antara tiga sampai 70 hari tetapi rata-rata kurang lebih tiga minggu. Infeksinya dapat mengakibatkan septikemia (keracunan darah), meningitis (radang selaput otak) dan keguguran pada wanita hamil.

Gejala listeriosis antara lain: demam, sakit otot, dan adakalanya gejala gastrousus seperti mual dan diare. Dalam bentuk yang lebih parah, gejala juga termasuk kolaps dan renjatan (syok).

Jika infeksi merebak ke sistem saraf sentral, gejala seperti sakit kepala, kejang leher, linglung, hilang keseimbangan, konvulsi dan koma dapat terjadi. Kurang lebih sepertiga dari pasien ini mungkin akan meninggal.

Infeksi ketika hamil dapat mengakibatkan keguguran, lahir mati, dan infeksi bayi baru lahir.

Bagaimana penularan listeriosis?

Listeria monocytogenes tersebar luas di alam, dan umumnya dibawa oleh banyak spesies binatang jinak dan liar. Daging mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, buah-buahan mentah dan sayur-sayuran mentah dapat tercemari bakteri tersebut.

Wabah listeriosis telah dikaitkan dengan susu mentah atau tercemar, keju lunak, sayur mentah yang tidak dicuci, dan daging siap saji seperti paté.

Orang yang menghadapi risiko dapat terjangkit listeriosis dengan termakan makanan yang tercemar bakteri Listeria. Bayi mungkin lahir dengan listeriosis jika ibunya makan makanan yang tercemar ketika hamil.

Siapa saja yang berisiko?

Wanita hamil, bayi baru lahir, orang lanjut usia dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang yang sedang menjalani terapi kanker, penderita AIDS atau penderita penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Bagaimana mencegah listeriosis?

Untuk mencegah listeriosis:
  • masak makanan mentah dari sumber binatang sampai matang, misalnya daging sapi, kambing, bebek, atau ayam
  • cuci sayur dan buah mentah dengan baik sebelum dimakan
  • pisahkan daging mentah dari sayur-sayuran, makanan matang dan makanan siap saji (jangan biarkan darah dan cairan dari daging mentah tersentuh makanan lain)
  • gunakan talenan (papan memotong) yang berbeda untuk daging mentah dan makanan lainnya
  • hindari produk susu yang tidak jelas karena dikhawatirkan tidak melalui proses pasteurisasi
  • cuci tangan sebelum dan setelah menyiapkan makanan
  • cuci pisau dan talenan setelah memproses makanan mentah
  • cuci tangan setelah bersentuhan dengan binatang
  • makanan yang cepat rusak harus disimpan di kulkas dingin (kurang dari 5°C) dan dicuci dan dimakan sesegera mungkin.

Bagaimana mendiagnosis listeriosis?

Diagnosis listeriosis dapat dikonfirmasikan dengan tes darah atau tes lain, seperti sumsum tulang

Bagaimana pengobatan listeriosis?

Pengobatan listeriosis akan melibatkan antibiotik dan terapi penunjang. Apabila infeksi terjadi ketika hamil, antibiotik dapat mencegah infeksi pada janin atau bayi baru lahir.

Tapi, bahkan dengan pengobatan yang dini, infeksi listeriosis dapat mengakibatkan kematian penderitanya, terutama di kalangan lanjut usia dan orang yang menderita masalah media serius lain.

Article Resources
  • http://www.health.nsw.gov.au/