Kriptosporidiosis : Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Thursday, May 24, 2018
Kriptosporidiosis merupakan penyakit yang disebabkan karena tertelan parasit Cryptosporidium. Penyakit ini terutama menyebabkan diare dan kekejangan perut.

kriptosporidiosis

Apa itu kriptosporidiosis?

Kriptosporidiosis adalah penyakit diare yang disebabkan oleh parasit Cryptosporidium, yang menjangkiti usus.

Infeksi Cryptosporidium telah dilaporkan pada manusia dan berbagai hewan. Walaupun ada beberapa spesies Cryptosporidium, tapi hanya Cryptosporidium parvum dan Cryptosporidium hominis yang dianggap mengakibatkan infeksi pada manusia.

Apa saja gejala kriptosporidiosis?

Gejala pertama penyakit ini akan muncul antara 1-12 hari (rata-rata 7 hari) setelah seseorang terinfeksi parasit Cryptosporidium.

Gejala yang paling umum dari kriptosporidiosis adalah diare (mencret) dan kekejangan perut. Gejala lain mungkin menyertai antara lain demam, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Tapi sebagian penderita ada yang tidak menunjukkan gejala apapun.

Gejala mungkin timbul dan hilang dan mungkin berkelanjutan selama berhari-hari atau sampai berminggu minggu. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin mengalami gejala yang lebih parah yang dapat berkelanjutan hingga berbulan-bulan.

Bagaimana penularan kriptosporidiosis?

Cryptosporidium terdapat dalam tinja dari manusia dan hewan yang terinfeksi. Infeksi terjadi apabila parasit ini ditelan. Penularan paling sering terjadi melalui:
  • kontak dari orang ke orang, terutama dalam keluarga dan di kalangan anak kecil (misalnya di pusat penitipan anak)
  • minum air yang tercemar
  • berenang di kolam yang tercemar
  • menangani binatang yang terinfeksi atau tahinya
  • makanan (jarang terjadi).
Seseorang paling akan menularkan apabila mengalami diare, tetapi parasit ini mungkin sudah hilang beberapa hari setelah gejala hilang.

Siapa saja yang berisiko?

Orang yang paling mungkin terinfeksi Cryptosporidium antara lain:
  • orang yang melakukan kontak dekat dengan orang lain yang menderita kriptosporidiosis
  • anak-anak di tempat penitipan anak, termasuk yang memakai lampin
  • orang tua anak yang terinfeksi
  • pekerja tempat penitipan anak
  • perenang yang tertelan air kolam renang bahkan sedikit saja
  • orang yang minum air yang belum diolah/dimasak
  • orang yang bekerja dengan binatang
  • pria yang berhubungan kelamin sesama pria.
Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko terinfeksi parasit Cryptosporidium dan harus ke dokter jika gejalanya muncul.

Bagaimana mencegah kriptosporidiosis?

Untuk mencegah dari terjangkit kriptosporidiosis:
  • cuci tangan Anda dengan baik menggunakan sabun dan air selama 10 detik setelah dari kamar mandi, menangani hewan atau tahinya, mengganti lampin bayi, bekerja di kebun, dan sebelum menyiapkan makanan atau minuman
  • jangan minum air yang belum diolah/dimasak. Memasak air akan membunuh Cryptosporidium
  • jangan tertelan air ketika berenang
Ketika berkunjung ke tempat-tempat asing, hindari makanan atau minuman yang tidak terjamin kebersihannya.

Untuk mencegah dari menularkan kriptosporidiosis, penderita kriptosporidiosis harus:
  • tidak berenang selama sekurang-kurangnya dua minggu setelah diare berhenti
  • tidak menggunakan handuk atau sprei bersama orang lain selama sekurang-kurangnya dua minggu setelah diare berhenti
  • tidak menangani makanan selama sekurang-kurangnya 48 jam setelah diare berhenti.
Anak kecil yang menderita diare harus tetap tinggal di rumah dan tidak ke sekolah, atau tempat penitipan anak, dan kelompok bermain sampai 24 jam setelah diare berhenti sepenuhnya.

Bagaimana mendiagnosis penyakit ini?

Kriptosporidiosis dapat dikonfirmasikan dengan pemeriksaan tes spesimen tinja.

Bagaimana pengobatan kriptosporidiosis?

Tidak ada pengobatan spesifik untuk kriptosporidiosis. Pengobatan hanya untuk meringankan gejala hingga penderita sembuh sepenuhnya. Penderita harus minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.

Article Resources
  • http://www.mhcs.health.nsw.gov.au/publicationsandresources/pdf/publication-pdfs/7115/doh-7115-ind.pdf/at_download/file

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer