Penyebab dan Perawatan Sakit Leher

Friday, April 13, 2018

Sakit leher adalah rasa nyeri atau tidak nyaman di salah satu struktur leher. Struktur leher meliputi otot, saraf, tulang (tulang belakang), sendi, dan cakram di antara tulang.

Sakit leher dikenal dengan istilah servikalgia. Sakit leher juga sering disebut sebagai kaku leher, karena ketika leher sakit, Anda biasanya akan kesulitan menggerakkannya, terutama untuk menoleh ke salah satu sisi.

Ketika sakit leher terjadi akibat tekanan pada saraf, Anda akan mengalami mati rasa, kesemutan, atau kelemahan di lengan atau tangan.

Penyebab

Penyebab umum sakit leher adalah ketegangan otot. Sakit leher paling sering disebabkan oleh aktivitas sehari-hari yang salah. Aktivitas tersebut antara lain:
  • Membungkuk atau menunduk selama berjam-jam; seperti bekerja di atas meja untuk waktu lama
  • Posisi monitor komputer yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Posisi tubuh yang buruk saat membaca atau menonton TV
  • Tidur dalam posisi tulang belakang / leher yang salah
  • Memutar leher dengan berlebihan
  • Mengangkat benda terlalu cepat atau dengan postur tubuh yang buruk.

Kecelakaan atau jatuh dapat menyebabkan cedera leher parah, seperti patah tulang belakang, terkilir, cedera pembuluh darah, hingga kelumpuhan.

Penyebab sakit leher lainnya termasuk:
  • Penyakit tertentu, seperti fibromyalgia (yang menyebabkan nyeri di sekujur tubuh)
  • Cervical arthritis atau spondilosis (yang menyebabkan kerusakan ruas tulang leher dan bantalannya)
  • Cakram tulang rusak / pecah
  • Fraktur (patah) kecil tulang belakang akibat osteoporosis
  • Stenosis tulang belakang (penyempitan kanal tulang belakang)
  • Infeksi tulang belakang (osteomielitis, diskitis, abses)
  • Tortikolis (kegagalan otot leher)
  • Kanker yang melibatkan tulang belakang.

Perawatan

Jenis perawatan untuk sakit leher tergantung dari penyebabnya. Namun, perawatan untuk sakit leher pada umumnya adalah :
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminopen.
  • Kompres panas dingin pada area yang sakit. Kompres es untuk 48-72 jam pertama, kemudian kompres panas setelah itu.
  • Jika mungkin, beristirahat dari aktivitas normal selama beberapa hari. Ini akan membantu meredakan gejala dan mengurangi ketegangan.
  • Lakukan latihan gerak lambat, gerakkan kepala ke atas dan bawah,  sisi ke sisi, dan dari telinga ke telinga. Ini akan membantu meregangkan otot-otot leher dengan lembut.
  • Pemijatan lembut pada area yang sakit.
  • Penggunaan bantal ortopedi agar posisi leher baik ketika tidur.

Anda harus ke dokter apabila:
  • Rasa sakitnya parah, sehingga sangat mengganggu aktivitas
  • Gejala tidak hilang dalam 1 minggu
  • Mengalami mati rasa, kesemutan, atau kelemahan di lengan atau tangan
  • Nyeri leher disebabkan oleh jatuh, pukulan, atau cedera
  • Terdapat benjolan di leher atau kelenjar bengkak
  • Mengalami kesulitan menelan atau bernapas
  • Rasa sakitnya semakin buruk ketika berbaring atau membuat selalu terbangun di malam hari
  • Kesulitan berjalan.

Anda harus segera mendapatkan perawatan darurat jika mengalami:
  • Demam dan sakit kepala, dan leher begitu kaku sehingga menunduk pun tidak bisa. Ini bisa saja meningitis.
  • Gejala serangan jantung, seperti sesak napas, berkeringat, mual, muntah, atau nyeri lengan atau rahang.

Article Resources
  • https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/neck-pain
  • http://www.bodypaincenter.com (gambar)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer