Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Leptospirosis

Friday, June 01, 2018
Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang disebarkan melalui air seni, darah, dan sel-sel hewan yang terinfeksi.

Apa saja gejalanya?

Gejala awal leptospirosis umumnya adalah:
  • demam
  • sakit kepala parah
  • nyeri otot
  • gerah
  • muntah
  • mata merah.

Gejala-gejala ini bisa menyerupai gejala penyakit lain seperti selesma, jadi menyulitkan diagnosa. Malah ada penderita sama sekali tidak mendapatkan gejalanya.

Bentuk penyakit leptospirosis yang parah, disebut penyakit Weil, terjadi apabila penderita sudah mengalami kegagalan ginjal, sakit kuning (menguningnya kulit dan mata yang menandakan penyakit pada hati) dan perdarahan kulit dan selaput lendir.

Meningitis atau peradangan selaput otak dan perdarahan di paru-paru pun dapat terjadi akibat leptospirosis. Penderita yang mengalami gejala parah harus dirawat inap di rumah sakit karena dapat membahayakan jiwa.

Apa dampak jangka panjangnya?

Penyembuhan penyakit leptospirosis ini bisa lambat. Ada yang terus merasakan sakit seperti kelemahan selama berbulan-bulan. Ada pula yang merasakan sakit kepala yang lama. Ada kalanya juga bakteri leptospira terus hidup di dalam mata dan menyebabkan bengkak mata menahun.

Bagaimana penularannya?

Bakteri leptospira biasanya masuk ke tubuh melalui luka atau lecet kulit, dan kadang-kadang lewat selaput lendir di dalam mulut, hidung, dan mata. Berbagai jenis hewan dapat terinfeksi dan mengandung bakteri leptospira di dalam ginjalnya.

Penularannya bisa terjadi setelah kontak dengan air kencing atau lendir hewan itu. Tanah, makanan, dan air yang terkontaminasi air kencing hewan sering menjadi sumber penularan utama.

Hewan apa saja yang bisa terkena?

Berbagai hewan mamalia bisa mengidap kuman leptospira. Hewan yang paling umum menulari adalah tikus, anjing, dan babi. Kucing, domba dan kuda juga dapat menulari. Hewan-hewan yang terinfeksi leptospirosis bisa saja tidak menunjukkan gejala atau terlihat biasa saja.

Siapa yang paling berisiko tertulari?

Yang paling berisiko tertulari leptospirosis adalah mereka yang sering menyentuh hewan atau air,
lumpur, tanah, dan tanaman yang telah terkontaminasi air kencing hewan. Beberapa pekerjaan yang berisiko antara lain petani, dokter hewan, karyawan pejagalan serta petani tebu dan pisang.

Kondisi-kondisi tertentu seperti banjir sering meningkatkan angka kejadian leptospirosis. Hal ini karena korban banjir yang tetap bertahan di rumahnya terus bersentuhan dengan air banjir yang sudah tercemari.

Bagaimana mendiagnosa leptospirosis?

Untuk mendiagnosisnya, dibutuhkan pemeriksaan darah untuk melihat keberadaan bakteri leptospira pada orang-orang yang dicurigai mengidap lepstospirosis.

Bagaimana pengobatannya?

Pada umumnya leptospirosis diobati dengan antibiotik seperti doksisiklin (doxycycline) atau penisilin (penicillin). Pengobatan dengan antibiotik dianggap paling efektif jika dimulai sejak awal.

Bagaimana cara mencegah leptospirosis?

Ada banyak cara mencegah leptospirosis.

Yang pekerjaannya menyangkut hewan:
  • Tutupilah luka dan lecet dengan balutan kedap air.
  • Pakai pakaian pelindung misalnya sarung tangan, pelindung mata, baju kerja khusus, dan sepatu bila menangani hewan yang mungkin terkena, terutama jika ada kemungkinan menyentuh air seninya.
  • Pakailah sarung tangan jika menangani ari-ari hewan, janinnya yang mati di dalam maupun digugurkan atau dagingnya.
  • Mandilah sesudah bekerja dan cuci serta keringkan tangan sesudah menangani apa pun yang mungkin terkena.
  • Jangan makan atau merokok selama menangani hewan yang mungkin terkena. Cuci dan keringkan tangan sebelum makan atau merokok.

Untuk yang lain:
  • Hindari berenang di air yang mungkin dicemari dengan air seni hewan.
  • Tutupilah luka dan lecet dengan balutan kedap air terutama sebelum bersentuhan dengan tanah, lumpur, atau air yang mungkin dicemari air kencing hewan.
  • Pakailah sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur.
  • Pakailah sarung tangan bila berkebun.
  • Halaulah hewan pengerat dengan cara membersihkan dan menjauhkan sampah dan makanan dari perumahan.
  • Jangan memberi anjing jeroan mentah.
  • Cucilah tangan dengan sabun karena kuman leptospira cepat mati oleh sabun, pembasmi kuman, dan jika tangannya kering.

Apakah ada vaksinnya?

Tidak ada vaksin untuk mencegah leptospirosis pada manusia. Ada vaksin guna mencegah leptospirosis pada hewan (babi dan anjing) tetapi juga tidak efektif karena bakteri leptospira tidak hanya satu jenis.

Apa bisa terkena leptospirosis lebih dari sekali?

Karena bakteri leptospira terdiri dari banyak jenis, mungkin saja apabila seseorang terkena jenis yang lain maka terkena leptospirosis lagi.

Apa leptospirosis bisa ditularkan dari orang ke orang?

Leptospirosis dapat ditularkan kepada orang lain misalnya penularan lewat hubungan suami istri atau air susu ibu, meskipun jarang. Bakteri leptospira dapat ditularkan lewat air seni selama berbulan-bulan setelah terkena.

Article Resources
  • NSW Multicultural Health Communication Service

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer